Dendam Tetangga

Dendam Tetangga
Teror semakin menjadi


__ADS_3

Keesokan harinya pagi-pagi sekali Arka sudah bangun. setelah menunaikan sholat subuh dia pergi kesawah untuk melihat tanaman padinya yang sebentar lagi panen. di dapur Tasya juga sedang memasak sarapan. rencananya Arka hari ini akan pulang sedikit telat karena harus kerumah ustadz rizal.


"pagi Dek! " sapa Arka pada sang istri


"Pagi Bang. sudah pulang dari sawah? gimana padinya bagus tidak? " Tanya Tasya sambil mengambilkan nasi untuk sang suami


"Alhamdulilah siap panen. tadi juga sudah bertemu pak daus untuk mencari orang yang membantu kita panen Dek, Do'akan semuanya lancar Dek" kata Arka sambil mengambil lauk pauk didepannya.


"Abang jadi kerumah ustadz rizal? " tanya Tasya


"Iya nanti abang setelah mengajar langsung ke rumahnya" jawab Arka


"Ya sudah, abang hati-hati ya " pintar Tasya


"Iya, kamu kenapa sih kok jadi melow gini? " tanya Arka


"nggak tau tiba-tiba hatiku nggak enak saja Bang" kata Tasya sendu


"Sudahkah do'akan saja semoga semua baik-baik saja" hibur Arka


Tasya hanya menganggukkan kepala.

__ADS_1


sepulang dari sekolah seperti tujuannya sebelumnya Arka mendatangi rumah ustadz rizal. mereka berkenalan saat pertama kali Arka sholat dimasjid tempat dinasnya. hingga sekarang mereka menjalin hubungan dengan baik. bahkan ustadz rizal sering mengajak Arka makan siang dirumahnya dulu sebelum menikah. saat tiba dirumah temanya tersebut ternyata ustadz rizal sedang sholat jadi dia harus menunggu terlebih dahulu.


Arka menunggu diruang tamu. kebetulan tadi istri ustad rizal yang membukakan pintu dan mempersilahkan Arka menunggu.


setengah jam kemudian akhirnya yang ditunggu keluar juga. ustadz rizal mengucapkan salam dan dijawab Arka sambil tersenyum pada sang teman. ustad rizal duduk di depan Arka. dimeja sudah ada pisang goreng dan 2 cangkir teh hangat .


"Tumben kesini ka, ada apa? kok sendirian? istrimu tak kau ajak? " tanya ustadz rizal


"Tasya dirumah ustadz dan aku kesini mau menanyakan sesuatu padamu" jawab Arka.


Arka menceritakan dari awal hingga akhir peristiwa yang dialaminya pada ustad rizal. terlihat ustadz rizal sesekali menghembuakan nafas. terkadang juga manggut-manggut. ustadz rizal juga berkali-kali mengucapkan kalimat istigfar. setelah Arka usai bercerita, ustadz rizal memejamkan matanya sejenak.


"apa? siapa gerangan yang ingin merusak rumah tanggaku ustadz? karena aku merasa tak punya musuh"kata Arka mengusap wajahnya pelan seakan tak percaya ada yang tidak suka dengan pernikahannya.


" Seorang wanita yang iri dan juga mencintaimu. hatinya dipenuhi rasa cemburu. dia tidak Terima kamu menikah dengan istrimu. jadi dia ingin menghancurkan rumah tanggamu dan istrimu "jelas ustad rizal


" Tapi siapa kira-kira ustadz, tidak mungkin mantan pacarku kan? secara dia sudah hidup bahagia dan ikut dengan suaminya. "tanya Arka heran


" Bukan, jika dilihat sepertinya orang ini sangat dekat dengan kediamanmu. jaga baik-baik istrimu karena, wanita ini sangat terobsesi denganmu. dia ingin membuat istrimu jadi gila hingga meninggalkanmu. "terang ustadz rizal


" Lalu bagaimana ustadz? "tanya Arka

__ADS_1


" Sebaiknya lebih dekatkan diri dan banyak-banyak berdoa meminta pertolongan pada sang Khalik. jangan pernah tinggalkan sholat. dan sering-sering adakan pengajian dirumahmu. saya bisa merasakan akan terjadi sesuatu dengan istrimu"kata ustadz rizal mengingatkan ,


"Baik ustadz saya mohon bantuannya jika memang diperlukan" kata Arka


"InsyaAllah, hubungi saja jika ada apa-apa. " kata ustadz rizal


setelah mengobrol dan meminta pendapat pada ustad rizal Arka berpamitan pulang karena memikirkan sang istri dirumah sendirian. baru saja memarkirkan sepeda motornya terdengar suara gaduh dari dalam rumah. Arka sangat terkejut mendengar jeritan sang istri dia berlari masuk kedalam rumah. saat masuk kedalam Arka semakin kaget melihat kondisi sang istri yang tampak ketakutan. Arka mendekati sang istri.


"Dek.... apa yang terjadi? " tanya Arka lembut


Tasya yang mendengar suara suaminya menangis menatap sang suami. dengan tubuh gemetar. dia mencoba berbicara


"Bang.... bang... buang barang itu Bang" pibtanya sambil menangis


"Barang? barang apa? disini tidak ada apa-apa mungkin kamu berhalusinasi" jawab Arka pelan sambil menenangkan sang istri dalam dekapannya.


"Nggak bang, tadi ada paket. kukira dari abang. dan saat aku membukanya ternyata bangkai tikus, aku takut bang" rengek Tasya


Arka mendekap tubuh sang istri dengan erat dia sendiri bingung karena didepannya tidak ada apa-apa. hanya ada serahkan pecauan gelas pecah.


Arka segera mengangkat tubuh istrinya dan dibaribgkan diranjang. dia mengelus puncak kepala sang istri dengan pelan. tasya yang kelelahan karena terlalu banyak menangis akhirnya tertidur. Arka mengambil ponselnya dan menghubungi ustadz rizal. dia juga menceritakan kejadian barusan pada sang ustad. ustad rizal berjanji nanti sore akan mampir kerumah Arka.

__ADS_1


__ADS_2