Dendam Tetangga

Dendam Tetangga
Pingsan


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara ditempat lain.pagi-pagi sekali ibu-ibu yang sedang berbelanja dikang sayur heboh karena kepergian bu siti dan sekar yang secara tiba-tiba.mereka berfikir kasihan dengan sekar.hingga membuat tasya sedikit merasa bersalah.


Karena ini hari minggu,arka tengah bersantai karena libur mengajar.melihat sang istri yang tertunduk lesuh sepulang belanja membuatnya bertanya-tanya.ada gerangan apa dengan istrinya?apa yang difikirkan hingga saat arka menyapanya istrinya diam saja.


Arka mendekat kearah istrinya didapur.


"Dek....dek...kamu kenapa?"tanya arka


"Eh....Abang,sudah dari tadi disini?"tanya tasya


"Nggak,baru saja.kamu kenapa kok melamun?"tanya arka


"Aku lagi mikirin bu siti dan sekar.kata tetangga keluarga pak imron akan pindah kekampung halaman bu siti bang.katanya untuk menghibdari kita.aku jadi nggak enak sama bu siti dan pak imron.karena pernikahan kita putrinya jadi seperti itu "ucap tasya menunduk sedih


"Itu kan sudah takdir.kita nggak bisa menyalahkan takdir dek.lagipula jika sekar bisa menerima dengan ikhlas semua ini tidak akan terjadi.abang sendiri tidak tahu kalau sekar menyimpan rasa sama abang.terus siapa yang bisa disalahkan.perasaan abang sama kamu atau perasaan sekar sama abang."tutur arka


"Bang,semisal abang tau dari dulu kalau sekar suka sama abang,apa abang mau menikah sama sekar?"tanya tasya


"Abang cuma anggap tasya adek sendiri.berbeda sama perasaan abang kekamu dek.jadi nggak usah berfikir yang bukan-bukan.sekalipun bukan kamu istri abang,abang juga tidak akan menikah sana sejar jarena abang tak ada perasaan apapun sama sekar."

__ADS_1


"Tapi kasihan bang si sekar.walaupun aku risih sama perbuatannya tapi aku juga wanita bang.mencintai dalam diam itu sakut bang."kata tasya


"Ya itu kan konsekuensinya dia karena tidak jujur dari awal.andai dia jujur mungkin dia lebih bisa menerima kenyataan dek.sudah deh,kamu nggak usah mikirin sekar terus.yang ada kamu malah sakit lagi nanti."bujuk arka


"Iya bang.aku mau masak dulu.abang nonton tv aja lagi.maaf sudah buat abang khawatir tadi"ucap tasya


"Kalau ada masalah diomongin baik-baik dek.biar nggak jadi beban.jadi kita bisa memikirkan solusinya bersama.biar tidak terluka"kata arka bijak


"Iya bang"sahut tasya


Arka melangkah kembali duduk diruang tengah menonton tv sambil menunggu sang istri memasak.


Arka berfikir beruntung dia punya istri yang sedikit dewasa dalam berfikir.jadi tidak susah untuk memberitahu jika sedang menghadapi masalah.dia merasa dia juga harus meminta maaf pada pak imron dan bu siti atas kejadian ini.semoga sekar mendapatkan jodoh yang baik kelak.


"Bang abang sakit?"tanya tasta sambil memegang kening suaminya


"Nggak,ayo makan aku sudah lapar"jawab arka


mereka berdua makan dengan hening.tapi ada yang aneh.menurut tasya arka tiba-tiba menjafi pendiam dan pandangannya kosobg sepwrti tak bernyawa.tasya sedikit takut melirik sang suami yang diam saja daritadi.setelah selesai makan arka pamit pergi kekamar dan tasya mengiyakan saja.setelah mencuci bekas piring makan.tasya pergi dari dapur mau pwrgi jekamar tapi dia heran karena tv diruang tengah masih menyala.dia pikir mungkin suaminya lupa nggak mematikan tv.dia perlahan keruang tengah dan akan mematikan tv tersebut.tapi dia heran ternyata arka duduk disana sambil nonton tv.tadi katanya mau kekamar.tasya jadi pusing sendiri.


"Lho bang katanya mau istirahat dikamar.?"tanya tasya bingung

__ADS_1


"Istirahat?kamar?abang sedari tadi disini dek,nungguin kamu masak.sudah mateng belum makanannya.abang sudah lapar ini"kata arka sambil bangkit dari posisi duduknya


"Ih...abang jangan bercanda deh.irang makanan semeja sudah abang habiskan masak laper lagi?"celutuk tasya


"Hah...kapan abang makan dek.sedari tadi abang disini.belum jedapur sama sekali."jawab arka


Tasya terbelalak.kalau arka belum makan terus siap yang tadi duduk dimeja makan bersamanya.tiba-tiba tasya merasa kepalanya pusing dan.....


Brukkk


Tasya pingsan.arka yang kaget melihat istrinya tiba-tiba ambruk segera mengangkat tubuh istrinya dibaringkan disofa ruang tengah.dia berlari mengambil minyak kayu putih untuk membangunkan istrinya.


"Dek...dek...bangun dek...kamu kenapa sih"ucap arka lirih


Tasya yang mencium bau aroma minyak pun terbangun.dia bingung apa yang twrjadi kenapa dia ada disofa dan kenapa dengan wajah suaminya.tiba'tiba dia ingat kejadian aneh didapur tadi.seketika dia memuntahkan isi perutnya.arka yang panik semakin bingung.ada apa dengan istrinya sebenarnya.


Dengan raut wajah kebingungan dia mengikuti langkah sang istri menju westafel.memijat tengkuk sang istri pelan-pelan.


"Kamu kenapa sih dek.kita kedokter yuk kalau kamu sakit."


"Aku nggak papa bang.cuma tadi ada kejadian aneh saja.tadi pas akunselesai masak abang satang kedapur.bahkan abang menghabiskan semua makanan dimeja tanpa bersisa.hanya saja wajah abang terlihat pucat aku aendiri merasa abang sangat aneh.setelah makan abang pit mau kekamar dengan alasan abang mau istirahat.tapi kenapa abang bilang dari tadi abang ada diruang tengah menonton tv.terus yang tadi makan siapa.aku bingung bang"cerita tasya yang sedang ketakutan

__ADS_1


"Tapi abang memang tidak kedapur dek."sangkal arka


dahi arka berkenyit ikut bingung memikirkan yang dialami istrinya.sepertinya ada yang ingin menganggu dirinya juga istrinya lagi.tapi siapa?bukannya pak imron juga sudah tidak disini.apa mungkin ada orang lain yang ingin merusak rumah tangganya lagi.Arka hanya menghembuskan nafas kasar memikirkan semua ini.dia akan kerumah ustad rizal lagi jika keadaannya begini.sepertinya kasus ini sedikit serius dan dia tidak mau berlama-lama diganggu terus seperti ini.terutama tasya,arka takut memtak tasya akan terganggu jika hal seperti ini terus terjadi.dan dia tidak ingin itu terjadi.


__ADS_2