
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Siangnya setwlah mengajar Arka bergegas datang ke area persawahan dikampung tempatnya tinggal.terlihat para pekerja yang disuruhnya memanen hasil sawah sedang makan siang ditemani sang istri.
"Assalamualaikum"sapa arka
"Wa'alaikum salam"jawab mereka
"Bagaimana pak,bagus pak hasilnya?"tanya arka
"Sepertinya padinya banyak yang kempos pak.alias tidak ada isinya.ini dari hasil sawah punya bapak cuma dapet 30 sak tidak seperti biasa yang bisa lebih dari 40 sak.bapak sepertinya harus merugi tahun ini."jelas kepala pekerja tersebut
"Tak apa pak.mau bagaimana lagi.saya sudah berusaha tapi Tuhan yang berkuasa menentukan.saya syukuri saja."jawab Arka
"Ya sudah ini upah bapak dan oara pekerja lainnya.nanti tolibg sekalian diantar kerumah padi-padinya ya pak"kata arka
"Siap pak"ucap tegas kepala pekerja
Tasya mendekati sang suami
"Kita merugi ya bang?"tanya Tasya
"Sudah tak apa,rejeki kita hanya segitu.ya kita ikhlas aja."jawab arka santai
__ADS_1
"Ya sudah ayo kita pulang,abang pasti capek habis mengajar anak-anak"kata Tasya
"Nggak juga.masih kuat kok buat maen sama adek"goda arka pada istrinya
"Kuat apa?'"tanya tasya sambil mendelik
"Kuat kuda-kudaan sama kamu dek"ucap arka sambil terkikik
Wajah Tasya merah merona.suaminya ini tak tahu tempat menggodanya didepan banyak orang.
Mereka meninggalkan area persawahan itu dan pulang.
Tiba dirumah didepan pintu ada sebuah kotak yang ntah apa isinya.
Arka memasuki rumah dan merasa aneh dengan butiran tanah yang berceceran diteras hingga depan pintu.selerti tanah gembur yang dibuang diteras membuat lantai menjadi kotor saja.lebih heran lagi banyak kembang setaman bertebaran diteras rumah.angin berhembus pelan.dan tiba-tiba arka mendengar sesoramg memanggil namanya dengan suara mendayu-dayu.
"Mas arka....kemarilah mas.datang padaku.aku mengingkanmu"terdengar suara tersebut ditelinga arka
Seperti kerbau dicocok hidungnya.arka keluar dari pekarangan rumahnya dan mengikuti suara itu berasal.Tasya yang akan masuk kedalam halaman rumah terlihat bingung melihat sang suami berjalan dengan pandangan kosong bahkan mengabaikan teriakan tasya yang sedari tadi memanggil namanya.Tasya takut terjadi apa-apa dengan sang suami jadi dia mengikuti langkah suaminya.Dan langkah arka berhenti tepat didepan rumah bu Siti.Dahi tasya berjerut.apa yang dilakukan suaminya disini.Terlihat pintu terbuka dan sekar keluar menyambut arka dengan senyuman.tasya meradang melihatnya dan yang ada dalam benak tasya apa yang terjadi dengan arka kenapa dia diam saja dan mematuhi perintah dari sekar.apa suaminya diguna-guna.tidak bisa dibiarkan.Tasya beranjak dari tempat persembunyiannya mendatangi sekar dan arka yang duduk diteras rumah dengan posiai sekar yang duduk menempel pada arka.Emosi tasya benar-benar diuji melihat pemandangan itu.Dengan keras dia menyebutkan nama Arka.
"Bang Arkaaa"teriaknya
Seketika Arka tersadar dan bingung.kenapa dia ada dirumah bu siti.dan kenapa sekar memeluknya seperti ini.pandangannya kearah depan melihat istrinya yang sedang murka.sejetika rasa takut menyelimuti hatinya takut istrinya salah paham dan berujung keluar dari rumah.
__ADS_1
"Dek....dek ini tidak seperti yang kamu lihat.abang juga nggak tahu kenapa abang ada disini dek."ucap arka terbata-bata sambil melepaskan diri dari pelukan sekar
"Mas kok dilepas sih.biarin aja istrimu tahu hubungan kita mas"kata sekar semakin memanasi
"Kamu ini bicara apa sih.hubungan apa yamg kamu maksud?saya tidak mengerti dan kenapa saya bisa disini?"tanya arka murka
"Mas masak lupa.mas sendiri yang datang kesini terus cari aku lho.bahkan tadi mas peluk juga cium aku"kata sekar tanpa malu
"Kamu ngaco ya?nhgak mungkin saya datang kesini sendiri.nggak usah menghayal deh"bentak arka
Arka mendekati sang istri yang marah melihatnya.
"Dek kamu percaya kan sama abang.abang nggak mungkin dek hianatin kamu"tutur arka
"Aku tahu dan aku percaya sama abang"kata tasya melehakan hati arka
"Tapi aku juga lihat sendiri abang sudah menyentuhnya jadi jangan harap abang bisa tidur dikanar malam ini"ancam tasya
"Lho dek,rapi ini kan bukan salah abang.tadi seperti ada suara yang memanggil abang.terus abang cari suara tersebut.tau-tau aja abang sudah disini dek.abang juga nggak tahu apa yang terjadi sama abang dek."jelas arka
"Sudah,kira pulang sekarang.dan kamu,ntah cara licik apa yang sudah kamu perbuat tapi saya masih punya Tuhan jadi saya tidak takut sama sekali dengan kamu."ancam tasya pada sekar yang sedari tadi menikmati perdebatan suami ustri tersebut
"mas mau kemana kok tinggalin sekar.katanya mas mau disini"rayunya pada arka
__ADS_1
"Saya tak menyangka kamu seperti ini sekar.benar-benar menjijikan."maki arka sambil mengikuti langkah sang istri yang sudah meninggalkannya terlebih dahulu.Dia mengejar langkah ustrinta sambil terus mengucap kata maaf tiada henti.dia akan bertanya pada ustad rizal apa yang sudah terjadi padanya.dia tidak mau lama-lama terjadi kesalah pahaman dengan sang istri. Apalagi dengan diamnta sang ustri membuatnya akan semakin tersiksa.