
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Dor...."tepuk Riana pada punggung Rendra.
"Dek....kamu ngagetin abang aja."ucap Rendra sambil mengelus dada.
"Kenapa kok galau?ditolak sama amel?"tanya Riana.
"Buru-buru ditolak Dek,abang aja nggak ketemu sama orangnya.keburu dia sudah pindah dari kota ini"ucap Rendra sendu.
"Hah....pindah?pindah kemana?kok mendadak?"tanya Riana.
"Abang juga nggak tau kenapa Dek.ini abang lagi mikir.Tapi dia cuma ninggalin surat yang isinya dia ingin memperbaiki diri."jelas Rendra.
"Oh....gitu.terus sekarang gimana?"tanya Riana
"Yah nggak gimana-gimana dek.abang mau fokus sekolah saja.jika takdir kakak dengan amel.suatu saat pasti bertemu.Dan saat itu tiba abang harus sudah sukses."kata Rendra
"Betul.....aku dukung abang.abang nggak boleh patah semangat."Ucap Riana memberikan semangat pada Rendra.
"Iya,makasih ya Dek.sudah selalu ada buat abang"ucap Rendra.
"Sama-sama,ya sudah ayo keruangan ayah.kasihan bunda sendirian"ajak Riana.
Mereka masuk kedalam rumah sakit dan berjalan menuju ruangan ayah mereka dirawat.
Pintu terbuka.bunda tasya kaget karena putranya masih disini.katanya mau kerumah amelia kok sudah pulang.batin tasya.
"Kok cepet abang?"tanya bunda tasya.
"iya bun,amelia sudah pergi buat nyantren sama keluarganya"jawab Rendra
"Nyantren?dimana?"tanya Arka
"Nggak tahu yah.Dia nggak ngasih alamatnya.cuma pamit lewat surat doang"jawab Rendra.
"Kamu yang sabar ya,jika berjodoh kelak pasti bertemu"tutur ayahnya.
"Iya yah"jawab Rendra.
"Udah dong gantengmya bunda.mukanya nggak usah ditekuk terus.mending kamu fokus belajar saja dulu.nggak usah mikir cinta-cintaan.nanti kalo sudah waktunya juga pasti datang sendiri kok jodoh kamu."sela bunda tasya
"iya bunda"jawab Tendra sambil tersenyum tipis.
Riana memandang abangnya itu dengan kasihan sebenarnya.Tapi mau bagaimana lagi,amelia sudah memutuskan pergi dan tidak ada yang tahu perginya kemana.
4tahun kemudian.....
Tampak seorang wanita cantik memakai baju syar'i yang sangat cantik.Tubuh tinggi dan langsingnya tetap terlihat walaupun memakai baju kebesaran ditubuhnya.Dia turun dari mobil bersama mama dan adiknya yang sekarang berhijab.mamanya yang dulu sangat arogan sekarang berubah menjadi wanita yang lembut.memakai baju syar'i dengan warna nude membuat mamanya terlihat sangat cantik diusia paruh bayanya.sedang sang adik beda outfit.Dia lebih memilih tren hijab anak jaman now.jangan lupakan ponsel yang selalu ditangannya.maklum,sekarang dia suka menjadi selebgram dadakan.
Mereka bertandang kerumah orang yang pernah disakiti mamanya.
Siapa lagi kalo bukan keluarga Sekar yang semakin lama semakin menunjukkan perubahan yang lebih baik.mereka mendatangi rumah Arka untuk meminta maaf.
__ADS_1
Amelia mengetuk pintu pelan.Dan mengucapkan salam.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikum salam"ucap seseorang dari dalam rumah.
Pintu terbuka menampilkan seorang paruh baya yang hampir sama usianya dengan sekar.orang tersebut sangat kaget melihat kedatangan sekar dan keluarganya.dia berfikir apa dia sedang bermimpi melihat sekar dan keluarganya berhijab.setaunya dulu mereka memakai baju yang kurang bahan hingga membuat matanya sakit.
Kala tasya masih terbengong.Dia dikagetkan dengan suara sekar yang menyapanya.
Amelia berinisiatif mengambil telapak tanhan tasya dan mengecup punggung tangannya.begitu juga cintya.Tapi tasya hanya diam saja.
"Assalamualaikum tasya,apa kabar?"sapa Sekar
"Hah.....ini beneran mbak sekar?"tanya tasya masih cengo
"Iya ini saya,kenapa?apa kamu tidak suka dengan kedatangan kami kemari?"tanya sekar dengan lembut
"Nggak...mbak...saya kira saya mimpi mbak sudi mampir kerumah saya"ucap tasya jujur.
"Maaf.....maafkan segala kesalahan saya dimasa lalu.saya tau saya sudah sangat berdosa padamu dan arka."sesal sekar.
Tasya tertegun.dia bingung mau menjawab apa.jadi dia putuskan untuk mengajak tamunya masuk saja.
"Ehm mbak,ayo masuk dulu kita ngobrol didalam nggak enak masak tamu ngobtolnya diluar seperti ini"ajak tasya.
Sekar beserta putrinya memasuki rumah tasya dan duduk diruang tamu.
"Mbak mau minum apa?"tanya tasya
"Tunggu sebentar ya mbak."kata tasya sambil berlalu masuk kedalam.
Tak lama kemudian tasya dayang lagi membawa 3 cangkir teh hangat dan kue kering serta camilan ringan.
"jadi ngerepotin tante"ucap amelia malu.
"Nggak papa kok nak,cuma teh.kamu makin cantik ya?"ucap tasya sambil mengelus punggung tangan amelia lembut.
"Tante bisa saja"ucap amelia malu.
Tiba-tiba terdengar teriakan dari dalam rumah.
"Bunda-bunda......bunda dimana?"tanya Riana
"Aduh anak itu.suka banget teriak-teriak.maaf ya,saya tinggal sebentar."pamit tasya malu.
"Iya tan"jawab amelia
"Bunda darimana sih?"rengek Riana manja.
"Ada apa sih ri?ada tamu didepan kamu malah teriak-teriak kaya dihutan saja.anak cewek mbok ya yang kalem gitu lho"gerutu bunda tasya
"ya maaf bunda,adek kan nggak tahu kalo ada tamu."sesal riana
__ADS_1
"ya sudah,ada apa kamu cari bunda.itu bunda tahu baju aku yang warna dusty nggak,mau aku pake buat kerumahnya temenku.dirumahnya lagi ada acara aqiqah adeknya"tanya riana
"bunda taruh dilemari cari dibawah sendiri kalo nggak salah.oh iya bangunkan kakakmu juga.ini hari minggu kerjaannya kok tidur mulu",omel bunda tasya.
"iya bun,oh iya ngomong-ngomong,siapa sih tamunya bun?"tanya riana kepo
"oh itu,tante sekar dan putrinya"jawab bunda tasya enteng.
"What?siapa bun?tante sekar?putrinya?itu artinya amelia dong bun yang datang?"teriak riana heboh
"Aduh...ini anak perawan nggak pake teriak-teriak kenapa sih.pusing bunda lihat kamu tahu nggak.sudah cepet bangunin kakakmu ini sudah siang"suruh bunda tasya.
"Siap bos"ucap riana sambil berlari menuju kamar sang kakak.
Tasya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang putri yang sedikit bar-bar.
Riana sudah tidak sabar untuk memberitahu abangnya tentang kedatangan amelia.
Tanpa mengetuk pintu,riana membuka pintu kamar abangnya yang tidak pernah dikunci.
"Abang,ayo bangun bang.ada surprise buat abang dibawah.dijamin abang bakalan senemg deh"kata riana sambil mengoyangkan tubuh sang abang
"Apa sih dek.ini hari minggu.anang nggak kepeternakan hari ini.abang mau tidur dirumah aja.",jawab rendra
"Ih....bangun abang.ntar nyesel lho kalo nggak bangun.abang udah nungguin ni surprise dari 4 tahun yang lalu lho.yakin nghak nyesel?"rayu riana
Rendra membuka maya fan duduk dihadapan adiknya.
"Kamu ngomongin apa sih?surprise apa?"tanya rendra
"Itu abang lihat sendiri deh.namanya juga surprise,kalo dikasih tahu bukan surprise namanya bang"jawan riana enteng.
Rendra yang dibuat penasaran.akhirnya keluar untuk melihat ada surprise apa untuknya.
Tanpa mandi tanpa pula mencuci muka.Dengan muka bantalnya rendra turun kebawah dan clingak clinguk mencari sesuatu yang dikatakan adeknya.Dia tidak melihat apapun.diruang tengah bahkan didapur tidak ada apapun atau siapapun.nih adiknya ngerjain dia kayaknya.Dasar adik jahil,batin rendra.
Rendra melangkah kedepan karena dia mau mencari sang bunda.sedari tadi dia tidak melihat sang bunda.sampai diruang tengah terdengar gelak tawa dan suara bundanya dengan seseorang.Dahi rendra berkenyit.ada tamu rupanya.pantes dari tadi bundanya nggak keliatan.Rendra keluar dengan penampilan acak-acakan.rambut semrawut tapi tak mengurangi kegantengannya.hanya memakai kaos oblong dan celana pendek saja.bermaksud menyapa tamu bundanya dan melihat siapa yang bertamu kerumahnya sepagi ini.
Deg......
Pandangannya tidak teralihkan dari sosok yang selama ini ditunggunya dan disebutnya dalam do'anya.sosok ini datang kerumahnya.rendra tidak bermimpi bukan.batin rendra.
Rendra mencubit tangannya pelan dan terasa sakit.beneran ini tidak mimpi.hingga suara bundanya menyadarkannya.
"Ya ampun Rendra,kamu ini bangun tidur bukannya mandi kok malah kaya gini sudah keluar sih.ih nggak malu apa dilihat amel"oceh bunda tasya.
Rendra semakin salah tingkah.jadi yang dilihatnya itu nyata.amel ada dirumahnya.pagi-pagi begini.jadi ini yang bilang riana tentang surprisenya tadi.nggak nyangka rendra.surprisenya indah melebihi khayalannya.Tapi sepertinya ada yang beda sama amel.
Wow....Amel berhijab dan semakin bersinar.jadi makin cinta rendra.
"Rendra"teriak bunda tasya.
Teriakan bundanya menyadarkannya.
__ADS_1
"Iya bun ini rendra mau mandi"ucap rendra sambil berlari masuk kedalam rumah.dia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk bicara dengan amel.mumpung amel disini.