
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Sekar....."panggil Arka pada sosok wanita yang menurutnya sudah banyak berubah.
Rambut yang dulu tertutup hijab dibiarkan begitu saja tergerai. Dan tubuh yang dulu tertutup balutan gamis sekarang berubah menjadi baju ketat dan mini.Astagfirullohalladzim.batin Arka.
Jika Tasya tahu dia akan semakin merasa bersalah pada Sekar karena hidupnya jadi berubah sedrastis ini.Berdosakah dia turut andil karena perubahan Sekar ini?setahunya dia bahagia dengan suaminya,bahkan diberikan anak-anak yang sangat cantik.Tapi apa ini?kenapa tidak sama dengan apa yang dibayangkan selama ini.Setelah lama berkutat dalam pikirannya sendiri.
Tak terasa langkah Arka sudah membawanya kedepan Sekar.
"Mas Arka?mas masih ingat denganku?",tanya Sekar berbasa basi tapi dengan pandangan sinis.
"Tentu saja,tapi?.....mohon maaf kemana hijabmu?"tanya Arka agak memelankan suaranya.
"Apa hubnganya dengan mas aku memakai hijab atau tidak.ini hidupku,aku yang menentukan.tapi terima kasih dulu tidak menyukaiku jadi aku bisa merasakan kebebasan mencari kebahagiaan dalam hidup tanpa dikekang dengan larangan agama."ketus Sekar.
"Astagfirullohaladzim,kenapa Sekar jadi seperti ini"batin Arka miris.
"Ehm,ya....itu memang hak kamu pribadi.oh iya,bagaimana kabarmu juga suamimu.dimana suamimu?Dan bagaimana kabar pak arman dan bu tuti?sudah lama kami tidak berjumpa"tanya Arka mengalihkan perhatian Sekar.
"Suamiku sudah tiada.sementara bapak sama ibu ada dirumah."jawab Sekar dengan sinis.
"Alhamdulilah kalau begitu.kapam boleh saya dan istri mampir untuk mengunjungi orang tuamu?"tanya Arka
"Buat apa?buat pamer kebahagiaan?Atau buat menghina orang tuaku karena gagal mendidik putrinya hingga jadi seperti ini.sudahlah mas,nggak usah sok baik,saya tidak butuh"tolak Sekar.
"Jangan salah paham dulu,saya dan istri hanya ingin sowan karena sudah lama tidak bertemu.bagaimanapun kita pernah bertetangga baik.alangkah baiknya kita menyambung silaturahmi apabila berjumpa kembali"ucap Arka dengan tenang tidak terpancing emosi dengan kata-kata kasar sejar sedari tadi.
"Baiklah,datang saja kealamat XXXX......."jawab Sekar
"Terima kasih,jika ada kesempatan saya dan istri pasti mampir.kalo begitu saya pamit dulu karena saya masih ada pekerjaan lain.Assalamualaikum"pamit Arka.
"Wa'alaikum salam,cih sok suci"gumam Sekar sambil memandang kepergian Arka.
Sementara diatas bis.
"Dra,boleh aku duduk dekat kamu?"tanya Amelia
rendra melongok kanan, kiri ,depan, belakangnya,memang kursi sudah penuh.dan tinggal kursi disebelahnya yang kosong.rendra hanya mengangguk pelan.sebenarnya rendra tidak nyaman duduk dengsn wanita.tapi mau bagaimana lagi.sebenarmya dia risih bukan karena Amelia tapi karena makhluk cantik dibelakangnya yang membuat silau matanya.
__ADS_1
Rendra menggeser pelan tubuhnya agar tempat duduknya lebih leluasa dan tidak berdempetan.
Selama perjalanan Rendra mendengarkam celotehan Amelia tentang dirinya juga keluarganya.Hingga tanpa sengaja Amelia menceritakan tentang keluarganya yang terlihat baik-baik saja tapi penuh dengan luka.Dari sana Rendra bisa menarik kesimpulan alasan tante sekar membenci keluarganya.Rupanya tante sekar masih tidak terima ayahnya bahagia bersama ibunya dan berfikir nasib buruk yang menimpa dirinya adalah kesalahan ayah dan ibunya.
Amelia dan cantika sebenarnya anak yang baik.Tapi didikan ibunya yang yang salah ditambah hasutan ibunya untuk membenci keluarga rendra membuat mereka menjadi anak yang keras kepala.
Sedikit demi sedikit,rendra bisa menarik benang kusut yang sedang dialami tante sekar.mungkin lewat putrinya dia bisa sedikit demi sedikit menyadarkan tante sekar bahwa pemikirannya selama ini salah.
"Ehm.....mel,kalau boleh tahu,ayah kamu meninggal karena apa?sakit?"tanya rendra pelan.
"Aku juga tidak tahu dra,walaupun aku tidak suka dengan perlakuan ayah kepada mama tapi aku tahu sebenarnya ayah ingin yang terbaik untuk kami.tapi mama yang memang ingin berubah tidak mau seperti dulu lagi.hingga menyebabkan pertengkaran itu terus terjadi.Terakhir sebelum meninggal,ayah hanya mengeluh sakut pada perutnya.Dan anehnya perut ayah berubah menjadi sangat besar dalam waktu kurun yang sangat dekat.apalagi mengrluarkan cairan yang berbsu hingga tetangga dekat rumah tidak ada yang berani menguburkannya.akhirnya msma menyuruh petugas medis untuk memakamkan jenasahnya.",cerita Amelia.
"Apa kamu pernah membenci ayahmu?"tanya rendra
"Tidak dra,walaupun dulu ayah pernah menyiksa mama tapi dia sosok yang sayang padaku dan cantika sedari kecil.hanya sejak mama ketahuan selingkuh ayah jadi berubah kasar dan suka memukul."jawab Amelia sendu
"Maaf ya jika aku lancang.sudah lupakan saja.tapi boleh aku beri saran?"tawar rendra.
"Sebenarnya kalau boleh aku usul,kamu dan cantika tidak seharusnya ikut membenci orang yang dibenci mamamu.karena belum tentu cerita mamamu itu adalah kebenarannya.karena setiap apa yang terjadi pasti ada sebab dan akibat.mungkin saja memang mamamu dan orang tersebut tidak berjodoh.dan jodih mamamu adalah ayahmu.buktinya bisa ada kamu dan cantika.mamamu hanya perlu ikhlas sebenarnya."saran Rendra
"Tapi jata mama gara-gara keluarga mereka,mama jadi dikucilkan dulu.bahkan ayah juga sering mengungkit-ungkit masalah itu hingga membuat mama tidak betah dan nekad mencari kebebasan seperti ini dra"bela Amelia
"Apa maksudmu?"tanya amelia balik
"Aku sebenarnya sudah tahu siapa kamu,siapa mama kamu dan apa cerita dibalik semua yang terjadi.apa kamu mau mendengar cerita yang sebenarnya?"tawar rendra
"Jadi....kamu... Sudah......?"ucap amelia terbata-bata.
"Yah aku sudah tahu apa tujuan kamu dan kemuargamu pindah kekota ini.Dan apa tujuan kamu mendekatiku.termasuk setan jelek dibelakangmu yang membuat mataku sakit"ungkap rendra jujur.
"Hah.....setan jelek?apa maksudmu?disini ada setan?"tanya amelia ketakutan.
"kamu saja takut kenapa tetap make begituan kalo takut.kamu nggak takut kena imbasnya?apalagi itu sama saja kamu menyekutukan Allah.kamu beragama islam bukan?"tanya rendra
Amelia mengangguk,merasa malu karena tertangkap basah menggunakan susuk.Tapi darimana rendra tahu?pikirnya.
"Kamu tahu aku make susuk dra?kamu tahu darimana?"amelia memberanikan diri menatap rendra.
"Dari awal aku sudah tahu mel,tujuan kamu mendekatiku dengan make begituan.kebetulan aku punya kelebihan khusus bisa lihat mereka yang tidak terlihat.tapi aku pura-pura saja didepan kamu seperti tidak terjadi apa-apa."ungkap rendra jujur.
__ADS_1
Amelia melongo,jadi selama ini bukan dia yang menjebak tapi dia yang terjebak,ternyata rendra lebih pintar dari dirinya.batinnya.
"Jangan berfikir untuk yang bukan-bukan.aku hanya ingin meluruskan kesalah pahaman kamu dan cantika tentang masa lalu kedua otang tua kita.agar kamu tidak terlalu membenci keluargaku"jawab rendra.
"Tapi karena ayahmu dan bundamu,mamaku mengalami semua ini dra.dan ini tidak adil buat mamaku."isak amelia
"Kamu salah.sudah kutawarkan tadi,mau dengar cerita yang sebenarnya tidak?"tanya rendra lagi.
Amelia mengangguk,karena dia juga penasaran bagaimana versi dari pihak keluarga rendra.
"Baiklah,dengerin baik-baik.jangan memotong pembicaraanku.Dan resapi ceritaku,lalu renubgkan siapa yang sebenarnya tersakiti disini.agar kamu nggak mihak siapapun.baik mamamu maupun keluargaku.jadi semua berawal dari.........bla....bla....bla..."rendra menceritakan semua yang dijetahuinya pada amelia termasuk alasan ayahnya menolak mamanya,tentang kepindahan kakek neneknya dan semua yang diketahuinya.
Amelia menjadi pendengar yang baik dan menurut seperti kata rendra tadi dengan tidak memotong perkataan rendra sama sekali.sesekali dia menangis mendengar kisah cinta ibunya yang tragis,tapi dia juga tidak bisa menyalahkan takdir.j'ka Tihan sudah berkehendak menentuka jodoh kita,apa yang bisa dilakukan selain hanya ikhlas menerima.benar kata arka ternyata selama ini cerira mamanya berbanding terbalik dengan cerita rendra.
Selama ini mamanya selalu bilang jija bubdanya rendra sudah merebut kekasihnya.tapi nyatanya mamanya fan ayah rendra tidak memiliki hubungan apapun selain tetangga.Dan ayah arka tidak memiliki perasaan apapun pada mamanya.jadi hanya mamanya saja yang mencintai ayah rendra.obsesi?ya mamanya hanya terobsesi pada ayah rendra.harusnya dia dan cantika mengdengarkan kata kakek dan neneknya untuk tidak terlalu mendengarkan mamanya.Apalagi mamanya sempat depresi sebelum menikah dengan ayahnya.
"Jadi begitu ceritanya.sekarang kamu tahu kan yang sebenarnya"kata rendra mengakhiri ceritanya.
Amelia mengangguk.
"Apa kamu membenciku yang sudah menaruh dendam tanpa alasan dra?"tanya amelia
"Aku nggak pernah benci kamu mel,hanya menyayangkan saja.sudah cukup jangan ikuti kemauan mama kamu.akan lebih baik jika kamu menyadarkan mama kamu dari kesalahannya.Dan tolong lepaskan susuk itu dari tubuhmu.kamu sudah cantik apa adanya mel,tapi kalo boleh aku kasih saran,kamu lebih csntik lagi jika berhijab"kata arka.
Amelia tersenyum malu melihat rendra menatapnya.
"Apa loe setan jelek lihat-lihat.pergi sono,mata gue rabun lihat loe"usir rendra pada sosok dibelakang amelia.
Amelia yang mendengarnya jadi takut dan merinding.
"Ihh dasar,jahat banget sih jadi orang.sudah dapet saja aku diusir.kemarin-kemarin diem aja lihat aku.nggak lihat apa penampilan aku sudah cetar membahana seperti ini."gerutu setan itu.
"Hahhaha pede banget loe dasar setan narsis.pergi loe balik sana kepemilik lie.bilang sama dia.gue nggak mempan sama loe."gertak rendra.
Dengan menggerutu setan itu pergi dari sisi amelia.
"Nah kalo bagini kan lebih cantik"puji rendra.
Amelia tersenyum malu dengan wajah merah merona.
__ADS_1