
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tiba dibelakang rumah mereka disuguhkan dengan pemandangan yang sangat membuat mereka terenyuh.keadaan belakang rumah tak jauh beda dengan halaman depan.rumput memanjang dan semak belukar mulai tumbuh didinding tembok.terdapat sebuah pohon besar ditengah-tengahnya.beberapa pohon pinus disebelah dinding selatan.dan pohon kelengkeng disebelah timur.pak maman,berjalan menuntun pak hendri dan bu narti.dia bisa merasakan ada hawa lain disana.tercium bau amis dan ada suara-suara mengerikan mulai terdengar.bu narti mulai merasa mual mencium aroma busuk disana.pak hendri tetap memegang erat tubuh sang istri.pak maman meminta agar mereka tidak melamun dan tetap berkonsentrasi untuk mencaei apa yang mereka cari.
Setelah berputar-putar diarea tersebut.pak maman berhenti tepat dibawah pohon mangga ditengah-tengah.terlihat gundukan dibawahnya.beliau segera menggali gundukan tersebut dengan alat yang dibawahnya.terlihat ada bungkusan kain berwarna putih didalamnya.
Setelah dibuka isinya adalah beberapa helai rambut dan foto arka disana.pak maman mamasukkan semua itu kedalam tas kresek yang dibawanya.setelah itu mulai berjalan menyusuri untuk mencari yang lainnya lagi.
__ADS_1
Kretak......
Terdengar ranting jatuh dari pohon mangga yang tadi baru saja disinggahi.pak hendri dan bu narti ketakutan tapi tetap mengikuti langkah pak maman.
Hingga dipojok belakang rumah ada sebuah gundukan lagi.
Pak maman segera menggali lagi.Dan menukan sebuah buntalan lagi disana.sepasang tanduk rusa juga beberapa helai rambut.serta foto pernikahan tasya dan arka.pak maman segera memasukkan lagi barang-barang tersebut jedalam kantong kresek.
__ADS_1
Pak maman,pak hendri dan bu narti segera kembali masuk kedalam rumah.pak maman mencari kayu bakar dan diletakkan dihalaman depan rumah.dihalaman depan tafi juga menemukan dua buntalan yang sama seperti dibelakang rumah tadi.
Pak maman lantas menata kayu-kayu tersebut menyerupai ali unggun.dan meletakkan barang-barang temuannya didalamnya.pak hendri datang dengan membawa minyak gas yang diambil dari samping rumah arka.
setelah itu pak maman menyuruh pak hendri dan bu narti membaca ayat kursi selama pak maman akan menyalahkan api.dan pak hendri serta bu narti duduk melingkar mengelilingi api unggun tersebut.saat pak hendri mulai membaca pak maman mulai menyulut api.api mulai membesar katena pak maman terus menyiramnya dengan minyak sambil terus membaca do'a.terdengar rintihan,dan teriakan dari dalam api tersebut.dan keluarlah sesosok hitam besar dengan mata melotot mengarah pada pak maman.tapi pak maman tidak goyah.beliau terus melantunkan ayat-ayat suci AlQuran dengan tenang.pak hendri dan bu narti yang melihat keberadaan makhluk tersebut ketakutan setengah mati dan merapatkan badan sambil terus membaca ayat kursi.
Makhluk tersebut sepertinya marah dan tidak terima karena sudah dikeluarkan secara paksa bahkan tempat tinggalnya dibakar oleh pak maman.tapi dia tak berdaya dengan mendengar lantunan-lantuan ayat suci yang terus dibaca oleh pak maman.hingga dia pergi dengan sendirinya.setelah kepergian makhluk tersebut .pak maman menghentikan kegiatannya dan mengambil air diember untuk menyiram sisa kayu pembakaran.
__ADS_1
Beberapa tetangga yang julid ada yang mengintip kegiatan mereka tapi tidak berani mendekat.
Pak hendri yang menyadarinya menghampiri mereka.dan mengundang mereka untuk mengadakan pengajian dirumah tersebut nanti malam.bu narti yang mendengar ucapan suaminya segera memesan makanan dan kue kering untuk suguhan mumpung masih siang.kebetulan rumah juga sudah dibersihkan.pak maman ikut membantu persiapan untuk pengajian tersebut dengan mengundang ustad kampung setempat untuk memimpin do'a.setelah barang-barang tersebut dibakar terlihat suasana rumah sedikit cerah tidak semenyeramkan saat pertama kali mereka datang.aura positif juga dapat dirasakan pak maman.pak hendri mengabari putrinya bahwa mereka akan kerumah sakit agak malam.katena mereka akan mengadakan pengajian terlebih dahulu dirumah.tasya hanya mengiyakan.bahkan dia juga mengabarkan jika kondisi arka sudah membaik dengan cepat.pak hendri dan bu narti lega mendengar berita tersebut.