
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seperti biasa,pagi ini diawali dengan suara teriakan drama bunda tasya dan rendra.Si sulung yang sulit bangun.Dan membuat sang bunda pasti berteriak mengingatkan seperti alarm pagi.
"Telat lagi kan bang?suka banget soh bikin bunda marah"gerutu riana.
"nggak telat dek,bunda aja yang sukanya ngomel-ngomel"bisik rendra ditelinga sang adek.
"ehmmm...cepet sarapan keburu telat berangkatnya"tegur ayah arka.
"iya yah"jawab keduanya.
Setelah keberangkatan rebdra dan riana kesekolah.Tasya fan arka duduk bersama diteras rumah.hari ini arka ingin menemani sang istri dirumah.
"Yah,kira-kira siapa ya yang sudah mengirim paket kemarin itu?"tanya tasya
"Nggak tau bun,sudahlah bun,lupakan jangan terlalu difikirkan.nanti bunda sakit,kasihan anak-anak nggak ada yang merhatiin."kata arka menenangkan sang istri.
"maunya juga seperti itu yah,tapi kejadian 10 tahun yang lalu membuat bunda jadi was-was yah"kata tasya
"Ayah mengerti,tapi kalo bunda seperti ini terus ayah juga ikut sedih bun"
"Gombal,sudah tua yah.nggak usah sok drama deh"ledek tasya
"ih...dibilangin kok gombal.beneran ini bun"rajuk arka
"prett...."kata tasya sambil meninggalkan arka duduk diteras sendirian.
Disekolah.
"Dra,sudah tau belum ada anak baru pindahan dari kota B,katanya sih mereka sepasang kakak adek"kata Dodit.
"Kelas berapa?"tanya rendra
"adeknya kelas satu sementara kakaknya kelas 3 sama kaya kita."jawab Dodit.
"ohh...."
"cuma ohhhh doang?"heran Dodit
"Lha terus gue harus gimana?heboh kaya yang lain?ato ngajak mereka kenalan?nggak usah kenalan ntar lama-lama juga kenal sendiri kan?"elak rendra.
"iya juga sih" dodit membenarkan ucapan rendra dengan mengangguk.
Rendra mulai membuka buku pelajarannya.hidungnya mencium bau anyir disekitar tempat duduknya.rendra menengok kebelakang.
__ADS_1
"anjir....satu setan pergi datang lagi satunya.ini setandari slesies apa mukanya kok serem amat ya"batin rendra melirik setan bermuka rusak duduk dibawah dibelakang tempat duduknya.
Perut rendra rasanya dikocok melihat penampilan setan itu.bau anyirnya membuat rendra muak dan ingin pergi ketoilet mengeluarjan isi perutnya.
Akhirnya karena tidak tahan,rendra mengacungkan jarinya meminta izin untuk pergi ketoilet.Dan guru mempersilahkan rendra untuk keluar.
Perjalanan ketoilet dihadang cantika.
"Buju busyet dah,elu ma ngagetin mulu kerjaannya"kaget rendra
"he...he...he...maaf dra.sengaja"jujur cantika.
"ngapain loe cegat gue disini.gue mau ketoilet nih.buru-buru gue pingin muntah"kata rendra
"loe muntah karena liat setan dibelakang loe kan?"tanya cantika.
"kok loe tahu."selidik rendra.
"Apa sih yang nggak gue tahu.sebenarnya tuh setan dikirim oleh seseorang buat nakutin loe.tapi ntu setan nggak tau kalo elo bisa lihat dia.jadi loe pura-pura aja nggak lihat dia.beres masalah loe"ujar cantika
"siapa yang sudah mau nakut-nakutin gue sama setan bermuka jelek kaya gitu?"heran rendra.
"wanita itu sudah menebar teror buat nakut-nakutin keluarga loe.bukannya kemarin nyokap loe yang diteror dengan paket itu.terus sekarang loe.cuma bodohnya dia,dia nggak tahu elo bisa lihat mereka yang tidak terlihat.Dan loe bisa manfaatin itu semua buat nyelamatin keluarga loe."saran cantika.
"Gotcha...tak gue sangka loe ternyata pinter juga."ucap rendra sambil menepuk tangannya.
"Tapi tetap saja sudah jadi setan bukan manusia lagi"sindir rendra.
"Ih...jahat banget sih dra.nggak usah ditegasin gitu juga kali dra"sewot cantika.
"iya...iya...maaf cuma bercanda"jawab rendra sambil mengangkat dua jarinya tinggi-tinggi.
Beberapa siswa yang melihat rendra ngomong sendiri didepan toilet merasa heran.Rendra bicara dengan siapa pikir mereka.
Cantika yang lebih peka segera memperingatkan rendra agar bersikap sewajarnya.
"Dra,banyak siswa yang lihat kamu ngomong sendiri"bisik cantika walaupun tidak ada yang melihat keberadaannya.
Rendra berhenti,dan bersikap biasa seperti tidak terjadi apa-apa.
Dia melambaikan tangan pada temannya menandakan semua baik-baik saja.Dan beberapa siswa yang tadi melihat tingkah konyolnya langsung balas melambaikan tangan mereka.
Rendra yang tidak jadi mual jafi berfikir untuk mengerjai setan beuka jelek yang ada didalam jelasnya.dia bener-benar benci sama tuh setan karena membuat dia jadi pengin muntah pagi-pagi seperti ini.dan dia sudah mendapat ide cemerlang untuk memgerjai setan tersebut biar balik kepengirimnya.
Rendra masuk kedalam kelas seperti tidak terjadi apa-apa.wajahnya juga dibuat sesegar mungkin.
__ADS_1
Lalu dia duduk dibangkunya.Dan daldm hitungan detik.tiba-tiba....
Brut....brut..*.*.*...
Ah...lega.batin rendra.
Terdengar suara batuk dari setan bermuka jelek itu.
"Asem....nih ketut bau banget dah.ni anak makannya apa aja ya.baru kentutnya saja sudah membuatku tidak tahan.tapi ngomong-ngomong apa dia tahu aku disini.kok pas banget kentutnya didepan wajahku.mentang-mentang wajahku jelek"gerutu setan itu.
Rendra tiba-tiba tertawa keras mendengar gerutuan setan bermuka jelek itu.teman sekelasnya melihat kearahnya dan rendra hanya nyengir tidak jelas.
Dodit yang paling dekat dengannya bertanya.
"loe kenapa dra?"tanya dodit
"eh..nggak ada apa-apa cuma inget sesuatu yang lucu aja.udah lupain.nggak ada apa-apa kok"ucap rendra mengalihkan perhatian dodit agar tidak bertanya yang bukan-bukan.
Rendra melirik lagi kearah belakang.dan setan bermuka jelek itu rupanya sudah pergi.
rendra tertawa didalam hati.kapok-kapok dah tuh setan gue kerjain.batin rendra.
Cantika yang melihat tingkah konyol rendra hanya mengelengkan kepala.Dasar anak nakal.bahkan setan aja masih juga bisa dikerjain sama dia.
Bel berbunyi tanda istirahat dimulai.
Rendra menuju kantin dan bertemu sang adik disana.setelah memdapatkan pesanannya rendra duduk didepan sang adik.
"Sendirian dek?"tanya sang kakak
Riana yang sddang asyik makan sampai tersedak.
"ugh...ugh....abang ngagetin aja deh."kata riana.
Rendra mengendikkan bahu tanpa merasa bersalah.
"Tumben sendirian?"tanya rdndra lagi.
"Riana lagi pengin nenangin diri bang"jawab riana.
"Nenangin diri dari apa dan siapa?"cibir rendra
"Tau nggak bang,tadi pas dikelas ada kejadian aneh tau nggak.masak kursi bangku aku jalan sendiri.Dan anehnya cuma aku doang yang lihat.semua temenku dikelas nggak lihat.aneh kan?udah giyu ada yang tadi nahan kaki aku pas mau maju saat dipanggil guru.membuatku jadi takut bang.jangan-jangan dikelas ada setannya bang"cerita riana.
"mungkin perasaan kamu doang kali dek"tepis rendra untuk menghilangkan jetakutan dalam diri adeknya.tapi dalam hati rendra membatin siapa yang berdni mengusik adeknya.minta dikasih pelajaran jika nanti ketahuan.
__ADS_1
"Ih....abang beneran.riana nggak bohong.kalo abamg mggak percaya abang datang aja kekelas riana.siapa tahu abang bisa lihat ada makhluk apa dikelas aku",tawar riana.
"kita lihat saja nanti dek",jawab rendra sambil memakan semangkuk soto didepannya.