
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini arka mulai masuk untuk mengajar disekolah.tasya membantu ibunya membuat sarapan didapur.ayahnya juga pagi-pagi sekali sudah berangkat kesawah untuk melihat apakah sawah sudah siap ditanami lagi atau tidak.mumpung mereka masih berada disini.bantu-bantu sedikitlah kata ayahnya.kedua mertuanya kemarin sore juga sudah pulang.karena disana beliau juga harus mengurus peternakan.jadi tidak bisa lama-lama ditinggal.
Arka sudah rapi dengan setelah hem dan celana panjang warna coklat khas seragam seorang pendidik sepertinya.
Arka menuju meja makan untuk sarapan.sudah ada ayah mertua lengkap dengan istrinya disana.
"roti apa nasi goreng bang?"tanya tasya
"nasi goreng saja dek"jawab arka
"Kamu sudah beneran sehat ka,kok sudah berangkat mengajar?"tanya pak hendri
"Alhamdulilah yah,sudah lebih baik.kasihan anak-anak kalau ditinggal terus.kasihan juga guru yang harus menggantikan saya selama saya sakit.mereka pasti kerepotan yah.",jawab arka
Dengan diawali bismilah mereka sarapan dengan tenang.usai sarapan arka berpamitan pada kedua mertuanya dan istrinya.
Jarak dari rumah kesekolah memang tidak terlalu jauh.tiga puluh menit arka sudah sampai digerbang utama sekolah.dia memarkirkan sepedanya dan berjalan menuju kantor untuk menaruh tasnya dan mengambil buku absensi siswa.tapi saat dia sedang sibuk mencari buku,terlihat salah satu teman mengajarnya mendekatinya.
"ka,sudah sehat?maaf ya kemari tidak ikut menjenguk karena putriku sedang rewel jadi aku buru-buru pulang"tanya pak edi
"Alhamdulilah sudah ed.nggak papa.santai saja."jawab arka
"sakit apa kamu?"tanya edi
"ntahlah,sepertinya aku diguna-guna seseorang.menurut dokter tidak ada penyakit.bahkan berkali-kali dirontsen juga tidak terdapat penyakit.tapi tubuhku tiba-tiba lemas tidak berdaya."jawab arka
Edi ini teman semasa kuliahnya dan mereka bertemu setelah edi mengajar disini dapat 6 bulan baru kemudian arka.mereka juga tidak menyangka bisa bertemu lagi.secara rumah mereka saja tidak sama.berbeda kabupaten saja.
"Eh ka,aku mau ngomong sesuatu tapi jangan bilang siapa-siapa ya!"bisik edi
"Ada apa?"tanya arka pelan.
"kamu mending jauhin bu meli deh.sepertinya aku merasa ada yang tak beres denganya"kata edi pelan
"oh,iya.memang apa yang kamu ketahui.
__ADS_1
Arka merasa temannya ini tahu sesuatu.
"Kemarin pas sebelum kamu sakit aku mergoki dia nyuruh pak abdul tukang kebun disekolah ini ngirim makanan kerumahmu.hampir setiap hari."bisik edi
"Oh...jadi makanan itu dari bu meli.tapi kenapa bu meli ngirim makanan kerumahku?"tanya arka bingung
"ih...kamu ini nggak peka banget sih.dari kamu pertama ngajar disini.beliau itu sudah suka sama kamu ka.masak kamu nggak nyadar.mana ada guru disini yang dikasih rumah dinas.cuma kamu doang.iya kan?"celoteh edi
"Bener juga sih kata kamu"kata arka
"tapi kamu makan nggak itu makanan yang dikirim kekamu?"tanya edi
"aku makan ed.kan sayang kalau dibuang.tapi setelah makan makanan itu aku tiba-tiba lemas tidak berdaya.bahkan hampir satu minggu tergeletak diatas ranjang tidak ada yang tahu.beruntung istriku pulang dan seperti ada keterikatan batin jadi merasa terjadi sesuatu denganku."kkata arka
"pasti didalam makanan itu ada apa-apanya ka.semacam guna-guna gitu."tegur edi
"Apa menurutmu bu meli bisa melakukan itu semua?"tanya arka meminta pendapat.
"Bisa jadi kan,orang suka itu bisa saja melakukan apapun.mungkin saja dia ingin merebutmu dari istrimu.dan menggantikan posisi istrimu."jawab edi
"Ayo sudah waktunya mengajar,bel sudah berbunyi"ajak edi
"iya ayo"kata arka setelah mendapatkan apa yang dicari.
"Inget ka,hati-hati."saran edi
"Iya ed,terima kasih sudah mengingatkan"jawab arka
Arka memasuki kelasnya mengajar.saat akan masuk jelas dia berpapasan dengan bu meli yang senyam senyum tidak jelas padanya.sedang arka malah merasa risih dengan perlakuan bu meli.arka buru-buru masuk kelas untuk mengajar.
Tak terasa bel pulang sudah berdering.
Arka bersiap untuk pulang dan menuju parkir untuk mengambil sepeda motornya.tiba-tiba bu meli menghampirinya.
"pak arka sudah mau pulang?"tanya bu meli
",eh....iya bu"jawab arka sambil mendorong motornya
__ADS_1
"boleh bareng nggak."?tanya bu meli
"maaf bu,saya ada janji dengan teman"tolak arka menghindari bu meli
"yah,sayang sekali.ya sudah deh tak apa."jawab bu meli
"Saya permisi dulu bu"pamit arka sambil menstater sepeda motornya.
"iya hati-hati ya"emuah"cium bu meli dipipi arka
Arka yang mendapat serangan dadakan jadi terkejut dan segera pergi dari sana takut ada yang melihatnya.
Didepan sudah mengunggu sahabat karibnya tersebut.
"Lama banget sih ka?"tanya edi
"tadi dicegat bu meli dulu ed."jawab arka singkat
"Emang apa yang dakukan bu meli?"tanya edi
"mau ngajak pulang bareng.tali aku nggak mau"jawab arka
"Bagus,jangan sampai kamu tergoda ka.sudah ada istrimu menunggu dirumah"peringat edi
Arka mengangguk pelan.
Saat akan menyalakan motornya,terlihat mobil bu meli melintas didepan mereka.tapi sepertinya bu meli tidak melihat keberadaan arka karena posisinya yang membelakangi mobil tersebut.tapi edi melihatnya.
"he bro,mau nggak nyelidikin sesuatu biar jelas semuanya."tawar edi pada sang sahabat
"maksudnya?"tanya arka bingung
"itu mobil bu meli barusan lewat.gimana kalo kita ikutin mobilnya kemana?"jawab edi
arka yang memang penasaran menyetujui saja saran edi.mereka mulai mengikuti mobil bu meli dari belakang.dengan menggunakan masket dan jaket serta helm full face.maka penampilan mereka berdua tidak ada yang mengenali.meskipun celana mereka masih celana dinas yang tadi dipakai.tapi mana sempat mereka ganti.karena rencana ini mendadak jadi ya mereka hanya memakai jaket dan masker untuk menyamarkan identitas.
Setengah jam mereka mengikuti mobil bu meli.tapi lama-lama mobil yersebut masuk kedalam perkampungan yang sepi.hingga berhenti didepan sebuah rumah sederhana.setau mereka itu bukan rumah bu meli.lalu siapa pemilik rumah tersebut.dan apa yang dilakukan bu meli dirumah tersebut.bu meli mengetuk pelan pintu rumah tersebut.dan terlihat seorang wanita tua membuka pintu.dan menyuruh bu meli masuk kedalam rumah.arka dan edi yang tadinya mengintai dari jauh segera berunding untuk mendekat kerumah tersebut.rasa penasaran menjadi pemicunya.
__ADS_1