
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah keluar dari ruangan bu meli,arka menghembuskan nafas lega.setidaknya dia sudah tidak ada urusan lagi dengan bu meli.setelah mengambil barang-barangnya dikantor dan memasukkannya kedalam kardus,arka masih sempat berpamitan dengan teman sejawatnya yang berada didalam kantor.dia bahkan sempat meminta maaf jka memiliki kesalahan dan khilaf selama mengajar disana.
Edi sang sahabat,terus mengekori arka sampai diparkir sepeda motornya.
"ka,kamu berangkat kapan?"tanya edi
"nanti sore ed,sempatin mampir kerumah ya sepulang mengajar"ajak arka
"insyaallah ka"jawab edi
Edi menatap kepergian sang sahabat dengan sendu.padahal menurutnya tenaga seorang pengajar seperti arka itu sangat dibutuhkan disini.tapi gara-gara seorang wanita membuatnya harus mengundurkan diri.
Diperjalanan,tiba-tiba motor yang dikendarai arka berjalan dengan sendirinya.Dan anehnya motor tersebut tidak bisa dihentikan justru berbelok kerumah bapak tua tempat arka dan edi mengintai kemarin.
Lebih aneh lagi,arka seperti tidak sadar berada ditempat tersebut.dia seperti linglung.seakan ada yang menuntunya untuk kesana.
Baru ketika suara deru motor berhenti,arka seperti tersadar dari kebingungannya.dia kaget kenapa dia ditempat ini.bagaimana bisa.arka bergegas melajukan motornya lagi untuk segera pulang kerumah.menurutnya ini tidak wajar.bagaimana dia bisa ada disana.padahal tadi tujuannya mau pulang kerumah.
Sesampainya dirumah.arka masuk sambil membawa kardus berisi barang-barangnya.dia mencari keberadaan sang istri.karena sedari masuk kedalam rumah belum terlihat sama sekali.arka mencari kekamar,lalu kedapur,pintu belakang ru.ah terbuka.dia berfikir mungkin istrinya disana.
Dibelakang rumah dia sangat bingung melihat sang istri dibawah pohon mangga sendirian sambil tertawa sendiri.
Saat arka mendekat,dan memanggil istrinya,tasya hanya menatap arka lalu kembali menatap pohon mangha sambil tersenyum.
Arka sangat heran dengan tingkah istrinya.
"Dek,kamu ngobrol sama siapa?"tanya arka pelan
Tasya hanya mengisyaratkan untuk diam dengan menaruh jari telunjuknya dibibirnya.lantas tertawa kembali.
Saat arka terus memandangi istrinya tiba-tiba dari pintu terdengar suara memanggil namanya.
"Bang....sudah pulang!"panggil tasya didepan pintu
Arka terperanjat melihat sang istri dipintu.jika itu istrinya lalu siapa yang berada dibelakangnya saat ini.dengan memberanikan diri arka menoleh kebelakang.
Deg....tidak ada siapapun disana
__ADS_1
seketika arka langsung oleng berpegangan pohon mangga didepannya sambil memegang kepalanya yang tiba-tiba pusing.
tasya berlari mendekati suaminya.
"bang....abang kenapa?"tanyanya
"dek...adek darimana tadi?"tanya arka
"adek baru saja dari rumah bu ani dan tetangga yang lain untuk berpamitan bang"jawab tasya
"kenapa bang?"tanya tasya
"nggak kenapa'napa,ayo masuk tolong bantu abang,kepala abang mendadak pusing"kata arka
Tasya hanya menurut dan memapah tubuh arka yang lemas.
Saat dikamar..
"abang istirahat saja dulu,aku buatin teh hangat ya"kata tasya
"iya"jawab arka
saat sedang melamun,tasya dayang membawa secangkir teh hangat.dan diberikannya pada arka.saat akan minum tiba-tiba arka menjerit keras dan membuang cangkir ditangannya.tasya sontak kaget dan menatap sang suami.
"Ada apa bang?"tanya tasya
"itu..itu darah dek"jawab arka terbata-bata
Tasya heran,sudah jelas itu teh hangat kok dikatakan darah.apa suaminya sedang sakit itu yang difikirkan tasya.
Arka yang meringkuk didalam selimut tak ingin melihat cangkir yang sudah pecah berserakan tersebut.
Tasya mengambil sapu dan cikrak dibelakang dan membersihkan pecahan beling tersebut.setelah bersih dia mendekati arka yang masih meringkuk dibawah selimut.
"bang,abang sakit ya?"tanya tasya halus
Arka membuka selimutnya dan meluhat istrinya seperti melihat hantu.dalam pandangan arka tasya memiliki wajah tang buruk dengan mata melotot dan lidah terjulur.arka semakin berteriak histeris menyuruh tasya pergi.tasya ysng bingung terus memanggil nama suaminya tapi semakin didekati arka semakin memberontak.hingga tasya sendiri takut.akhirnya dia mengambil ponselnya dan menelfon ustad rizal agar datang kerumah.
Tasya tidak berani mendekat kearah arka karena takut arka mengamuk lagi.setengah jam kemudian bel berbunyi,tasya segera berlari membuka pintu.ustad rizal berdiri mengucapkan salam.dan beliau bersama ustadzah nisa.tasya segera mempersilahkan masuk dan mengantar menuju arka berada.
__ADS_1
Tasya bercerira sedari pulang dari sekolah kelakuan arka sudah aneh.tasya juga menceritak apa saja yang terjadi tadi.
ustad mendekati arka yang meringkuk didalam selimut.membuka selimut dan mengajak arka untuk duduk.
"ustad...ustad tolongbsaya ustad.istri saya ada dua ustad terus tadi ada hantu ustad.mujanya seram sekali ustad"kata arka terbata-bata
"tenang ka,tenang itu hanya halusinasi bukan nyata."kata ustad rizal sambil memegang tangan arka.ustad rizal mulai membaca ayat-ayat suci AlQur'an.arka seketika terdiam dan tiba-tiba ambruk.ustad rizal menahan tubuh arka dan membaringkannya diranjang.
Tasya mendekat dan bertanya.
"Apa yang terjadi ustad?"
"Ada seseorang yang ingin menguasai pikirannya"jawab ustad rizal.
"tapi ngomong-ngomong kalian mau kemana?kok koper kalian ada dibawah?"yanya ustad rizal
"saya dan arka memutuskan untuk pindah dari rumah ini ustad.kami akan pulang kekampung halaman arka,tapi saat arka pulang dari sekolah tadi siang sikapnya jadi aneh seperti ini ustad."jelas tasya
"oh....jadi kalian akan pindah dari sini."kata ustad rizal
Tasya menganggukkan kepalanya
"semoga perjalanan kalian lancar sampai ditujuan"do'a ustad rizal
"terima kasih ustad,tapi sekarang bagaimana kondisi suami saya?"tanya tasya
"arka sudah baik-baik saja,akan lebih baik secepatnya kalian pergi dari sini".
saran ustad rizal
"kenapa ustad?"tanya tasya karena kenapa terburu-buru hari masih siang.sedangkan rencananya dia berangkat sore hari
"sebelum yang tidak diinginkan terjadi dan kalian tidak bisa keluar dari sini"jawab ustad rizal
"maksudnya?"tanya tasua bingung
"ada seseirang yang ingin menggagalkan kepergian kalian.jadi akan lebih baik kalian segera bergegas.hubungi mobil yang akan mengantar kalian dan pergilah secepatnya dari sini.",suruh ustad rizal
Tasya tidak bertanya lagi dan segwra mengambil ponselnya menhubungi nomer edi dan menyuruhnya segera datang.beruntung edi baru saja keluar dari sekolah dan menyanggupi permintaan tasya untuk segera datang.
__ADS_1
Tidak sampai setengah jam,mobil yang dikendarai edi tiba.ustad rizal membantu membawakan koper arka dan tasya.edi yang melihatmya ikut membantu dan memasukkan kebahasi mobil.beruntung tadya sudah berpamitan tadi pada tetangga sekitar jadi dia tidak perlu pamit lagi.ustad rizal dan edi membopong tubuh arka yang pingsan kedalam mobil dan menidurkan di bangku tengah.tasya mengunci rumah dan memberikan kuncinya pada edi.tasya juga mengucapkan terima kasih pada ustad rizal dan ustadzah nisa.karena selama tinggal disana mereka sering merepotkan beliau.ustad rizal juga mendo'akan kebaikan untuk rumah tangga arka dan tasya.mobil meninggalkan halaman rumah tersebut.ustad rizal juga istri ikut meninggalkan tempat itu.dari dalam rumah terdengar suara gaduh dan jeritan-jeritan.tapi ustad rizal memilih tidak menengok kebelakang dan terus melanjutkan langkahnya meninggalkan rumah tersebut.