Dendam Tetangga

Dendam Tetangga
Arka jadi aneh


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selama perjalanan edi dan tasya hanya sesekali mengobrol.itu karena meski edi teman dekat arka tapi dia baru juga kenal dengan tasya sejak tasya menikah dengan arka.makanya mereka tidak begitu mengenal satu sama lain.


Dua jam perjalanan arka juga sana sekali tak bangun-bangun.tadinya tasya berfikir mungkin arka hanya pingsan,begitu juga edi.tapi hingga dua jam lamanya bahkan hampir sampai dikota sang suami,suaminya belum juga bangun.


Tasya sudah berusaha sedari tadi membangunkan arka dengan menggoyang tubuhnya,memberi minyak juga memijat-mijat kaki dan tangannya tapi arka sama sekali tidak bergeming.malah sekarang wajah arka terlihat sangat pucat.seperti tidak dialiri darah sama sekali.tanganya sangat dingin.hingga warna kukunya ikut memucat.


Saat akan masuk kekampung tempat arka tinggal tiba-tiba arka terbangun dengan sendirinya.tapi anehnya arka hanya diam saja dan ketika berbicara tidak memandang sama sekali tasya maupun edi.


Sampai dihalaman sebuah rumah besar mobil yang dikendarai edi berhenti.


Terlihat seorang wanita paruh baya sedang menjemur akar-akaran obat didepan berlarian menyambutnya.


"lho.....lho....tasya kok nggak bilang kalau mau datang nak."katanya mendekat kearah mobil.


Tasya segera turun dan membuka pintu tengah mobil mengajak arka untuk turun.arka turun dan dipapah tasya.


"lho,arka kenapa sya?"tanya ibu


"baru bangun dari pingsan bu,mungkin juga kecapekan"jawab tasya singkat


"ya sudah ajak masuk kedalam kamar.ibu bantu temanmu dulu angkat barang-barangmu nak"kata ibu


"tidak usah bu,biar saya sendiri saja.ininagak berat"tolak edi


"oh...ya sudah,ibu buatin minum dulu kalau begitu ya."kata ibu


"iya itu lebih baik"jawab edi sambil tersenyum


Ibu meninggalkan edi yang masih mengeluarkan barang dari bagasi.


Saat akan membersihkan jok tengah tempat tadi arka duduk.tak sengaja edi menemukan beberapa bunga kantil dibawah kursi tersebut.


Deg.....kok ada bunga kantil.batin edi.


Karena tidak mau berfikir yang bukan-bukan.edi membersihkannya dan membuangnya kedalam tong sampah didepan rumah arka.


Setelah itu dia ikut masuk kedalam rumah arka untuk singgah sebentar dan berpamitan karena hari juga sudah sore.takut pulangnya kemalaman.


"mari mas edi,diminum dulu tehnya."kata tasya


Bapak bandi yang baru pulang dari peternakan juga heran ada mobil didepan rumahya.berfikir ada tamu dirumahnya.dia bergegas mempercepat langkahnya untuk masuk kedalam rumah.


"nak tasya,kok tidak kasih kabar kalau mau datang.mana arka?"tanya pak bandi


"bang arka dikamar pak,memang tidak direncanakan.kami mendadak ingin pulang kesini"jawab tasya

__ADS_1


"oh begitu.ada masalahkah?"tanya pak bandi


Mau tak mau tasya menceritakan semuanya pada sang mertua.walaupun didepannya ada edi.bahkan edi sesekali ikut menimpali apa yang diketahuinya.juga kenyataan tentang bu meli sebenarnya pada tasya.awalnya tasya sangat kaget.karena suaminya memang belum cerita detailnya hanya sebagian saja.tapi sekarang dia mengerti kenapa tiba-tiba suaminya mengajak dia pulang kekampung halamanya.ternyata untuk menghindari bu meli.


Tasya lega suaminya bisa bersikap tegas sekarang.tapi yang anehnya kenapa sekarang suaminya jadi pendiam dan lebih terkesan seperti orang linglung.


Tiba-tiba terdengar jeritan dari arah dapur.


"aaahhhh......"jerit keras ibu


Pak bandi,tasya dan edi yang sedang mengobrol diruang tamu seketika berlari menuju dapur.


"Ada apa bu?"tanya pak bandi pada sang istri yang ketakutan


"it...itu...pak....arka...pak"jawab ibu terbata-bata sambil menunjuk kandang ayam


Pak bandi mendekat kearah kandang dan seketika memegang dadanya.


"Astagfirullohhaladzim...arka apa yang kamu lakukan"pekik pak bandi


Terlihat arka sedang duduk bersila memakan ayam mentah.dengan berlumuran darah dimulutnya.arka menyeringai tersenyum menatap semua orang yang ada disitu.


Tasya langsung mual melihat ulah sang suami.tak tahan dia segera beranjak dari sana.


Sementara edi terperangah dengan ulah sang sahabat.sebenarnya apa yang terjadi kenapa sedari tadi tingkah arka sangat aneh menurutnya.


Pak bandi merebut sisa ayam ditangan arka dengan paksa.


"arka masih lapar,arka mau makan"kata arka merajuk


"iya tapi nggak makan ayam mentah juga arka.ayo kita makan bersama-sana dimeja makan.kamu ini jangan yang aneh-aneh.bikin bapak jantungan saja"hardik pak bandi


"sudah pak,mungkin arka khilaf"lerai edi


Edi ikut memapah tubuh arka masuk kedalam rumah.


Setelah membersihkan tubuh arka yang terkena darah.ibu mengambilkan baju baru dikamar sang putra.disana ada tasya yang masih lemas setelah muntah tadi.


"kamu tak apa nak?"tanya ibu


"tidak apa-apa bu,ehm ibu mau apa?"tanya tasya


"ibu mau ambil baju untuk suamimu.baju yang tadi kena darah"jawab ibu


Tasya mengambilkan satu stel kaos dan celana pendek dan memberikannya pada sang ibu mertua.


"ayo makan bersama nak,ajak nak efi keruang makan ya"seru ibu

__ADS_1


"iya bu"kata tasya sambil bangkit dari ranjang.


Ibu segera mengganti baju sang putra dan mengajaknya keruang makan.


Disana sudah ada pak bandi,edi dan tasya yang sudah duduk bersama.arka duduk disebelah bapaknya.


"abang mau makan sama apa?"tawar tasya


arka menggelengkan kepala tanda tidak mau.


",nggak mau,ini nggak enak.aku mau makan daging ayam seperti tadi.teris kenapa tidak ada bunga disini.aku mau bunga"tolak arka


"kamu nggak usah aneh-aneh arka.didepanmu itu banyak makanan


Kenapa mesti makanan setan yang kamu cari"bentak pak bandi


"pak sabar pak"kata ibu sambil memegang tangan suaminya


"lha bapak heran kok bu,pulang kerumah kok malah jadi aneh seperti itu."ketus pak bandi


Tasya dan edi terhenyak memikirkan kata-kata pak bandi barusan.makanan setan.


Dalam fikiran mereka terlintas,jangan-jangan yang duduk dihadapan mereka bukan arka tapi setan yang menyamar jadi arka .seketika wajah tasya dan edi memucat.


Jika itu setan arka lalu dimana arka berada.apa jangan-jangan masih tertinggal dirumah.ya Tuhan....apa yang terjadii sebenarnya.


Tak ingin menerka-nerka edi mengajak pak bandi untuk bicara empat mata diteras depan.


Pak bandi hanya menurut saja ketika diseret edi.


"pak,saya rasa kami membuat kesalahan besar"kata edi


"apa maksud nak edi?"tanya pak bandi


"sepertinya itu bukan arka pak,tapi setan yang menyamar jadi arka"bisik edi pelan


"apaa?"pelotot pak bandi


"nak edi jangan bercanda.bagaimana bisa bukannya tadi yang membawa arka kesini nak edi dan nak tasya sekarang kenapa nak edi bicara seperti itu"tanya pak bandi


"saya membawa arka tadi kesini sudah dalam kondisi pingsan pak."jawab edi jujur


"lalu bagaimana ini nak,dimana sekarang putra bapak.utu dia masalahnya pak.apa mungkn arka tertinggal dirumah lama?"kata edi


"bisa jadi nak.apa tidak ada nomer yang bisa dihubungi untuk melihatnya kesana?"tanya pak bandi


"sebentar pak,saya tanya tasya dahulu"jawab edi

__ADS_1


Setelah diputuskan untuk mencari tahu.edi memanggil tasua dan menceritakan semuanya.ekspresi wajah tasya tak kalah kaget dengan bapak mertuanya.fia bahkan berkali-kali mengusap kasar wajahnya karena bisa salah mengajak tadi.tapi menurutnya sedari arka pingsan bahkan dia tidak pernah meninggalkan arka sedikitpun.lalu bagaimana ini bisa terjadi.lalu dimana suaminya saat ini.


Seperti saran edi.hanya ustad rizal yang bisa membantunya.


__ADS_2