
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sepulang dari rumah cantika.Diteras rumah sudah menunggu bunda Tasya sambil tangan berkacak di pinggang.auranya bakal ada yang diomelin.Nafasnya memburu.Bahkan sampai terasa rasanya.
"Darimana kalian?kenapa sore hari baru pulang"ucap bunda Tasya sambil menggeram.
"Ehm.....bunda,bunda jangan marah dulu okey.Dengerin dulu penjelasan rendra ya.please"rayu rendra sambil memasang muka melas.
"Eh..bunda riana nghak tahu apa-apa.Riana cuma diajak sama abang.Riana mau mandi dulu sudah sore"ujar Riana sambil berlari masuk kedalam.
"Dasar adik laknat.giliran ngurusin macan ngamuk saja dia kabur"batin rendra.
"Bunda,jangan matah-marah ya nanti kulit bunda keriput terus bunda jadi cepet tua lho"ledek rendra
"kamu nyumpahin bunda,Dasar anak nakal"teriak tasya sambil menjewer telinga putranya.
"Aduh....duh....bunda sakit."keluh rendra.
Dengan tetap tanganya menjewer telinga rendra,bunda tasya menggiring putra nakalnya itu masuk kedalam rumah.
Bunda tasya mendudukkan rendra dikursi.Dan dia sendiri duduk didepannya.
"Jadi sekarang ceritakan.apa alasan kamu pulang sore Areandra Pratama."panggil bunda tasya dengan tatapan mengiterogasi.
Rendra menelan ludahnya paksa.jika namanya sudah dipanggil dengan lengkap itu artinya dia sudah membuat wanita yang melahirkannya itu murka.
"Ehm jadi gini bunfa sebenarnya......"bla....bla....bla..."rendra menceritakan semuanya pada bunda tasya.sesekali bunda tasya membelalak kadang juga menangis.
"Jadi begitu ceritanya.terus kenapa kamu nggak kasih tahu orang tuanya saja langsung kenyataan itu dra.kasihan,mereka pasti nerharap putrinya baik-baik saja."ujar bunda tasya.
__ADS_1
"Cantika ingin orang tuanya menangkap pembunuhnya bunda.Dan aku hanya sebagai pembawa pesannya untuk orang tuanya saja."jawab rendra.
"Semoga mayat cantika segera ditemukan dan kedua orang tuanya diberikan ketabahan"ucap bunda tasya.
"Amiiii"rendra mengaminkan do'a bundanya.
"Tapi bukan berarti bunda maafin kamu ya,harusnya ku itu ngabarin bunda.bunda itu takut terjadi sesuatu sama kamu dan adekmu bang."omel bunda tasya.
"Huft....ternyata masih inget aja"batin rendra mengeluh.
"Sebagai hukuman,kamu harus bantu ayah bersihin kandang sapi dipeternakan hari minggu besok"putus bunda tasya.
"Apa bunda?nggak ada hukuman yang lebih baik apa bunda?kenapa harus bersihin kandang?"keluh rendra
"Biar kamu kapok dan nggak ngulangin kesalahan yang sama terus."jawab bunda tasya.
"Sudah,sekarang mandi terus sholat ashar,sudah sore bang"suruh bunda tasya.
"Iya bunda"ucap rendra lemah setelah tahu hukumannya.
Rendra masuk kedalam kamarnya.Dan merebahkan tubuh lelahnya dikasur.Tapi saat akan tidur dia dikagetkan dengan kedatangan cantika disampingnya.
"bujo busyet dah ni setan.loe tahu diri ngapa kalau mau muncul.kaget gue tau"gerutu rendra.
"Idih....orang sudah pelan juga dra.drama banget sih loe"cibir cantika.
"Apa maksud loe ngomong kaya gitu.oh...ya sudah loe nggak usah minta bantuan gue deh kalo gitu"ujar rendra sambil menelungkupkan wajahnya diatas bantal.
"Ya ampun,iya maaf deh.habis kamu marah-marah mulu daritadi"gerutu cantika.
__ADS_1
"ini gara-gara loe gue harus dihukum,pokoknya gue nggak mau tahu,hari minggu loe harus bantuin gue bersihin kandang sapi"putus rendra.
"Iya pasti tak bantuin.Btw...makasih ya sudah mau nolongin gue.kalau nanti mayat gue sudah ketemu.Tolong bilang keorang tua gue.gue sayang banget sama mereka.gue juga minta maaf nggak bisa jadi anak yang baik selama ini"isak cantika.
"Sudah,penyesalan memang selalu diakhir.yang penting,loe juga harus bisa terima kenyataan kalo loe sudah nggak boleh hidup didunia ini.alam kita sudah tidak sama."tutur rendra bijak.
"iya aku tahu ndra.jika sudah waktunya aku pasti pergi kok.tapi nggak sekarang kayaknya deh.sepertinya gue bakalan ngerecokin loe mulu habis ini.jadi siap-siapa saja gue bakalan ngintilkn elo terus."celoteh cantika ringan.
"Termasuk jika gue mandi?berarti elu ngintip dong"goda rendra.
"ih....kecuali itu ya."jawab cantika sambil memalingkan wajah malu.
"Yakin nggak mau lihat?punya gue besar lho"goda rendra lagi.
"ih...dasar mesum"kata cantika sambil menghilang dari sana.
Rendra tertawa terbahak-bahak.senang sekali dia bisa menjahili setan cewek itu.Lagian mana mau dia digrepe-***** sama setan.mending juga digrepe sama pacar.lebih kerasa.tapi rendra juga nggak punya pacar.dia sendiri nggak begitu suka pacaran.menurutnya kalau suka ya nikah aja langsung.ngapain coba pacaran.
"Rendra sudah mandi belum.ngapain kamu ketawa sendirian dikamar?"teriak bunda tasya didepan pintu.
Untung saja pintu sudah terkunci.Jadi pas tadi rendra ngobrol sama cantika,bundanya nggak tahu.kalau sampai bundanya tahu dia ngomong sendiri bisa dipanggilin pak ustad lagi nanti rendra.
"Ini juga mau mandi bunda.rendra habis telfon sama dodit makanya ketawa"jawab rendra dari dalam kamar
"Ohj...kirain ngomong sendiri.ya sudah cepet mandi keburu waktu sholat ashar habis."oceh bunda tasya.
"iya bunda"sahut rendra sambil.mengambil handuk lalu masuk kekamar mandi.
Sebelum masuk dia menoleh kekanan dan kekiri.aman.....sisetan cantik nggak ada.he...he...he...
__ADS_1