
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya.
Amelia datang kepenjara beserta kakek dan neneknya.Disana dia tengah menunggu kedatangan sang mama setelah mencabut laporannya pada sang mama.Hatinya berdesir takut jika mamanya masih marah karena dia dengan tega melaporkannya kepolisi.Tapi neneknya menggenggam tangannya erat dan mengatakan semuanya akan baik-baik saja.setelah menunggu selama limabelas menit.yang ditunggu akhirnya keluar.Terlihat wajah Sekar yang seperti menahan marah dan acuh terhadap sang putri.
Bu siti tidak kehilangan akal.Dia mendekati putrinya itu.
"Bagaimana keadaanmu nak?"tanya bu Siti.
"Buruk,ini semua karena cucu bijakmu itu.yang merasa sok suci"ketus Sekar.
"Hust....jangan seperti itu nak.itu putrimu.Dia tidak bersalah,dia hanya ingin kamu belajar mengakui kesalahanmu"tegur bu siti lembut.
Yah....hanya dengan bu siti, Sekar tidak berkutik.Dia tidak pernah berani melawan kata-kata bu siti.katanya sih takut durhaka.
"Tapi Sekar kesal bu,masak anak sendiri bela orang lain nggak bela ibu kandungnya malah jeblosin ibu kandungnya kepenjara.apa anak seperti itu masih pantas dimaafkan?"rengek sekar manja pada sang ibu.
"Sekar,kamu ini sudah berumur,kenapa tingkahmu semakin menjadi-jadi nak.setidaknya belajarlah dewasa dari putri-putrimu yang bijaksana.ayah berharap ini terakhir kalinya kamu berulah.setelah ini kita akan tinggal dipesantren lagi.ayah tidak mau kamu lepas dari pengawasan ayah.Dan ini keputusan mutlak ayah.kamu tidak bisa membantah lagi."tegas pak imron.
Amelia yang sedari tadi diam karena takut dengan ibunya pun angkat bicara.
"Ma,maafin amel ma,amel tahu amel salah tapi amel juga ingin mama sadar bahwa apa yang mama lakuin itu salah.kita bisa hidup damai tanpa harus merebut kebahagiaan orang lain ma."ucap amelia.
"Terserah.pokoknya mama masih marah dan nggak mau ngomong sama kamu.pergi sana,kamu itu sama kaya papamu selalu nyakitin hati mama."usir sekar pada putrinya
"sekar...cukup nak,jangan salahkan amel lagi.kita akan pergi dari kota ini bersama-sama.Dan ayah tidak mau tahu.mau tidak mau kamu harus tetap menerima kehadiran kedua putrimu.mereka itu darah dagingmu sendiri.dimana hati nuranimu nak"tutur bu siti pelan.
"Sudah bu,ayo kita pergi sudah siang,kita harus menjemput dulu cintya"ucap pak imron sambil menggandeng amelia
Bu siti dan sekar hanya patuh mendengarkan ucapan pak imron.walaupun sedikit badung dan jahat tapi sekar tidak pernah berani melawan ayah dan ibunya.karena merekalah yang selalu menemani sekar dalam keadaan apapun.
mereka meninggalkan kantor polisi.
Sementara ditempat lain.
__ADS_1
"Gimana penampilan abang dek?"tanya Rendra pada Riana
"Ganteng",jawab Riana sambil melirik sang abang
"Kira-kira abang diterima tidak ya?"tanya Rendra.
"Yakin diterima bang,aku lihat amelia juga sepertinya suka kok sama abang"jawab Riana.
"Semoga saja ya"harap Rendra.
"Amiiin"sahut Riana.
"Abang pergi dulu ya?kamu jadi kerumah sakit nemenin bunda bukan?"tanya Rendra
"Jadi kok,tapi betangkat agak siangan dikit",jawab Riana
"Ya sudah abang tinggal.bye dek"pamit Rendra.
"Bye abang.semoga sukses"sahut riana
"Assalamualaikum"rendra mengucap salam.
"Wa'alaikum salam"sahut suara dari dalam rumah.
"Maaf mencari siapa?"sapa ibu berusia sepuh.yang diketahui rendra pembantunya amelia.
"Maaf bi,amelnya ada?"tanya rendra.
"Oh....nemg amel sudah berangkat sama tuan dan nyonya besar den.katanya sih mau pindah pesantren.tapi sebelumnya mau menjemput nyonya dulu dipenjara"jawab bibi
Deg.....jantung rendra berdetak lebih keras.bayangan wajah bahagia amel saat dia menyatakan perasaannya tiba-tiba hancur begitu saja.
"Pindah bi?pesantren mana bi?bibi tahu alamatnya?"tanya rendra bertubi-tubi.
"maaf den,bibi juga tidak tahu di pesantren mana?yang bibi tahu mereka mau tinggal dipesantren agar nyonya sekar bisa mendapatkan ketenangan batin.dan nona amel juga nona cintya ikut bersama mereka.katanya sih,untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan"jawab bibi
__ADS_1
Rendra terdiam.batinya berkecamuk.ingin marah dan kesal tapi bingung mau marah pada siapa.dalam hatinya marah,kenapa amelia tidak memgatakan jika akan pindah.bukankah semalxm mereka masih baik-baik saja.apa kesalahannya hingga amel pergi tanpa pamit padanya.
"Oh iya,apa aden bernama rendra?"tanya bibi lagi.
"Iya bi,saya rendra.apa amel menitipkan sesuatu untuk saya bi?"tanya rendra
"Iya den,tunggu sebentar saya ambil dulu"jawab bibi.
Rendra duduk dikursi teras sambil merenung.akhirnya kisah cinta yang belum dimulainya harus berakhir dengan pahit.belum sempat menyatakan ternyata sang pujaan hati sudah lebih dulu pergi.Ntah bahaimana nanti tanggapan sang adik juga kedua orang tuanya.
Bibi keluar darindalam rumah membawa sebuah kotak yang ntah apa isinya.
"Ini den,non amel berpesan untuk memberikan ini pada aden jika aden kemari"kata bibi sambil menyerahkan kotak berukuran sedang tersebut.
Rendta menerima kotak tersebut.
"Terima kasih bi"kata rendra.
"kalau begitu saya pamit dulu bi.Assalamualaikum."pamit rendra
"Wa'alaikum salam"jawab bibi.
Rendra meninggalkan rumah Amelia dengan sendu.ditatapnya kotak berukuran sedang itu.setelah itu dimasukkanya kedalam jaket.Dia pergi dari rumah amelia.membawa banyak kenangan indah bersama amel.cinta pertamanya yang kandas sebelum dinyatakan pada sang pemilik hati.
Rendra melajukan kendaraannya kerumah sakit.dia akan menyusul adiknya yang sudah terlebih dahulu datang kesana.
Sampai dirumah sakit.rendra duduk termenung ditaman.rendra membuka kotak yang tadi diberikan bibi padanya.saat kotak terbuka terlihat sebuah jaket berwarna biru gelap.dan sepucuk surat untuk rendra.
Apa setiap orang yang meninggalkanya harus selalu memakai sepucuk surat.tidak bisakah bicara langsung dihadapannya.setidaknya pamit dengan cara baik-baik kan bisa.kemarin cantika sekarang amelia.batin rendra menggerutu.
Tulisan amel sangat rapi.disana tertulis bahwa dia minta maaf atas kesalahan ibunya.amel juga mengungkapkan isi hatinya yang sudah lancang menyukai rendra.tapi amel sadar bahwa itu tifak akan mungkin.keluarga amel sudah terlalu banyak salah pada keluarga rendra.Dan amel yakin jika kedua orang tua rendra tidak akan menerima amel.amel juga berharap jika memang takdir masih memihak mereka.maka mereka akan bertemu dalam suasana yang bahagia.Dan amel berharap saat itu tiba,amel sudah menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Rendra membolakbalikkan surat amel itu dengan terus menggerutu.kenapa amel harus pergi secepat ini.setidaknya biarkan rendra mengungkapkan isi hatinya dulu baru pergi.menyesal kemarin rendra tidak mengungkapkan isi hatinya.jika tau anel akan pergi sudah pasti rendra akan mengutarakan isi hatinya pada amel kemarin saat rendra menemani amel yang sedang bersedih.
Riana yang dari kejauhan meligat tingkah kakaknya yang lucu jadi tertawa ringan.apa apa dengan abangnya itu.seperti orang baru putus cinta.apa cintanya ditolak sama amel.batin Riana
__ADS_1