Dendam Tetangga

Dendam Tetangga
Ruqyah


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dirumah kakek sekar.


Sekar dan keluarganya sedang bersiap kepesantren teman kakek.sekar terlihat diam dan hanya mengikuti keinginan sang kakek.Menaiki mobil mereka diam dalam keheningan selama perjalanan.berkali-kali mulut kakek mengucap kalimat istigfar.Dan seperti melihat sesuatu.bahkan ada saja kejadian aneh yang terjadi selama perjalanan kepesantren teman kakek.seperti ban yang tiba-tiba bocor,atau mesin mobil yang tiba-tiba mendadak mati sendiri.tapi tak menyurutkan tujuan mereka kepesantren tersebut.sepanjang perjalanan kakek berdo'a agar diberikan kelancaran saat acara ruqyah nanti.setengah jam kemudian mereka sudah sampai.


Pondok pesantren tersebut terlihat ramai dipadati para santri yang baru selesai mengaji.Dengan pelan satu keluarga tersebut memasuki halaman rumah kyai ulil.mereka mengucapkan salam dan dijawab baik oleh santri yang tinggal disana.mereka disuruh menunggu diruang tamu karena kyai ulil baru turun dari mimbar usai mengisi pengajian untuk para santri.


Lima belas menit kemudian kyai ulil keluar dan menyapa teman sejawatnya waktu mondok dulu.


"Assalamualaikum Arman,kejutan kamu tiba-tiba datang mengunjungiku"kata kyai ulil


"Iya lil,aku ingin meminta tolong padamu untuk meruqyah cucuku."jawab kakek arman


"kenapa tak kau sendiri yang meruqyah?"tanya kyai ulil heran


"Aku takut tak mampu"jawab kakek arman

__ADS_1


"Kau terlalu merendah kawan."ejek kyai ulil


"Jadi bagaimana apa kamu bisa menolong cucuku.tolong bersihkan hatinya dengan kebaikan dan ayat-ayat AlQur'an agar jiwanya kembali bersih.jauhkan iri dan dendam dari hatinya."pinta kakek arman


"Insyaallah,tunggu sebentar ya,aku akan meminta para santri menyiapkan dulu tempatnya"kata kyai ulil sambil berlalu masuk kedalam.


Setelah beberapa saat datanglah seorang santriwati dihadapan kakek arman.dia meminta kakek arman sekeluarga mengikutinya .mereka berjalan masuk kedalam masjid ditengah-tengah pondok tersebut.sesampainya didepan masjid mereka disuruh untuk berwudhu dulu sebelum masuk masjid.setelah wudhu mereka bersama-sama masuk.didalam sudah ada kyai ulil beserta beberapa ustad serta ustadzah dan beberapa santriwati.beliau nenyuruh sekar memakai mukena dan duduk ditengah-tengah.kyai ulil dan beberapa ustad duduk melingkar mengitari tubuh sekar sementara dua orang ustadzah duduk dibelakang sekar untuk berjaga-jaga.


kyai ulil memakai sarung tangan dan duduk bersila berhadapan dengan sekar.beliau memulai membaca surat untuk mengusir hawa negatif didalam.sekar mulai merasa tidak nyaman saat mendengar suara-suara orang mengaji.dia mulai berteriak kesakitan dan menjerit.


"Ahhh..sakit....hentikan......sakit....."


Kyai ulil dan para ustad meneruskan membaca ayat-ayat suci AlQuran sedang sekar semakin memberontak dan marah-marah dengan mengeluarkan kata-kata kotor.kedua orang tua sekar terdiam melihat tingkah anaknya.salah mereka juga yang sudah membiarkan putrinya terjerumus dengan dosa.jika saja dari awal mereka tahu sekar semakin nekad mereka tak akan menjemput sekar dipesantren.biarkan saja dia mondok dan tidak bertemu dengan arka.penyesalan tinggal penyesalan semuanya sudah terjadi.yang terpenting sekarang menyembuhkan putrinya daripada tidak samasekali.


Sekar meronta-ronta menangis sambil berteriak sakit.hati ibu mana yang tega melihat penderitaan putrinya.bahkan air mata bu siti tak hentinya mengalir menatap putri tunggalnya tersebut.kesakitan putrinya seperti ikut dirasakannya.apalagi saat kyai ulil menekan area perut dan punggung sekar.sekar semakin keras menjerit mengundang beberapa santri yang penasaran dengan apa yang terjadi didalam masjid.tapi mereka dilarang mendekat karena takut menganggu jalannya ruqyah.


Satu jam kemudian tubuh sekar mulai melemah.Dan suara kesakitannya berangsur-angsur tidak terdengar.terlihat sekar lemas dipangkuan dua ustadzah yang sedari tadi setia menemaninya.mereka mengusapkan air pemberian dari kyai ulil untuk diusapkan pada wajah dan telapak tangan sekar.setelah itu,sekar didudukkan dan terlihat lebih segar.terlihat kelegaan dalam diri sekar.ayah dan ibunya segera mendekat padanya.

__ADS_1


"Sekar,kamu nggak papa nak,apa yang kamu rasakan sekarang?"tanya bu siti


"Lega bu,rasanya beban sekar hilang dan ketakutan sekar sirna"jawab sekar


"Alhamdulilah "jawab semua yang berada disitu.


"Syukurlah jin qorin dalam tubuhmu masih belum terlalu mendominasi.tapi lebih dekatkan diri pada yang kuasa nak,mohon ampunlah padanya,sebut namanya dan jangan sekali-sekali menduakannya."nasehat kyai ulil


"Iya pak kyai.terima kasih"ucap sekar sambil menunduk hormat


"Terima kasih lil,sudah mau membantu cucuku"ucap kakek arman


"Sama-sama,kita ini keluarga.jangan sungkan"jawab kyai ulil


"Kalau begitu kami pamit ya,takut kemalaman sampai rumah"pamit kakek arman


"Iya,jangan lupa tetap awasi dan bimbing cucumu jangan biarkan dia berfikir Tuhan tidak adil padanya.agar kejadian ini tidak terjadi lagi."ingat kyai ulil

__ADS_1


"Iya pasti kami menjaganya.sekali lagi terima kasih"kata kakek sambil menyalami temannya tersebut.


Setelah itu mobil yang mengangkut keluarga kakek arman pergi meninggalkan halaman pesantren.


__ADS_2