Dendam Tetangga

Dendam Tetangga
season 2


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan paginya disekolah.


"Pagi rendra"sapa lembut Amelia


"Ehm....pagi mel"jawab rendra sambil tersenyum.


"Baru datang dra?"tanya Amel bada basi.


"iya mel.kamu juga baru datang ya?"tanya rendra.


"aku sudah daritadi kok.cuma masih males aja masuk kelas"


"ohhhhh"


"Mau kekelas bareng?kelas kita kan bersebelahan dra."tawar Amelia.


"Boleh mel,ayo sambil jalan keburu bel berbunyi"ajak rendra.


Berjalan sambil mengobrol membuat kedua insan itu lupa jika mereka sudah didepan kelas Amelia.rendra berhenti.


"sudah sampai,masuk gih"suruh rendra


"Dra,boleh minta nomer nggak?"tanya Amelia malu-malu.


"Nomer apa ni?nomer celana apa nomer sepatu?"goda rendra.


"ih...Rendra,nomer telefon dong.masak nomer yang lain,kalo boleh sih"manyun Amelia.


"yah siapa tahu saja kamu mau kasih aku kado gitu"ucap rendra besar kepala.


"yah nggak papa sih,kapan-kapan aku beliin."timpal amelia sumringah


"eh...nggak usah....aku bercanda kok.ini nomer aku.save ya,"sambil menyodorkan ponselnya.karena dia sendiri lupa nomer ponselnya.


"makasih ya dra.selamat belajar.bye"kata Amelia setelah mengembalikan ponsel rendra dan masuk kedalam kelas karena bel sudah berbunyi.


"Sama-sama"jawab rendra.


Rendra berjalan menuju kelasnya sambil tersenyum.


Dodit yang satu bangku dengannya.heran melihat tingkah sang temannya yang unik ini.Tidak biasanya rendra senyam senyum nggak jelas seperti itu.

__ADS_1


"Dra,elo kesambet ya?"tanya dodit.


"Loe ngomong apa sih,gue nggak papa"elak rendra


"Lha itu ngapa loe senyam senyum sendiri kek gitu.macam orang gila aja"ledek Dodit.


"Nggak...nggak papa"elak rendra meringis.


"eh...dra,kata anak-ansk tadi eli barengan ma anak baru ya?"kepo Dodit heboh.


"iya,"jawab rendra


"loe pedekate ya sama do'i.?"curiga dodit.


"loe ngomong apa sih dit,gue aja baru kenal kemarin karena dia nggak sengaja nabrak gue selain itu udah,gue nggak ada apa-apa sama tu cewek"jelas rendra.


"yakin nggak ada apa-apa?"selidik dodit


"nggak Dodit bin Soemardi.loe nggak usah bikin gosip."sentak rendra kesal


"Iya....iya...percaya tali awas aja loe kalo jadian nggak cerita-cerita sama gue.loe gue end"ancam dodit sambil menjulutkan lidahnya keluar.


"Iddiih siapa loe?"kata rendra sambil tertawa melihat tingkah konyol sang sahabat.


Sepanjang jam pelajaran sekolah,rendra merasa aneh dengan dirinya.seperti ada seseorang yang memanggil namanya untuk datang.radinya dia fikir hanya halusinasi.tapi setelah dia coba berkonsentrasi dengan pikirannya ternyata benar.ada seseorang yang memanggil jiwanya dengan cara tidak wajar.rupanya ada orang yang ingin bermain-main dengannya.Rendra menggeram kesal karena ada yang mengganggunya saat belajar seperti ini.


Dodit yang ada disebelahnya sampai dibuat heran melihat rendra yang seperti marah dan gelisah.tapi tidak berani bertanya karena guru killer didepan bisa-bisa mengeluarkannya dijam pelajarannya.apalagi jika nilai mata pelajarannya sampai terancam gara-gara dia ngobrol saat pelajaran berlangsung.


Satu jam kemudian keadaan berangsur normal.Rendra tidak lagi mendengar panggilan-panggilan yang menyebut namanya.dia menghembuskan nafas lega.


Bel berbunyi tanda jam istirahat.murid-murid disekolah ini memadati kantin.Termasuk rendra dan dodit.Mata rendra melihat sosok cantik dibelakang Amelia yang tengah tersenyum melambaikan tangan padanya.Rendra sabgat risih sebenarnya melihat sosok tersebut.Apalagi sosok itu berpenampilan sangat mencolok hingga membuat sakit mata rendra.Rendra membalas lambaian tangan Amelia.Dodit yang berada disebelahnya menatap isyarat yang mereka lakukan dengan melongo.Tak percaya teman slengekannya ternyata diam-diam menghanyutkan bisa naklukin cewek cantik.Gak habis percaya dodit,ngakunya nggak ada hubungan tapi say hello dimuka umum.Dasar.playboy cap kapak.batin dodit.


Rendra mengajak dodit duduk bersama Amelia.


"Dek,kamu lihat,pesona kakak sudah melunturkan iman rendra.hanya dengan lambaian tangan saja,rendra sudah berjalan kesini.sepertinya mantra dari mbah dukun itu berhasil dek"bisik Amelia ditelinga sang adek.


"Iya kak,teruskan saja sampai berhasil"jawab cintya sambil tersenyum manis.


Tak lama rendra duduk didrpan Amelia dan Cantika.


"Ehm,mel boleh gabung kan?"tanya rendra.


"Boleh kok.duduk saja.ih iya kenalin ini adikku namanya Cantika"kata Amelia mengenalkan sang adik.

__ADS_1


"Oh....hai aku rendra.salam kenal.kenalin juga ini sahabat aku Dodit."ucap rendra sambil mengenalkan sang sahabat.


"Halo cantik,salam kenal"sapa Dodit.


"Iya salam kenal juga"jawab Amelua dan Cintya hampir berbarengan.


Mereka mengobrol sambil menikmati makanan mereka hingga habis.


"Eh,camping besok kalian ikut kan?"tanya Dodit heboh.


"Iya kalo mama ngizinin"jawab Amelia sambil memandang rendra.mengharap rendra membujuknya untuk ikut.


Rendra yang dipandang seperti itu jadi gugup.


"Napa loe dra kok jadi merah gitu muka loe?"tanya Dodit melihat sang sahabat memerah mukanya.


"Hah....nggak kok,gue kepedesan makan ni bakso.kebanyakan kalo ngasih sambel tadi."elak rendra


"ohhhh....kirain....?"ejek Dodit memutus kata-katanya.


"Kirain apa?"nggak usah macem-macem loe"ancam rendra.


"Nggak.aman pak bos."kata dosit sambil mengangkat jari tengah dan jari telunjuk tanda damai.


"Dra,kamu juga ikut camping?"tanya Amelia.


Rendra menganggukkan kepala.


"Semoga,aku juga dibolehin mama untuk ikut."kata Amelia.


"Amiiin"sahut Dodit.


Tak terasa bel berdering tanda istirahat sudah usai.


Rendra dan Amelia berjalan beriringan dengan langkah pelan dan malu-malu.Dodit yang tidak mau mengganggu sahabatnya ngacir duluan masuk kelasnya.begitu juga cintya.dia ingin kakaknya benar-benar bisa menggaet rendra agar secepatnya dendam sang mama dapat terbalaskan.


Kelas amelia yang sudah didepan membuat langkah rendra dan amelia semakin pelan.


"Dra,kira-kira kamu ingin aku ikut campibg pa nggak?"tanya Amelia sambil menatap kedua mata rendra.seakan menyihir rendra.


Rendra hanya mengangguk.karena sebenarnya dia risih sana makhluk dibelakang Amelia bukan sama amelianya.Andai saja amelia tidak memasang susuk mungkin rendra benar-benar jatuh cinta pada gadis cantik ini.sekalipun kedua orang tua mereka musuhan tapi rendra yakin sebenarnya ada penyelesain yang lebih baik daripada permusuhan.lagipula rendra sudah mencari kebenarannya tentang dendam mamanya Amelua yang sebenarnya obsesi mamanya saja terhadap ayahnya rendra.hingga melibatkan kedua putrinya tanpa memikirkan hati kedua putrinya.orang tua yang egois menurut rendra.Demi ambisi rela melakukan apapun termasuk mengorbankan sang buah hati.apalagi dengan cara yang tak lazim.melibatkan makhluk tak kasat mata untuk mencapai ambisinya.Dan lemahnya iman sang anak hanya bisa patuh dengan perintah sang mama.hanya karena bakti sebagai seorang anak.sangat disayangkan menurut rendra.


Setelah mengantar Amelia,rendra menuju kelasnya sendiri karena dilihatnya pak guru sudah memasuki kelasnya.

__ADS_1


__ADS_2