Dendam Tetangga

Dendam Tetangga
Usai Perdebatan


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah perdebatan semalam.untuk pertama kalinya arka dan tasya tidak saling bicara.mereka terap pada egonya masing-masing.tasya dengan keinginannya ingin pindah rumah sementara arka tidak bisa memenuhinya lantaran jarak rumah mertuanya itu sangat jauh dari sekolahan.jika harus bolak balik dia sendiri pasti kecapekan dijalan.belum lagi siap yang aoan mengurus sawahnya disini.tapi tasya tidak pernah mau mengerti.menurut arka lebih baik diam saja daripada semakin memancing emosi.


Pagi ini setelah menyiapkan sarapan untuk sang suami tasya langsung masuk kamar dan tidak keluar kamar.arka menghembuskan nafas pelan.suasana pagi ini membuat moodnya menjadi buruk.bahkan dia jadi malas untuk sarapan.tanpa sarapan arja berangkat untuk mengajar.bahkan dia tidak berpamitan dengan sang istri karena merasa kecewa dengan sang ustri yang tidak memahami kondisinya.


Tasya yang mendengar deru sepeda motor menghilang dihalaman rumah.menangis terisak memandang kepergian sang suami yang tidak menyentuh makanan yang dihidangkan.hatinya sakit.ini pertengkaran pertama mereka setelah 2 bulan menikah.bukan tasya egois tapi dia benar-benar sudah tidak sanggup tinggal disini.tasya bisa gila jika ditekan dengan teror-teror itu.bahkan mentalnya sangat down saat ini.


Tasya mengambil ponselnya dan menghubungi ayahnya agar menjemputnya.sang ayah tidak berkata apa-apa hanya mengiyakan saja.


Tasya duduk termenung dilantai kamar.memikirkan rumah tangganya bersama arka.mengingat pertama kalinya mereka bertemu dan bagaimana awal pernikahan mereka.


Tangisnya semakin keras mengingat itu semua.dan sekarang ketika dicoba dengan permasalahan yang diluar akal dia memustuskan ubtuk menyerah saja.


Cukup lama dia menangisi drama rumah tangganya.tiba-tiba terdengar bunyi mobil masuk kehalaman rumah.


Suara mobil yang dikenalibya.yah,itu mobil ayahnya.rupanya ayahnya sudah menjemputnya.Tasya mengambil tas besar dan memasukkan baju-bajunya kedalam tas tersebut.bukan bermaksud lari tapi tasya benar-benar sudah tidak bisa bertahan dirumah tersebut.


Suara bel berdering membuat tasya menyudahi kegiatannya dalam berkemas.

__ADS_1


Dia melangkah keluar kamaruntuk membuka pintu.setelah pintu terbuka terlihat sosok tegas sang ayah dan ibunya berdiri didepan pintu.


Tasya mencium kedua telapak tangan kedua orang tuanya dengan takzim.


dia mengajak kedua orang tuannya untuk masuk kedalam rumah.mempersilahkan untuk duduk diruang ramu sementara tasya kedapur membuat teh hangat untuk jedua orang tuannya.


Tidak lsma kemudian dia keluar dan nampak membawa 2 cangkir teh dan roti kering.setelah menaruh bawaanya diatas meja.ayahnya menyuruhnya untuk duduk.


"Ada apa nak?apa yang terjadi hingga membuatmu ingin pergi dari sini?apa suamimu menganiayamu?apa suamimu kasar padamu?atau suamimu tak menafkahimu?"tanya ayah


"Benar nak,tidak mungkin kamu meminta jemput jika tidak ada masalah.jujurlah pada kami.kami tidak akan marah."ucap ibu sambil mengelus wajah putrinya yang semakin kurus menurutnya.


"Maksudmu?ada yang mengancamu dengan teror?"tanya ayahnya


"Iya ayah.bahkan lebih dari itu.mereja juga mengirim hal-hal gaib diluar nalar membuatku takut tinggal disini yah"adu tasya


"siapa gerangan mereka ini?"tanya ayahnya lagi


"Ntahlah,kami tidak tahu ayah.selama ini kami bertahan dengan bantuan ustad rizal yang sering bolak balik kemari.tapi setelah keadaan tenang,teror kembali lagi begitu seterusnya.membuat tasya lelah ayah"eluh tasya

__ADS_1


"jamu sudah izin suamimu jika mau kerumah ayah nak?"tanya ibunya


Tasya menggelengkan kepala.dan menunduk.


"Kenapa?kalian bertengkar?"tanya ibunya


tasya menganggukkan kepala pelan.


"Ya Allah gimana ini yah,baru 2 bulan menikah anak kita sudah diuji seperti ini"ucap ibu lemah


Tasya mengenggam tangan ibunya meminta maaf.


"Sudah bu,kita memang tidak tahu apa yang terjadi kedepannya.kita do'akan saja yang terbaik untuk putri kita."jawab bijak ayah


"Tapi alangkah baiknya jika kita menunggu nak arka yah.masak kita mau bawa istrinya diam-diam tanpa pamit.kok kesannya kita tidak bisa jadi orang tua yang bijak yah"sangkal ibu


"Iya benar,kita akan berangkat jika nak arka sudah pulang.dan kamu pamit sama suamimu nak."tutur ayahnya


Tasya hanya diam dan merenungkan kata-kata ayahnya.memang benar kata ibunya alangkah buruknya seorang istri yang men'nggalkan suaminya dikala menghadapi masalah.setidaknya dia akan pamit dengan suaminya secara baik-baik.

__ADS_1


__ADS_2