
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah memantapkan diri dan membuat surat pengunduran dirinya.arka duduk diruang keluarga bersama sang istri.mereka sedang merencanakan masa depan mereka bersama.tiba-tiba terdengar suara dari arah dapur.
Klotak klotak klotak....
Arka dan tasya berjalan mendekat kearah salah satu lemari didapur.suaranya semakin lama semakin keras seperti bunyi ketukan.mereka berdua kebingungan.apa yang ada didalam sana.ketika arka hendak membuka lemari tersebut,tasya menahannya.
"bang jangan bang,tasya takut bang"ucap tasya
"tenang dek.mungkin saja tikus yang masuk kedalam situ."ujar arka menenangkan sang istri
Belum sempat arka membuka lemari tersebut tiba-tiba lemari tersebut terbuka sendiri.arka dan tasya sangat kaget hingga terjingkat.arka mendekat kearah lemari tersebut dan melihat kedalamnya tidak ada apa-apa.hanya ada beberapa piring dan gelas.Aneh.lalu suara apa tadi?pertanyaan itu hanya mampu ditanyakan tapi tak mampu dijawab baik arka maupun tasya.
Tak mau ambil pusing,arka mengajak tasya kembali keruang keluarga.
Namun,baru melangkah beberapa langkah terdengar pintu belakang digedor dengan sangat keras.
Tasya dan arka dibuat terkejut untuk kedua kalinya.karena kesal arka memutuskan untuk cuek dan tetap pergi keruang keluarga.tapi karena tasya sudah mengantuk jadi mereka pergi kekamar untuk beristirahat.
Saat sudah masuk kamar terdengar kran air dikamar mandi terbuka.
Baik arka maupun tasya berfikir mungkinkah mereka lupa tak mematikannya.arka masuk kedalam kamar mandi dan melihat kran air yang masih tertutup.lalu tadi suara kran darimana.ditengah kebingungannya tasya menepuk bahunya pelan.
"Nggak ada apa-apa.ayo tidur"ajak arka.tak ingin istrinya ketakutan arka memilih diam tidak menceritakan keanehan tersebut.
Setelah memasuki kamar,tasya bertanya.
__ADS_1
"bang,abang nggak bohong tentang tadi?"tanya tasya
"bohong apa?"tanya arka balik
"Itu tadi suara yang didapur"jawab tasya karena masih penasaran
"sudahlah dek,lupakan semuanya ya.besok abang harus berangkat pagi-pagi buat anter pengunduran diri.setelah itu sorenya kita langsung pulang kerumah bapak sama ibu.jadi selama abang disekolah,adek persiapkan saja semua barang-batang kita ya.kalau ada barang yang tidak perlu dibawa mending kasihkan sama tetangga dek daripada disini nggak terawat.
"iya bang"jawab tasya patuh
"sudah, ayo kita tidur biar besok nggak kesiangan"kata arka dambil menyelimuti tubuhnya.
Sebenarnya malam itu malam yang panjang menurut arka dan tasya karena malam itu ada saja yang mengusik tidurnya tapi arka dan tasya berpura-pura cuek dan mengabaikannya.hingga pagipun menjelang.
Pagi-pagi sekali arka sudah rapi dan berangkat kesekolah.sementara tasya sibuk memasukkan semua bajunya dan baju suaminya kedalam koper.serta memilah barang yang perlu dibawa dan tidak.kebetulan teman arka yang bernama edi mau mengantarkan kedua pasangan ini kerumah orang tuanya.tadi malam arka sudah membuat janji untuk menyewa mobil untuk kepindahannya ini.dan rencananya nanti sepulang dari sekolah arka akan mengunjungi ketua RT setempat untuk beroamitan sekaligus dengan tetangga sekitar.
Sesampainya arka disekolah,dia disambut edi yang ternyata sudah datang lebih dulu.
"Aku hari ini nggak ada jadwal ngajar,cuma mau ngurus berkas kepindahan sana surat pengunduran diri saja"jawab arka
"kamu yakin ka,mau keluar.terus kamu kerja apa habis ini?"tanya edi
"aku bisa bantu bapak dikampung untuk mengelola peternakan dan sawah disana.ngomong-ngomong soal sawah,aku mau kamu rawat sawahku yang disini.kita bagi hasil.bagaimana?kamu mau?"tanya arka menawarkan
"boleh,memang kamu sudah mulai nanam padinya?"tanya edi
"Belum,kalau kamu mau pake saja dulu,nanti kalau mau bayar sewa tanahnya bisa kalau pas panen.kebetulan aku masih punya pegangan kok buat biaya hidup aku sana tasya"jawab arka
__ADS_1
"makasih ya ka.seneng deh punya temen kaya kamu.tapi sayang kira harus berpisah lagi setelah ini.",kata edi lesuh
"jika Tuhan berkenan,pasti kita bertemu lagi ed,ya sudah aku mau kekantor kepala sekolah nyerahin surat ini dulu"pamit arka
"iya,hati-hati jangan mau dikasih makanan atauinuman jika disuguhi ka,siapa tau ada peletnya"goda edi
"siap bos"jawab arka dambil mengacungkan dua jempolnya
Arka meneruskan langkahnya menuju keruang kepala sekolah.Diperjalanan dia berpapasan dengan pak abdul yang tertunduk saat bertemu denganya.arka merasa ini iesempatannya untuk menginterogasi pak abdul.tiba-tiba atka menyeret pak abdul masuk kedalam ruang osis yang berada didekatnya.arka mengunci pintu sementara pak abdul merasa sangat ketakutan.
"Ada apa ini pak arka?kenapa saya diseret kesini?dan afa perlu apa pak atka dengan saya?"tanya pak abdul bertubi-tubi
"saya mau kejujuran pak abdul"jawab arka singkat
"kejujuran?kejujuran masalah apa pak?"tanya pak abdul
"Apa bapak yang sudah sering mengirim makanan kerumah saya sebelum saya sakit?"tanya arka
"bu....bu...kan...pak"jawab pak abdul terbata-bata
"jangan bohong pak saya ada cctv yang merekam kegiayan bapak.jadi bapak tidak bisa mengelak.atau bukti ini saya bawa kekantor polisi"
Pak abdul semakin panik akhirnya menyerah.pak abdul bersimpuh dibawa kaki arka.
"A...ampun pak atka saya tidak berniat menyelakai pak arka,saya hanya disuruh bu meli pak.sumpah tidak ada niat untuk menyakiti pak arka dan istri.saya hanya dibayar bu meli.bu meli juga mengancam akan memecat dan menyakiti keluarga saya jika saya tidak mematuhi perintahnya"jawab pak abdul
Dahi arka berkenyit.apa maksud pak abdul,berarti bukan hanya mengirim makanan saja yang dilakukan pak abdul ada hal lain lahi yang diperbuatnya kalu begitu.
__ADS_1
Arka tifak ingin kehilangsn kesempatan.dia mulai menyalakan perekam suata diponselnya dan dimasukkannya kedalam saku celananya agar pak abdul tidak sadar jika sedang direkam suaranya.ini bisa jadi bukti jika surat pengunduran dirinya nanti tifak disetujui oleh bu meli.dia akan memanfaatkan rekaman ini untuk mengancam bu meli.
"jadi sekarang ceritakan secara detail apa saja yang diperibtahkan bu meli pada pak abdul untuk mencelakai saya dan istri saya."pinta arka tenang.walaupun hatinya sebenarnya ingin sekali meninju pria tua dihadapannya ini.tapi karena rasa iba dan kasihan masih mendominasi,arka hanya mampu menghela nafas panjang dan mengumpat didalam hati.sebenarnya bisa saja dia melaporkan perbuatan pak abdul dan bu meli tapi dia masih menahannya.jika nanti bu meli tidak mengelak dari tuduhan dia tidak akan memperpanjang masalah ini.toh,dia juga akan segera pindah dari sini.tapi jika bu meli mengelak,terpaksa dia harus melaporkan jejahatan bu meli kepada pihak yang berwajib.