Dendam Tetangga

Dendam Tetangga
Sembuh


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dirumah sakit


Tasya yang tertidur terbangun saat mendengar lenguhan dari sang suami.Arka tiba-tiba menggigil kedinginan.Tasya berlari memanggil dokter dan dokter segera memeriksa kondisi arka.Menurut dokter arka tidak mengalami sakit apapun.dilihat dari foto Rongent dan rekam medisnya tidak ada penyakit yang menakutkan.tapi jenapa kondisinya semakin melemah.apalagi tadi arka sempat kejang untung tasya segera memanggil dokter.Akhirnya dokter menyarankan untuk membawa arka kerumah orang pintar.Tasya yang masih bingung dengan maksud dokter menghubungi ustad rizal.kebetulan setelahemutuskan meninggalkan rumah,tasya belum bertemu sama sekali dengan beliau.padahal dulu jika ada sesuatu yang terjadi dengan mereka pasti arka akan memanggil ustad rizal.beruntung sebelum kerumah sakit,tasya membawa ponsel arka.dia segera mencari kontak nomer ustad rizal dan menghubunginya.


Terdengar dering dan telfon diankat dari arah seberang.


"Assalamualaikum"sapa seseorang disana.


"Wa'alaikum salam.benar dengan ustad rizal?"tanya tasya


"Iya benar,dengan siapa saya berbicara?"tanya balik dari sesorang yang ternyata ustad rizal sendiri


"Ini tasya ustad,maaf mengganggu.bisakah ustad datang kerumah sakit PELITA sekarang?saya membutuhkan bantuan ustad?"tanya tasya


"Oh....iya bisa.saya akan segera kesana.tapi kalau boleh tahu siapa uang sakit.apakah arka?"tanya ustad rizal


"Iya ustad.suami saya sedang butuh pertolongan ustad."jawab tasya


"Baiklah,tunghu sebentar saya akan segera berangkat kesana."jawab ustad rizal


Tasya menutup panggilan.Dan meraih telapak tangan arka yang sangat dingin.dia merapatkan selimut agar suaminya tidak kedinginan.


Kata dokter,arka sudah diberikan obat tidur jadi beberapa waktu yang akan datang dia akan tertidur.sambil menunggu ustad rizal,tasya pergi kekantin setelah sebelumnya menitipkan suaminya pada suster perawat yang sedang berjaga dipos.tasya membeli minum,dan makanan untuknya.juga membeli peralatan mandi untuk membersihkan tubuh sang suami.


Setelah itu dia kembali keruang perawatan arka.ketika membuka pintu ternyata ustad rizal sudah datang beserta istrinya.tasya mengucapkan salam menyapa mereka.


"Assamualaikum"sapa tasya


"Wa'alaikum salam.dari mana mbak tasya?"tanya ustad rizal


"Saya dari kantin membeli peralatan mandi pak ustad.pak ustad sendiri sudah dari tadi?"tanya tasya

__ADS_1


"Baru saja.maaf saya langsung masuk tadi setelah mendapatkan informasi dimana ruangan mas arka dirawat"terang ustad rizal


"Tidak masalah ustad.mari silahkan duduk"ajak tasya


Tasya menceritakan kondisi arka juga penyakit yang membuat arka sakit.ustad rizal menhela nafas panjang seperti sedang berfikir.


"Sepertinya mas arka ini mengalami sakit kiriman dari sesorang mbak"kata ustad rizal.


"Iya,menurut dokter juga begitu.lalu apa yang harus saya lakukan ustad agar bang arka bisa sembuh seperti sedia kala"?"tanya tasya


"Saya akan coba untuk membacakan ayat-ayat suci,semoga mas arka secepatnya bisa pulih"jawab ustad rizal


"oh iya ustad,selama saya tidak dirumah,apa ustad rizal tidak pernah mengunjungi suami saya kerumah?"tanya tasya


"Kebetula saua baru saja dari kampung istri saya dan baru kembali kesini seminggu yang lalu.jadi saya benar-benar tidak tahu apa yang sudah terjadi pada mas arka"jawab ustad rizal


"oh....begitu pantas saja bang arka sampai seperti ini.jadi kapan ustad mau mengobati suami saya?"tanya tasya


"Sekarang juga bisa mbak"jawab singkat ustad rizal


Lantunan ayat suci AlWur'an mulai dibacakan ustad rizal,tubuh arka tiba-tiba saja seperti kejang.tapi uatad rizal tetap meneruskan kegiatannya tanpa terpengaruh sedikitpun.angin mulai berhembus kencang. keringat mulai membasahi tubuh arka yang terus menggigil kedinginan.tasya sendiri ikut membaca surat-surat pendek yang doa mengerti.setelah setengah jam kemudian terdengar suara arka yang berteriak kesakitan.


"Ahh...."


Terlihat arka bangun dengan terengah-engah seperti mimpi buruk.Dan anehnya wajahnya sudah tak sepucat tadi.dia terlihat lebih segar.tasya mendekati sang suami.ustad rizal juga ikut menghentikan kegiatannya dan mendekat kearah arka.


"Bang...bang arka sudah sadar?"tanya tasya kegirangan


"Apa yang terjadi dek.kamu kapan pulang dek?kok abang tak tahu?dan dimana ini?"kok tangan abang diinfus begini?"tanya arka kebingungan.


Tasya menceritak darinawal kedatangannya hingga hadirnya ustad rizal disana sekarang ini.arka terlihat termenung mendengar cerita istrinya.


"Sebenarnya apa yang terjadi pada abang selama sebulan ini.?"tanya tasya

__ADS_1


"Seminggu setelah adek pergi semuanya baik-baik saja,setelah itu banyak kejadian aneh dirumah kita tapi abang mengabaikanya.selama dua minggu berturut-turut tiba-tiba setiap hari ada seorang kurir mengantar makanan kerumah.setiap abang tanya sang kurir hanya bilang dari sesorang.tadinya abang pikir kamu yang mengirimnya jadi tanpa curiga abang makan.tapi setelah memakan makanan itu tubuh abang jadi sering sakit.hingga seminggu ini abang benar-benar tidak berdaya dan hanya bisa diatas ranjang saja.bahkan untuk mengangkat badan abang sendiri saja abang tidak mampu dek."terang arka menceritakan awal mulanya dia bisa sakit.


"kamu sedang mengalami guna-guna ka."jawab ustad rizal yang sedari diam mendengarkan.


"Tapi beruntung sepertinya ada orang lain yang ikut membantu dari arah lain.saya tisak tahu siapa.hingga mempermudah saya untuk melepaskan guna-guna didalam tubuhmu."jelas ustad rizal


"Terima kasih ustad sudah mau datang kesini"ucap tasya


"Sama-sama,saya hanya membantu sebisanya"jawab ustad rizal


"tapi tetap saja kedatangan ustad bisa sedikit membantu menyembuhkan suami saya."kata tasya


"Ya...ya ...baiklah terserah anda saja.kalau begitu saya pamit dulu karena hari sudah siang.mas arka semoga cepat sembuh dan secepatnya bisa pulang kerumah lagi.."pamit ustad rizal


"Iya baik ustad,sekali lagi terima kasih."jawab tasya.


Arka ikut menjabat tangan ustad rizal sebagai tanda terima kasih.


Tak lama setelah kepergian uatad rizal dan istrinya terdengar suara ponsel tasya berdering.nama ayahnya tertulis disana sedang memanggil.tasya mengangkat panggilan tersebut.setelah panggilan tersebut ditutup.tasya ikut duduk disamping sang suami.


"Siapa dek?"


"Ayah bang,beliau bilang mau mengadakan pengajian dirumah kita nanti malam.aku iyakan saja untuk mengusir hawa negatif dirumah kita bang.nggak papa kan ?"jawab tasya enteng


"iya nggak papa terserah ayah dan ibu saja.oh iya,abang ingin makan dek.abang lapar"kata arka


"ya sudah sini aku bantu duduk dulu.abang makan sebdiei apa disuapi?"tanya tasya


"Abang sudah merasa sehat kok dek.abang makan senduri saja.adek pasti capek nungguin abang sedari tadi.adek istirahat saja"kata arka sambil duduk


"nggak kok bang.tasya temenin abang aja makan ya?"tawar tasya


"Iya terserah adek saja."kata arka tersenyum lembut

__ADS_1


Setelah itu arka makan.melihat arka yang makan dengan lahap seperti sudah lama tidak makan membuat tasya merasa bersalah sudah meninggalkan suaminya hidup sendiri.dalam hati dia berjanji tidak akan pernah meninggalkan suaminya lagi dalam keadaan apapun.


__ADS_2