Dendam Tetangga

Dendam Tetangga
Makan Malam


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tasya menggeliat bangun saat arka menutup pintu dengan pelan.


"Abang darimana?"tanya tasya


"Abang dari depan ,mengantar ustad rizal pulang"jawab arka


"Ustad rizal dari sini bang?"tanya tasya


"Iya dek,cuma sebentar"jawab arka singkat


"Kok nggak bangunin aku,kan gak enak ada tamu aku malah tidur."kata tasya


"Nggak papa,beliau cuma mampir kok"kata arka menutupi tujuan kedatangan ustad rizal.dia bahkan tidak menceritakan tentang tanah kuburan itu karena takut sang istri semakin ketakutan.


"Gimana keadaanmu dek.sudah enakkan badannya?"tanya arka mengalihkan pembicaraan


"Alhamdulilah sudah nggak pusing bang"Jawab tasya


"Abang mandi dulu sudah sore.belum sholat asar."kata arka


"Aku juga mau mandi bang,abang mandi dibawah aja ya.kita sholat jama'ah"kata tasya


"Ya udah,agak cepat ya sudah mau habis waktunya"kata arka sambil keluar kamar

__ADS_1


Tasya beranjak dari ranjang dan segera mandi.


malam harinya


Tasya sedang menyiapkan makan malam diruang makan.arka sendiri sedang menonton pertandingan bola diruang tengah.


Setelah selesai menata hidangan tasya memanggil sang suami.


"Bang,ayo makan dulu.ini sudah selesai"panggil tasya


"Iya dek"jawab arka sambil berjalan mendekati sang istri.


Arka duduk disamping tasya yang sudah menunggunya.tiba-tiba bau tak sedap tercium.


"Nggak tau bang,dari tadi nggak bau apa-apa kok sekarang bau ya"kata tasya heran


Makanan yang dihidangkan tasya tadi berubah menjadi menjijikan.mie gorang berubah menjadi belatung.dan ayam goreng berubah menjadi bulatan -bulatan mata.arka yang melihatnya langsung muntah-muntah.tasya heran hanya mengikuti sang suami yang sudah mengeluarka isi perutnya diwestafel.


"Abang kenapa?"tanya tasya


"Dek,buang semua makanan itu dek.kamu masak apa itu kok menjijikan."gumam arka lemas bersandar pada tembok


"Masak apa,kan cuma mie sama ayam goreng bang.terus masalahnya dimana?"jawab tasya yang kebingungan dengan sikap suaminya


"Itu bukan mie tapi belatung dek.kamu mau bunuh avang ngasih abang makan sama belatung?"bentak arka

__ADS_1


"Ih...abang jahat.kok abang bentak-bentak tasya.lagian siapa yang mau bunuh abang.jelas-jelas itu mie goreng bukan belatung.abang halusinasi ya?ato abang lagi sakit jadi ngomongnya ngaco"gerutu tasya


Arka mencerna kata-kata tasya.sepertinya dia diganggu lagi.akhirnya dia mengalah karena melihat istrinya yang merajuk karena bentakannya tadi.


"Maafin abang dek.abang nggak niat bentak kamu.tapi tadi yang abang lihat nggak seperti yang kamu katakan"ucap jujur arka


"maksud abang apa?"tanya tasya


"Tadi yang abang lihat diatas meja itu belatung sama bola mata manusia.makanya abang langsung mual"jawab arka


"Bang,kayaknya kita pindah aja deh.aku takut bang tinggal disini"bujuk tasya


"Mau pindah kemana dek.ini rumah kita"jawab arka


"ya kita pindah kemana gitu.atau kerumah ayah saja ya.aku bener-bener nggak nyaman setiap hari diteror terus bang"isak tasya


"nggak bisa dek.jarak rumah ayah sama sekolah terlalu jauh dek.bisa capek dijalan abang dek"terang arka


"Terus gimana dong.masa setiap hari kita dilanda ketakutan terus menerus.bisa gila kita bang"kata tasya lemah


"Ya kita harus bertahan.Allah pasti melindungi kita dek.kita harus lebih bersabar."bujuk arka


"Terserah abang saja.aku mau tidur.capek ngomong sama abang"ketus tasya yang merajuk karena keinginannya tidak dituruti.


Arka hanya menghembuskan nafas kasar dan meraup wajahnya .bingung tak tahu harus apa menghadapi teror-teror tersebut.semakin hari semakin menjadi-jadi saja.dia lebih memilih disakiti secara fisik daripada ditekan secara mental seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2