
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kang sayur berteriak memanggil para pelanggannya.Tasya yang sedang asyik menonton drakor segera beranjak dari duduknya dan keluar.Dia menghampiri ibu-ibu didepan yang sedang memilih sayur.
"Mau masak apa mbak Tasya?"tanya bu Tini
"Mau masak udang krispi sama sayur asem bu"jawab Tasya
"Kebetulan Neng,udangnya masih tinggal sebungkus"sahut kang sayur
"Iya Kang,saya ambil ya tolong dibungkus"jawab Tasya menimpali
"Ngomong-ngomong kok nggak lihat bu Siti yah?"tanya bu Ani
"Iya- ya biasanya paling duluan kalo belanja"kata bu Tini
__ADS_1
"Mungkin lagi keluar atau sudah punya persediaan bu"sahut Tasya
"Tapi akhir-akhir ini sikapnya jadi aneh deh"cetus bu Ani
"Aneh gimana bu?"tanya Andini
"Yah,anaknya si sekar itu kan baru pulang dari pondok tapi nggak pernah keluar.Sudah gitu kadang dirumahnya bau kemenyan"jawab bu Ani
Rumah bu Ani dan bu Siti memang berdekatan.jadi jika ada sesuatu pasti saja sebagai tetangga dekat bu Ani lebih tau.sedang jarak rumah bu Siti dan Tasya berjarak 2 rumah saja.
"Jangan ngomong sembarangan.jatuhnya fitnah"celutuk Andini
"Mungkin saja orang lain,misal orang baru.setau kita semua dari dulu nggak ada tuh yang kaya gitu.tapi sejak ada orang baru disini jadi ada hal-hal aneh."serobot Andini
"Mbak,nuduh saya?"tanya Tasya dengan melihat kearah Andini
__ADS_1
"Idih PD banget,merasa nih kalo bau-bau orang ngilmu,jangan-jangan Mas Arka juga kamu pelet makanya mas Arka mau sama situ"ketus Andini
"Mbak,kalo ngomong jangan gitu ya,jangan buat kesabaran saya habis ya,sedari kemarin mbak terus menghina saya,apa masalah mbak sama saya sebenernya?mbak nggak terima kalau Bang arka memilih saya.asal mbak tau ya,hati nggak bisa dibohongi kalau bang arka nggak suka sama mbak juga nggak bisa dipaksakan mbak.harusnya mbak bisa menerima kenyataan itu bukan malah nyalahin saya terus."kata Tasya mengungkapkan perasaannya.
"Alah,gimana Bang arka bisa milihi saya kalau kamu curang pake pelet."Bantah Andini
"Astagfirulloh,ampuni aku ya Allah.kenapa ada yang bisa berfikir sejahat itu padaku ya Rob!"tangis Tasya pecah mendengar tuduhan tersebut.
"Sudah-sudah kenapa jadi bertengkar sih.ini lagi Andini sudah dibilang lupain mas Arka masih banyak cowok lainnya.lagian dia sudah milih mbak tasya,yang ikhlas jangan bicara buryl terus ntar kena sendiri loh"lerai bu Ani
"Saya kan bicara kenyataan bu?"elak Andini
"Nggak ada bukti jadi jangan menggiring opini yang membuat orang lain jadi membenci seseorang,"nasehat bu Tini
"Kalian memang sudah dihasut sama pelakor ini"ucap Andini sambil pergi meninggalkan tempat tersebut
__ADS_1
"Benar-benar susah dibilangi.ya gitu kalo sudah cinta mati,apa- apa yang menurut dia benar ya tidak bisa digugat pokoknya.yang sabar ya,jangan terpancing emosi.Andini memang seperti itu orangnya"hibur bu Tini pada tasya
Tasya menganggukkan kepala sambil menghela nafas pelan.Hampir saha dia emosi menghadapi ucapan Andini yang terus-terusan memojokkannya .Tapi sebenarnya ada hal lain yang difikirkannya saat ini.tentang ucapan bu Ani mengenai bu Siti.tadi pagi saat melihat seseorang dibelakang rumahnya sepertinya tasya mengenal orang tersebut.Tapi dia takut timbul fitnah jadi dia diam saja tidak bercerita pada sang suami.melihat bentuk tubuhnya seperti bu Siti tapi apa yang dilakukan bu Siti dirumahnya sepagi itu.kalaupun bertamu kenapa saat tasya memanggil dia malah berlari?tasya bingung dengan keadaan ini.kalau biasanya dia hanya berfikir Andini yang sudah menerornya sekarang dia juga berfikir bu siti pelakunya.tasya akan menceritakan hal ini pada sang suami.karena ustad Rizal tidak menyebutkan nama siapa yang sudah mengirim teror padanya hanya memberi sedikit petunjuk saja.