
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sepanjang perjalanan tidak ada yang berbicara sama sekali.Rendra hanya menatap gusar jalanan dengan raut wajah penuh kekhawatiran.Sementara Amelia menunduk tak berani menatap Rendra karena merasa bersalah.Riana jangan tanya lagi.Tiada hentinya dia menangis hingga matanya sembab.Tapi Amelia bahkan tidak berani menegurnya karena takut disalahkan atas kejadian yang menimpa ayah mereka.
Dua jam perjalanan mereka isi hanya dengan keheningan.Bapak guru yang menjadi sopir hanya sesekali bertanya pada Rendra dan hanya dijawab gelengan serta anggukan dari Rendra.Ntahlah,hatinya sedang tidak ingin bercanda memikirkan nasib malang sang ayah.
Setelah melewati perjalanan panjang.Mereka akhirnya sampai dikota.Mobil yang dikendarai langsung menuju kerumah sakit dimana Arka dirawat.Sampai dirumah sakit mereka segera bertanya pada bagian informasi.setelah mendapatkan ruangan tempat ayahnya dirawat,Rendra lanhsung mencari.Dibukanya pintu dengan tergesa-gesa setelah melihat nama ruangan tempat ayahnya dirawat.
"Bunda,"panggilnya lirih menatap sang bunda.
"Rendra"sahut bunda Tasya.
Bunda Tasya memeluk putranya itu.Diiringi Riana yang sudah sembab karena terlalu banyak menangis.Amelia ikut masuk kedalam ruangan itu dengan hanya menatap tanpa berani menyapa.Suara tangisan satu keluarga kecil itu membuat nyalinya ciut untuk mendekat.Rasa bersalah akibat perbuatan ibunya semakin membuat dia rendah diri dihadapan Rendra dan keluarganya.Mau menyalahkan mamanya juga percuma.Tapi untuk meminta maaf dia juga takut.
Bunda Tasya yang menyadari keberadaan Amelia pun mengurai pelukannya.
"Siapa dia nak?"tanya bunda Tasya.
"Putrinya tante Sekar ma,Amelia"jawab Rendra jujur
Syok dan kaget sudah pasti.Tapi Tasya bukan pribadi yang mendendam putri dari musuhnya.Mereka bahkan tidak ada sangkut pautnya itu menurutnya.Tidak tahu saja apa yang sudah dilakukan putri musuhnya itu untuk menjebak putranya.Walaupun sekarang tujuan itu sudah diganti dengan perasaan tulus Amelia setelah mendengarkan kebenaran tentang ibunya.
Bunda Tasya menyuruh Amelia untuk mendekat padanya.
__ADS_1
Sedikit takut jika bunda Tasya akan membalas perbuatan mamanya pada dirinya membuat ragu Amelia dalam melangkah.Langkahnya sangat berat menuju tempat dimana Tasya berada.Walaupun sebenarnya jarak mereka tidaklah terlalu jauh.
Rendra yang melihat itu berinisiatif mendekatkan Amelia dengan ibunya.
Dia mendekati Amelia dan menggenggam tangannya menuju bunda dan adiknya.
"kenalin bunda,ini Amelia"katanya mengenalkan.
Amelia menyodorkan tangannya untuk mencium punggung tangan orang yang sudah disakiti oleh mamanya.memang benar kata Rendra,sosok hangat Tasya sangat berbanding terbalik dengan yang diceritakan mamanya.ini artinya,mamanya benar-benar sudah memutar balikkan fakta,dan bodohnya dia percaya begitu saja.
Bunda Tasya menerima uluran tangan Amelia dengan senyum tulus.
"Bagaimana keadaan ayah bunda?"tanya Rendra mengalihkan perhatian agar Amelia dan Bundanya tidak merasa canggung.
",Alhamdulilah,syukurlah jika kondisi ayah tidak terlalu parah.Tapi sebenarnya apa yang terjadi bunda?kok ayah bisa jatuh dari lantai atas rumah tante Sekar?Dan apa yang ayah juga bunda lakukan disana?bukannya tadi katanya ayah sama bunda mau kerumah kakek dan nenek?"tanya Rendra.
Bunda Tasya sedikit melirik Amelia takut jika menyinggung perasan amelia.Tapi suara Amelia membuatnya lega.
"Nggak pa-pa tante ceritakan saja tanpa harus ada yang ditutupi lagi.jangan membuat Amelia semakin merasa rendah dihadapan keluarga tante.saya siap menggantikan hukuman mama saya jika diperlukan untuk menebus kesalahan mama saya",ujar Amelia
"Kamu ini ngomong apa sih nak,urusan orang dewasa biarlah menjadi urusan orang dewasa.kalian urus saja masalah kalian sendiri.Dan jangan merasa bersalah,karena semua yang terjadi itu takdir dari Tuhan bukan salah kamu maupun mamamu.jadi berhenti menyalahkan diri sendiri."tutur bunda Tasya
Amelia menarik nafas.ntah terbuat dari apa hati bundanya Rendra.kenapa mamanya tidak punya hati selembut tante Tasya.batin Amelia.
__ADS_1
"Boleh Amel peluk tante?",pinta Amelia
bunda tasya merentangkan tangannya dan merengkuh tubuh Amelia.
"Maaf....maafin mama sekar sudah membuat Om Arka celaka Tante.Amel merasa malu menjadi putrinya.Rasanya Amel tidak punya lagi muka walau hanya menatap wajah tante sekeluarga.maafin mama Amel,maafin amel juga sudah pernah berfikir untuk menyakiti keluarga tante."isak tangis Amelia
"Sudahlah kita lupakan semuanya ya,jangan pernah merasa berkecil hati.Tante sudah memaafkan semua perbuatan mamamu."Hibur Tasya.
Rendra merasa lega bundanya tidak marah pada Amelua justru merangkul amelia agar melupakan semuannya.sekarang dia yakin dengan perasaannya.jika dia akan memperjuangkan Amelia.melihat bundanya bisa menerima Amelia rasanya kegundahan hatinya sirna.Tinggal mengurus masalah mamanya Amelia.Bolehkah dia jadi orang yang jahat.ingin sekali dia memenjarakan tante sekar agar jera.Tapi dia butuh izin Amelia.
"Ada apa ndra?"tanya bunda tasya,
"Ehm,bunda boleh tidak Rendra melaporkan kejadian ini kepihak berwajib.Rendra hanya ingin memberi pelajaran kecil untuk tante sekar agar jera.Selama ini kan kita diam saja menerima semuanya,sekarang untuk membuatnya jera kita harus melakukan sesuatu bunda,"usul Rendra.
"Bunda sih terserah kamu,tapi Amel?ucap bunda tasya ragu
"Tante tenang saja,aku dukung Rendra.buatlah mamaku jera dan tidak akan mengulanginya lagi.biarkan dia merenungi kesalahannya agar dia bisa berubah jadi lebih baik lagi dra,aku setuju dengan usulmu itu.aku ikhlas dra asal mama berubah lebih baik",jawab Amelia
"Baiklah kamu mau aku antar pulang sekarang?aku akan membuat laporannya kekantor polisi",tawar rendra
"Boleh aku ikut ndra?"tanya Amelia
"Baiklah terserah kamu saja"jawab rendra.
__ADS_1
Rendra dan amelia pamit untuk mengurus masalah ini.amelia ingin memberikan pelajaran berharga agar mamanya itu insyaf.Bukan berarti dia durhaka.Tapi ini juha demi kebaikan mamanua sendiri.