Dendam Tetangga

Dendam Tetangga
Bola Api


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Karena hari sudah semakin sore mereka memutuskan mengakhiri perbincangan tersebut.mereka sholat magrib berjama'ah dan makan malam bersama.arka tadi sudah menghubungi ustad rizal agar datang kerumahnya.dia ingin berterima kasih sekaligus membicarakan tentang masalah yang dibahas tadi pada ustad rizal.


Setelah makan malam mereka semua duduk diruang tengah sambil bercengkerama menunghu kedatanhan ustad rizal.sementara kedua ibu-ibu ditambah tasya sedang asyik membuat kue didapur.


Tidak lama kemudian bel berbunyi tanda ada yang datang.


Pak maman membuka pintu depan dan mempersilahkan tamu tersebut masuk.


ustad rizal masuk kedalam diiringi pak maman dari belakang.


Untuk pertama kalinya ustad rizal merasa nyaman masuk kedalam rumah arka.karena sebelum -sebelumnya hawa dirumah ini dirasa panas hingga membuatnya tidak betah berlama-lama berada disana.tapi hari ini suasananya benar-benar sangat berbeda.lebih sejuk,lebih adem dan energinya mengandung energi positif.


Arka menyambut dan menyalami ustad rizal.juga mengenalkan pada kedua orang tuanya juga pak maman.arka memanggil tasya agar membuat minuman untuk ustad rizal.


"Alhamdulilah rumah ini lebih enak dipandang mata ya ka"kata ustad rizal


"Iya ustad,justru ini yang ingin saya bicarakan ustad.kemarin pak mamsn dan ayah mertua menemukan benda-benfa tak lazim disekitar rumah saya.dan mereka membakarnya.setelah itu saya tiba-tiba langsung pulih.apa menurut ustad kepulihan saya itu ada kaitannya dengan benda-benfa tak lazim tersebut.bahkan sebelum sakit saya sering mendapat kiriman makanan yang ntah siapa pengirimnya.pikir sata dari pada dibuang ya saya makan saja.tapi pelan-pelan tubuh saya sering mengalami kesalitan tanpa jelas ustad.jadi bagaimana menurut ustad?"tanya arka memulai perbincangan


"Iya,sepertinya ini saling berkaitan ka.kemarin kan sudah saya bilang sebelumnya akan ada kiriman yang lebih jahat dari sekedar teror-terir yang sebelumnya kamu terima.sekarang terjawab sudah bukan makna dari kata-kata saya.tapi berterima kasihlah pada pak maman yang sudah memusnakan benda-benda tersebut"terang ustad rizal


"Saya hanya membantu ustad."kaya pak maman


"menurut pengelihatan saya,bapak ini orang yang pintar dan mampu.bahkan mubgkin saya harus banyak belajar kepada bapak."kata ustad rizal


"Pak ustad bisa saja.ilmu ustad lebih unggul dari saya"sela pak maman


"Yah baiklah,kalian sama-sama tang terbaik"putus arka menengahi perdebatan tersebut.


Ustad rizal dan pak maman tersenyum simpul mengingat kekonyolan mereka berdua.


"Lalu sekarang apa yang harus kita lakukan ustad"tanya pak hendri.


"kita tunggu saja,sepertinya orang yang mengirim guna-guna tersebut sudah tahu jika arka sudah sembuh.orang ini berkedok baik didepan kita tapi sebenarnya menyimpan niat jahat pada arka.benar bukan yang saya katakan ini pak maman?"tanya usyad rizal

__ADS_1


"iya benar ustad"jawab pak maman


"Baiklah sepertinya kita harus bersabar untuk menangkap pelaku yang sebenarnya."kata pak bandi


"iya betul pak"jawab ustad rizal


Mereka melanjutkan perbincangan.terutama ustad rizal dan pak maman.mereka seperti sahabat karib yang baru saja dipertemukan..


Karena hari sudah malam,ustad rizal pamit pulang.dan berjanji kapan-kapan akan berkunjung lagi kerumah arka.


malam ini terasa sangat dingin.angin berhembus sangat kencang setelah kepergisn ustad rizal.ranying-ranting pohon mangga didepan rumah banyak yang berjatuhan.


Pak maman merasakan ada hawa lain yang menitari rumah ini.tapi brliau tetap fokus melanjutkan mbaca dzikirnya.tiba-tiba saja terdengar teriakan dari luar kamar ysng ditempatinya.suara bu narti yang menjerit karena melihat bola-bola api mengitari rumah tersebut.sontak tasya dan arka serta semua penghuni rumah tersebut berkumpul diruang tengah.pak maman ikut berlari dan keluar untuk melihat bola-bola api tersebut.sepertinya ada yang ingin mengirim santet.ini keterlaluan menurut pak maman.


Pak maman terus membaca do'a-do'a untuk menghalau bola-bola api tersebut mengenai salah satu dari penghuni rumah.sementara para perempuan semakin menjerit ketakutan.


bola-bola api tersebut tiba-tiba saja kembali setelah pak mamsn berhasil mengusirnya.


Para penghuni rumah tersebut sangat syok dan memutuskan untuk tidur diruang tengah bersama-sama dan menggelar tikar.mereka takut akan ada bahaya lagi yang mengancam seperti tadi.ternyata ini yang dirasakan tasya dan arka hingga membuatnya tidak ingin tinggal disana.kedua orang tua tersebut sangat paham apa yang dialami tasya hingga membuatnya trauma.


Keesokan harinya,rumah arka kedatangan guru-guru sesama pengajar.mereka mau menjenguk arka yang dikabarkan sedang sakit.


Arka dan tasya menyambut mereka semua dengan baik.apalagi ibu kepala sekolah juga ikut hadir.tasya baru tau ternyata kepala sekolah tempat arka mengajar adalah seorang perempuan muda bahkan berstatus masih gadis.bahkan didepan tasya tanpa ragu ibu kepala sekolah duduk didekat arka dan menunjukkan simpati yang berlebihan menurut tasya.seperti ada ketertarikan antara pria dan wanita.dan arka juga seperti sudah biasa diperlakukan seperti itu .muka tasya masam melihat tingkah suaminya.apalagi disana banyak teman-teman arka yang sepertinya sudah biasa dengan pemandangan tersebut.dan justru sebelum menikah dulu arka digadang-gadang akan menjadi suami dari kepala sekolah mereka.tapi nyatanya arka menikahi gadis lain.


Membuat mereka kecewa padahal ibu kepala sekolah mereka tampak serasi bersana arka.tapi namanya jodoh ya apa boleh buat.Tuhan yang mengaturnya.


"pak arka mau makan saya suapi ya?"kata ibu kepala sekolah manja


"Nggak usah bu,saya bisa sendiri"tolak arka


"Kenapa bisa sakit,kenapa nggak menghubungiku kalau sakit,kalau tahu kamu sakit ditinggal istri kamu kan saya bisa merawat kamu pak"kata bu meli,itu nama ibu jepala sekolah


"ehm.....saya sudah sehat kok bu.tolong jangan diperbesar lagi"jawab arka


"lagian sudah jadi istri kok kabur-kaburan.ninggalin suami sendirian.nggak takut suaminta digondol cewek lain.sudah tahu punya suami tampan kok dianggurin.kalau istrimu sudah tak becus merawat kamu,aku siap kok gantiin dia pak arka"rayu bu meli dengan nada centilnya.

__ADS_1


"Apa maksud ucapan anda ya bu kepala sekolah yang terhormat.saya rasa kata-kata tersebut tidak pantas sama sekali diucapkan oleh seorang pendidik seperti anda.anda mau jadi pelakor dalam rumah tangga saya?"hardik tasya yang sudah tidak tahan dengan kelakuan bu meli.


Semua teman-teman arka hanya melihat drama istri dan ibu kepala sekolah mereka tanpa mau menengahi.


"Dek,sudahlah dek kenapa diperpanjang sih.mungkin saja bu meli hanya kasihan sama abang.dan itu bentuk empati dari beliau"bela arka


"oh....begitu.baiklah kalau begitu.silahksn minta saja rawat sama ibu sekolah tersayangmu itu Bang,aku akan ikut ayah dan ibu pulang sekarang juga.abang senang kan ditinggal sendiri dirumah.baiklah terserah abang saja.",kata tasya pergi meninggalkan semua orang disana.


"Dek....dek...bukan itu maksud abang.dek..."kata arka mengejar langkah sang istri setelah mengucap kata maaf pada teman-temanya.


Karena tidak enak dengan suasananya teman-teman arka memutuskan untuk pulang saja.begitu juga bu meli.bahkan saat pulang sempat-sempatnya bu meli mencium bibir arka.bodohnya arka diam saja tak menanggapi.para guru-guru yang lain juga heran dengan ibu kepala sekolah mereka ini kok tidak malu melakukan itu didepan banyak orang.


Setelah kepergian teman-temanya.arka menyusul sang istri yang merajuk dikamar.


Bahkan dia kaget karena koper dan tas besar istrinya sudah ada didepan kamar.


"Dek,kamu mau kemana dek.kamu baru pulang lho.kenapa pergi lagi"bujuk arka


Dasar suami nggak peka.batin tasya


"dek aku minta maaf atas nama bu meli.beliau memang begitu dek.tapi abang tidak ada apaoapa sama bu meli.dulu memang pernah dekat tapi sejak menikah abang sudah menghindarinya dek.percaya sama abang."rayu arka


"Abang jahat.kalau tahu digoda kenapa abang diam saja tidak menolak dengan perlakuannya bang.untung ayah dan ibu tidak ada disini jika mereka melihatnya bagaimana perasaan mereka bang.kalau abang memang menyukainya kenapa abang nikahin aku"teriak tasya


Arka terdiam karena merasa bersalah pada istrinya.menurutnya memang wajar tasya marah.tali apa dayanya.jika dia menolak dia juga takut dipecat.dan kalau dipecat dia harus mencari pekerjaan lagi.apalagi sekarang dia punya tanggung jawab menafkahi seorang ustri.belum lagi nanti jika mereka punya anak.hanya utu yang difikirkan arka.


"Bang,tasya minta abang keluar saja dari sana ya.abang cari saja pekerjaan lainnya bang."minta tasya


"tapi dek.ini impianku sedari dulu"kata arka


"kan bisa cari sekolajan lain yang kepala sekolahnya tidak genit seperti itu bang.tasya mohon jika abang masih ingin tasya tinggal disini sama abang"ancam tasya


"baiklah.abang pikirkan dulu semuanya.kamu sudah dong jangan nangis lagi nanti kalau ayah dan ibu pulang apa yang akan aku jawab jika melihat putrinya sperti ini dek.maafin abang yang nggak peka.tapi abang akan berusaha untuk buat turutin kata-kata adek.jangan marah lagi yah"pinta arka


Tasya hanya menganggukkan kepala saat sang suami memeluknya.

__ADS_1


Dia tidak akan diam sajaelihat suaminya digoda terang-terangan digadapannya seperti tadi.walaupun hatinya masih kesal dengan sang suami tapi tasya berpura-pura biasa saja agar orang dirumah tidak curiga jika pasangan tersebut ada masalah.


__ADS_2