DETECTIVE AMATIR

DETECTIVE AMATIR
pengakuan wanita bagian 2


__ADS_3

Pengakuan wanita bagian Dua


Udin dengan beberapa Orang datang untuk memberikan beberapa jamuan makanan. Untuk tamu nya Pak Jumbran yang tidak lain adalah. Adalah dua sahabat yang saat ini. Separuh tak percaya dengan apa yang sudah terjadi, tapi berusaha meredamnya. Dikarenakan, supaya tidak terlihat aneh. Dilihat oleh anak buah Pak Jumbran.


Jamuan makan yang dihidangkan langsung mencairkan suasana lagi. Udin dengan staf yang lainnya. Langsung meletakkan beberapa makanan-makanan di atas meja tamu Pak Jumbran. Karena sudah siap untuk disantap, Pak Jumbran langsung mempersilahkan MD dan Iwan. Untuk segera menyantap hidangan yang sudah disiapkan.


Lalu mereka makan dengan tenang. Seolah Jantung mereka yang berdebar-debar awal tadi menghilang. Dikarenakan makanan enak mengisi perut mereka. Membuat semua pikiran menjadi lebih tenang dari biasa nya.


beberapa menit setelah nya. Mereka sudah selesai dengan acara makan nya.


dan Udin bersama staf nya. Masuk untuk membereskan sisa-sisa acara makan-makan tadi. Pak Jumbran sendiri ada lah orang baik. Dia selalu melayani seseorang dengan sepenuh hati. Kepada anak buah nya pun dia selalu mengutamakan ke Santaian nya. Dan berbicara dengan anak buah ny layak kawan saat bukan tugas. Tapi saat bertugas pun, dia selalu Berintegritas. Kepada karyawan dan anak buahnya di kantor kepolisian ini. Menurut nya, semua Manusia sama perlu sayangi dan di kasihi. Kalau kita baik kepada orang, Anak buah atau pun karyawan. Ya, Otomatis juga mereka akan baik kepada kita. Karena tau kita sama sekali tak berbuat jahat kepada mereka.


Itu selalu ditanamkan nya dalam kegiatan nya didalam ke Polisian ini. Karena itulah staf dan anak buah nya selalu Patuh terhadap nya. Begitu juga dengan MD dan Iwan mereka betah di kantor kepolisian. Karena sikap Pak Jumbran ini yang tak membedakan Ras seseorang.



Setelah semua nya beres. MD langsung melemparkan pertanyaan permintaan. Kepada Pak Jumbran, "Pak, apakah saya bisa berbicara dengan Wanita itu untuk saat ini?" Kata MD, meminta perseutujuan. MD meminta untuk dia dipertemukan dengan wanita tersebut. Rupa nya saat makan tadi. MD, diam bukan berarti dia menikmati makanan nya saja tetapi, Berpikir apa selanjut nya yang akan dia lakukan.



Pak Jumbran berpikir sejenak. Dan menatap kedua sahabat yang ada dihadapan nya tersebut.


setelah nya, dia menekan Tombol telpon lama dan berbicara sebentar ke telpon tersebut.

__ADS_1


Memberi Konfirmasi kepada anak buah nya. Lalu melepas tekanan di telunjuk nya dengan tombol tersebut. "Baiklah MD, karena kamu yang meminta akan Saya ijinkan!" Seru Pak Jumbran.


Beberapa saat, setelah nya Udin datang menghampiri mereka. Dengan mengetuk pintu terlebih dahulu.


Beberapa menit kemudian. Mereka sudah ada di lorong jalan, menuju Sel tahanan. Udin sudah ada didepan memimpin mereka dan sama sekali tak berbincang. Lama setelah nya paling si Udin yang menanyakan beberapa hal setelah itu berjalan lagi. Iwan pun tau, untuk saat ini kawan nya ini tak akan mau berbicara.


Jadi Iwan cuma membalas cuitan-cuitan Udin kepadanya, untuk membantu teman nya ini. bagi Iwan saat MD fokus, kasus akan cepat selesai. Itu adalah hal baik yang harus dia dukung sebagai partner.


Sampailah mereka di ruang Interogasi.Ruangan yang tak begitu luas. Seperti ruangan penyiaran Radio. Ruangan yang membosankan menurut MD sendiri. Kaca ruangan yang memperlihat kan si Wanita yang beberapa hari lalu MD kejar.


Iwan dan Udin menunggu didekat jendela kaca. Disana sudah ada Spiker pengeras suara yang bisa mereka gunakan untuk mendengarkan MD bicara. MD menghela nafas nya, seolah sudah siap menyelam kedalam lautan yang sangat dalam. pintu nya Iya buka, disana sudah ada Wanita yang melamun. Dan Rambut nya awut-awutan nampak seperti orang gila.


Tangan nya diborgol dan Iya selonjorkan diatas meja. Seandai nya saja MD tidak memikirkan masalah kasus ini. Dia pasti sudah menolong wanita yang lebih tua dari nya ini.


Akan tetapi MD menguatkan mental nya untuk meluruskan semua nya. Wanita yang tadi nya Termenung pun akhir nya memindahkan mata nya kearah MD. Seolah dia tak bisa menggerakkan tubuh nya. cuma bola Mata nya saja yang bergerak melihat seseorang pria Muda. Dan pernah Iya jumpa Ia langsung menatap MD. Dengan sorot mata yang tajam seolah MD adalah target dia. "Ternyata kau datang juga bocah!" Kata wanita tersebut. Dengan suara nya yang hampir tidak terdengar seolah berbisik.


MD mendudukan diri nya, "Iya saya datang untuk menyelamatkan Anda. Dari kasus ini, kalau Anda bisa membantu saya." Kata MD, dengan Lutut Tangan juga dia letakkan dimeja. Dan tangan nya dia tangkupkan, keatas sambil berpikir.


"Bagaimana, Anda bisa membantu saya! Hidup saya sudah hancur! Gara-gara Kamu bocah! Dan sekarang, Kamu mau membantu saya? Apakah, Otakmu hari ini terbentur sesuatu!" Ucap Wanita itu. Dengan mulut Ibu-Ibunya menceramahi nya.


MD tetap tenang dan semakin tenang. "Saya tau ibu. Saat kita bertemu Ibu hanya disuruh seseorang. Yaitu Suami ibu sendiri, untuk mengontrol tempat itu. Dan untuk menyiapkan apa yang dibutuh kan anak buah Suami ibu, untuk menjalankan tugas." Kata MD, memberikan Intuisi awal.


Dan itu cukup membuat Wanita separu baya itu membelalakan Mata nya. Dia tak menyahut lagi tapi ada sesuatu yang disembunyikan nya.

__ADS_1


Dan sengaja di tahan dan tak ingin menyampaikan nya ke bocah yang ada dihadapan nya ini.


Tapi itulah yang terjadi. MD secara gamblang tau apa yang ibu itu sembunyikan. Akan tetapi begitulah sifat MD. Terkadang dia bisa mendapatkan Informasi. Dengan sedikit memiringkan kebenaran yang ada. Supaya kebenaran yang memang benar tertindih. Bisa keatas dan menjadi kunci nyata kasus ini.


Dengan Wajah serius MD menatap Ibu itu dan Berucap, "Saat saya mengejar Ibu dan saya tau. Jaket yang Ibu pakai bukanlah jaket Ibu. Dan Ibu sama sekali jarang memakai Jaket, Jaket itu ... " MD tertahan, dan tak melanjutkan kata-kata nya. Lalu, sebentar ia menarik napas nya. "Jaket itu milik suami ibu!" Jelas MD. Dengan menekan kan kata-kata nya, MD menghabiskan kata-kata nya.


Wanita itu tersandar dikursi nya. Lalu melepaskan semua tompangan tubuh nya, kesandaran kursi itu. Seolah dia ingin berbaring, dan tidur. Tapi dia menjawab pertanyaan MD. "Iya memang betul! Jaket itu milik Suami saya. Dan apa hubungan nya, dengan yang sudah terjadi?"


"Tidak ada!" Kata MD. Memotong perkataan ibu itu, "Tapi berkat jaket itu. Saya mempunyai kesimpulan, Suami Ibu adalah orang yang berwibawa. Dan mempunyai Kuasa yang besar, untuk kota ini. Jaket ibu itu adalah jaket, yang bahan nya sangat halus. Bahkan Desainner Jaket wilayah saya bertempat pun, tidak akan bisa membuat nya. Jaket itu terbuat dari kain woll yang mahal. Bahkan saat menyentuhnya, saya merasa Jaket tersebut. Sangat nyaman, buat di pegang dan dipakai. Untuk orang yang kaya saja? Tidak akan membeli jaket seperti itu. Karena harga nya juga pasti sangat mahal? Dan tidak mungkin membeli nya! Lebih baik membeli perhiasan yang lain." Ucap MD, sambil mengingat kejadian pengejaran waktu itu. Dan MD menatap ibu itu dengan tatapan meminta jawaban yang ingin dia tunggu.


Ibu itu langsung bangun dari kursi nya dan berdiri. "Kamu, Bocah tau apa tentang saya dan suami saya!" Kata Ibu itu, sambil membelalakan Mata nya. Seolah dia ingin mengeluarkan Biji mata nya.


MD menyandarkan punggung nya ke sandaran bangku. Dan dia makin bersikap tenang seolah Ibu itu hanyalah patung yang tidak perlu dia hiraukan. "Ibu Widia! Semakin Anda menunjukkan amarah Anda. Semakin saya tidak bisa membantu Anda!" kata MD, dengan nada sedikit kesal.



Widia adalah nama Ibu itu. Istri dari salah satu Pejabat dikota ini. Dan seorang Pejabat itu terkenal didaerah nya. Berkat Map yang diberikan Pak Jumbran tadi pagi. Dia semakin bisa merangkai satu persatu pazel yang terpecah belah.


Ibu itu semakin terkejut. Karna bocah ini tau Nama dia bahkan nama panjang nya. Ibu itu terduduk lesu, bahwa dia merasa dia ketahuan. Oleh seorang bocah yang bisa saja dia anggap sebagai anaknya.


Dengan gemetar dia membuka mulut nya, "Jangan tangkap Suami saya tolong! Jangan tangkap Suami saya!" Ujar nya.


MD mencondongkan tubuh nya lagi. Dan sempat berfikir, "Ibu ini sebenar nya tau. Dan sudah tau, apa yang terjadi" Pikir MD. Lalu MD kembali berucap kepada Ibu itu. "Apakah ibu bersedia menceritakan, bagaimana ini semua terjadi?" Kata MD, meminta persetujuan.

__ADS_1


Bersambung.


Akan aku coba melanjutkan cerita nya. Dengan Skema paling santai. Supaya bisa dipahami oleh kalian. Jangan lupa subcribe, like dan komentar nya. Terimakasih!!.


__ADS_2