DETECTIVE AMATIR

DETECTIVE AMATIR
JEBAKAN


__ADS_3

Pak Jumbran secara menyeluruh sudah sangat paham akan kejadian-kejadian yang menimpa Anak muda disampingnya ini, begitu juga dengan asisten sekaligus tangan kanan nya yaitu Udin. Tapi diantara semua penuturan tentang kasus ini, inti dari permasalahan nya iyalah Pak Jumbran dan begitu juga MD tak dapat mengambil kesimpulan yang relevan tentang kasus ini, mereka berdua masih membatu untuk mencari setitik lampu terang untuk menerangi kegelapan yang pekat dari kasus ini.


Udin beberapa menit yang lalu diperintahkan oleh pak Jumbran untuk mengintrogasi wanita paruh baya tersebut, untuk mencari informasi siapa yang menculik atau mengajak dia bergabung dalam perusahaan tambang tersebut. Dan Udin masih mengupayakan semaksimal mungkin untuk mendapatkan informasi dari ibu tersebut.


Para pekerja di tambang tersebut di aman kan semua nya tak terkecuali sampai kepetugas-petugas dan para pekerja kantor ditambang itu diamankan. Semua pihak kepolisian juga TNI bersatu mengamankan semua nya, bus-bus besar dari TNI dan polri datang berjejer untuk mengangkut para pekerja untuk dibawa ketempat bina an agar bisa di data dan dipulangkan ke keluarga atau ditindak lanjut sebagaimana hukum yang adil.


MD dan pak Jumbran masih berbicara mengenai pola yang terkait tentang tambang, agar bisa mencari titik terang siapa dalang dari tambang ilegal itu. "Untuk hal ini, seperti nya saya akan memberi tahukan nya kepada Dinas pertambangan dan kepada DPRD terkait. Supaya bisa menganalisa lebih dalam tentang kasus ini." Kata pak Jumbran, memberikan jawaban kepada MD. Dan MD pun berucap, "Baiklah pak, seperti nya memang harus begitu, dan seperti nya juga tugas saya disini, saya sudahi dan ingin pulang ke Villa teman saya, agar semua yang berada divilla tidak khawatir tentang saya." Ucap MD, pak Jumbran mengiyakan hal itu, lagi pula semuanya sudah beres untuk masalah pengamanan. "Oke! Kalau begitu, kalau ada apa-apa hubungi saya atau asisten saya, dan kamu akan diantar oleh Anak buah saya dengan mobil medis ini." Kata pak Jumbran, memberikan arahan kepada MD.


MD tak bisa menolak, dia cuma mengangguk setelah berpamitan, pak Jumbran keluar dari mobil medis itu dan MD juga keluar, untuk duduk di depan bersama dengan sopir yang sudah dikasih tau pak Jumbran untuk mengantar MD, MD sendiri sudah tau maksud pak Jumbran, menurut MD pak Jumbran tak ingin dia selalu bergantung kepada anak muda seperti MD terus, karena buat apa dia menjadi komandan polisi kalau tak bisa menangani semua nya, apalagi dia mempunyai anak buah yang siap siaga untuk memenuhi perintahnya. Karena itulah MD tidak menolak untuk diantar pulang kevilla supaya dia bisa beristirihat dengan nyaman.

__ADS_1


Mobil yang sopir jalankan tak terasa sudah setengah perjalanan, MD dengan santai menyandarkan bahu dan kepala nya di sandaran kursi, sesekali dia terguncang dan membenarkan lagi kepala nya, disebabkan jalan yang sangat terjal diarea pegunungan tersebut. Dan sesekali juga dia dan sopir berbicara hanya untuk memecahkan keheningan disepanjang jalan yang gelap dan sunyi, memang ada beberapa mobil polisi juga, yang menggiring mereka tadi dibelakang akan tetapi mereka tertinggal, karena mereka menunggu kawan-kawan yang lain agar tak tertinggal jauh. Untuk mobil medis yang MD tumpangi tersebut, terus melaju tanpa menghiraukan ketertinggalan mobil-mobil dibelakang nya. Karena sopir yang berada disamping MD ini sudah di amanati oleh pak Jumbran agar bisa secepat nya mengantar MD kevilla.


Tidak sampai berjam-jam, akhir nya MD sampai di kawasan villa yang besar, halaman nya yang luas dan sangat terang dihalaman tersebut, Tapi yang aneh nya para keamanan di sana tidak ada satu batang hidung pun yang terlihat, membuat MD merasa aneh dengan hal itu, MD tidak keluar terlebih dahulu dari Mobil tersebut, membuat sopir di samping heran dan berucap, "Ada apa Mas?" Tanya sopir, MD terdiam sejenak, mata nya menyapu semua pandangan ke villa dan halaman tersebut. "Ada yang aneh pak," Jawab MD, dengan mata nya masih menatap tajam ke villa tersebut, lalu MD berucap lagi, "Pak hubungi teman-teman polisi yang dibelakang, untuk mampir kevilla ini dalam waktu lebih kurang setengah jam lagi, dan bapak jangan membuat suara yang membuat kebisingan sedikitpun mengerti!" Kata MD tegas, pak sopir sebenar nya tak mengerti dia mengangguk saja, MD pun menyuruh pak sopir tersebut untuk melaporkan perintah nya kepada teman-teman polisi dibelakang dengan apa yang sudah MD perintahkan tersebut. Lalu MD menyuruh bapak sopir tersebut untuk bersembunyi kearah lain villa dengan menggunakan Mobil medis tersebut.


MD berjalan dengan sangat Hati-hati agar tak membuat kebisingan yang mungkin saja akan kedengaran oleh orang didalam rumah, dia terus berjalan mengendap-ngendap dengan cepat dan berhenti didekat pelataran villa yang besar tersebut. MD bersembunyi di dekat tanaman hias yang bisa melindungi diri nya dari seseorang yang mungkin saja akan melihat dia dari arah mana pun, terlihat jelas di altar villa itu ada banyak jejak kaki, bekas sepatu safety yang dijalankan, mencetak lantai keramik bersih itu dengan bekas-bekas pijakan yang berat.


Tak lama setelah nya dia bersiap, MD sendiri sekarang mempunyai cara yang bagus untuk mengejutkan orang-orang yang memiliki sepatu safety ini, MD langsung berjalan kearah belakang villa dengan masih mengendap-ngendap, beberapa langkah kemudian dia sudah melewati altar depan villa tersebut, jantung MD berdebar-debar karena merasa ada orang yang mengintip nya dari tirai jendela dari dalam villa, tapi kemudian dia menggelengkan kepala nya agar bisa fokus, sambil terus mengendap-ngendap kearah belakang dekat dapur villa, beberapa langkah berlalu MD sampai dari kebelakang tersebut. MD melihat-lihat sekeliling dan menemukan apa yang dia inginkan, sebuah terminal listrik utama yang membuat semua peralatan dan lampu yang dialiri oleh listrik ada di terminal tersebut. MD dengan mengatur napas nya berusaha bersiap, "Kawan, ku serahkan padamu!" Gumam MD, dengan kedua tangan nya menarik tuas terminal tersebut, dengan cepat.


Beberapa detik setelah nya semua lampu penerangan di Area villa, semua nya mulai padam beriringan, didalam villa semua gadis-gadis teriak berbarengan dengan nada ketakutan, dan ada teriakan setelah nya memerintah dengan geram, "DIAM!! Jangan ada yang teriak! Kalau tidak kalian akan aku TEMBAK!!" Teriak nya kasar, hati MD langsung berdegup kencang mendengar teriakan itu. "INI BUKAN RAMPOK BIASA!!" Gumam MD dalam hati, " Apa ini? Padahal keamanan disini cukup ketat! SIAL!! Apakah mungkin?" MD masih bergumam, MD berusaha mencari celah dikegelapan tapi tidak ada pintu dapur yang bisa dibuka. Tidak ada pilihan lain MD harus masuk jalan depan, dia kembali mengendap-ngendap dengan sedikit mempercepat jalan kaki nya, langkah nya terhenti, karena menginjak sebuah pemukul milik satpam di villa ini. Tak ambil pusing MD langsung mengambil nya dan kembali melangkah dengan cepat.

__ADS_1


Beberapa Hasta lagi dia sampai didekat pintu villa terdengar suara tangisan gadis-gadis didalam villa, MD mengeratkan genggaman nya. "Ini buruk!" Gumam MD, dia langsung teringat kata-kata nya kepada Udin, bahwa para petugas keamanan ditambang mempunyai senjata lengkap melebihi senjata kepolisian. Belum sempat MD berpikir lebih dalam, didalam villa tersebut, teriakan teman nya sangat keras, lalu kaca samping villa langsung pecah, sangat nyaring. Mendengar hal itu MD langsung memutar kaki nya dengan cepat, dia melihat Iwan bergulat dengan seseorang dengan pakaian petugas tambang, MD melompat dengan kencang kearah jendela kaca pecah tersebut dan dibelakang nya Iwan sedang melakukan pergulatan


Dengan seorang petugas tambang, beberapa detik setelah MD melompat, suara tembakan dari senjata didalam villa langsung terdengar dan mengarah kebadan MD, MD merentangkan tangan nya, menahan tembakan dari dalam villa dia meringis kesakitan, baju hoodie nya berlobang-lobang dan berasap karena tembakan tersebut, tembakan berhenti, MD langsung tiarap, dan berteriak, "LAKUKAN!!" Teriak MD, Iwan langsung berdiri dan mengarahkan senjata itu kedalam Villa dan menembakan nya dengan pandangan mata nya sangat tajam, beberapa butir peluru keluar dengan deras dari dalam lobang senjata tersebut dan suara nya tidak kalah nyaring.


Teriakan laki-laki dari dalam villa langsung menggelegar dengan nyaring nya. Terus disusul dengan teriakan dari laki-laki lain juga terkena tembakan Iwan, MD masih meringis tapi tetap berusaha bangkit, dia berguling kedalam villa, melalui jendela yang pecah tersebut.


Bersambung.


Untuk membuat cerita yang Unik, dibutuhkan pemikiran yang sangat akurat. Jadi wajar saya bisa tidak update, bukan berarti saya menghiraukan nya, tapi memang saya memikirkan alur cerita yang bagus, agar teman-teman bisa menikmati, jalan cerita nya. Selamat membaca, jangan lupa subcribe dan like ya teman-teman.

__ADS_1


__ADS_2