DETECTIVE AMATIR

DETECTIVE AMATIR
POSISI UDIN


__ADS_3

Pria besar tersebut tak berlama-lama dia langsung memegang kantung kemeja nya mencari-cari sesuatu, betapa terkejut nya dia. Dia tak menemukan apa yang dia cari, lalu Iwan berkata sedikit nyaring, "Mencari ini!" Ucap Iwan, dengan muka menyunggingkan senyum, dan tangan sebelah nya menenteng remote seperti remote mobil, dan tangan satu nya memberikan kode kepada Udin agar tak berbuat yang tidak-tidak, seolah paham dengan kode yang diberikan Iwan, Udin mewanti-wanti anak buah nya dengan arahan tangan nya.


"BAJINGAN, BAGAIMANA BISA!!" Teriak Pria besar itu, "Itu hal yang mudah bagi kami!" Ucap MD dengan sedikit tertekan di bagian suara nya. "DIAM KAU BOCAH!!" Teriak pria besar itu sambil menginjak MD, MD meringis kesakitan, pria besar berkata-kata sambil terus menginjak-nginjak tubuh MD, "Kau sudah menghancurkan segala yang sudah ku bangun! Dan sekarang kau mempermainkan ku, berani nya ka ...!! Belum sempat dia lanjut berteriak, Timah panas sudah menembus kaki nya, pria besar itu berteriak kasar kesakitan, tak menunggu waktu lama kaki sebelah pria itu langsung menendang pinggang MD.


MD terpental kesamping dinding dalam villa didekat jendela yang mana diluar jendela berlobang itu Iwan masih berdiri, MD terbatuk-batuk menahan rasa nyeri dan sakit disekujur tubuh nya, dia mengingat kembali saat dia meronta-ronta kesakitan saat leher nya di cekik oleh pria besar yang ternyata pemilik tambang besar yang beberapa jam tadi sudah habis di bantai oleh MD, MD masih bergelut dengan pikiran nya, rupa nya saat didalam keadaan yang sangat kritis tadi MD yang meronta-ronta bukan sekedar menahan sakit leher nya tapi dia memikirkan seribu cara untuk mendapatkan sesuatu dari pria besar itu. Dia menendang-nendang angin saat itu hanya ingin mengukur berapa cepat tekanan kaki nya bisa menendang isi kantong baju pria besar itu saat genggaman pria itu sangat kencang, MD dengan sekuat tenaga mengarahkan kaki nya kearah kantong tersebut, akhir nya sebuah pemicu BOM langsung meloncat keudara melalui sisi pria besar itu, sekali lagi MD meronta menggunakan tangan nya, untuk memposisikan arah jatuh kunci tersebut, kunci tersebut pun, jatuh mengenai tangan MD tapi tidak dia tangkap melainkan malah mendorong nya menjauh dari tangan nya dan jatuh tepat ke atas tangan Iwan, yang masih tertulungkup di lantai sesaat sebelum pria besar itu mengangkat Iwan.


Iwan merasa ada yang jatuh keatas tangan nya, langsung menggenggam benda itu dengan erat agar tak terlepas, dan pria besar itu pun langsung mengangkat Iwan, Iwan tak bergeming dan pasrah karena berusaha, memasukkan pemicu BOM itu kedalam kantung celana dan tangan yang memegang pemicu itu adalah tangan dia yang sakit oleh karena itulah dia pasrah saat diangkat pria besar itu dan fokus mengamankan benda yang ada ditangan nya tersebut kedalam saku nya.


MD menghentikan lamunan nya itu lalu sempoyongan berdiri mendekati Iwan, "Kita akhiri semua ini." Kata MD, dengan menatap pria besar yang masih meringis kesakitan karena otot kaki nya yang terkena tembakan dari belakang, yang ternyata adalah olah para TNI yang menyelinap masuk melalu pintu depan villa.

__ADS_1


Iwan hanya mengangguk paham lalu dengan sisa-sisa tenaga yang mereka miliki, Iwan dan MD berusaha berlari dan mengepalkan tangan mereka bersiap mendaratkan pukulan mereka kearah pria besar itu, sambil berteriak dengan keras mereka berlari kearah pria besar itu. Pria besar itu membelalakkan mata nya dan langsung menyilangkan kedua tangan nya tepat dengan wajah nya, akan tetapi pukulan Iwan dan MD tepat mengenai kedua belah pipi nya, gigi pria besar itu terlepas dari tempat beberapa biji, akan tetapi tangan nya yang menyilang berhasil memegang kain baju milik Iwan dan MD dan menarik kedua nya dan menguatkan otot tangan nya untuk melempar kedua nya kebalakang nya, alhasil MD dan Iwan memang berhasil menghajar pria besar itu tapi mereka juga terlempar jauh kebelakang gara-gara kekuatan pria besar itu.


Pria besar itu tertelantang dan dengan wajah lebam yang parah sedangkan MD dan Iwan tak bisa lagi untuk bangun, TNI yang didalam villa langsung menyalakan terminal listrik di villa tersebut, penampakan didalam villa sangat mengerikan banyak petugas tambang yang meringis kesakitan karena tertembak timah panas dan ada juga yang kepala nya berdarah akibat hantaman benda keras, MD dan Iwan langsung ditolong Medis dari kepolisian dan semua petugas tambang beserta bos nya diamankan dan langsung masukkan kedalam mobil polisi khusus untuk para tahanan.


Riuh dan padat di villa itu menjadi sangat terasa, semua anggota polisi dan tentara keluyuran membereskan semua kekacauan yang dilakukan oleh pihak tambang, para penghuni villa masih trauma akan kejadian yang baru saja terjadi, mereka seakan menonton film aksi secara nyata didalam villa tersebut dan untung kejadian yang terjadi benar-benar tak dapat dilihat karena keadaan gelap yang sangat pekat saat itu, mereka hanya mendengar suara tembakan dan pukulan-pukulan keras yang terjadi beberapa waktu lalu, sebagian para pembantu disekap didapur dengan tangan dan kaki mereka diikat semua nya dan mulut mereka ditempeli plaster sungguh kejam perbuatan mereka.


Keterangan demi keterangan diusahakan oleh Udin sebagaian bisa menjelaskan sebagian lagi masih trauma, beberapa saja yang baru bisa dimintai keterangan pak Amat dan pak Ihsan seorang satpam penjaga villa, itupun mereka tak bisa langsung diinterogasi MD menyarankan agar semua penghuni villa bisa istrihat terlebih dahulu, karena jam sudah menunjukan waktu hampir pagi.


Udin sebenar nya tidak tau-menahu akan kejadian ini, sebelum nya dia masih berada ditambang untuk mendampingi pak Jumbran yang masih bersama para atasan dari semua regu polri-polri yang sudah datang ke tambang ini, untuk menyelesaikan kasus, tiba-tiba saja HT nya yang headset nya berada ditelinga Udin bersuara dengan sangat kencang, membuat dia terkejut, "Laporan kepada Pak Senior!! Villa milik pak Amat diserang!!" Suara HT Udin, mendengar hal itu Udin membelalakan mata nya, dan berucap, "Konfirmasi keadaan dan terus laporkan!!" Kata Udin tegas. Melihat asisten nya gelisah pak Jumbran menoleh ke Udin, "Ada apa?" Tanya pak Jumbran, Udin langsung menjawab dengan posisi tegap, arti nya ada pesan penting dari nya yang harus pak Jumbran dengar. "LAPORAN PAK, RUMAH PAK AMAT, Yang mana MD diami sedang diserang!!" Ucap Udin dengan serius, pak Jumbran langsung terkejut dan tak percaya, "GAWAT, SIAPKAN PASUKAN DAN AMANKAN KEADAAN DISANA!!" Perintah pak Jumbran, dengan sigap.

__ADS_1


"SIAP PAK!" Ucap Udin dengan lantang, lalu berpaling dengan cepat dan sedikit berlari, dia langsung menekan tombol headset yang ada di dekat dada nya, "Laporan!! kepada unit yang berada dekat dengan villa, kontrol dan atur formasi pengepungan! SEGERA BERANGKAT!! Ucap Udin dengan berlari dan menunjuk kearah mobil polisi yang ada disekitar nya, tim yang ada dekat wilayah villa segera berangkat atas perintah Udin setelah menjawab perkataan Udin.


Udin langsung masuk kedalam mobil dengan beberapa polisi lain nya, dan Udin juga melaporkan kepada tentara yang sedang berjaga untuk turut membantu mengamankan para pelaku yang menyerang villa milik pak Amat, Udin dan para pasukan nya beserta beberapa tentara berangkat dengan perlengkapan yang siap, laporan demi laporan masuk ke telinga Udin, dan Udin pun akhir nya tau bahwa yang melaporkan kejadian itu adalah salah satu sopir dari kepolisian yang mengemudikan mobil medis juga sekaligus mengantar MD ke villa, Udin sangat terkejut dengan hal ini, karena mengingat keadaan MD saat bersama dengan dia tadi, "Semoga Mas MD baik-baik saja." Gumam Udin prihatin.


Setengah perjalanan sudah berlalu, sangat lama menurut Udin, tapi laporan dari HT nya melaporkan; bahwa mereka sudah melakukan pengepungan dan pertarungan sedang terjadi di dalam villa, mendengar hal itu Udin sangat gelisah dia tak karuan bahkan dia menyuruh sopir yang mengemudikan mobil untuk lebih mempercepat mobil nya. Udin tidak perduli dengan jalan yang sangat tidak nyaman itu, yang dia pikirkan sekarang dalam otak nya semua nya berkecamuk, pikiran negatif dan fositip di otak nya bertabrakan, beberapa menit kemudian Udin sampai dan melihat semua anggota sudah siap dengan posisi mereka masing-masing.


Udin mendekati salah satu anggota nya, "Gunakan mobil kita dan nyalakan lampu sorot mobil untuk menerangi apa pun yang bisa memasukan cahaya kedalam ruangan itu." Ucap Udin, setelah selesai bicara anggota yang lain mendekati Udin.


Bersambung.

__ADS_1


Selamat membaca guys.


__ADS_2