DETECTIVE AMATIR

DETECTIVE AMATIR
PERINTAH ATASAN


__ADS_3

Dengan begini MD sudah tau permasalahan nya tinggal MD bertemu dengan bos tambang untuk sekali lagi, untuk bicara dengan dia empat mata untuk mengetahui masa silam yang membuat kenapa pria berbadan besar itu, sangat marah pada nya ketika malam penyerangan itu, MD tau mata Reza yang berkaca-kaca saat dia mengucapkan kata-kata kasar kepada MD.


Bahkan Reza sempat bilang bahwa MD telah menghancurkan semua yang telah dia bangun dan kelola, MD merasa aneh dengan kata-kata itu dan membuat dia memikirkan nya beberapa kali. Untuk kesalahan nya sudah tak bisa di sangkal atau dibela, karena sudah salah dan melakukan penyerangan terhadap orang lain. Itu adalah tindak kriminal tingkat tinggi, banyak sekali dipikiran MD tentang masalah ditambang itu, tentang awal mula mereka ketambang melihat jalur tambang yang mengarah ke danau besar dalam beberapa hasta lagi. Tanda tanya itu membuat MD memikirkan apa sebenar nya yang Reza inginkan tentang itu, ada proyek tersembunyi dibalik tambang itu.


Saat ini MD masih tak dapat berbuat apa-apa karena wajah dan tangan, juga kaki nya penuh perban, dia hanya bisa membuat hipotesa dipikiran nya dengan menerbangkan hayalan nya dan tenggelam didalam semua analisa nya, sambil masih membaca semua, catatan Udin tentang kasus tambang dan penyerangan tersebut.


Di catatan Udin tersebut ada sebuah rangkuman tentang ibu Hamidah sang pembagi lokasi, di rangkuman tersebut, ibu Hamidah dulu nya adalah seorang pencari kayu bersama adik ipar nya, ibu Hamidah adalah istri dari seorang pria yang ekonomi mereka pas-pas'an. Sama dengan kejadian pak Ubab, ibu Hamidah juga masuk kedalam hutan yang dan menjumpai corong segitiga di arah tebing nya, kejadian nya terjadi saat mereka sedang mencari kayu pada siang hari, MD dapat menyimpulkan kalau saat itu waktu para petugas tambang sedang tidak bekerja atau sedang istirahat, lalu ibu Hamidah yang melihat hal Unik tersebut itu penasaran dengan lorong segitiga itu, memasuki nya tentu nya dia juga melihat corong terompet itu.


MD terus membaca rangkuman tersebut, dan titik akhir nya, Ibu itu membawa ponsel berkamera didalam baju nya dan memphoto tambang tersebut, tapi setelah selesai dia dan adik ipar nya di hadang para petugas keamanan di atas bukit itu lalu dibawa menghadap kepada bos mereka yang mana ibu Hamidah tak mengetahui siapa nama bos mereka tersebut karena mata ibu Hamidah ditutup dengan kain, begitu juga adik ipar nya. Ibu Hamidah saat itu belum mempunyai anak balita diusia nya yang sudah beranjak umur empat, saat itu ibu Hamidah diberi pilihan, diam ditempat itu dan diberi semua fasilitas dan keuangan atau dibuang ketempat entah-berantah dan tak bisa menuju pulang, takut dan sedih menyelimuti hati ibu paru baya tersebut, dan karena dia juga miskin dan suami nya juga pengangguran dan tak ingin dalam bahaya, dia tak memperdulikan pendapat adik ipar nya, dia menyetujui diam di sana dengan syarat suami nya juga ikut diam di sana.

__ADS_1


Petugas tambang atas arahan bos nya pun menyetujui syarat ibu hamidah, dan mereka menyuruh adik ipar nya juga harus ikut dengan ibu Hamidah tanpa terkecuali, yang ternyata adalah seorang perempuan yang MD temui diawal lorong saat menyusup ke sana. Di dalam rangkuman juga tertulis dalam tanda kurung bahwa Udin dan MD pernah bertemu dengan adik ipar ibu Hamidah itu, singkat cerita, atas informasi ibu Hamidah suami dari ibu itu juga ditangkap dan dibawa ke tambang dengan cara paksa tapi setelah menyetujui persyaratan dia diajak bekerjasama dengan pihak dan petugas tambang.


MD menutup buku tersebut dan mulai mengerjap-ngerjapkan mata nya, dia merasa seperti berputar-putar ditempat, pantas saja Udin sangat terbebani akan kasus ini.


Hari sudah sudah semakin siang dan Matahari mulai bersinar terang di atas villa membuat hawa panas perbukitan berasa seperti membakar kulit orang yang berada dibawah nya, villa yang tadi nya damai sekarang menjadi ramai karena semua orang yang ada di villa sudah bangun dari tidur mereka, gadis-gadis dan pak Amat sekeluarga sudah ada dimeja makan menyantap makanan mereka walaupun terlihat sedang ramai, wajah mereka datar dan tak bersuara sama sekali, mereka masih syok akan kejadian malam tadi, pak Amat dan ibu Lisa tak bisa berbuat banyak dengan hal ini. Mereka juga saat ini syok, karena masing-masing dari mereka melihat langsung kejadian penyekapan dan penganiyaan yang dilakukan pelaku terhadap mereka atau lebih tepat nya kepada Iwan.


Mereka juga penasaran siapa guru yang akan datang yang akan mengajari mereka, dan mereka semakin bergairah menyantap makanan nya. Pak Amat hanya menghembuskan nafas nya dan kembali memakan makanan nya, dan teringat pesan suara dari Iwan bahwa nanti akan ada beberapa psikiater yang akan datang kevilla untuk memeriksa keadaan para gadis-gadis, termasuk juga Lisa, dan Iwan juga memohon pada pak Amat untuk merahasiakan tentang identitas psikiater tersebut. Agar mereka tak takut dan Was-Was kepada psikiater itu nanti nya, dan pak Amat sudah melakukan tahap pertama dan dia juga sudah berunding dengan istri nya saat mendengar pesan suara Iwan itu. Dan menggunakan Alibi mereka dengan sangat bagus.


Terik Matahari yang menyengat tak membuat pasukan yang masih bertugas di villa merasa lelah atau pun kecapean, mereka bahu-membahu membereskan perlengkapan mereka, dan memasukan barang-barang kedalam mobil, karena setiap atasan mereka sudah memberi kabar agar setiap regu, di perintah untuk kembali ketugas mereka masing-masing. Dikarenakan pekerjaan di villa sudah selesai tapi ada juga beberapa tim yang diberi tugas untuk tetap berada diwilayah villa buat berjaga-jaga, tentu nya juga tim medis yang selalu siap siaga mengobati dua pasien yang keadaan nya mulai sedikit demi sedikit berangsur sembuh. Udin juga tetap berada di villa, karena di tugaskan oleh pak Jumbran, buat mendapatkan informasi yang lebih banyak tentang dua kasus satu pelaku tersebut.

__ADS_1


Udin yang berada didalam mobil masih tertidur dengan nyenyak, walaupun diluar mobil sangat panas, tapi Udin sama sekali tak merasakan kepanasan, karena AC mobil yang terus memberikan udara yang dingin kedalam mobil tersebut, membuat rasa nyaman ditubuh Udin, membuat dia terlelap dengan pulas nya. Seolah dia tak mempunyai beban pikiran sama sekali, bahkan dia sendiri tidak tau, bahwa regu-regu polisi dan tentara siang ini akan pulang ketempat kerja mereka masing-masing.


Semua orang merasakan rasa lelah yang


Sangat luar biasa dalam beberapa hari ini, termasuk juga para polisi dan tentara yang bergantian dalam berjaga siang dan malam, dan akhir nya hari ini mereka bisa pulang dan melanjutkan pekerjaan rutin mereka seperti biasa berbeda dengan Udin karena kasus ini menyangkut kawan-kawan nya dan juga salah satu kepercayaan pak Jumbran, maka Udin tetap di villa untuk memastikan MD dan Iwan sembuh dan sehat kembali, sekaligus mencari tau latar belakang bos tambang ilegal yang sudah dia tangkap berkat bantuan MD dan Iwan.


BERSAMBUNG.


Mungkin beberapa episode lagi, MD dan kawan-kawan menyelesaikan kasus ini, walaupun sudah jelas sekali terlihat benang merah nya, akan tetapi tidak seru kalau latar belakang pelaku tidak dibongkar oleh mereka, OKE guys nantikan kelanjutan nya. Jangan lupa like dan vote ya!!!

__ADS_1


__ADS_2