DETECTIVE AMATIR

DETECTIVE AMATIR
pengakuan wanita bagian 1


__ADS_3

MD dan Iwan setelah kejadian tersebut, dirawat di Rumah sakit. Karena kondisi mereka yang masih belum sembuh. Akibat kasus penyelundupan barang Ilegal, serta pencurian Hewan sekaligus.Satu Misi langsung Dua kasus terselesaikan. MD juga tak mengira akan jadi seperti itu. Sudah 3 hari mereka dirawat di rumah sakit kepolisian. Karena atas perintah pak Jumbran, mereka disuruh Rawat inap. Padahal menurut MD dan Iwan mereka juga nanti akan baik-baik saja akan hal itu. Dan menurut mereka hal itu akan merepotkan pihak ke polisian. Akan tetapi pak Jumbran lah yang memerintah, dan Bersi-keras. Supaya mereka tetap dirawat di rumah sakit kepolisian tersebut.


Pagi yang terang. Menulusuk dan merambat ke wajah MD. Dan sangat berasa Cahaya yang menyilaukan membiaskan seluruh Wajah nya. Seperti ada sorot Cahaya yang sengaja diarahkan ke matanya. MD membuka mata nya lalu mulai menggeliat-liat seakan dia ingin memanjangkan tubuhnya. Sampai melampaui Ranjang Medis yang Ia tempati. Setelah beberapa kali melakukan itu, MD membangunkan dirinya. Seakan lega bahwa dia sudah mencabut Duri yang menempel di kepalanya selama akhir-akhir ini.


MD menyapu semua pandangan, dan baru menyadari. Teman masa Kecilnya tidak dia temukan. Di kamar yang dia tempati sudah Tiga hari ini. Bengkak dan Memar di wajahnya berangsur pulih dan mengering. Cuma perban di kedua tangan nya masih belum dilepas untuk saat ini. Setelah kasus kemarin MD sudah menduga bahwa, yang mereka tangkap kemaren bukan lah Boss besar nya. Melainkan cuma Keroco-Keroconya, akan tetapi itu bagi MD sudah sangat memiliki kemajuan. Dan yang dia pikirkan adalah, untuk beberapa hari terakhir dia tidak aman lagi.Karena akan berurusan dengan dalang kasus ini.


Saat itu juga dia langsung menyipitkan matanya. Dan bergumam, "Ada sesuatu yang mengganjal disini? Dengan selesai nya kasus ini." Saat MD melamun, bunyi benda kecil pun menyadarkan lamunannya. Ada segelas Kopi panas di nampan terletak di pahanya. "Minumlah dulu! Hari ini pak Jumbran, memanggil kita kekantor nya. Ada yang ingin dia bicarakan." Kata Iwan, memecahkan kesendirian MD.


Dengan melihat kesecangkir Kopi itu. MD memegang nya tapi tak meminum nya dulu. "Ternyata aku tak perlu menunggu waktu yang lama. Untuk memastikan semua kebenaran dibalik kasus ini," Kata MD. Setelah selesai bicara dia meminum kopi nya perlahan. Agar panas Kopi tersebut tidak terlalu berasa di bibirnya. Mendengar penjelasan MD, Iwan sudah yakin sendiri bahwa MD sudah melakukan hal gila sebelum ini. Tapi dia tak menggubris dan mempermasalahkan hal itu. Karena dia tau, Sahabat nya ini selalu bertindak. Dengan apa yang sudah dia pikirkan dengan matang. Bukan tanpa pertimbangan sama sekali.


Iwan membuka mulut nya, dan berucap. "Sebentar lagi, Udin akan menjemput kita. Jadi kita harus bersiap!" Seru Iwan, sambil menghirup Kopi nya. Lalu berjalan menghampiri tempat dimana dia meletakkan barang-barang nya dan merapikan nya. Melihat hal itu, MD juga melakukan hal yang sama. karena tidak ada hal bagus yang bisa dilakukan disini. Cuma bau Obat-obatan saja yang menemani mereka.


.

__ADS_1


Selang beberapa lama, pintu depan berbunyi. Ketukan-ketukan halus, antara sendi Tulang yang berlapis daging menyentuh papan. Dengan nada berjangka pendek. Mendengar hal itu, sebelum MD berdiri. Iwan sudah berjalan dan membukakan pintunya. Terlihat Udin dengan pakaian rapi nya seragam yang setiap hari dia pakai. Sangat pas di badannya. "Selamat pagi!" Ucap Udin, dengan senyum Kecut dibibir nya.


"Selamat pagi!" Ucap Iwan, membalas dengan tersenyum juga. Kedua nya lalu bersalaman. MD dengan Menepuk-Nepuk pakaiannya. Juga menghampiri mereka berdua dan bersalaman dengan Udin.


Setelah berbincang sedikit setelah nya.


Udin berujar, "Apa kalian sudah siap? pak Jumbran sudah menunggu dikantornya?" Kata Udin, menyudahi ujaran nya. "Kami telah selesai beres-beres. Kami sudah siap!" Kata Iwan, dengan menyapu pandangan. Keruangan yang sudah Tiga hari ini dia tempati bersama MD. MD juga menganggukan kepala nya. Menandakan dia juga sudah beres dengan semua perlengkapan nya.


Karena saat mereka dirawat. Baju mereka sudah compang-camping. Akibat perlawanan mereka dengan segerombolan penjahat yang beberapa hari kemarin terjadi. Jadi semua yang ada melekat ditubuh mereka, pemberian dari pihak kepolisian. Yang tidak lain adalah Pak Jumbran, rumah sakit yang ditempati MD dan Iwan tidak jauh dengan kantor polisi. Sedangkan gedung rumah sakit dibelakang, dan kantor polisi didepan. Disampingnya menyisakan jalan besar. Lalu-Lalang mobil yang masuk ke Area rumah sakit. Jalan tersebut membentuk huruf L, seolah memeluk dua gedung tersebut.


Udin yang bersama mereka lebih dulu mengetuk pintu ruangan tersebut. Tiga kali ketukan langsung ada suara berat didalam sana. "Masuk!" Kata Orang tersebut. Dengan nada berat nya yang tak lain adalah suara Pak Jumbran sendiri. Setelah diperbolehkan masuk, MD dan Iwan melangkah masuk.


Udin sendiri sudah membuka pintu dan menahannya. Agar tetap terbuka sampai mereka masuk kedalam. Setelah nya mereka sudah berada di ruangan tersebut.

__ADS_1


Pak Jumbran lalu berdiri, dan menghampiri mereka dan berjabat tangan. "Pihak kepolisian sangat berterima kasih. Atas Kontribusi kalian terhadap kasus yang sangat tak diduga ini." Kata Pak Jumbran. Mengawali pembicaraan lalu, mempersilahkan mereka duduk. Mereka duduk di sofa panjang yang berada dekat dengan meja kerja Pak Jumbran. Dua sahabat itu cuma menyalami Pak Jumbran dan tersenyum kecut. Mendengar hal itu, seolah sudah sering mendengar nya.


Karena dipersilahkan duduk mereka pun duduk. Terlihat Pak Jumbran memerintahkan Udin, untuk mengambilkan beberapa sajian sarapan untuk tamu nya. Udin lalu pamit ke Pak Jumbran, Iwan dan MD.


Setelahnya pintu tertutup. Tinggal mereka bertiga didalam ruangan tersebut. Dingin,sejuk dan bau Harum yang enak. Membuat suasna nyaman Tercipta diruangan tersebut. MD dengan santai membuka percakapan. "Pak, apakah Bapak sudah memeriksa? Latar belakang Perempuan yang kita aman kan beberapa hari yang lalu?" Kata MD, langsung berucap. Seolah dari tadi dia menahan-nahan untuk mengatakan nya. Dan disaat dapat Momen, MD mengatakannya. Karena dia juga penasaran akan hal itu.


Pak Jumbran agak ragu mengatakan nya. Tapi karena yang bertanya Anak jenius ini. Dia mau tidak mau akan mengatakan nya. Karena saat dia memberitahu nya. Mungkin ada kemungkinan lain yang akan terjadi. Atau hal yang akan mengejutkan mereka bertiga. Saat dia berbincang nanti, tentang kasus ini. Bersama pemuda, yang selalu bikin dia Jantungan ini. "Sebenar nya, ini agak privasi. Untuk diketahui oleh kalian berdua. Tapi karna Kalian terlibat Andil dan salah satu penanganan kasus ini. Aku akan memberikan bukti-bukti, apa-apa saja yang sudah aku dapat," Jelas Pak Jumbran.


Pak Jumbran lalu berdiri dan menghampiri meja kerja nya. Dan mengambil Map berkas yang ada disitu. Lalu, kembali lagi duduk kesemula. Sambil menyerahkan berkas yang ia bawa ke Kedua sahabat itu. MD yang duduk didekat Pak Jumbran mengambil berkas tersebut. Disana sudah tertulis nama Wanita tersebut. lengkap dengan NIK dan status si Wanita.


MD membelalakan Matanya dan Iwan pun sama. Saat melihat Status wanita tersebut. MD tak menyangka dan menatap ke Pak Jumbran. Seakan dia minta penjelasan yang lebih jelas dari ini. Tapi Pak Jumbran cuma tersenyum, terkekeh melihat reaksi kedua nya. "Benar sekali! Yang ada dibenak kalian!" Kata Pak Jumbran, Antusias. Menyudahi apa yang dipikirkan kedua pemuda tersebut. "Dia, adalah Istri dari DPR, tempat dimana wilayah kita berada saat ini." Lanjut pak jumbran.


bersambung.

__ADS_1


"Mohon dukungan nya, Kawan-kawan! Agar Aku menulis tetap semangat! Soal nya? Bayaran nya tidak ada!"


__ADS_2