
MD dan Udin sudah kelelahan mengahadapi para petugas yang datang lagi membantu kawan nya, sudah beberapa menit mereka bertarung didalam lorong itu sudah sepuluh orang tumbang dari pihak petugas keamanan, MD sambil bertarung sambil dia berpikir bagaimana cara melewati petugas-petugas ini. Lalu karena fokus berpikir dan menangkis serangan petugas, MD tak melihat serangan dari belakang, dengan cepat pukulan balok itu hampir mengenai belakang MD, tapi tiba-tiba bunyi meletup sebuah pistol peredam, langsung melewati arah samping belakang MD, sedikit membuat MD terkejut.
Tapi yang terjatuh dan terpental adalah balok itu, MD menoleh kearah suara tembakan itu, ternyata sudah Ia duga bahwa Udin lah yang melakukan nya, sedikit terkejut membuat fokus nya melemah dan petugas yang kehilangan balok tersebut langsung menyerang MD dengan pukulan nya. "AWAS MAS!" Teriak Udin, sambil menghindar dari pukulan para petugas, Udin juga mengkhawatirkan MD.
Mendengar hal itu MD langsung melihat jari-jari mengepal langsung ke wajah nya, tapi karena wanti-wanti dari Udin tadi, MD langsung maju kehadapan Pukulan tersebut, dengan mengubah kuda-kuda nya, tapi kening nya langsung berdarah karena terkena ujung pukulan itu, memang benar meleset tapi tetap saja membuat kening nya berdarah, tak ingin membuat celah karena perih kening nya, MD langsung menggeser kaki nya keatas dengan cepat dan dengan kejutan yang kuat, tendangan nya berhasil membuat petugas itu terpental ke arah belakang.
Udin melihat kejadian yang berlangsung cepat itu menggeleng dengan tidak percaya. Karena melihat pemuda yang jenius juga jago bela diri sedang berjuang dengan diri nya. Disisi Udin, dia jarang sekali menggunakan pistol nya, tapi karena kejadian tadi semua petugas agak sedikit mundur karena takut ditembak.
MD kembali kesamping Udin, "Mas kita sudahi pertarungan ini. Karena, kita sudah mengurangi penjagaan diluar, CEPAT!!" Tegas MD.
MD memang sengaja bertarung sekuat tenaga agar penjagaan diluar agak sedikit kendor, dan ternyata berbuah manis. Semua penjaga fokus menangkap mereka, dan persenjataan mereka tak mereka pakai karena hanya mengira kalau dua orang penyusup itu hanya dua orang pencuri gadungan yang terperangkap dalam penjara lorong itu. Tapi mereka salah besar hari ini dengan berpikiran seperti itu.
Setelah berucap begitu, MD langsung berjalan ke depan Udin, bersiap menyerang dan bertahan melindungi Udin yang akan menghubungi Tim nya.
__ADS_1
"GARUDA ZERO DISINI! MEMINTA INFORMASI?" Ucap Udin, dengan lantang bahkan dia tak menghembuskan nafas nya dalam beberapa saat, lalu dalam hitungan detik, jawaban dari HT nya bersuara, "GARUDA 2 SUDAH MENG AMANKAN POS KEAMANAN BESERTA TARGET!" Dan HT nya berbunyi lagi setelah nya, "GARUDA 3 DAN TNI, BERHASIL MENGAMANKAN PARA PETUGAS PENGENDALI ALAT BERAT DAN SOPIR TRUK!" Dan berbunyi lagi, " GARUDA 1 MENUJU PENYELAMATAN GARUDA ZERO! DAN DALAM PERJALANAN!" Semua regu tim sudah semua nya berhasil.
Udin yang mendengar hal itu langsung melaporkan kepada MD, yang masih bertarung dan menahan serangan petugas, sambil mudur karena tidak mampu selalu menahan, serangan mereka yang banyak, Udin sedikit berteriak, "TIM LUAR BERHASIL MENGAMANKAN SEMUA NYA!"Teriak Udin, mendengar hal itu, MD langsung mundur beberapa langkah, terlihat jelas wajah MD yang lebam-lebam dan berdarah karena pukulan-pukulan.
"Tim saya sebentar lagi akan menuju kesini!" Kata Udin, sudah siap dengan kuda-kuda nya untuk menghadapi para petugas. "BAGUSLAH, KITA TAHAN SEBENTAR LAGI!" Ucap MD, dengan sempoyongan, MD sebenar nya sudah menghabiskan seluruh tenaga nya, tapi karena sedikit ada pencerahan dari Udin dia berusaha menguatkan hati dan mental nya.
Mereka berdua sudah mendorong para petugas sampai ke ruangan bertuliskan asistensi, jadi sudah bermeter-meter MD dan Udin mendorong para petugas tambang tersebut, Udin masih mampu bertarung dan MD juga sekuat tenaga bertahan dari serangan petugas, Udin memang tak ingin memakai pistol nya karena dia sangat tak ingin menggunakan nya dan tak ingin melukai secara fatal para petugas-petugas tambang tersebut. Udin berpikir, dia paham, bahwa seandainya dia pakai pistol nya dia pasti bisa melawan mereka, semua nya, tapi itu juga pasti akan men cedera,i para petugas, bagaimana kalau petugas itu sebenar nya tidak tau kalau mereka cuma diperalat oleh bos perusahan tambang ini saja, dan para petugas ini cuma dimanfaatkan saja oleh dia. Itu akan membekas sekali nanti nya, mau di fisik atau di hati para petugas.
Jadi Udin mengurungkan niat nya dan mencoba bertarung saja, lagi pula pria muda di samping nya ini akan selalu punya ide-ide cemerlang yang tanpa sedikit pun terpikirkan oleh tim nya, bahkan oleh Udin sendiri. Beberapa saat setelah nya, para petugas langsung berucap, "MEREKA CUMA BERDUA! DAN SUDAH KELELAHAN, INI KESEMPATAN KITA MENYERANG MEREKA! AYO!!!" Teriak salah satu petugas. Lalu petugas yang lain juga berteriak, "IYA, AYO! LUMPUHKAN MEREKA!!" Teriak sebagian petugas dengan masing-masing balok dan tongkat kasti yang mereka pegang.
Melihat ada kesempatan dan celah, Udin yang tau dari mana berasal nya, bola asap itu, langsung membawa MD dengan menarik tangan MD, dan bergegas dengan cepat masuk, ke dalam kabut asap tersebut, melewati petugas-petugas tambang yang juga lagi panik-panik nya, dengan lurus saja berjalan, dan menahan nafas nya.
Beberapa langkah setelah nya MD dan Udin keluar dari asap itu, yang paling tersiksa adalah MD karena dia terkejut dan tak siap, dengan apa yang terjadi. MD batuk-batuk dan langsung tersungkur, karena kebanyakan menghirup asap itu, tapi sebuah tangan muncul dan ditangan itu berisikan saringan pernapasan, dari Tim Udin lalu MD langsung memasang nya ke antara hidung dan mulut nya dan menghirup dalam-dalam oksigen didalam nya. Ternyata Tim Udin sudah datang dengan perlengkapan yang siap buat mengamankan para petugas tambang. "Amankan mereka! Tapi jangan lakukan hal yang sampai mencederai bagian-bagian fital mereka!" Kata Udin, menekan kata-kata nya.
__ADS_1
"SIAP, PAK!" Kata salah satu anggota tim tersebut, dengan menengadahkan tangan nya ke dahi sebelah kanan nya.
"Bagus! Kami akan keluar duluan, melihat situasi diluar." Kata Udin, memberi penjelasan.
"SIAP, PAK!" Kata anggota Tim, lalu memalingkan tubuh nya dan siap melaksanakan tugas, terlihat para anggota sudah siap melakukan pengamanan kepada para petugas tambang, satu-persatu semua anggota diamankan dengan masing-masing mereka disuruh tiarap.
"Ayo! Mas, kita pergi, melihat keadaan diluar." Udin berucap, sambil menepuk bahu MD yang masih agak lemas, setelah terbebas dari asap tersebut, dan sedikit demi sedikit berangsur pulih. MD hanya mengangguk pelan, dan mengekor dibelakang Udin. Ditengah perjalanan, Udin lalu berucap, "Kita memang mengamankan semua nya, Tapi sama sekali tak menemukan dalang pemilik tambang ini." Ucap Udin, sambil menoleh ke arah MD yang masih mengekor dibelakang nya.
"Petunjuk yang saya punya juga sedikit, tentang hal ini, bahkan nama pemilik tambang ini saja, tidak tercantum di surat keterangan perusahaan ini?Sangat aneh?" Ujar MD berjalan, akan tetapi MD langsung teringat akan hal yang malam kemaren, dia langsung berhenti berjalan. Dia langsung mencari-cari sesuatu di saku jaket nya, yaitu Hape nya, melihat MD berhenti berjalan Udin langsung mendatangi MD, "Ada apa Mas?" Tanya Udin heran, sambil melihat kearah Hape MD.
"Saya ingin menghubungi teman saya dan sial nya sinyal di dalam goa ini, sangat tidak bagus." Jawab MD, sambil mengangkat-angkat Hape nya mencari sinyal, tapi tak berguna sama sekali. Lalu MD langsung teringat HT Udin dan langsung mempunyai cara agar bisa masuk ke internet dengan mudah, "Mas! tolong HT nya, beri tahu tim yang berada luar, agar membuka GPS dan MAP. Dan buka fropil akun siapa? Yang ada di akun MAP tambang ini!" Kata MD dengan tegas, tanpa membuang-buang waktu Udin langsung melakukan Comando kepada tim dia yang berada diluar.
"GARUDA 3 MASUK! GARUDA 3 MASUK!" Kata Udin dengan sedikit berteriak, MD sekarang berjalan dengan tergesa-gesa dan Udin juga ikut berjalan karena melihat reaksi MD yang buru-buru berjalan. Tak lama setelah nya balasan dari HT Udin bersuara yaitu Garuda tiga, "GARUDA TIGA DISINI! SIAP, MENERIMA LAPORAN!" Kata tim nya yang berada diluar, "Tolong koneksikan salah satu GPS dan internet untuk tambang ini disalah satu Hape kalian! Lalu beritahu saya apa fropil dari tambang ini!" Kata Udin tegas.
__ADS_1
Bersambung.
Tolong like dan subrcibe nya ya teman-teman. Selamat membaca.