DETECTIVE AMATIR

DETECTIVE AMATIR
BERUSAHA


__ADS_3

MD berguling kedalam villa melewati pecahan-pecahan kaca, tidak terasa daging tangan nya tergores oleh pecahan-pecahan kaca tetap dia rasakan. Beberapa kali berguling dia sampai di kaki musuh yang lain, suara di samping dinding villa menggelegar, "KURANG AJAR, NYALAKAN LAMPU LID NYA!!" Teriak nya, sambil memerintahkan yang lain, sinter dari senjata petugas langsung menyala siluet cahaya bulat menerangi sudut-sudut gelap, mereka mencari-cari orang yang melakukan penyerangan tersebut. Beberapa detik menyala MD yang dekat dengan musuh, langsung menendang tangan orang itu, senjata nya terlempar keatas.


MD meneruskan tendangan nya kemuka musuh tersebut, musuh pun langsung terlempar kebelakang, sinter pun langsung mengarah ke arah MD, belum sempat musuh didepan MD menembak, dia langsung berteriak kesakitan karena Iwan langsung menembaki orang itu dengan liar nya. Melihat itu MD langsung bangkit tanpa menghiraukan kekacauan tubuh nya, MD langsung berdiri dan mengencangkan otot kaki nya dan berlari kearah sebelah nya dan menerjangkan kaki nya ke arah musuh yang sedang menyandra para gadis-gadis yang ketakutan, musuh itu langsung tersungkur dan terkapar, MD kembali berdiri beberapa detik, dia tak melihat kearah gadis-gadis, hanya saja tangan nya langsung menunjuk kearah pintu kamar. Yang hebat nya seluet lampu senjata langsung mengarah kekamar karena olah Iwan yang memperhatikan keadaan kawan nya dan paham apa yang dimaksud MD.


Ayu yang berada di situ langsung mengambil inisiatif dan segera menghampiri pintu tersebut, sambil juga berusaha menarik sahabat-sahabat nya yang ketakutan, tangan mereka masing-masing terikat kebelakang, tanpa lama-lama Iwan langsung mengarahkan lagi lampu nya mengincar musuh-musuh, tapi belum sempat Iwan mengarahkan senjata nya, dia langsung ditodong senjata di belakang kepala nya, rasa dingin besi langsung menyentuh daging belakang kepala nya, "JANGAN BERGERAK!! Turunkan senjatamu!" Ucap suara dibelakang Iwan, Iwan tak perduli dia menguatkan kaki nya lalu dengan keras menendang kebelakang kuat-kuat, orang itu langsung mundur beberapa langkah sambil menahan perut nya kesakitan, tidak habis dari itu musuh yang menahan perut nya itu langsung mengerang kesakitan karena beberapa detik kemudian nya, pemukul kayu yang keras langsung menghantam kepala nya dia langsung jatuh tersungkur, MD dengan terbungkuk-bungkuk dan tangan nya masih melakukan pose melempar sesuatu, Iwan langsung mendekat ke MD sambil saling berpaling dan menjaga, mereka berusaha mengumpulkan tenaga mereka.

__ADS_1


Belum sempat mereka mengumpulkan napas, tembakan langsung berderu kearah mereka, dari arah kiri dan kanan mereka, MD dan Iwan langsung lari berlawanan arah, keuntungan mereka adalah, lampu villa tak menyala menjadikan mereka bisa bergerak dalam kegelapan, walaupun ada sedikit cahaya yang masih menyinari tempat itu akibat cahaya sinter dari petugas-petugas tambang, Iwan terkena tembakan, dia sedikit meringis tapi tak membuat dia tersungkur, Iwan masih berlari menuju samping pecahan jendela dan langsung mengarahkan senjata yang dia dapatkan tadi.


Terlihat Orang tua Lisa dan Lisa terikat mereka ketakutan, dan di samping mereka ada beberapa orang. Yang satu duduk, dan dua nya menjaga dia di samping kiri kanan nya, mereka terkejut melihat siluet sinter menyinari para penjaga tersebut. Iwan tanpa pikir panjang langsung menembakan peluru yang ada didalam senjata nya itu, orang yang sedang duduk itu langsung menarik satu petugas dan penjaga nya itu untuk menjaga nya, dan semua peluru yang Iwan lepaskan langsung ditahan oleh penjaga tambang itu tak ayal dia langsung terkapar karena tembakan dari Iwan, "KURANG AJAR!" Teriak penjaga yang satu nya lalu dengan membabi buta langsung menembaki Iwan, tepat dengan pria itu berteriak Iwan langsung berlari dengan cepat tanpa memikirkan bahwa tangan nya kini sudah sangat sakit, dia terus berlari menyamping didalam luas nya villa tersebut. Setelah tembakan itu mereda Iwan mau menembakan senjata nya lagi, tapi peluru nya sudah habis, dia menggelengkan kepala nya, lalu berlari lagi menghampiri musuh yang sudah menambaki dia, Iwan dengan cepat membalik senjata nya tadi dengan memegang moncong senjata seperti pedang lalu melompat dengan kuat sambil menebaskan senjata yang dipegang nya ke arah penjaga tersebut alhasil kepala sang petugas itu langsung berdarah dan dia terlempar ke dinding dalam villa sambil berteriak kesakitan.


Iwan masih membungkukkan badan nya karena begitu lelah dan cape nya dia, terus rasa sakit dipergelangan tangan nya yang semakin sakit, sambil sempoyongan dia menghampiri paman dan bibi nya dan keponakan nya yang diikat oleh para petugas tambang, seribu nafas terus dia hembuskan sambil membuka ikatan tali yang mengikat keluarga nya itu, tiba-tiba Lusi berteriak, "AWAS!! KA!" Teriak Lusi, tapi terlambat sebuah senjata langsung menghantam Iwan tepat di dekat telinga nya dan mengenai kening nya dengan keras, Iwan terpental dan tertulungkup beberapa detik kemudian sebuah kaki bersepatu safety menginjak punggung Iwan terus menginjak nya Iwan mengerang kesakitan.

__ADS_1


Pria besar dan kekar itu langsung menguatkan genggaman nya keleher mereka berdua dan berkata dengan sangat nyaring, "Kalian sudah menghancurkan perusahaan ku! Maka terimalah akibat nya! Kata pria besar itu, dengan kejam. Di arah lubang jendela yang sudah pecah, cahaya terang langsung bersinar dengan terang nya, ternyata itu olah Udin dengan para polisi dan TNI yang berkumpul dengan mobil-mobil yang menyinari lobang jendela tersebut, "Pria besar itu berbalik dengan masih memegang leher kedua sahabat itu, Udin ternganga melihat keadaan Iwan dan MD yang penuh babak belur dan berdarah diseluruh muka mereka, "LEPASKAN MEREKA SEKARANG JUGA!" Ucap Udin dengan sedikit nyaring melalui pengeras suara yang dia pegang, "Kamu sudah terkepung! Menyerahlah" Ucap Udin lagi.


"HEH, BOCAH TERNYATA KAMU HEBAT JUGA!" Ucap pria besar itu, dengan mengendorkan tangan nya yang memegang leher Iwan, lalu dengan keras nya dia melempar Iwan kearah lobang jendela tersebut, sisi kayu-kayu dijendela tersebut langsung patah akibat tubuh Iwan yang dilempar keluar jendela oleh pria besar itu. "Sialan!!" Ucap MD tak beraturan hampir tak bisa bernafas, "KALIAN PARA POLISI BUSUK, COBA SAJA MENDEKAT AKU AKAN MENGAKTIFKAN INI!" Pria kekar itu, membuka jas nya, disana sudah ada BOM yang sangat banyak, melihat itu Udin mengangkat tangan nya, untuk mengomando anak buah nya agar tak sembarangan bertindak.


Iwan terbatuk-batuk dia masih bisa bergerak walaupun sangat lemah, dia mulai berdiri, lalu dia berusaha berbicara dengan nada keras, "BAJINGAN, Aktifkan saja kalau berani, kami disini tidak takut!" Ucap Iwan sambil batuk-batuk, Pria besar itu sudah melepaskan genggaman nya dari leher MD, MD tersungkur dan punggung belakang nya diinjak oleh pria besar itu, lalu pria itu berbicara dengan lantang, "Bocah tengil mau main-main dengan bahaya! Baiklah!" Kata nya, dia melepaskan jas nya, terlihat sekali biji-biji besar dan hitam mengelilingi tubuh nya seperti baterai besar ber kabel semeraut.

__ADS_1


Bersambung.


Karena ini pemikiran aku sendiri, jadi aku usahain agar ending nya cukup bagus, selamat membaca teman-teman, jangan lupa like, dan subribe ya.


__ADS_2