DETECTIVE AMATIR

DETECTIVE AMATIR
story sedih ayu


__ADS_3

"Perjalanan mu menuju kawan-kawan mu itu sangat cepat untuk mu saat itu, kemungkinan orang bisa mengambil Handphone kamu, tidak akan terjadi?" MD menjelaskan kepada Ayu dan Lusi. Lalu melanjutkan ucapan nya, "Membutuhkan lebih banyak waktu, dan yang aku pikirkan adalah saat acara Photo terjadi. Kan tidak mungkin semua nya mengarah ke Kamera pada waktu yang bersamaan, pasti mereka membenarkan posisi terlebih dahulu. Saat memulai sesi Photo." Kata MD, yang sudah menjadi ibu-ibu ember, yang mengerti banget tentang perempuan yang lagi berphoto.


"Tapi memang hilang Kak! Kata Ayu dengan sedikit mengeraskan suara nya sedikit. Membuat yang didalam ruangan tersebut terdiam beberapa saat. MD menundukkan kepala nya beberapa saat lalu membenarkan nya lagi, "Ayu kenapa kamu melakukan ini?" Kata MD, dengan wajah yang sangat datar tanpa emosi, tanpa mimik muka, yang dibuat-buat sekaligus Hawa di ruangan itu langsung berubah jadi dingin. Padahal tidak ada mesin pendingin yang tertempel, seakan-akan MD bisa membuat ruangan tersebut membeku. "Kamu membohongi dirimu sendiri, padahal semua nya percaya pada mu! Mereka baik ke kamu, tapi kenapa kamu membohongi mereka? Terlebih lagi, Lusi yang selalu baik padamu!" Kata MD, masih dengan wajah datar, dan mata MD menatap Ayu seolah menusuk mata Ayu minta pembenaran.


Ayu berdiri, "Apa yang kakak bicara kan! maksudnya, Aku pembohong! Aku sama sekali tak kehilangan hape begitu!?" Kata Ayu, Tangan nya gemetar gelisah nya semakin menjadi, seakan otot kaki yang menumpunya berdiri, kehilangan kekuatan nya. "Benar! begitu," kata MD cepat jelas dan tanggap, dia tak basi-basi saat mengungkap kebenaran yang sudah dia tau sebelum nya.



Ayu memundurkan Kaki nya membuat kursi yang dia duduki awal nya tadi, langsung bergeser kebelakang. Dia tak percaya Laki-laki didepan nya ini, tidak main-main dengan nya. Tetapi entah kekuatan dari mana Ayu langsung tegar kembali, dan sekali lagi berargumen. Bahwa alasan dan pernyataan yang Ia buat memang begitu ada nya. "Kalau kakak menuduh ku mengada-ngada! Dengan Apa yang telah terjadi sekarang, Buktikan! Dimana Hape ku saat ini!" Kata Ayu.


Ayu adalah wanita yang cantik, perawakan nya pendek besar.


Tapi diusia nya yang dini dia memiliki dada yang besar dan pantat yang besar, membuat dia dewasa sebelum waktu nya. Baju nya yang kebesaran dan rok nya yang sepaha membuat dia lebih seperti gadis penari di lapangan Basket.


MD tersenyum dan berkata, "Aku tak akan memeriksa nya, tapi Lusi lah yang akan memeriksa nya!" Kata MD, sambil melihat ke arah Lusi apakah Lusi bersedia. Lusi menunjuk diri nya sendiri membuat dia seperti sedang ditunjuk guru dari kejauhan.


"Aku kak?" Kata Lusi, "Iya' kamu yang akan memeriksa nya, tetapi sebelum itu. Ayu! kita harus membuat perjanjian apa pun yang harus Lusi lakukan nanti' Kamu harus patuh! Dan apa bila kamu tidak terbukti bersalah? Dan fakta nya benar. Aku akan memberikan apa pun, yang kamu mau?" Kata MD


Ayu tetap tegar dengan diri nya, seakan seperti pohon besar walau pun angin ribut pun, tak akan membuat dia jatuh atau roboh, dan Ia mengiyakan apa yang dikatakan MD. Setelah nya MD memerintahkan Lusi kebelakang Ayu, Ayu diperintahkan untuk merentangkan Tangan nya, Lusi yang di belakang langsung menggeledah Ayu di bagian atas sampai perut nya. Semua nya tak terlewat bahkan Dada nya beberapa kali di remas-remas oleh Lusi, MD hanya memerintahkan Lusi, dia cuma menundukkan kepala nya. "Di Bagian atas sini tak ada kak!?" Kata Lusi menegaskan, kalau yang dia kerjakan sekarang, benda yang mereka cari memang tidak ada di bagian atas perempuan itu. "Lanjut kebagian bawah!" Kata MD, dia tak berpaling kearah lain tapi tetap menunduk.

__ADS_1


Lusi juga memeriksa dengan seksama semua nya. Sudah diperiksa semua nya tanpa terkecuali, bahkan Ayu sendiri hampir telanjang dibuat Lusi. Walaupun tubuh Lusi tidak besar, tapi dengan tubuh kecil seperti itu. Dia cukup cekatan untuk memeriksa semua yang ada pada Ayu. "Di Bagian bawah, juga tidak ada kak!? Kata Lusi, dengan yakin. Lusi anak yang jujur dia tidak akan berdusta apa lagi dengan menelanjangi seseorang.



Ayu tersenyum kecut, "Saya yang separuh telanjang ini saja! tidak ada Kak!, Yang kakak cari Apa lagi yang kakak mau?" kata Ayu dengan suara yang agak dibesarkan. "Lusi apakah kah kau memeriksa dengan teliti!" kata MD masih menundukkan kepala. "Ayu kamu memanfaatkan tubuh mu yang besar, aku mengagumi kehebatanmu dalam menggunakannya Kata MD.


Ayu heran dengan perkataan MD, "Apa maksud kakak!" Kata Ayu terheran-heran. "Jangan Pura-pura tak menyadari nya Ayu! Apa yang aku pikirkan juga kamu pikirkan," Kata MD. "Aku tidak mengerti? Apa yang kakak bicarakan! Kakak terlalu mengada-ngada dengan ku! Aku ingin keluar dari sini! dan berkumpul dengan yang lain. Kak MD! Kakak orang cabul' yang ingin melihat perempuan telanjang! Kata Ayu. Dengan kasar mengolok-ngolok MD, sambil memakai baju dan Rok nya.


MD dengan Wajah datar nya menatap ke Lusi


Lalu bicara dengan wajah datar nya. "Lusi! Ini untuk terkhir kali nya! Periksa sekitaran pantat nya, dan masukkan tangan mu, kedalam belahan pantat nya! Kalau kau berhasil aku akan beri sesuatu yang sangat kamu impikan! Kata MD, dengan santai tapi nada nya sangat berat. Lusi merasa ini sangat keterlaluan, tapi mendengar iming-iming MD yang sangat serius. Dia mengiyakan hal itu dengan mengeluarkan dan bermodal kan sapu tangan dia kembali ke arah Ayu dari belakang.


Sebelum Lusi menerapkan perkataan MD, MD langsung berucap, "Ayu sesuai perjanjian yang kamu iyakan tadi! Karena ada bagian tubuh mu yang belum kami periksa! Yaitu pantatmu!" Kata MD. Ayu tak berkutik, yang tadi nya dia tegar seperti pohon, dia begitu gemetar seakan ingin lari. Tapi janji nya yang beberapa menit yang lalu dia buat, dia tak bisa berbuat apa-apa.




Ayu di sofa, dia sangat malu dan sangat ingin keluar dari tempat itu, serta dia sangat ingin keluar dari rombongan dan pulang kerumahnya yang saat ini yang sangat jauh dari sini jarak nya. Tapi dia tak bisa berbuat apa-apa karena MD dan Iwan sudah ada di sana dan selalu menahan nya untuk melakukan niat nya itu, sedangkan Lusi ingin meminta penjelasan Ayu. Apa maksud dari semua ini karena Ayu, Lusi dan kawan-kawannya adalah satu kelompok yang sudah lama berteman. Lusi membuka suara dengan nada yang dia rasa cukup untuk mereka berempat mendengar nya.

__ADS_1


"Yu, kenapa kamu melakukan semua ini?, kamu tau kan, Kami menghawatirkan mu!" Kata lusi menekan kata-kata nya dalam.


Ayu diam cukup lama seakan bibir nya tak bisa dibuka walaupun dia ingin membuka dan berusaha tapi rasa malu nya sangat tinggi, sehingga ingin berbicara pun dia sangat malu.


Ayu cuma menundukkan kepala nya, disela-sela rambut nya yang terurai kebawah ada air yang menetes perlahan membasahi lantai dibawah nya. Ayu menangis terisak, dan tak menjawab pertanyaan Lusi. Bahkan, suara isak kan tangis nya makin terdengar. Mendengar isak kan tangis Ayu, Iwan pun berbisik kepada Lusi, "Ingat kata bibimu Lusi," kata Iwan, pelan dan berbisik. Setelah itu Lusi menoleh ke Iwan lama, terus mengangguk pelan. Lusi pun berdiri dan menggeser tubuh nya ke dekat Ayu secara perlahan dan lembut. Lusi berinisiatif membuat Ayu berhenti menangis dengan cara membelai belakang Ayu dengan sangat lembut.


Ayu terkejut disela tangis nya, merasakan ada tangan yang menyentuh dan membelai nya dari belakang dengan lembut. "Ayu sudah lah, jangan menangis' kami bertiga tidak marah ke pada kamu." Kata Lusi pelan, Ayu menatap Lusi dengan air mata nya yang membasahi pipi nya bahkan Wajah nya basah terkena air mata nya sendiri.


"Lusi aku mi-minta ma-af!" Kata Ayu dengan nada yang tidak beraturan, bahkan untuk Iwan yang dekat dengan mereka berdua pun tidak bisa jelas mendengar kan perkataan ayu itu.


Cuma, Lusi memahami nya, "Tidak apa-apa Ayu, kami sama sekali tak marah padamu." Kata Lusi lembut walaupun Lusi masih Muda dari Ayu tapi dia berusaha selembut mungkin. Tangis Ayu pecah sambil memeluk Lusi, karena perawakan Lusi yang kecil. Dipeluk oleh Ayu, tubuh Lusi langsung hilang di selimuti tubuh Ayu.


"Nampak nya ini akan lama," Kata MD datar. Iwan yang mendengar pun langsung membelalakkan mata nya kearah MD. "Ingat situasi bro! Belum saat nya," Kata Iwan menahan kawan nya tersebut. Tapi MD tak bisa menunggu entah apa yang merasuki nya, langsung saja. Beberapa detik setelah nya MD berucap kembali.


"Ayu! lebih cepat lebih baik, aku tak punya waktu untuk ini," Kata MD menegaskan apa yang memang dari tadi dia Ingin sampaikan. Iwan dan lusi kaget mendengar pernyataan tersebut, karena menurut mereka sangat belum tepat waktu nya.


Tapi Ayu menunjukan reaksi nya, tangis nya mulai mereda dan melepaskan pelukan nya dari tubuh Lusi.


Bersambung.

__ADS_1


Catatan.


Untuk membuat plot, sama sekali belum terpikir! bagaimana cara Ayu menjelaskan kepada kawan-kawan nya. Cuma akan ku buat cerita Ayu ini sebagai sad' story'


__ADS_2