
Alarm pagi, membangun kan Iwan. Pukul Enam, pagi. Iwan terbangun, dan menggeliat. Seolah, tidak ada beban yang Dia pikirkan.
Dia menggapai Hape nya, yang berada disamping ranjang nya. Dan menghidupkan data ponsel nya. Sengaja dia Menonaktifkan data nya, karena itu, sama saja pemborosan baterai, kata nya.
Iwan menyipitkan mata nya. Karena, pesan dari MD paling awal terbuka. Melihat chat, tersebut. Dia, langsung beranjak dari tempat tidur nya. Bersiap, untuk berangkat. "Sial! Kenapa dichat saja!. Kan bisa saja, lewat telpon! Hal penting seperti ini!" Gumam Iwan, kesal
Setelah beberapa waktu. Iwan sudah siap, dia mengambil kunci kendaraan nya. Yang terletak di meja samping, ranjang tidur nya.
Dan langsung bergegas berangkat. sesampai nya diteras, dia, membuka bagasi, yang ada disamping teras rumah nya. Ada sebuah kendaraan 4 Tak, langsung dia seret keluar, dan menunggang nya. Dan menghidupkan kendaraan roda dua tersebut. Iwan telah berangkat dan sudah separu jalan, menuju Rumah MD.
Rumah MD dan Iwan, berjauhan. Sekitar 6 Kiloan, jarak nya.
Iwan sudah tau, kalau MD menchat seperti tadi. Maka MD memerlukan nya, untuk menumpang. Dan pasti, kendaraan nya ini. Akan berguna, pada saat nanti.
Sesampai nya dirumah MD, MD sudah siap dengan Hoodie hitam nya, dan celana Jeans, sepatu berwarna putih. Iwan bingung dengan pakaian MD, Karena seperti olah raga, tapi bukan olah raga.
"Sudah cukup!" Kata MD, mempersingkat waktu. Sambil memakai Helm, MD sudah tau, kalau Iwan memperhatikan cara berpakaian nya.
Iwan cuma terkekeh. Dan Iwan sendiri tidak memakai Jaket, cuma Kaos dan Celana pendek, dan pakai Sendal. Serta Helm yang ada di kepala nya. "Ayo! Kita berangkat!" kata, MD.
Iwan memutar Tuas, yang ada disebelah kanannya. memutar Tuas nya, untuk menjalankan kendaraan nya. Karna dari tadi, Mesin kendaraan nya tidak dia matikan. Kendaraan yang dikendarai Iwan, melaju dengan kecepatan sedang. Iwan meninggi kan suara, "Apakah kau, belum sarapan!" kata Iwan, agak meninggikan suara nya.
MD, membalas jawaban Iwan. Tapi langsung mengatakan hal perintah, langsung kepada Iwan. "Kita makan, disebelah pertigaan. Disebarang Toko makanan Hewan." Sambil menunjuk, tempat yang mereka datangi.
Karna MD, sudah tau kebiasaan Iwan. Dia pasti akan terbangun jam 6. Dan hanya akan membuka WA, selanjut nya, Dia akan terkejut. Dan pasti akan Tergesa-gesa, begitulah Kebiasaan Iwan yang dia tau. Jadi, dia tak mengubris, hal-hal yang ditanyakan Iwan.
Setelah, sampai ditujuan yang dimaksud. Suasana di pagi hari dipertigaan Kota, belum banyak orang lalu lalang. Waktu sedang menunjukan Jam 7.00 pagi.
MD langsung memakai, kepalaan Hoodie nya, untuk menutupi kepala nya. Dan menatap lama, Toko diseberang jalan tersebut. Setelah itu, memalingkan Wajah nya ke arah Iwan.
Iwan yang melihat merasa heran. Tapi dia, tidak ingin berkomentar apa-apa. "Kita sarapan dulu disini, sambil menunggu." Kata MD.
"Baiklah," Kata Iwan.
Sambil menunggu MD, tak sepatah kata pun di bicarakan. MD dan Iwan pun, hanya Fokos makan. Mengisi perut nya, yang sudah mulai keroncongan. Di akibatkan, Cacing dalam Perut yang berdansa mulai sedari pagi tadi. Memang seperti inilah, persahabatan kedua nya. Tak saling bicara, Fokos dengan apa yang dikerjakan nya.
Selang beberapa Menit. Mereka sudah selesai, memakan sarapan mereka. Terlihat sekali, Iwan yang kekenyangan akibat, makannya yang sangat bnyak. tapi, tidak ada yang memperhatikan itu. Dikarenakan juga masih pagi, Orang-Orang masih belum banyak terlihat. MD pun, juga selesai dengan sarapan nya. Mereka me lap Bibir, dan meminum, minuman yang sudah tersedia, dimeja makan. Yang disediakan oleh pelayan, yang ada di tempat tersebut.
__ADS_1
"Kita, akan menunggu nya. Firasat ku mengatakan, kemungkinan dia datang. Akan 1 Jam lagi." Kata MD, membuka percakapan kepada Iwan. Yang mendengarkan, teman nya itu bicara
Seandainya orang lain, Iwan pasti meninggalkan teman nya ini. Karena tidak percaya, dengan kata-kata MD. Yang menyelipkan Kata kemungkinan, yang Arti nya; Bisa terjadi atau tidak akan. Tetapi, ini berbeda. Teman nya ini sangat hebat, dalam Pirasat nya. Hanya MD, yang bisa melakukan hal itu. Dia bisa menggunakan firasat nya. Dalam 1Menit Dia bisa membuat seribu kemungkinan, yang bisa di Validasi. Itu lah yang disukai oleh Iwan, akan Teman lama nya ini, karena kejeniusan nya.
Beberapa Menit sudah berlalu. Toko diseberang jalan, yang mereka tunggu pun, akhir nya buka. Terlihat diseberang jalan, Wanita dengan rambut ber Sanggul, dan Celemik yang dipakai nya. bercahaya, terpapar cahaya Matahari pagi. Terlihat, sekali dia menunggu seseorang hari ini. Sambil menoleh, di kiri dan kanan.
MD menjelaskan, bahwa orang diseberang jalan tersebut, adalah rekan nya. Iwan hanya termangut-mangut, mengerti. Dan yang ditunggu rekan nya, adalah MD. Dan, seseorang satu lagi. Dan MD, sudah melakukan perjanjian. Kepada Wanita diseberang jalan tersebut.
Mendengar, penjelasan MD. Iwan sangat lah paham, apa yang dikatakan teman itu. Karena, sudah tidak 1 dan 2 kali lagi, melakukan hal yang seperti ini. Tapi sering sekali, mereka melakukan pengintaian seperti ini.
"Ku harap, pengejaran kali ini. Tidak membuat keributan, yang ramai." Kata Iwan, MD tidak mengubris hal itu. Dikarenakan, saat pengejaran nanti, pihak Kepolisian akan ikut, mengejar juga.
Setelah 1 Jam lama nya. Terlihat sebuah mobil bak tertutup, mampir ke Toko diseberang jalan. Ada 2 orang Laki-Laki, Satu bertubuh besar, satu nya lagi bertubuh pendek, tapi kekar.
Mereka, masuk kedalam Toko. Beberapa saat kemudian. Pria yang bertubuh pendek, mengangkat karung yang bisa dipastikan, itu adalah makanan Hewan, yang sudah direncanakan oleh MD dan Penjaga kasir.
Terus pria bertubuh Gemuk pun, ikut mengankat karung juga. Banyak sekali yang mereka muat, kedalam Mobil Bak tersebut.
"Iwan! Siapkan kendaraan mu. Kita akan mengikuti mereka, sebentar lagi. Dan ini, bayar apa yang kita makan tadi." Kata MD, sambil masih Fokos. Menatap keseberang jalan, dan memberikan uang kepada Iwan.
Iwan pun melakukan tugas, yang diberikan oleh teman nya tersebut.
Setelah, selesai memuat barang. Mobil Bak itu mulai berjalan. Terlihat sekali bahwa Penjaga kasir, mengantar kedua Laki-Laki itu ke luar. Terpampar Muka senyum, di Pipinya.
MD, dengan cepat beranjak dari tempat nya. Sambil memakai Hoodie nya, yang menutupi kepala nya. dia langsung memakai Helm.
Melihat MD yang bergegas, Iwan bersiap, dan menghidupkan, kendaraan kesayangan nya itu. Dan mendekati MD, yang sudah menunggu nya. "Kita berangkat, jangan sampai mereka lolos!" Kata MD.
"Siap!" Kata Iwan, menegaskan.
Iwan, melihat gerak gerik MD di kaca sepion nya. Terlihat MD menggunakan Hape nya, dan menekan-nekan layar nya. Nampaknya, Ia sedang menghubungi seseorang.
Iwan terus mengikuti mobil Bak tersebut.
Tapi, dari jarak yang sedang. Karna dia sudah terbiasa dengan hal ini. karna, Ajaran dari teman dibelakang nya itu. Dia sekarang Ahli nya, dalam membuntuti seseorang.
Karna mobil Bak selalu berjalan dijalan raya. Tidak ada kata susah, bagi Iwan mengiringi nya. Dan sesekali, mobil itu berhenti di Lampu merah.
__ADS_1
Dan perjalanan, Iwan dan MD mengikuti mobil tersebut pun. Sudah setengah jam, lama nya.
Iwan heran dengan mobil yang dia iringi, tujuan mereka ini, seperti Iwan kenal.
"Apakah? tempat nya disana." Kata Iwan, dalam hati.
Beberapa saat kemudian, mobil membelokan Ban nya, kesebuah komplek yang sebenar nya, belum jadi. Dan jalan nya masih pasir putih. Dan sangat terlihat Becek, tapi mobil itu seolah tidak perduli. Dan terus menjalan kan ban nya, ke daerah tersebut.
Iwan berhenti. Dan MD mengerti, Iwan kenapa berhenti.
"Aku kenal jalan yang kita lalui ini. Sebenar nya, kalau kita ikut jalan raya. Akan menuju kepelabuhan. Dan komplek ini, sebenar nya belum jadi." Kata Iwan, memberi penjelasan.
MD menyapu pandangan nya, kesekeliling nya.
"Benarkah begitu. Baiklah, kalau begitu. Lanjut kita, ikuti Mobil itu." Kata MD, sambil menepuk bahu teman nya. Menandakan dia, siap berjalan lagi.
Iwan dan MD, memasuki komplek tersebut. Terlihat sekali komplek tersebut, sangat tak ramah, akan penduduk rumah. Rumah disana sudah ditumbuhi ilalang tinggi, diseluruh tempat nya.
Banyak cabang di jalan tersebut, dan MD memerintahkan Iwan dari belakang, dengan kejeniusan nya. Karena jalan itu Becek, dan berpasir putih. Ketahuan sekali bekas Ban besar, melalui nya.
Dengan perlahan, Iwan menjalakan tunggangn nya ini. Terus dia berhenti, ketika MD memerintahkan untuk berhenti. "Taruh saja kendaraan mu, disekitar ilalang-ilalang ini. Kita berjalan Kaki. Firasat ku mengatakan, kita akan menghadapi kesulitan." Kata MD, dengan pandangan nya tetap kearah jalan Ban besar. Yang membelah jalan berlumpur tersebut.
"Baik lah!" Kata Iwan.
Setelah semua nya beres, mereka berjalan Kaki menulusuri jalan tersebut. Memang sama sekali, tak ada orang diKomplek ini. Cuma ada suara Burung, dan Ilalang yang menjulang tinggi. Dan lolongan Anjing-Anjing, yang bersahutan.
Tapi mereka tetap berjalan, dan terlihat sangat Fokos. Beberapa saat kemudian, mereka menemui persimpangan bercabang 4. Akan tetapi, sangat mudah mengetahui jalan Ban yang baru. Dikarenakan, tanah yang berlumpur. Mereka mengikuti Ban mobil, tersebut.
Setelah beberapa langkah. Mereka mendengar Mobil yang berjalan, kearah mereka.
MD langsung menarik iwan kedalam Ilalang-Ilalang, yang menjulang tinggi. Untuk menutupi keberadaan mereka.
Jelas saja. Ada mobil Bak, lewat dengan kaca tertutup, dan badan mobil sangat kotor, karena Cipratan tanah Berlumpur. melalui, Mereka berdua.
Setelah itu, Mereka keluar dari ilalang tersebut. Dan melanjutkan perjalanan, 10 Menit berlalu. Sampai lah mereka, disebuah perumahan yang bersih. Bahkan berbeda sekali, dengan apa yang mereka sudah lewati. Dari awal tadi, ada empat buah rumah, yang sangat bersih berseberangan jalan. Jalan nya pun tak begitu besar, hanya saja ilalang-ilalang yang menjulang, tidak ada lagi.
"Apakah kamu siap, Iwan!" Kata MD, "Tentu! kawan," Kata Iwan, mengangguk.
__ADS_1
Bersambung.
Mengulang lagi, mulai dari awal. Tulisan ini akan aku rubah sampai bisa, masuk dalam Kontrak. Mohon! Dukungan nya, Kawan-Kawan.