DETECTIVE AMATIR

DETECTIVE AMATIR
AWET MUDA


__ADS_3

Awet muda


Saat berjalan menulusuri lorong, Emdi pun menemukan sebuah rumah kecil. Dia berdiam sebentar dan melihat sekeliling.


Tak ada seseorang yang lewat, bahkan hewan pun tidak ada sama sekali. Gelap, dan hanya celah cahaya di atas langit. Disela-sela gedung-gedung yang mencakar langit. Cuma itu penerangan yang ada saat ini.


Rumah itu seperti tak terawat, lumut hijau ada di dinding luar rumah tersebut. Menyelimuti separu, rumah itu.


Halaman yang kecil dan tak luas. Dipenuhi rumput, dan cuma ada celah jalan ditengah-tengah nya terlihat sangat Kotor.


Tapi, betapa terkejut nya Emdi, saat ada bekas Tapak Kaki di atas rumput. Rumput yang segar, terkena tindihan sepatu.


MD berjalan perlahan, dan sesekali Dia menarik perlahan napas nya.


Dan dia bergumam, "Sangat mencurigakan, kalau memang ini tempat nya, aku harus masuk! meski ini berbahaya. Pelaku nya, tidak mungkin banyak. Dikarenakan dihalaman pak Bagong, ada jejak seperti ini. Dan hanya ini yang terlihat, Mencolok. Ini, adalah bekas sepatu." Emdi, bergumam.


MD mengendap-ngendap, ke samping Rumah. Dan diujung, belakang rumah tersebut. Ada tumpukan sampah, tapi bukan hanya sampah. Juga, ada banyak. Bulu-bulu, Hewan didalam kantong tersebut.


Mendengar, cerita MD. Pak Jumbran, sang Polisi pun langsung menelpon anak buah nya. Meminta, Informasi tempat. Dan apa saja yang ditemukan, ditempat tersebut. Dan meminta Anak Buah nya, mengumpulkan bukti-bukti tersebut.


MD melanjutkan cerita nya.


"Saat saya melihat-lihat disana, dengan keadaan Mengendap-Ngendap." MD, sekaligus membayangkan. Bagaimana, situasi tersebut.


Bunyi kunci rumah dibuka, ada seseorang didalam sana, dan sama sekali tak tahu. Bahwa ada orang yang Mengendap-ngendap, disamping rumah nya. Yaitu, Emde.


Merasa ada orang lain, selain diri nya. Emdi, menghentikan kegiatan nya. Dan perlahan, berjalan kearah bunyi tersebut.


Pak Jumbran yang mendengarkan cerita MD, sambil manggut-manggut. Menandakan dia paham, dengan alur cerita. yang pemuda ini, ceritakan.


Emde, lalu melanjutkan cerita nya lagi. "Saat, saya keluar dari samping rumah nya. Alangkah terkejut nya dia, melihat saya. Dia memakai Hoodie, dan masker. Awal nya, sangat sulit mengenali nya. Tapi saat dia bersuara, mental saya yang tadi nya agak Kendur, langsung menguat lagi." Lanjut Emde sambil lanjut, bercerita.


"Siapa kamu!?" Ancaman, Sosok ber Hoodie itu.


Suara nya, seperti wanita serak. Emdi sempat terdiam, dan memasang wajah datar nya.


Lalu dia mulai, membuka mulut nya. "Maaf, ketidaksopanan saya Nona. Tapi, Saya akan menanyakan hal ini, kepada Nona? Agar Nona, menjawab nya, dengan jujur." Tanya Emde, datar. Dan lanjut, berucap. "Dan ... kenapa? Sampah, di samping rumah Nona ini, isi nya bulu-bulu Hewan?" Ucap MD, melanjutkan pertanyaan nya. "Dan bulu Hewan ini, adalah hewan peliharaan. Ada Anjing, Kelinci dan beberapa bulu Kucing." Tekan MD

__ADS_1


Di cecar pertanyaan, Oleh pemuda dihadapan nya ini. Sosok berhoodie, cuma bisa mengerjapkan mata nya. Dan asal-asalan, menjawab pertanyaan MD. "Saya tidak tau! Dan itu, juga bukan Urusan Kamu!" Kata Wanita berhoodie, dengan suara, Bergetar dan memaki.


MD dengan santai, mendekati Wanita tersebut. Dan mengatakan, "Saya tau Nona, diPasar gelap sekarang. Sangat Marak, daging Anjing dan daging Kelinci, Yang diJual, dan isi perut nya, dibuat untuk Obat, berbentuk Kapsul. Obat nya sangat mahal, diJual." Ulas MD.


Wanita itu, langsung membelalakan mata nya. Dia, tak bisa berkata-kata lagi.


Dengan gemetar, sosok berhoodie bilang, "Saya, tidak melakukan apa pun!" Terus berlari, menuju lorong Gang yang gelap.


"Saya tak punya waktu, untuk Menggeledah rumah tersebut. Tapi, Intuisi saya, dan Pirasat saya, mengarahkan kemungkinan terbaiknya adalah, mencegat pelaku. Dan menanyakan, kenapa? Sampah Bulu-Bulu Hewan itu, ada disamping rumah nya?" Masih dalam, cerita MD.


Dan disaat itulah. MD, langsung menelpon, pak Jumbran.


"Padahal kalau dia bilang, Tidak tau. Dan saya tidak mengerti apa yang anda bicarakan. Terpaksa, Otomatis, saya harus mencari Kata-Kata, yang bagus lagi. Untuk memperkuat Diksi saya, ke Wanita itu." Jelas MD, yang sedang bercerita kepada pak Jumbran.


"Tapi, nampak nya hari ini. Hari kemujuran saya," Gumam MD. MD langsung berlari, dan mengejar wanita berHoodie, tersebut.


"Dan beberapa waktu setelah nya, bapak Jumbran datang. Terima kasih sudah memenuhi panggilan saya, pak." Kata MD.


Satu tarikan nafas berikut nya, MD melanjutkan kata-kata nya. "Yang menjadi pertanyaan saya? Buat apa daging anjing, dimakan pak?" MD mempertanyakan hal itu, kepada pak Jumbran yang Notabenenya, lebih tua dari nya. Yang MD, rasa cocok untuk bertanya.


Lalu, pak Jumbran mengeluarkan Hape nya. Dan memperlihatkan sebuah artikel, bahwa daging Anjing membuat wanita Awet Muda.


"Berrti kamu tidak masuk kedalam rumah tersebut." Kata pak Jumbran, sambil menutup Ponsel nya, yang dikembalikan oleh MD kepada nya.


Sekarang, mereka sudah berada Ditempat makan.


Karena pak jumbran dalam perjalanan tadi, mau Mentraktir, Bocah pemikir ini. untuk, kesekian kali nya.


MD pun menjawab pertanyaan pak Jumbran. "Saya tidak masuk kedalam, dikarenakan Pelaku yang kabur. Lebih baik mengejar dia, supaya dia bisa dimintai keterangan. Dan saya tau, pak Jumbran pun, akan mengirimkan anak buah. Untuk, menyelidiki tempat yang sudah saya jelaskan tadi." Jelas MD, panjang lebar.


Jumbran Termangut-mangut memahami apa yang Bocah didepan dia ini katakan. Selain, memikirkan kemungkinan yang Valid. Dia, juga bisa Menerawang masa Depan. Walaupun, sedikit.


"Baguslah! Menurut mu, pelaku ada berapa orang?" Kata Jumbran, ingin tau fi Duksi Bocah dihadapan nya ini.


MD, menggelengkan kepala nya. Lalu berucap. "Saya tidak tau pak, karena bukti yang ditemukan sangat sedikit. Kita harus memintai keterangan pelaku, agar bisa dengan jelas membuat hipotesis. Tapi, kalau boleh saya menjawab, pelaku hanya satu orang. Dikarenakan, Tangan pelaku yang berhasil kita aman kan tadi, memiliki tanda goresan Luka ditangan nya. Tepat nya, di telapak tangan nya. Dan baju hoodie nya, ada serpihan bulu-bulu kelinci, di dekat leher nya. Pelaku, mencuri menggunakan metode umpan pak. Dia, menggunakan umpan hewan peliharaan. Pada saat, melakukan aksi nya. Dengan memberikan umpan kepada hewan tersebut, melalui tempat umpan peliharaan. Yang mana hewan yang sudah keseringan diberi makan di suatu wadah, maka dia akan Terobsesi. Dan luka di telapak tangan pelaku disebabkan, membuka sangkar kawat di keranjang kelinci. Milik ibu-ibu, komplek yang tadi pagi saya temui." Papar MD, menyampaikan pemikiran nya.


Sekali lagi, pak Jumbran mengangguk-angguk mendengar penjelasan MD.

__ADS_1


"Ini cuma pemikiran saya, dan ini tidak bisa dijadikan patokan. Untuk membuat wanita tersebut menjadi pelaku sebenar nya." kata MD, ragu karena bukti yang dia dapat kan masih sedikit.


MD juga berusaha, agar Analisa nya tidak salah. Tapi dalam keadaan ini dia merasakan bahwa, ada hal yang mengganjal yang perlu banyak dia ketahui.


Setelah nya mereka makan dengan santai, sesekali mereka membicarakan soal kasus yang terjadi.


Setelah selesai makan, dan mau berangkat keluar MD berucap. "Pak saat Informasi Introgasi sudah dikumpulkan, bolehkah saya meminta Informasi nya?" Ucap MD.


"Ok! tentu, nanti saya kirimkan ke kamu. Untuk apa MD?" Pak Jumbran menyela, tidak seperti biasa nya, MD melakukan hal itu.


"Saya memiliki Pirasat, dan kemungkinan lain pak. Karna Kasus ini terlalu mudah, dan terlalu mendadak bagi saya." Jelas, MD.


"Baiklah," Kata pak Jumbran. "Tapi, ingat jangan berani-rani menyelidiki sendirian. Lapor dulu kepada pihak saya, demi keselamatan kamu," Kata pak Jumbran, mengakhiri kata-kata nya.


Setelah nya, mereka berpisah. MD berencana balik kerumah nya.


Sambil dijalan dia mengingat-ngingat Wajah, sipelaku yang dia kejar tadi.


"Seperti nya aku mengenal nya? tapi dimana?" MD mengingat-ngingat lagi, tapi semakin dia ingat. Dia merasakan bahwa wanita itu. Raut wajah nya menunjukan bahwa dia tidak bersalah.


Sambil berdecak dan menggelengkan kepala nya. Dia berucap, "lupakan! Semoga saja hanya perasaan ku." Kata MD, dan melanjutkan perjalanan nya.


"Aku akan tahu, saat laporan dari kepolisian sudah selesai." MD tau, kalau dia terlalu memikirkan hal yang belum pasti, dia akan menemukan jalan buntu. Pada akhir nya itu sangat sulit. Lebih baik, mencari informasi yang real. Agar tidak tertipu, oleh keadaan yang dibuat-buat.


Sesampai nya di toko makanan Hewan. Sebelumnya, MD menengok ke toko tersebut. Karena toko hewan itu depan nya kaca terang, dia melihat Ubai si penjaga toko kasir sedang berbicara dengan Pria gemuk.


Sangat rahasia sekali, bahkan sipria menunjuk-nunjuk kearah tempat makanan hewan, yang beberapa waktu lalu Ia bicara kan dengan Ubai.


MD langsung masuk keToko tersebut. Dan berdiri santai ditempat makanan-makanan hewan tersebut. Sambil memperhatikan siPria mengobrol dengan Ubai, si penjaga kasir.


"Aneh sekali? makanan hewan itu sangat laku ditempat ini. Beberapa contoh yang kubawa tadi hanya dua, itu yang sangat dicari! Ada apa dengan makanan tersebut?" Gumam MD, semakin berpikir.


MD pun langsung men chat pak Jumbran, agar mengambil contoh makanan hewan tersebut. Supaya diperiksa ditempat Laboratorium pihak kepolisian.


Setelah selesai, MD langsung menghampiri Ubai, Karena sipria gemuk sudah keluar dari dalam toko.


Bersambung.

__ADS_1


Ada beberapa kata yang aku revisi, karena saat penulisan terkadang aku lebih memikirkan pemecahan kasus nya. Dan bisa terlupakan, untuk membuat lebih banyak kata. Agar peng cap an karakter, bisa dipahami oleh pembaca.


Kalau berkenan! silahkan like, dan komentar. Agar cerita ini bisa menjadi sebuah pembelajaran juga bagi kita. Next! bab selanjut nya.


__ADS_2