DETECTIVE AMATIR

DETECTIVE AMATIR
KEBINGUNGAN


__ADS_3

Simpang empat lorong itu sudah mulai terlihat, dan cahaya lampu lorong sebelah kiri dari arah MD dan Udin berjalan cahaya lampu nya sangat terang bahkan lebih terang dari lorong-lorong yang sudah mereka jalani beberapa waktu tadi.


Melihat hal itu, Udin berpikir bahwa itu adalah olah tim nya yang sekarang sudah mengumpulkan para pekerja di satu sisi didekat mulut goa, tapi pemikiran seperti itu akan membuat dia ber ekspektasi berlebihan dan sesaat kemudian dia menggelengkan kepala nya membuang jauh-jauh pikiran tersebut, cahaya memang terlihat tapi jarak nya masih jauh dari yang Udin pikirkan, pada saat yang sama HT Udin bersuara memanggil nama tim nya. "GARUDA ZERO! MASUK, INFORMASI DIDAPATKAN!" Kata suara tersebut, Udin langsung membalas, "GARUDA ZERO DISINI! Datang, kemari! Dan bawa informasi nya kedalam lorong sebelah kanan." Ucap Udin, memerintah tim nya, mengingat sinyal yang buruk tidak mungkin bisa mengirim nya ke Hape nya atau ke Hape MD, dan Udin juga mengkhawatirkan MD yang sudah kelelahan akibat pertarungan beberapa menit yang lalu.


"SIAP! Salah satu anggota Garuda tiga, berjalan menemui Anda pak!" Ucap suara, dari HT Udin. Mendengar hal itu Udin langsung mendatangi MD, "Mas, tidak apa-apa!" Kata Udin mengkhawatirkan MD, MD sendiri tidak tau dengan tubuh nya tapi dia sangat kelelahan, Udin langsung memberikan Informasi yang Ia dapat dari tim nya dan membantu MD dengan memapah nya berjalan, Alangkah terkejut nya Udin memegang tangan MD sangat dingin dan dia mencoba memegang bagian kepala MD sangat panas, "Mas seperti nya Mas MD terkena demam." Terang Udin, mendengar hal itu MD langsung ingat semua kejadian yang menimpa kawan nya tempo hari, dan nyata nya dia juga terkena hal itu. "Sial, disaat seperti ini!" Kata MD sambil melemaskan Otot-otot nya. "Tapi tenang Mas, Tim saya bisa mengobati Mas dengan Obat yang mutakhir untuk masalah ini." Ucap Udin memberi solusi, MD cuma menganggukkan kepala nya tanda dia mengiyakan dan sedikit berharap.


Beberapa langkah kemudian seseorang dengan baju rompi anti peluru dan helm yang disamping nya ada penerangan datang ke depan MD dan Udin dengan berlari. "LAPOR PAK, Ini Informasi yang Bapak ingin kan!" Kata nya dengan menyerahkan Hape nya yang sudah ada laporan dan informasi yang diinginkan MD dan Udin, Udin lalu mengambil Hape nya dan menyerahkan MD yang lemas ke anggota didepan nya tersebut. Udin melihat fropil di akun MAP yang tertera di ponsel itu Udin langsung membelalakkan mata nya terkejut, belum sempat dia bersuara, MD yang melihat reaksi Udin langsung mengarahkan tangan nya ke arah Udin meminta Hape yang dipegang Udin.


Udin lalu mendekat kearah MD yang dipapah oleh tim nya tersebut, sekaligus menyerahkan Hape itu, "Apa-apaan ini!" Kata Udin masih belum hilang rasa terkejut nya, MD lalu menyipitkan mata nya kelayar Hape itu dan juga terkejut, "Ini wanita ini?" Kata MD masih tidak bisa menyembunyikan keterkejutan nya.

__ADS_1


Wanita yang ada difropil itu adalah wanita yang beberapa jam lalu dia temui dengan Udin, dilorong seberang lorong ini, yaitu lorong sebelah kiri dari loket tadi, seorang wanita paruh baya yang menggendong anak nya dan beberapa jam lalu, bertanya kepada MD tentang kenapa mereka ke lorong itu dan memberi tahu lorong yang menuju ke arah kantor. Ibu Midah Ahmadi nama lengkap fropil itu, umur 37 tahun. Photo nya di fropil tersebut sama persis dengan ibu yang MD dan Udin temui.


"Kebetulan yang tak terduga," Kata MD, dan MD masih menggeser-geser layar hape tersebut, mencari-cari informasi lain nya, tidak ada informasi lain di dalam akun itu cuma ada gambar tambang itu saja, tapi itu malah membuat MD semakin penasaran, pemandangan di photo tersebut, sama dengan pemandangan yang di lihat MD saat dia pertama kali melihat tambang ini diujung tebing, dua hari yang lalu. "Aneh sekali?" Ucap MD, "Ada, apa Mas?" Tanya Udin, lalu MD menjawab dengan jawaban lain, "Nanti saya jelaskan Mas, tapi sekarang lebih baik nya, kita keluar terlebih dahulu. Kepala saya ini tak bisa di ajak kompromi sama sekali." Kata MD dengan sedikit meringis.


Udin pun mengangguk dengan menepuk tim nya, memerintahkan segera, membawa MD ke tim medis yang sudah siap diluar goa. Walaupun Udin saat ini sangat bingung dengan ucapan MD, tapi apa boleh buat, tak ada yang bisa dia lakukan, kalau MD semakin sakit karena misi ini. Mereka langsung berjalan dengan memapah MD keluar dari goa, menurut Udin, menyembuhkan MD adalah hal yang sangat penting saat ini.


Di posisi MD sekarang dia masih di periksa kesehatan nya, dan setelah diberi suntikan anti body oleh medis keadaan nya sekarang mulai membaik, juga lebam-lebam diwajah nya sudah di obati oleh pihak medis. Beberapa saat setelah nya, Udin dan pak Jumbran, mendatangi MD yang berada di samping mulut goa ditemani para medis yang berada dalam mobil medis, Pak Jumbran membuka pembicaraan dengan MD, "Bagaimana keadaan mu, anak muda?" Kata pak Jumbran, sambil menatap MD yang masih bersandar di kursi medis, "Saat ini sudah mendingan, dan kepala saya, sudah mulai ringan dari sebelum nya." Jawab MD, dengan membenarkan sedikit lehernya. "Baguslah, sebenar nya kamu juga pasti tau kan, kenapa aku kesini?" Kata pak Jumbran, sambil ikut duduk di kursi medis, disebalah MD.


MD cuma mengangguk paham, lalu berucap kepada Udin yang ada diluar mobil, dan masih kelihatan oleh MD, "Mas Udin! Saya minta berkas yang sudah dicatat oleh Mas Udin, dan juga, beserta photo-photo yang ada di MAP, yang kita temukan tadi." Seru MD, memanggil Udin yang ada di luar mobil tersebut.

__ADS_1


Udin menengok sebentar, lalu mengangguk paham setelah nya dia masuk kedalam mobil itu dan memberikan tablet layar besar yang dia punya. "Ini Mas, ini semua berkas yang sudah saya rangkum untuk memperjelas semua yang kita temukan." Kata Udin dengan membuka file sejenis Text yang banyak sekali tulisan-tulisan tentang keterangan-keterangan yang ditemukan oleh Udin dan MD.


Setelah selesai menyerahkan semua informasi itu Udin pun langsung keluar dari mobil tersebut, karena tidak mungkin dia berdiam juga di dalam sana karena akan membuat sesak mobil tersebut.


MD pun membaca isi dalam file tersebut dan menjelaskan nya secara terperinci kepada pak Jumbran, setelah beberapa menit menjelaskan sampailah penjelasan MD tentang siapa yang membuat akun yang berisikan sedikit info tentang tambang tersebut. "Ibu itu, dia mendapatkan photo itu tepat dimana saya dan kawan saya hampir saja kehilangan nyawa." Jelas MD, kepada pak jumbran. "Menurut mu? Apa ibu itu juga, ada sangkut-paut nya dengan pemilik tambang ini?" Tanya pak Jumbran meminta konfirmasi kepada MD, "Sebenarnya sampai saya berada dalam mobil ini, saya masih tidak berbicara kepada ibu itu, tapi walaupun meminta ibu itu menceritakan tentang hal itu, sudah ketahuan jelas bahwa dia itu di iming-imingi sejumlah uang yang banyak agar mau tutup mulut tentang semua itu, yang jadi kesimpulan saya adalah, melihat dari photo tersebut nampak nya dia sedang tak sendiri saat mengambil photo tersebut, kejadian nya mungkin sama dengan pak Ubab tapi beda waktu dan beda hari. Kemungkinan ibu itu sedang berada didalam hutan untuk mencari kayu bersama suami nya atau bisa jadi dengan saudara nya, lalu melihat sesuatu yang tak biasa di daerah hutan itu, dan penasaran untuk melihat nya dan mengabadikan nya dengan ponsel nya, karena Hape ibu itu GPS dan map nya aktif membuat sinkron di Hape nya aktif dan juga membuat sebuah histori perjalanan yang di citra kan oleh satelit, itu saya simpulkan dengan keadaan yang saya alami ketika didalam goa, dan bertemu Ibu itu secara langsung." Ucap MD panjang lebar, MD memang tak menjelaskan semua nya secara detail karena kalau pun dia jelaskan dalang dari perusahaan ini tak akan ketahuan, MD masih memikirkan siapa dari tambang ini.


Memang benar kalau MD terus menulusuri tentang wanita itu, dia juga bisa menemukan titik terang, tapi pasti sangat banyak cabang yang harus dia luruskan, pak Jumbran sudah sangat paham apa yang dimaksud MD dengan kata; Iming-iming. Yang arti nya, wanita itu hanya menginginkan uang bukan berarti dia bisa jadi sumber bukti.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2