DETECTIVE AMATIR

DETECTIVE AMATIR
Rencana


__ADS_3

Embun masih menetes, di Daun basah yang sangat pagi ini. Banyak orang berkumpul di villa tersebut. Dengan seragam yang khas. Mobil Jeep, berlambangkan logo Police, dibelakang nya telah rapi terparkir.


MD dan seseorang berseragam ketat, warna Abu-Abu, sedang mengobrol. Sambil memegang Kertas, yang banyak sekali Gambar-Gambar Peta didalam nya.


Dan yang lain nya. Sedang sibuk, mempersiapkan beberapa perlengkapan. seperti; tali, gompalan tenda, yang di gulung dengan rapi. Matras yang sudah dirapikan, siap di muat kedalam Jeep. Jeep yang sudah berjejer siap dikendarai.


Seorang polisi, mendatangi Pria yang bersama MD tadi.


Dia berucap, dengan suara lantang.


"Pak! Semua nya, sudah beres! kami siap berangkat kapan saja!" Kata nya.


"Baiklah! Kalau sudah semua nya. Kita, akan berangkat dalam 5 Menit. Laporkan kepada semua nya!" Kata Pria itu, dengan tegas.


"Baik, pak!" Ucap Polisi Muda, tersebut.


"Mas, Udin Anda sangat gagah, kali ini." Kata MD, memberi sanjungan.


Udin berkilah, dan menjawab. "Ini semua, karena Mentor dan boss saya Mas." Ucap Udin, sekali lagi menegaskan. Bahwa dia begini, karena Ajaran pak Jumbran. yaitu, Mentor nya di kepolisian.


"Sayang sekali! pak Jumbran tak hadir disini," Ucap MD. Sambil mereka berjalan menuju mobil Jeep yang sudah disiapkan oleh anak buah Udin. "Karena Dia ada urusan lain Mas, Sebab itulah dia tak bisa kesini. Kata nya, dia akan berkunjung ke Rapat para Anggota Ligeslatif. Pemilihan Wakil Wali kota bersama ibu Widia," Lanjut Udin, dengan Jujur.


MD, sedikit kaget dengan pernyataan itu. Tapi seketika itu juga raut Wajah nya kembali datar.


Orang-orang di Villa, sedikit kaget pagi ini. Dan berkumpul di samping pintu keluar Villa. Pak Amat dan bu Dewi, terlihat cemas dengan apa yang terjadi. Sekaligus takjub melihat seorang Pemuda, sangat dihormati oleh Polisi.


"Beruntung sekali Iwan berteman dengan nya," Tanpa sadar, pak Amat berbicara kepada istri nya.


"Iya, di Usia nya yang masih muda. Sudah sangat Jenius, dan ambisi nya juga diperhitungkan oleh pihak ke Polisian. Sungguh beruntung," Lanjut bu Dewi.


Semua perempuan-perempuan Remaja, Yang juga ikut nimbrung dibelakang. Tak tinggal diam, mereka langsung menggunakan Hape mereka, untuk mengabadikan Momen itu.


Semua polisi yang bertugas sudah semua nya masuk kedalam Jeep tersebut.


Beberapa waktu kemudian semua Jeep tersebut. Menghilang dari pandangan pak Amat dan bu Dewi


Udin sebagai tangan kanan pak Jumbran.. Duduk dibelakang bersama MD, membahas semua rencana yang sudah disusun. Menurut Analisa Udin, yang telah mencari informasi di segala Data Base kepolisian. Disekitar perbukitan ini, ada 3 pedesaan yang sudah tercatat di kantor Capil se tempat. Dan penduduk nya, ada Dua ribu Kepala Keluarga. dan aneh nya, setiap Tahun pendataan penduduk itu tak pernah ada lagi. Mereka menghilang, seolah tak pernah tersiar kabar mereka dimana. Dan apa yang telah terjadi pun tidak ada yang tau.


Tapi penjelasan dari kantor Capil.

__ADS_1


Semua warga selalu Hadir, setiap tahun nya. Saat mengganti KTP ataupun data Anak. Ada saja mereka, dan tetap membawa data lengkap mereka.


Itulah Informasi yang Udin dapat, saat beranjak berangkat kesini. Sambil berhubungan dengan para Agen polisi yang bertugas, di Area perkantoran tersebut.


MD sebenar nya sangat ingin kaget, tapi dia tahan. Dia hanya memainkan Otak nya dan berbicara didalam hati, "Pantas saja, lubang itu begitu besar! Rupa nya itu adalah sebuah kampung, yang di buat menjadi tambang." Gumam MD, sambil manggut-manggut mendengar penjelasan Udin.


"Mas MD! Apa rencana Mas sekarang! Ikut kami dalam pengintaian. Atau Mas mau saya temani mencari bukti lain nya." Kata Udin, dengan siap nya sebagai pelindung masyarakat.


Jarang sekali MD melihat polisi yang mau, ikut langsung terjun membantu masyarakat. Yang mau berkorban agar masyarakat tak kesusahan. Beda sekali dengan Mas Udin yang ada disamping MD ini. Dia rela mengorbankan, waktu nya untuk membantu MD.


"Kalau mas mau? Kita akan mulai masuk langsung ke tambang. Dan membawa surat ijin penggeledahan ini." Lanjut Udin, dengan mantap.


"Seperti nya? Alangkah baik nya, kita menunggu Waktu, agak siangan sedikit, supaya bisa aman masuk kedalam Tambang tersebut. Aku merasa bahwa tambang ini, mempunyai Orang-Orang bersenjata lengkap. Karena mereka sangat lihai Memanipulasi semua nya. tanpa pernah ketahuan, itu akan sangat tak masuk Akal terjadi. Kalau mereka tak mempunyai perlengkapan yang sangat bagus termasuk senjata." MD mulai, berspekulasi dengan kejeniusan nya.


Udin mulai manggut-manggut sambil memikirkan perkataan MD. Lalu dia membuka kertas Peta lagi dengan lebar. Dengan menunjukkan, tempat-tempat dimana Wilayah aman untuk bersembunyi. Dia mengarahkan Jari-Jari nya diatas kertas tersebut. Sesekali MD, memotong nya dengan menjawab nya. Lalu menunjuk-nunjuk Peta tersebut, seolah mereka sedang ingin menghancurkan kertas itu, dengan Jari mereka.


"Mas Udin! jalan yang kita tuju ini, apakah? Langsung menuju gerbang tambang?" Tanya MD.


"Iya Mas! Karena kita memutar, dari jalan yang Mas MD bicarakan kemarin." Jawab Udin, menerangkan mereka ini sedang menuju kemana. 'Kenapa Mas?" Ucap Udin, yang melihat MD masih menatap Peta tersebut.


Mobil-mobil Jeep tersebut. Terus melintasi perbukitan, dengan kecepatan sedang. Karena jalan yang sangat Terjal.


MD masih saja memandangi Peta itu. Udin yang tadi nya bertanya, juga akhir nya diam menunggu jawaban dari MD. Tiba-tiba MD mengerjapkan Mata nya. "Tolong hentikan mobil nya!" Kata MD, dengan nada sedikit keras. Supaya polisi yang menyopir mobil bisa mendengar. Dengan menepi sedikit, mobil Jeep yang ditumpangi MD, menepi. Mobil Jeep Udin dan MD sebenar nya masih jauh dengan mobil kawan kawan mereka. Yang sudah duluan dan terjebak oleh Terjal nya jalan.


MD dengan Seksama memperhatikan Peta kertas tersebut.


"Mas Udin, kita harus putar balik. Kita akan memakai jalan lain. Dari bukit ini," Kata MD. Dengan menunjukkan arah kebalikan dari Rute yang sudah dijanjikan oleh Udin tersebut.


"Apa sebab nya, jadi kita berbalik?" Kata Udin, karena ini sangat dadakan. Dan Udin tidak mungkin membuat keputusan semena-mena, kepada kawan-kawan dan anak buah nya.


"Begini saja, kiita berdua akan kembali. Dan yang lain tetap pada Rute jalan ini. bagaimana?" Kata Udin. Memberi arahan kepada MD, MD menyutujui akan hal itu.


Jadi mereka meninggalkan polisi yang ikut mereka, dan meninggalkan nya.


Tapi sebelum itu, Udin menyuruh anak buah nya yang sudah terlebih dahulu tadi. Untuk menjemput mereka.


Beberapa Menit kemudian, Udin penasaran dengan pola pikir MD dia bertanya.


"Ada apa sebenar nya Mas?" kata Udin.

__ADS_1


MD kembali membuka Peta tersebut. Sekarang mereka didepan, Udin mengendalikan mobil. Dan MD, memperhatikan Peta.


"Diujung galian yang mereka gali, kira-kira? Kalau kita melihat sisi kanan nya ... " Kata MD, tak melanjutkan.


Udin pun menyeret kan mata nya sebentar, lalu terkejut.


"Itu danau besar!" pekik Udin. Dengan masih Fokos nya, tak teralihkan dari mobil tersebut. "Terlalu berbahaya! Kalau sampai memperhitungkan nya, tak sampai pangkalnya." Ucap MD.


"Benar sekali! Bukan nya mengepung. Malah kita yang akan binasa! Terkecuali, kita bisa menjauhkan Alat berat yang ada disana. Dan mengamankan dinding Danau, agar sama sekali tak ada benturan." Lanjutnya. "Kemungkinan aman nya sedikit. Mengingat aku yakin mereka banyak memilik senjata. melebihi pihak kepolisian kita. Bukan merendahkan Mas Udin dan Tim. Tapi, perbandingan nya sangat jelas!" Kata MD, seolah dia pernah bertemu mereka.


Mobil Jeep tadi, terus melaju di jalan yang berbatu. Membuat orang didalam nya bergetar, akibat goncangan yang selalu saja ada. Karena jalan nya yang sangat tak beraturan.


Tapi itu lah yang terjadi. Udin pun menangguk mengiyakan untuk hati-hati. Karena kemungkinan dan Analisa pemuda disamping nya ini, sangat akurat. Udin memikirkan nya saja bergidik ngeri. Apakah, itu anugerah atau bencana. pemuda yang memiliki kejeniusan diatas rata-rata melebihi manusia.


Sekali lagi mereka melewati jalan persimpangan. Yang telah dipilih mereka sendiri, agar tepat dalam perjalanan tidak sia-sia sebenar nya Peta berbentuk kertas itu. Tanpa GPS pun, mereka masih bisa mengetahui jalan perbukitan. Yang jalan nya sangat kasar buat pengemudi. Tapi masih bisa mereka jalani, walaupun sesekali mobil Jeep tersebut Amblas. Tapi Udin sangat lihai dalam mengemudi kan Jeep tersebut. MD dibuat kagum dengan keahlian udin, dalam mengemudi.


Beberapa waktu sudah berlalu. Terlihat Danau besar, dibelokkan jalan Danau tersebut sangat luas. Dan disebelah nya lagi terlihat hutan yang sangat lebat. Dibalik Hutan tersebut tak salah lagi, pertambangan yang hampir Mencapai danau. Jalan disana tak bisa di lalui mobil Jeep karena sudah menyatu dengan hutan. Itu adalah manipulasi dari pihak pertambangan. Dengan membuat hutan bisa memotong jalan.


"Hebat sekali," ucap MD. Dengan memanfaatkan Alat berat yang ada. Mereka bisa memindahkan pohon-pohon besar. Dan membuat dinding besar seperti ini. Tidak akan ada yang mengira? kalau ini bekas jalan." Jelas nya.


"Apa! hutan ini? jalan!" Sambil merasa heran, Udin tak percaya. Bahwa hutan yang ada didepan nya adalah jalan.


"Kita tak akan tau. Kalau tak mendekat, Mas." Kata MD, sambil menunjuk arah Akar pohon yang berkeluaran, dari jalan di berbatu.


Masih dalam rasa kebingungan. Udin mendekat. Lalu baru paham apa yang dimaksud MD.


Tak mungkin, Akar pohon keluar keatas Dan tak merambat kedalam tanah?Jelas-jelas, pohon tersebut. Dipindah dengan Akar-Akarnya, ketempat ini. Dengan cara; dipaksakan dengan Alat berat dengan kuat! Sisi jalan diruntuhkan. Menjadi tanah yang gembur. Agar terlihat seperti alami. Bahkan kalau sekilas saja melihat, pasti akan mengira jalan yang mereka lalui buntu.


Udin membawa pistol dan rompi nya. Siap untuk memulai perjalanan, dia


Memasang handset HT nya. Dan laporan kepada tim nya yang jauh disana. Karena yang membatasi mereka sekarang dua bukit tinggi yang saling berhadapan.


MD juga bersiap, begini lah MD. Tak membawa apa-apa. Cuma baju Jaket, Celana panjang, Sepatu dan Topi dan kaos dalaman pemberian ibu Widia, itu saja.


Mereka memulai turun dari jalan yang buntu tersebut.


Bersambung.


Mungkin? Dalam beberapa Episode akan ada pertarungan. Yang melibatkan banyak kekerasan. Semoga pembaca dapat memahami semua. wokeh!!

__ADS_1


__ADS_2