DETECTIVE AMATIR

DETECTIVE AMATIR
perjalanan bukti


__ADS_3

"Ibu saya disini! Ingin membantu ibu. Dalam menangani kasus ini, agar semua nya cepat selesai. Kalau ibu menghambat kasus ini! Untuk melindungi seseorang yang memang kenyataan nya bersalah. Bukan kah, itu sama saja akan membuat kebodohan yang sama akan terjadi!" kata MD. Menegaskan suara nya, karena sesungguh nya ibu yang ada didepan nya ini sungguh bertele-tele.


Ibu itu meneteskan air mata nya. Karena bagaimana pun Suami nya tetap bersalah. Begitu lah Hukum keadilan tidak memandang apa pun status seseorang. Kalau dalam keadilan mereka bersalah, tetap bersalah. Dia hanya bisa menunduk kan kepala nya. Tidak bisa membela Suami nya bahkan, bagaimana pun saat Suami nya tau ibu itu ditangkap. Kenyataan nya juga membuat kehebohan distrik kota ini.


"Mau kah Ibu menceritakan. Apa yang sebenar nya Bisnis Suami Ibu ini?" Kata MD. Dengan menurun kan nada nya, karena MD sendiri tau betapa Frustasi nya Ibu yang dihadapan nya ini.


Dengan terisak-isak ibu itu mendongak kan kepala nya dan berkata. "Suami saya tergiur, dan buta akan kekayaan. Bahkan, dia rela membuat diri nya terjerumus kedalam lobang hitam kelam kejahatan demi uang. Saat menjabat sebagai orang penting di kota ini." Sambil menghapus Air Mata nya, Ibu Widia mulai bercerita.


"Tiga bulan yang lalu. Ada beberapa orang datang ke tempat kami untuk membicarakan sesuatu. Lama sekali perbincangan mereka, Terlihat sekali saat Saya menyajikan minuman ke ruangan itu. Suami saya Sumringah wajah nya terpancar jelas. Dan saya juga tidak tahu kenapa?" Ucap Ibu Widia.


MD mendengarkan dengan seksama. Bahkan bersuara pun dia tidak, seakan meneliti dan fokus kepada orang dihadapan nya. Seperti Ibu guru yang menjelaskan pelajaran kepada murid nya.


Ibu Widia kembali Bercerita.


"Tiga minggu setelah nya. Tamu itu datang lagi dengan koper besar ketempat kami. Suami saya dengan senang hati menyambut mereka. Mempersilahkan mereka masuk, yang mana kami jarang sekali menerima tamu dirumah pada saat itu.


Pada suatu saat. Sebelum bulan kedua, Suami saya memberikan saya rumah mewah. Yang harga nya sangat melebihi gajih dia saat itu masih menjabat di kota ini. Saya pun heran? Kenapa dia sangat boros akan uang! Tapi dia selalu bilang; Kalau dia mempunyai bisnis sampingan. Yang uang nya melebihi gajih nya. bahkan, sampai Tiga hari dia bisa membeli rumah lagi. Sebagai istri awal nya saya senang akan hal itu. Tapi sesudah beberapa waktu, Suami saya bermasalah dengan beberapa orang di kantor nya. Dengan beberapa pejabat di kota ini. Karena menurut mereka Suami Saya sangat tidak teliti! dan harus diperiksa oleh badan keuangan kota ini. Dua bulan setelah nya. Suami saya jarang sekali berada di rumah. Kata nya ada bisnis. Yang harus dia lakukan bersama rekannya. Karena rasa penasaran? Saat suami saya tidak ada di rumah.


Saya masuk kedalam ruangan nya. Biasa nya saya tidak berani sembarangan masuk kedalam sana. Tapi, karena dia tidak ada di rumah. Saya merasa ada yang tidak beres dengan suami Saya. Saya mencoba mencari-cari sesuatu didalam ruangan itu. Banyak surat perdagangan Hewan yang tak lazim surat-surat tersebut! Ditumpukkan terakhir. Saya menemukan penjualan pisau perak murni. Yang saya tak mengerti? Total harga nya sangat mahal, dan menghampiri miliaran rupiah harga nya! Saya terkejut! Karena Suami saya menyembunyikan pekerjaan kotor nya selama ini. bahkan, ke saya Istri nya sendiri.


Saat saya mencoba mencari-cari lagi. Ada lagi surat beramplop! Tanpa stempel. terselip di kertas itu. Tanpa pikir panjang saya buka surat tersebut. Tertulis alamat rumah, dan tidak jauh dari sini. Dan didalam isi surat nya rumah itu sudah dibeli oleh suami saya.


Disurat itu juga tertulis. Bahwa Pasokan makanan Hewan berlabel sudah habis. Dan ada persediaan didekat wilayah itu yang menjual nya." Panjang dan lebar Ibu Widia, menjelaskan.


MD termanggut-manggut seperti mengulang waktu beberapa hari yang lalu. Tapi dia hanya diam dan mengangkat tangan nya pelan. Menyuruh Wanita itu untuk meneruskan cerita nya.

__ADS_1


Ibu Widia dengan meneguk ludah nya, melanjutkan cerita nya. "Karena waktu masih pagi saya memutuskan untuk pergi. Tanpa ada pengawalan secara diam-diam. Karena penasaran dengan apa yang sebenar nya terjadi kepada suami saya. Saya berpesan kepada kepala pembantu rumah tangga. saya akan pergi kerumahnya teman saya.


Jaket yang ada di ruangan suami saya itu, saya ambil dan saya bawa saja. Karena wangi tubuh suami saya, sangat saya kenal. Supaya tidak terlalu mencolok saya memakai Hoodie nya saat berjalan di kota.


Beberapa saat kemudian. Karena sebentar lagi akan sampai di perumahan tersebut. Cuma ada Toko hewan itu saja yang ada didekat itu. Disurat dituliskan bahwa disuruh membeli makanan hewan. Dalam pikiran saya adalah? Mungkin, suami saya pernah kesini atau anak buah nya. Membeli makanan ini. Dan saya bisa menumpang tanya kepada si penjaga, tapi malang nya saya! Dia tidak tau apa yang saya tanyakan! Dan makanan hewan tersebut belum datang, kata nya!" Ibu Widia ingin melanjutkan cerita nya.


Tapi MD langsung sekali lagi mengangkat tangan nya. Menyuruh ibu dihadapan nya itu menghentikan cerita nya. Karena kelanjutan nya sendiri dia sudah tau.


Ibu itu terlihat sendu. Seolah berakhir sudah kehidupan Enak nya, pada akhir nya yang sebenar nya Suami nya lah yang salah. Karena mengiyakan diri kepada para penjahat tersebut. Dan mau memakan uang yang sama sekali bukan hak nya.


MD merasakan hawa kejujuran dari wanita ini. Mimik wajah wanita tersebut, menunjukkan bahwa dia tidak berbohong sama sekali. MD sangat mahir menghadapi hal-hal semacam ini.


Lalu MD berucap, "Ibu saya pamit! Dan saya tau apa yang ada dipikiran ibu. Tapi seperti nya saya tidak bisa memberikan kebebasan untuk sekarang. Karena ibu akan dimintai keterangan oleh kepolisian akan kasus ini.


Saya akan membicarakan masalah ibu ini kepada kepala kepolisian. Dia akan paham, tapi saya jamin ibu pasti akan bebas dalam seminggu ini." kata MD, sambil berdiri.


MD berjalan meninggal kan ibu itu. Dan semakin menghilang dimakan oleh pintu yang tertutup. "Sebenar nya kasus ini simpel. Akan tetapi nekat sekali!" gumam MD.


Ia menghampiri Iwan dan Udin, "Seperti nya misi  kita kali ini sudah selesai!" Kata MD, sambil menatap sahabat nya.


Iwan langsung menunjukkan muka senang nya. Mendengar penyataan kawan nya tersebut.


"Tapi ... Sisa nya biar pihak kepolisian yang akan menyelesaikannya. Karena ini sudah kasus yang mengharuskan ijin penyelidikan." Ucap MD. Sambil mengeluarkan Hape nya. Dan Pintar nya MD ternyata selama perbincangan tadi. Dia merekam semua perbincangan nya di Hapenya. "Aku sudah mengirim file rekaman ku ke Pak Jumbran. Biar dia sendiri yang menilai bagaimana seterusnya. " Kata MD.


"Mas Udin! Terimakasih sekali informasi nya Kemaren. Sangat berguna." Kata MD. Saat dia berboncengan dengan Iwan sambil membuntuti mobil Bak waktu silam.

__ADS_1


Iwan yang mendengar itu hanya bisa terkekeh. Seakan dia sudah tau. Apa dan kenapa nya.


"Sama-sama, Mas!" Kata Udin dengan menundukkan Kepala nya sedikit.


"Seperti nya sudah terlalu lama kami disini. Dan saya sangat rindu rumah saya, ijin untuk pulang." Kata MD, Udin yang mendengar itu berpikir sejenak


"Apa tidak ke ruangan pak Jumbran dulu? Sambil berpamitan dengan bapak!" Kata Udin, Ramah.


"Tidak usah, saya rasa. Lagi pula, Pagi awal tadi kita sudah banyak berbincang." Lanjut MD, menolak dengan santai.


Dia tau Kalau dia ke ruangan Pak Jumbran lagi. Begitu banyak yang akan dia tanyakan lagi, kepada MD. Menurut MD Pak Jumbran itu, orang yang malas mencari informasi. Padahal sudah jelas bukti-buktinya ada dihadapan dia. Tetapi itu hanya pikiran MD saja. Tak mungkin dia menyuarakan itu ditempat kekuasaan nya Pak Jumbran ini.


"Baiklah! Kalau begitu. Tapi tunggu dulu!" Kata Udin menghentikan perkataan nya. Sambil membuka Hape nya dan menggeser-geser layar nya. "Saat ke TKP, yang mas MD sebutkan kemarin. Kami menemukan motor! Apakah ini motor salah satu dari kalian?" Kata Udin. Sambil memegang dan menyodorkan layar nya kearah Mereka.


Dengan terkejut. Seolah baru sadar Iwan langsung ingat, bahwa kendaraannya. Dia parkir disembarang tempat saat membantu MD kemaren.


Tapi melihat Iwan yang terkejut nya sangat luar biasa. Cepat2-cepat Udin langsung berucap. "Tenang Mas Kendaraannya kami bawa ke kantor sini. Karna saya tau. Mas MD sudah bilang ke saya, dia mengejar sipelaku dengan  dibonceng kawan." Jelas,Udin.


Belum sempat hilang rasa cemas nya. Iwan langsung menyapu muka nya, seakan dia tadi lagi jatuh dijurang. Terus diselamatkan oleh tali yang mengikat tubuh nya agar tidak jatuh. "Terima kasih Mas Udin!" Kata Iwan, sambil menyalami Udin.


MD dan Iwan pamit dan berjalan keluar dari tempat kepolisian.


Dari sisi Iwan dia tidak ingin menanyakan apa yang dibicarakan MD dengan wanita itu. Karena mudah saja dia meminjam Hape sahabat nya itu. Dan mendengarkan pembicaraan tersebut sekali lagi.


"Kita mampir dulu ketoko makanan hewan yang kemaren!" Kata MD sambil Menunggangi kendaraan yang sudah mau berjalan, dikemudikan oleh Iwan

__ADS_1


Iwan hanya mengangguk. Dan mereka menghilang dari jalan yang ramai akan semua orang yang berlalu lalang.


Bersambung.


__ADS_2