
Keduanya sangat siap melakukan per gelutan. Dari pihak Iwan dan MD, mereka sangat yakin mereka bisa meringkus pelaku itu. Karena melihat pelaku tidak menyadari, mereka kedatangan tamu. Yang tidak diundang datang ketempat aman mereka.
Bunyi mobil tertutup. Menunjukan salah seorang dari mereka turun dari mobil. Dan bunyi Teriakan, mengarahkan mobil untuk terus mundur terdengar sampai, melingkupi wilayah komplek yang kosong tersebut. Saat mobil di posisi yang sudah benar. Sang sopir, yaitu pria Gendut keluar dari mobil nya.
"Buka pintu rumah lebih dulu! Biar kita bisa lebih mudah. Merapikan tangkapan kita kali ini," kata pria bertubuh besar tersebut. dengan suara parau nya.
Pria Pendek bertubuh Kekar pun mengiyakan. Dan menuju ke depan rumah. Yang dibelakang pintu tersebut, sudah terdapat MD dan Iwan. Ada disampingnya kiri kanan pintu tersebut. Si pria pendek membuka pintu dengan santai nya. Seolah dia sedang membuka pintu rumah nya sendiri. Dan tau didalam rumah nya. Tidak ada Mahkluk lain, selain hewan tangkapan yang sudah dikurung.
Saat membuka pintu, si pria Pendek hanya menurunkan gagang pintu nya dan mendorong pintu tersebut, Dan kembali ke arah mobil. Di Sana sudah ada pria Gemuk yang mengangkat keranjang. Yang berisikan Anjing Hitam legam yang kurus dan kering didalam nya. Dan menunggu si pria Pendek untuk juga membantu nya mengangkat Satu keranjang lagi. Karena ada beberapa keranjang didalam mobil Bak tersebut.
Diposisi MD dan Iwan, kedua nya siap dengan gaya mereka untuk melumpuhkan pelaku. Saat pintu terbuka Iwan sudah mengeraskan Kaki nya untuk menendang Target nya. Akan tetapi, kosong. Pelaku belum masuk kearah pintu. MD mengibaskan tangan nya ke Iwan. Memerintahkan Iwan jangan gegabah. Bunyi langkah yang bergesekan dengan lantai, terdengar semakin mendekat. Dan Suara Orang berbincang juga semakin kerasa ditelinga.
Terlihat Pria Gendut membawa keranjang Anjing nya dan si pria Pendek mengekor dibelakang. Sama-Sama membawa keranjang yang berisi kan Anjing. Saat sudah melewati pintu Iwan langsung memukul ujung Leher si Pria Pendek. Dengan Serangan kejutan, Tangan nya begitu keras dan cepat. Sampai Pria Pendek tak bisa berbicara, bahkan berteriak Kesakitan. Sipria Pendek langsung Tertongak melihat ke atap. Beberapa Detik kemudian. keranjang Anjing nya jatuh menindih badan nya, yang juga duluan jatuh.
Tidak berangsur lama si Pria Gemuk juga jatuh. MD juga memukul punggung Leher si pria Gemuk dengan keras. Dan pria Gemuk pun jatuh tersungkur. Bahkan keranjang hewan nya langsung terpental ke dinding. Saking keras nya MD memukul pria tersebut.
__ADS_1
"Kita ikat mereka! Sebentar lagi, Aku yakin! Udin anak buah pak Jumbran, akan datang kemari." Jelas MD, sambil secara cepat menggeser tubuh pria Gemuk. Iwan pun sama juga, dia melakukan hal yang sama. Mereka saling mendudukan Pelaku yang sudah Pingsan, saling berbelakangan punggung, dan mengikat Pelaku. Mulut mereka di Sumpal oleh Iwan dengan kain yang ada disana.
Setelah semua nya beres. Tiba-tiba Anjing-Anjing yang ada didalam mobil. Menggonggong dengan keras. Dan juga Anjing yang dibawa oleh Dua pelaku. Yang tadi nya hendak dimasukkan kedalam ruangan pun, bergerak. Seakan mereka tersadar dari apa yang telah terjadi. MD dan Iwan terkejut, melihat kejadian tersebut.
"Apa yang kalian lakukan hei!" Tiba-tiba ada suara yang meneriaki kedua nya. Ditengah kaget nya mereka, Melihat Reaksi Anjing. Mereka malah lebih terkejut. Karena ketahuan oleh kawan-kawan pelaku.
Ada Tiga orang Pria Dewasa, seolah melihat Rampok. Yang sedang ketahuan berbuat kejahatan. Dua Pria langsung bersiap untuk menyerang Iwan Dan MD. Satu orang lagi Berteriak dengan keras. Memberitahu kawan-kawan pelaku yang lain. "Ada penyusup! Woy! Ada Penyusup! Ada Penyusup!" Teriak orang tersebut.
Di posisi Iwan an MD, karena mereka sudah ketahuan. Mau bagaimana lagi, mereka tidak ada pilihan lain untuk kabur. Dua Pria Dewasa, kawanan Pelaku langsung menyerang dua sahabat itu.
Iwan terdorong kebelakang, menahan Pukulan lawan nya. Sangat keras, bahkan tangan yang menjadi perisai nya langsung Biru melebam. Karena merasa terdorong, Iwan mengalihkan diri nya kesamping. Menggeser diri nya kedinding. si pria dalam beberapa Detik kemudian. Terus memberikan Pukulan. Tapi disinilah celahnya Iwan, dia sudah terbiasa menghadapi penjahat. Dengan sedikit menghindar, pukulan lawan pun langsung meleset. Pukulan Lawan tersebut pun mengenai dinding Beton dibelakang Iwan. Lawan iwan langsung memegang tangan nya, dan berteriak kesakitan. Tapi Iwan tak berpikir panjang, dia langsung menerjang kan kaki nya ke perut musuh. Pada akhir nya musuh terlempar kedepan pintu.
MD yang tersudut, melihat musuh Iwan terlempar Juga berusaha untuk menang. Beberapa detik tadi MD kelelahan karena Fisik nya yang tak kuat menahan kekuatan musuh. Muka MD lebam di Jidat dan Pipi sebelah nya juga lebam, bibir nya berdarah. MD sempat berpikir sambil menangkis pukulan lawan. Belum sempat berpikir, Iwan langsung Memukul pelaku. Dengan pukulan yang kuat dikepala musuh, dan musuh itu langsung tersungkur.
"Tangkap mereka!!" Beberapa orang muncul dari depan pintu. Dengan Senjata seperti Parang dan Balok. Iwan dan MD mundur beberapa langkah, mereka terkepung.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Dua sahabat itu terlempar, diluar rumah. Seperti ada seseorang yang melempar Sampah ke jalan.
MD dan Iwan penuh luka di Wajah mereka. Beberapa dari Mereka yang didalam rumah pun. Mendatangi mereka berdua. MD berdiri, dan seolah mempunyai Tenaga, dia dengan Lunglai berjalan. Dan semakin lama semakin cepat, berlari lalu langsung Menerjang beberapa orang di sana. Mereka yang ada Teras langsung terpental kearah depan pintu. Iwan tak mau kalah, dia mengunci tangan seseorang dari mereka hingga tak bisa bergerak. Saking erat nya pegangan Iwan, musuh tak bisa melepaskan pegangan nya.
Beberapa saat lama nya mereka seperti itu. Bunyi tembakan Menggelegar diatas langit Komplek. "Polisi!" Teriak salah seorang, dari kejauhan.
Para pelaku langsung Kucang-kacir. Tapi apalah daya, MD yang tadi sudah menerjang mereka sekuat tenaga. Membuat mereka ada di dekat pintu, bahkan susah untuk mengeluarkan diri dari sana. Pilihan nya mereka hanya bisa masuk kedalam rumah tadi. Masing-masing dari mereka masuk. Membuat Iwan yang mengunci pelaku tadi, langsung mendorong pelaku tersebut kedalam rumah itu. Helaan napas kedua sahabat itu tak bisa terhenti. Dan mereka menghempaskan tangan mereka satu sama lain dan tersenyum. Seolah mereka sedang menang taruhan. Bahkan senyum mereka tak terlihat seperti senyum. Karena muka mereka lebam semua.
Beberapa puluh detik kemudian, Polisi sudah mengepung rumah tersebut. Mereka yang ada didalam rumah tidak bisa berbuat apa apa.
MD dan iwan di amankan para Medis, kondisi kedua nya memang tidak Fatal. tapi babak belur dihajar se kelompok pria dewasa.
Beberapa puluh menit berlalu. Dan sekelompok orang dari perdagangan Ilegal yang berkedok pencurian Hewan tersebut. Berhasil diaman kan oleh pihak kepolisian. Dan langsung dibuat kedalam mobil Bak polisi dengan borgol ditangan mereka.
Bersambung.
__ADS_1