
Alangkah, terkejut nya MD. Setelah mendengar penjelasan, si Ubai.
Bahwa, si pria tersebut. Mencari makanan hewan, yang MD, cari pada waktu sebelum tadi.
"Ada apa ini? kenapa ada orang, yang juga ingin membeli makanan hewan tersebut?" Gumam MD,
Ternyata, memang benar. Saat, berbicara dengan pak Jumbran tadi, dia sangat ragu. Karena kasus ini, terlalu mudah. Kalau menilai, dari luar nya. Pikiran MD, melayang Kemana-Mana.
Sebelum, lamunan nya lebih panjang. Ubai pun, memotong nya dengan berkata. "Kamu tau? Berapa yang dia ingin beli? Dari makanan hewan tersebut. Sepuluh karung! Itu sangat lah, banyak bagi, orang yang membeli."
MD, hanya menyipitkan Mata nya. Saat petugas kasir itu menyebutkan, total pembelian bahan makanan hewan itu.
Ternyata kecurigaan dia benar, bahwa si pria gemuk itu, ada hubungan nya. Dengan kasus yang hampir selesai ini.
Niat dia ingin pulang kerumah, MD batalkan. Karena hal ini, dan kejadian ini, sangat lah menarik.
Setelah mengobrol sebentar, MD pamit. Kepada Penjaga kasir.
"Sial! Betapa aku lupa, menanyakan, kemana? Pria itu pergi? Tapi ini, sudah terlalu jauh untuk kembali." Gumam MD, sambil memegang Jidat nya. Setelah beberapa langkah, sangat jauh dari toko itu.
"Aku, akan kembali ke gang sempit itu. Pasti! Anak buah pak Jumbran, ada disana." Katta MD, sambil mempercepat langkah nya.
Setelah beberapa langkah, ia sampai menuju rumah yang gelap tadi. Tapi sekarang, beberapa polisi ada disana. Dan mereka terlihat, mengeluarkan beberapa plastik sampah.
Seorang polisi menoleh, Kearah MD. Dan melambaikan tangan nya.
"Hallo! Mas MD. Apa kabar?" Kata Polisi berbadan tegap tersebut, menyapa MD.
Tinggi pria yang dihadapan MD, ini. Adalah 170, sama dengan MD. Yang berperawakan, tinggi saat mereka berhadapan, bagaikan tihang gawang yang menyatu.
"Hallo! juga, Mas." kata MD, "Saya baik." Lanjut nya.
Nama polisi tersebut, iyalah Udin. Udin adalah tangan kanan pak Jumbran, selama satu tahun ini, dia bekerja di kepolisian atas bimbingan, pak Jumbran sendiri.
Setiap ada kasus, untuk penyelidikan. Udin lah, yang selalu disuruh, dan dimintai bantu. Oleh, pak Jumbran.
Udin sendiri, selalu bisa memberikan jawaban yang akurat, terhadap penyelidikan nya. Maka dari itu MD, ketempat rumah yang gelap ini. Ingin bertemu Udin, meminta laporan penyelidikan kepada nya.
"Mas udin, apa saja yang kamu dapat kan disini?" Tanya MD.
"Baiklah," Kata Udin. Yang juga, tidak sabar menjelaskan. Apa yang iya temukan, bersama teman teman nya. Dirumah gelap, dan kosong ini.
__ADS_1
"Saya, saat masuk. Saya menemukan bahwa, rumah kosong ini, terkunci. Dengan Gembok, bukan kunci rumah, pada umum nya. Terpaksa, kami membuka nya. Dengan cara memukul Gembok nya dengan benda keras, agar gembok nya terbuka." Ucap Udin, berusaha menerangkan.
MD, langsung melihat rumah yang sudah terbuka lebar. Bahkan penerangan dirumah tersebut, sangat buruk.
"Saat sudah masuk, banyak sekali pisau. Di meja ruang tamu, dari mulai; yang kecil, sampai besar," Jelas Udin.
MD termangut-mangut mendengarkan penjelasan Udin. Dan mencatat, semua nya di hape nya.
"Dan, kami sudah mengumpulkan nya." Kata Udin, "Dan sudah kami bawa ke kantor. Sebagai alat bukti," Lanjut Udin, menjelaskan.
"Sayang sekali, seandai nya saja, bisa melihat posisi barang bukti ditempat asal nya. Tapi, tidak apa apa. Lanjutkan Mas," Kata MD.
"Saat kami masuk, ke ruang dapur. Banyak sekali! Hewan yang kehilangan bulu nya. Seperti, Kelinci, Anjing dan Burung. Dan kondisi mereka sudah mati," Terang Udin, dengan Kata-Kata nya.
MD pun Termanggut-manggut lagi, dan mencatat nya.
Semua nya sudah dia tau, karena dia sudah pernah kesini. Tapi dia tidak membahas, MD terus mendengarkan apa yang dijelaskan Udin, kepada nya.
Udin terus merincikan, penemuan nya. "Dan kami, sudah membungkus hewan tersebut. Dan membawa nya ketempat yang aman. Di sebelah kanan kiri rumah, banyak sekali plastik sampah, berisikan Bulu Hewan. Dan ini laporan terbaru, bahwa ada; Tiga ekor Anjing, dan juga ada, Dua ekor Kelinci, sama Satu Burung. Yang isi perut mereka, sudah tidak ada lagi."
MD, menyipitkan Mata nya. Mendengar penjelasan Udin.
"Baiklah! Hewan itu, ada di plastik sampah. Kamu bisa melihat nya dengan jelas," Lanjut Udin.
MD pun, mendatangi plastik - plastik sampah yang bertumpuk. Dan membuka plastik sampah, yang sudah dipisahkan. Dari tumpukan yang lain, lalu membuka nya.
Udin, memberikan sarung tangan baru Kepada MD.
Hewan-Hewan, yang dalam plastik tersebut. Sangat bersih, tidak ada bulu sedikit pun. Yang menempel Dikulit nya, betapa, teliti seseorang yang membersihkan itu.
MD, terus memeriksa bagian tubuh hewan tersebut. Secara ganti berganti, seolah ada yang dicari nya dibagian tertentu.
Akhir nya, Dia menemukan sesuatu. Yang dia cari, belahan memanjang. Yang ada dibawah perut Hewan tersebut.
Sangat rapi, MD membuka lagi bagian-bagian yang sudah dibelah tersebut. Seperti bisa memasukan sesuatu.
"Ini seperti, Kantong? Untuk membuat barang," Kata MD, sambil membuka belahan yang ada diperut, hewan tersebut.
Udin menatap MD, dengan rasa penasaran?
"Kalau pun itu, dibuat untuk penyimpanan barang. Tapi, apa Mas? Yang bisa muat kesana?" tanya Udin.
__ADS_1
MD melepaskan, hewan yang tak bernyawa itu. Dan kembali berdiri, Sambil Menghela napas. Dia menatap Udin, "Apakah Pisau-Pisau, yang ada diruang tamu itu. Sangat bagus, Mas Udin?" kata MD
"Sangat bagus! Dan Berpariasi macam-macam bentuk."
Kata Udin, dengan jelas.
"Sayang sekali! Pisau-Pisau nya, sudah dibawa dikantor. Mas Udin, tolong laporkan ini, kepada pak Jumbran. Agar pisau-pisau itu, diperiksa ke Ahli Pisau," Kata MD.
'Baiklah," Kata Udin.
Dengan mengembalikan Hewan tersebut. Kedalam wadah nya, mereka berjalan santai lagi, kedepan rumah menuju pinggir jalan rumah tersebut.
"Apakah Mas Udin, selama ada dirumah kosong ini. Beberapa jam lalu, ada orang yang mampir kesini?" Kata MD, penasaran.
Udin sambil memandang-mandang kelangit, berfikir. "Saya, tidak menemui seseorang. Tapi, Teman saya yang membantu saya, mengetahui sesuatu. Saat, kami sudah didalam rumah. Kata teman tim saya, ada Orang, yang melihat-lihat kami disini tadi!" Tutur Udin, sambil berpikir.
Md penasaran dengan hal itu. Belum sempat MD berucap, seakan tahu apa yang diinginkan MD, Udin pun menjawab. "Orang itu; berperawakan gemuk, pakai Celana pendek, berbaju tangan panjang."
MD yang mendengar itu, menunjukan Muka senang. Dia merasa, ada dapat titik terang. Yang membukakan jalan buntu, dipikiran nya.
"Apakah dia lama, disini Mas?" Tanya MD, menambahkan pertanyaan, yang pasti Udin tau, akan jawaban nya.
"Dari jawaban teman saya, kurang lebih Setengah jam, dia berada disini. Tapi dia tidak mendekat, sama sekali ketempat ini. Hanya, melihat dari jauh." Udin menjelaskan, panjang lebar.
"Laporkan kepada pak Jumbran! Bahwa, kasus ini masih berlanjut. Dan bilang juga, bahwa Perempuan yang tadi, diamankan, jangan di Introgasi dulu. Karena kita, menemukan induk nya!" Kata MD, semangat.
Mendengar penjelasan MD, Udin langsung menelpon pak Jumbran.
MD sambil memikirkan cara. DIa bergumam, "Nampak nya ini. Kasus yang unik! Seperti nya, aku harus memberi umpan yang besar. Kepada si Pelaku. Agar dia mau keluar, dari persembunyian nya."
Udin, mendekati MD.
"Ini, pak Jumbran. Mau bicara!" Kata Udin, sambil menyodorkan Ponsel nya.
"MD! Hallo, apakah ada kelanjutan dari kasus nya? Kenapa si Wanita. Kata mu, tidak usah di Introgasi?" Kata pak Jumbran, disebrang telpon sana.
"Iya pak! Benar, ternyata saya salah. Bahwa, pelaku hanya satu orang. Ternyata, masih ada dalang dibelakang nya. Kita akan memberikan umpan besar, kepada mereka. Agar, mereka mau keluar menampakan diri. Pencurian Hewan tersebut, memang tidak ada sangkut paut nya, dengan apa yang kita bicarakan tadi, saat Makan. Itu, hanyalah bungkus nya saja." Kata MD.
Bersambung.
"Mohon dukungan nya!"
__ADS_1