
Lagi-lagi malam menyelimuti villa tersebut. Membuat semua yang ada di sana terselubung oleh gelap, hanya cahaya lampu yang bisa mengusir gelap itu dengan sangat terang nya, mengurangi kegelapan malam yang amat pekat.
Iwan masih terbaring di ruangan yang berbeda dengan MD,
Dijaga oleh Lusi dan ibu nya, ibu Lusi bernama bu Dewi dengan perawakan yang agak gendut, wajah nya sangat mirip dengan Lusi cuma sudah agak keriput di bagian mata nya, tanpa mengurangi has keibuan di wajah nya.
Terlihat disini kedua nya sangat cemas, terlebih lagi saat kedatangan Iwan dan MD tadi. Iwan sendiri berpesan jangan menyampaikan hal ini kepada ibu nya, karena sama saja dengan membuat ibu Iwan sendiri merasa gelisah dan khawatir akan keadaan anak nya.
MD sendiri sekarang berada dikamar yang ia tempati dulu nya dengan Iwan
Sekarang dia sendiri dikamar tersebut.
Dia nampak serius dengan Hape nya,
Dia berbalas chat dengan seseorang yang jauh di sana. Jari jempol nya bermain hebat di atas layar Hape nya, dengan menekan-nekan huruf-huruf yang ada di sana, dengan kata-kata. Dan serasa sudah selesai, dia mengirim nya dan mengetikkan beberapa suku kata lagi untuk membalas chat-chat tersebut.
MD memikirkan bagaimana cara nya dia masuk ke tambang tersebut.
Di Satu sisi ingin sekali dia menerobos masuk kedalam sana, dan memporak porandakan tambang itu. Tapi apalah daya dia yang notabene nya masih sangat muda, tak mungkin bisa melawan penjaga dan orang tambang yang sudah dewasa, yang ada dia akan babak belur dihajar orang-orang tambang tersebut.
Seperti waktu dia dan Iwan dikepung puluhan pria dewasa dan dipukuli sampai babak belur, hanya untuk mengungkap kasus penangkapan Hewan peliharaan.
Saat diperjalanan pulang tadi, pak Amat pun tak tahu-menahu tentang tambang itu. Bahkan pak Amat sendiri mengatakan, bahwa di area tersebut banyak hal Gaib yang diberitakan orang-orang. Seperti raksasa yang bersuara nyaring dan teriakan Iblis yang sesekali berbunyi. Dia juga mengatakan sering sekali ada getaran-getaran aneh yang muncul di saat tak menentu, yang berasal dari daerah itu, membuat semua warga ketakutan mendengar nya.
Setiap warga yang mau pergi selalu kembali dengan tangan kosong. Tanpa tahu apa-apa, seperti tak pernah melihat apa pun didalam sana. Begitulah kata pak Amat
Dan sebenar nya yang terjadi adalah seperti yang MD dan Iwan lihat dan alami. Ada sebuah tambang raksasa sedang dikerjakan di sana tanpa ada yang tahu sedikit pun. Yang MD pikirkan adalah ada seseorang dari warga perbukitan ini yang bekerjasama dengan mereka. Tapi dia tak punya bukti yang akurat untuk memperdalam kesimpulan nya. Dia sebenar nya tak ingin melapor ke pihak berwajib tapi melihat kondisi kawan nya. Dia tak mungkin bisa mengatasi hal ini secara perorangan. Karena itulah dia melaporkan semua nya kepada pak Jumbran.
__ADS_1
Setelah melaporkan semua nya, MD menunggu informasi selanjut nya, dan data-data yang dia kirim kan ke pak Jumbran.
Beberapa waktu menunggu, bunyi pesan masuk bergetar di Handphone nya. MD langsung membuka pesan tersebut yang aneh nya pak Jumbran pun tak menemukan apa-apa tentang tambang itu. Dan hasil yang dikirimkan pak Jumbran, tempat yang dimaksud MD tersebut hanyalah hutan yang belum di jamah oleh manusia tidak ada data kepemilikan yang disebutkan oleh pak Jumbran.
"Terlalu rahasia' dan mereka menyembunyikan nya sampai-sampai pihak yang mengurusi ini pun sampai tak tahu," Pikir MD dalam hati nya. Tak perlu waktu lama, dengan cepat MD membuka Map di handphone nya dan mencari-cari letak dimana posisi tambang itu berada lalu membagikan nya ke pak Jumbran. Beruntung nya adalah di Map itu ada sedikit celah yang tak bisa ditutupi pihak tambang. Karena sangat ketahuan sekali digambar tersebut sebuah lubang besar menganga dipermukaan tanah, yang pinggir-pinggir nya diselimuti oleh lebat nya pohon pohon hutan.
Beberapa menit kemudian, pak Jumbran langsung menelpon MD. Belum sempat MD menjawab teriakan pak Jumbran langsung memenuhi telinga MD. "Bocah! Apa benar yang kamu kirim ini! Aneh sekali? Sampai pihak kami saja, tak pernah tahu akan hal ini!" Teriak pak Jumbran diseberang telpon. MD pun menjawab dengan nada serius, "Pak, sebaik nya bapak mulai mencari siapa saja, anggota Dinas terkait akan hal ini? Saya yakin ini juga ada sangkut-paut nya dengan mereka!" MD menyahut, ke pak Jumbran.
"Baiklah! Kalau begitu besok saya akan kirim anak buah saya, ke tempat kamu. Jangan gegabah! kita akan lakukan secara perlahan, jangan sampai membuat kehebohan! Tanpa bukti yang jelas," Kata pak Jumbran, menerangkan kepada MD. Sebelum pak Jumbran mengakhiri telpon nya, MD berucap; "Saya juga butuh surat penggeledahan pak!" Kata MD, mempersingkat waktu nya. Pak Jumbran mengiyakan apa yang dibutuhkan MD, Kemudian MD berselancar di internet mencari-cari apa yang dia butuhkan.
Malam kemaren, yang iya cari memang ada kaitan nya dengan suara yang memekakkan telinga pak Ubab, dan dia berhasil mendapatkan nya
Yaitu corong besar, untuk setiap perusahaan besar. Saat jam tertentu, seseorang penjaga akan mengaktifkan corong itu, dan membunyikan nya. Analisa MD; adalah, pak Ubab yang saat itu pergi mencari kayu tersebut pada jam yang sama dengan jam istirahat di perusahaan tambang tersebut, karena corong nya berlaku dengan dua arah. Saat pak ubab berada tepat di sana, gendang Telinga nya Langsung merasakan hal yang belum sama sekali dia rasakan.
Membuat keadaan pak ubab Shock dalam kondisi ini.
Penyebab lorong itu terjadi adalah karena train pengangkut kayu yang hampir saja membuat kedua nya mati konyol. Tebing tersebut adalah parkiran kayu-kayu besar sebelum diangkut ke mobil truk besar, Kayu-kayu tersebut di susun disisi kanan kiri tebing membuat semak-semak yang tebal itu menjadi mengerucut keatas membuat sebuah lorong segitiga yang pada dasar nya bukan lah ciptaan makhluk Raksasa atau Jin atau makhluk-makhluk tak kasat mata lain nya.
Sebenar nya tebing itu juga baru-baru ini saja tercipta, karena olah pertambangan yang mesin-mesin nya terus-menerus menggaruk bawahan bukit yang pada akhir nya menciptakan tebing suram dan tinggi.
Pos yang MD masuki bersama Iwan itu pun menurut MD, baru saja dipindahkan sama saja hal nya dengan corong tersebut. Dengan alat pengangkut yang ada di sana semua nya, "Hebat sekali! orang-orang ini bisa mengelabui orang-orang sini dengan mitos-mitos yang sama sekali bodoh!" Pikir MD.
Karena sudah menunjukkan waktu hampir tengah malam, tak ada yang bisa MD lakukan. Dia hanya bisa berharap kawan nya cepat sembuh, dan mulai membaringkan diri nya ke empuk nya ranjang yang ada disebelah nya. Sulit sekali rasa nya memejamkan mata untuk MD, karena dia masih memikirkan Iwan yang tangan nya masih ter kilir, mungkin saja kalau tak dikembalikan ke semula tangan Iwan bisa bengkok selama nya. Berkat Iwan dia bisa menemukan Bultah pak Ubab yang ternyata memang benar ada di sana.
"Berarti pak Ubab setelah pingsan, diketahui oleh si satpam, dan dengan bantuan beberapa rekan nya pak Ubab langsung dibuang ke tempat lain dari hutan tersebut." Pikir MD, "Kalau pun tidak begitu, mereka tak akan menyakiti pak Ubab karena pak Ubab juga tak tau apa yang sedang terjadi diluar lorong tersebut, dikarena kan dia pingsan duluan."
Sedikit demi sedikit mata MD mulai sayu, dia berusaha agar secepat mungkin bisa tidur buat besok.
__ADS_1
.............
"IWAN TOLONG AKU!" Suara teriakan terdengar sangat jelas di telinga Iwan. "Apa yang terjadi? Kenapa aku berada disini lagi? Kayu besar itu? Kenapa tiba-tiba aku disini lagi? Itu teriakan MD,
Kenapa aku tak bisa bergerak? MD menjauh lah dari sana! Kayu besar itu akan menabrak mu! Aku harus bisa bergerak, Aku mematung SIAL CEPAT MD! Kenapa lari MD tidak sampai-sampai kearah ku MD LARI! Aku harus bisa bergerak,"
.......
Mata Iwan terbuka dengan lebar, keringat membasahi wajah nya. Napas nya tak beraturan seperti habis lari maraton, dia terbangun dengan kondisi seluruh tubuh nya sangat panas. "Ada apa dengan ku? Apakah aku bermimpi buruk? syukurlah," Gumam Iwan lega, tapi tak membuat tubuh nya lebih nyaman.
Pintu kamar terbuka, Lusi sedang membawa ember kecil didalam nya, ada air hangat dan handuk menjuntai dipergelangan tangan nya. "Kak Iwan," Kata Lusi, dengan cepat menghampiri Iwan
"Dari subuh tadi, tubuh kak Iwan sangat panas, dan kak Iwan terus mengigau tak jelas, Kakak terkena demam. Kata Ibu, kak Iwan kemaren terlalu berjemur, dan terkena sengatan Matahari dan terlalu lelah," Jelas Lusi. Sambil memeras handuk yang ada ditangan nya dan perlahan menempelkan nya ke dahi Iwan.
"Benar kah? Terimakasih Lusi' Ucap Iwan, "Dimana Ibu mu sekarang? Dan juga apa MD baik-baik saja?" Tanya Iwan, yang masih tak bisa bergerak. sambil menenteng tangan nya bekas ter kilir yang sekarang sudah diperban dengan cukup erat.
"Pagi-pagi tadi kak MD, lama dikamar ini menengok Kakak, terus dia mengambil Hape Kaka dan menuliskan sesuatu di catatan ponsel Kaka, entah apa itu, Lusi tak paham? Ucap Lusi, sambil menyelimuti Iwan agar Iwan tak kedinginan. Karena ibu Lusi berpesan kepada Lusi, kalau orang demam biasa nya' saat dia mulai sangat merasa panas tubuh nya, pasti ada waktu dia akan merasa sangat dingin dan menggigil dan Lusi melihat praktek nya secara langsung.
Lusi lalu mengambil Hape Iwan dan menyerahkan Hape nya ke Iwan.
Iwan langsung membuka catatan nya di sana ada beberapa catatan dan Iwan membuka catatan yang pertama, yang sangat jelas catatan itu adalah olah MD. Catatan itu berisi kan kalimat yang dibaca Iwan dengan bergumam
"Aku akan pergi ke sana lagi dengan para polisi, anak buah pak Jumbran. Mereka akan datang dan membantu, untuk menyelesaikan hal ini. Aku akan pulang, tapi tidak tau berapa hari Karena kami akan bermukim di sana, dengan beberapa TNI juga yang bertugas. Istrihatlah! Banyak yang mengkhawatir kan mu, Aku titipkan lagi kaos oleh-oleh itu buat mu, saat kamu sembuh, Datang lah! Karena Tiga polisi tak menyamai mu dalam menjalan kan tugas. Cepat sehat!" Dua kali Iwan membaca catatan itu,
"Sial dia meninggalkan ku!" Ucap Iwan dengan rasa pasrah. Karena tak bisa menemani kawan nya tersebut, dalam hal ini. Tapi apalah daya kalau dia memaksa ikut, dia hanya akan menjadi beban MD jadi inilah pilihan terbaik untuk nya.
Bersambung.
__ADS_1
Tunggu selanjut nya ya gess ya! ... Silahkan like dan komen, kalo ada Ide buat karakter jangan sungkan untuk memberi arahan, Salam MD.