
Setelah menyelesaikan perbincangan dengan Udin dan pak Jumbran, di via telpon tadi MD pun, bergegas ke Toko makanan hewan tadi, dia langsung menemui Ubai si penjaga kasir.
Setelah beberapa langkah dia sampai di toko tersebut.
Pandangan MD menyapu seluruh ruangan yang ada di sana mencari penjaga kasir. Ternyata penjaga kasir berada dalam di gudang, setelah beberapa pertanyaan MD katakan kepada pelanggan di sana untuk mencari tau dimana Ubai berada. MD menunggu si penjaga kasir supaya dia bisa berbicara dengan tenang, karena si penjaga kasir masih melayani pelanggan yang ada di sana. Sambil menunggu MD membuka internet nya dan mengetik kan sesuatu ke situs web di Hape nya. Betapa terkejut nya MD, melihat apa yang dicari nya bernilai sangat mahal. "Pantas saja disimpan dalam sana! Ternyata," Gumam MD, mata nya berbinar setelah mengetahui hal yang mengganggu pikiran nya.
Penjaga kasir menoleh ke arah MD memberi sinyal bahwa pelanggan sudah mulai berkurang. MD pun mulai menghampiri Ubai, dan langsung bertanya kepada Ubai. '"Kalau boleh tau? Apakah makanan hewan yang saya maksud dari awal, akan segera tiba?" Kata MD.
"Masih belum dan bisa jadi, akan datang pada esok hari," Kata penjaga kasir. "Kalau saya boleh tau? Ada apa dengan makanan tersebut?" Kata Ubai memberi pertanyaan. Karena dia bingung saja sehari ini dia selalu, dengan orang yang menanyakan makanan hewan yang sudah habis. Dan dalam waktu yang tidak lama, jadi dia meminta penjelasan kepada MD.
"Makanan hewan ini adalah makanan penambah berat badan ke hewan. Jadi sangat di sukai oleh para peternak hewan, karena saat memakan makanan ini peliharaan mereka. Akan cepat tumbuh dalam beberapa hari," Kata MD menjelaskan ke Ubai, tentang makanan hewan yang dia tanyakan. Agar Ubai tidak salah paham akan maksud dia yang sebenar nya dia utarakan ke Ubai. "Saya, akan mengasih anda hadiah uang tambahan, kepada anda kalau bisa menyiapkan beberapa karung untuk saya, esok hari bagaimana?" Tanya MD.
"Hah ... yang benar saja!? Anda mau memberi hadiah, walau pun anda yang membeli makanan Hewan tersebut!" Kata Ubai, setengah tidak percaya.
"Benar sekali! Bagaimana? Besok saya akan mengambil nya? Akan tetapi kalau ada seseorang yang mau membeli, sebelum saya. Jual lah, seberapa pun dia mau membeli! Ini perjanjian nya, tapi sisa kan buat saya beberapa karung, untuk itu. Apakah kita sepakat?" Kata MD, mengakhiri kalimat nya. Tanpa pikir panjang Ubai menerimanya, kapan lagi dibelikan pasokan barang terus diberi hadiah pula, itu adalah keuntungan yang sangat besar menurut nya. "Baik lah' kalau begitu," Kata Ubai sambil menjabat MD.
Setelah transaksi berhasil, MD pulang ke rumahnya untuk menunggu besok, agar rencana nya berhasil. "Rencana ini akan berhasil! Aku yakin akan hal itu," Kata MD sambil membuka pintu rumah nya. Sebenar nya dia sangat ingin hari ini juga melancarkan rahasia nya. Tetapi waktu nya dan keadaan nya tidak memungkin kan, semua penyelidikan nya juga sudah selesai,
__ADS_1
Dia berjalan keruang tamu nya yang kecil.
Rumah MD tidak begitu besar cuma 10 kali 6 saja. Dia tidak ingin terlalu besar, menurut nya ini saja sudah sangat merepotkan bagi nya membersihkan nya dan mengurus nya sendiri.
MD mempunyai keluarga akan tetapi keluarga nya ada di mekkah semua. Mereka memutuskan ke Mekkah pindah Negara saat mereka pindah, MD hanya tinggal dengan bibi nya semasa dia lagi sekolah SMP. Sekarang bibi nya sudah tiada MD hanya tinggal sendiri sekarang.
Beberapa kali MD di suruh oleh keluarga nya, oleh bapak-ibunya, untuk ikut ke Mekkah dan menetap di sana, akan tetapi MD selalu menolak. Karena dia sudah nyaman di rumah dan tempat tinggal nya seperti ini. Apa lagi sekarang dia sudah menjadi kepercayaan polisi karena otak dan kepintaran nya.
Dia ingin menggapai cita-cita nya yaitu menjadi Ditective yang handal seperti idola nya yaitu Sharelock holmes.
Setelah beristirahat sejenak, MD pun langsung ke kamar mandi. Dia hanya ingin melepaskan penat nya, dan membasuh semua badan nya dengan air yang selalu dingin menurut nya.
MD membaringkan tubuh nya dan membuka Hape nya yang seperti jenalu buat nya, karena apa pun yang dia kerjakan pasti ada saja waktu buat membuka Hape, walaupun sedang sibuk.
Dan terlihat ada pesan diaplikasi chat nya ada tiga pesan yang ditujukan kepada nya, dengan beberapa ketukan jari nya dia langsung membuka pesan tersebut.
Ada salah satu chat dari Pak Jumbran, "MD! pisau-pisau tersebut, berasal dari Papua dan semua bilah nya adalah perak murni. Gagang nya terbuat dari besi, yang sangat langka. Total harga untuk satu bilah nya adalah 7 juta untuk satu Set nya. Dalam satu set ada 7 pasang, ternyata benar perkataan mu tentang harus memeriksa pisau ini." Ketikan pak Jumbran, melalui chat nya, tapi MD pun tau bahwa isi chat tersebut bukan pak Jumbran yang mengetik nya. Melainkan Mas Udin tangan kanan pak Jumbran, MD hanya membaca nya dan sengaja tidak membalas chat tersebut.
__ADS_1
Terus dia membuka chat dibawah nya lagi.
"Mas MD, Perempuan yang saat ini ada di kantor, kami tahan dulu untuk sementara waktu. Dan kami tidak jadi mengintrogasi nya sesuai dengan apa yang Mas MD katakan saat bertemu saya tadi." Chat dari Udin, dan MD membalas chat Udin, "Terimakasih Mas, sebentar lagi kasus ini akan selesai," Balas chat MD, kepada Udin.
Dan yang ketiga, dari teman nya Iwan. "Hey MD! Kemana saja dirimu? Rumah mu seharian tidak ada orang, padahal aku sangat ingin santai di rumah mu. Apakah ada kasus lagi?" Iwan mengirimi MD chat.
Iwan ada lah teman MD mulai dari kecil, juga dulu waktu masih duduk dibangku sekolah, Iwan pernah menolong nya saat dia hampir ditabrak mobil saat mengejar pencuri, jadi dia sangat berterima kasih kepada Iwan. MD membalas chat Iwan, "Iya ada kasus, Apakah kamu mau membantu ku besok? Bersamaku untuk mengetahui pelaku," Kata MD membalas chat Iwan.
Pesan di chat iwan cuma contreng satu, arti nya Iwan sudah offline Dengan Hape nya. MD pun melepas dan menaruh Hape nya, karena waktu sudah menunjukkan pukul 22.30. Karena aksi nya melakukan pengejaran awal waktu pagi tadi, membuat nya sangat lelah dia berusaha memejamkan mata nya berusaha untuk tidur.
Iwan sendiri adalah pemuda yang energik, perawakan nya ideal seperti bina ragawan. Tinggi Iwan sendiri sama dengan MD, kurang lebih seperti itu.
Saat dibangku sekolah menengah waktu itu, saat MD terjatuh mengejar pencuri. Iwan langsung sigap menolong MD di jalan raya yang padat akan lalu-lalang mobil, dan kendaraan roda dua. Selepas Iwan menolong MD, mereka berdua masih sempat mengejar pencuri tersebut, sampai tengah malam mereka mengejar nya. Padahal mereka bisa saja melaporkan nya ke kepolisian setempat, tapi MD malah mengejar pelaku dengan ego nya.
MD terlelap dengan dengkuran halus, tubuh nya terlentang seakan lepas sudah semua permasalahan yang dia kerjakan.
Padahal besok adalah tugas yang membosankan karena menunggu seseorang adalah hal yang membosankan, Rencana MD sendiri dia akan menunggu pelaku di tempat yang agak jauh dari toko makanan hewan tersebut.
__ADS_1
"Apakah besok menjadi hasil yang memuaskan! Atau tidak? kita nantikan kelanjutan nya dalam beberapa Spasi berikut nya!".
bersambung.