DETECTIVE AMATIR

DETECTIVE AMATIR
PELINDUNG


__ADS_3

Anggota dari tim Udin mendekati Udin dengan agak tergesa-gesa, dan berucap, "pak kami menemukan jendela villa pecah dan suara tembakan sangat jelas didalam sana!" Kata seorang anggota kepada Udin, Udin tak bisa tinggal diam lagi, "Cepat!! Semua mobil berkempul ke jendela yang hancur itu! Nyalakan semua penerangan!" Kata Udin dengan tegas, mendengar perkataan Udin semua anggota langsung bersiap dan membubarkan diri dan kembali ke lposisi yang sudah mereka tempati, dan yang lain langsung masuk kedalam mobil, Mobil yang pertama datang dan sopir yang mengantar MD juga bersiap, dia mengiringi yang sopir-sopir yang lain, salah satu anggota mengomando mereka yang didalam mobil, untuk mematikan lampu mobil dan serentak mereka mematikan lampu mobil nya.


Semua mobil langsung bergilir bersebelahan membentuk barisan melengkung, lalu anggota yang mengomando langsung memberi kode untuk menyalakan lampu mobil, dan secara serentak mobil-mobil berjejer itu langsung menyalakan lampu sorot nya kearah jendela yang sudah hancur itu, setelah lampu mobil yang menyala didalam lobang jendela yang sudah rusak, terlihat laki-laki besar yang sedang mencekik dua pria muda.


Udin menghentikan hayalan nya, hayalan saat-saat berangkat kesini tadi, karena ada yang melaporkan keadaan kepada nya, "Senior! Saya menemukan ini." Ucap nya. Satu ponsel android dengan pola dilayar nya saat dibuka. "Dimana kamu menemukan ponsel ini?" Tanya Udin, petugas polisi itu pun langsung menjawab, "Didekat sofa dan dekat dengan jendela yang sudah berlobang itu, senior!" Ucap nya dengan nada tegas, "Bagus! Kumpulkan barang bukti lebih banyak lagi sebisa mungkin!" Ucap Udin memerintahkan petugas tersebut, petugas tersebut lalu hormat dan memalingkan diri nya menuju suatu tempat lagi di villla tersebut.


Udin lalu memegang-megang hape tersebut, sebagai seorang anggota kepolisian dia sangat tau bahwa barang bukti harus seteril dari sidik jari-sidik jari orang lain, jadi dia sudah siap dengan menggunakan sarung tangan nya, sebisa mungkin dia menggunakan keahlian nya sebagai penyeledik, dia meangkat ponsel tersebut dengan kedua ujung jari nya. Tanpa sedikit pun menyentuh layar nya. Karena kondisi villa sudah terang dia memiringkan layar ponsel tersebut beberapa kali dan mata nya terus fokus kelayar ponsel tersebut. Dengan wajah yang sedikit tersenyum dia menemukan bekas sidik jari yang berbekas pada ponsel tersebut, menunjukan pola ponsel berbentuk huruf L, Udin mencoba menyalakan ponsel tersebut dengan sangat hati-hati, beberapa detik kemudian ponsel tersebut menyala dengan pola yang terbuka sebagai kode buat ponsel agar tak bisa sembarang orang membuka nya.


Udin mencoba mengurut pola yang sudah dia temukan dari ponsel tadi dan menerapkan nya ke pola ponsel itu, sekali percobaan langsung terbuka beranda ponsel tersebut. Tanpa membuang waktu Udin tak mau mencari informasi apa pun dia langsung membuka pengaturan ponsel tersebut lalu menonaktifkan kunci pula nya, setelah berhasil dia langsung menutup posel tersebut dan memasukkan nya kedalam kantung barang bukti yang dia bawa, dan menghampiri semua kawanan petugas untuk juga mencari-cari bukti yang lain.


Sebenar nya bisa saja Udin langsung membuka ponsel tersebut dan mencari tau Informasi tapi dia lebih prihatin dengan keadaan MD dan Iwan, dia tak bisa fokus melihat keadaan kedua sahabat itu babak belur gara-gara pengusaha tambang tersebut, lagi pula saat dikantor nanti semua unit akan melakukan serangkaian investigasi secara menyuluruh dengan kasus ini. Tinggal menunggu penuturan semua pihak dan semua saksi yang menjadi korban atas keberingasan seorang pengusaha tambang ilegal yang membuat kerusakan di villa pak Amat.


Semua petugas pada akhir nya berhasil membereskan semua nya, pagi hari mulai menerangi wilayah villa yang besar tersebut. Semalaman Udin tidak tidur karena Mentor nya yaitu pak Jumbran, menghubungi nya dari mulai dia membantu mencari barang bukti sampai Matahari pagi sudah menyinari kawasan villa, pembantu yang sudah bisa bekerja sudah diperintahkan pak Amat untuk melayani petugas yang sedang bertugas, dengan membuatkan kopi dan makanan-makanan pengganjal perut untuk para polri dan tentara yang masih berada divilla tersebut.


"Sekarang dimana kedua bocah itu?" Tanya pak Jumbran di seberang telpon.


Udin menjawab dengan nada berat, "Mereka sedang dirawat di villa ini, dengan tim medis dari kepolisian dan tentara pak!" Jawab Udin.

__ADS_1


"Baguslah! kalau begitu keadaan nya, saya akan mengurus semua yang terlibat dari pihak pelaku, Kamu disana usahakan ungkap semua kronologi penyerangan dari pihak saksi, jangan ada yang tertinggal." Jawab pak Jumbran dengan nada tegas nya.


"Baik, pak! Laksanakan." Ucap Udin tanpa ragu,.


Udin dengan mata yang sayu dan tenaga nya yang hampir tak tersisa, masih sibuk dengan berkas-berkas nya yang menumpuk. Semua itu adalah rangkuman dan ringkasan kasus ini, dan disamping nya juga ada beberapa barang bukti yang sekarang mau dikirim bersama dengan para anggota yang akan kembali ke kantor kepolisian setempat. Beberapa menit berlalu, Udin yang berada dimobil kepolisian dan dengan berkas-berkas nya, mendengar ponsel nya berdering, lalu mengangkat ponsel tersebut tanpa mengetahui siapa yang menelpon.


"Hallo." Ucap Udin


"Hallo, Mas!" Kata MD dan langsung melanjutkan kata-kata nya, "Mas Udin, apa bisa kekamar ku sebentar, ada yang ingin aku bicarakan dengan Mas." Ucap MD.


"Oh Mas MD ya, OK! Mas, saya akan kesana!" Ucap Udin.


Tanpa berlama-lama Udin langsung merapikan semua berkas nya membuat nya dalam tas nya, terkecuali barang bukti, Udin langsung mengambil nya dan membawa nya turun dari mobil, dan menuju villa untuk menemui MD.


Suasana dalam villa setelah Udin masuk sudah sedikit rapi, tapi banyak pecahan-pecahan pot yang berserakan akibat kejadian malam tadi, semua pembantu masih membereskan semua nya, Udin sedikit melihat ke arah jendela yang berlobang dari dalam villa, terlihat banyak bekas peluru yang tertancap, kedinding dan menghancurkan keramik, melihat itu Udin semakin memikirkan keadaan dua sahabat itu, bagaimana mereka melewati kejadian yang sangat mengerikan itu berdua dan harus melindungi semua orang divilla itu dengan waktu bersamaan. Sambil berjalan menuju kamar dimana MD dirawat disana sudah ada Tentara yang berjaga di depan pintu itu, Udin langsung menghampiri tentara itu, sambil memberi hormat.


"Permisi pak, Saya ingin bertemu dengan MD, karena tadi dia menelpon saya untuk bertemu." Ucap Udin dengan suara nya yang dia tinggikan sedikit. Tentara tersebut lalu membalas hormat Udin tanpa berkata-kata langsung membukakan pintu untuk Udin. Melihat Itu Udin langsung masuk kedalam ruangan tersebut. Pertama terlihat adalah semua perban yang bekar darah berada ditempat sampah, terus disamping nya ada ranjang medis yang ditangkai besi nya ada baju loreng berwarna keemasan, berkerlip-kerlip karena paparan Matahari yang sedikit masuk kedalam ruangan Itu Udin melihat kaos tersebut sedikit terkejut kenapa baju tersebut bisa ada disini.

__ADS_1


Disekelilingi nya ada dua orang tim medis yang masih membereskan obat-obatan, yang mereka gunakan untuk mengobati pasien, lalu di atas ranjang terbaring MD yang penuh perban dilengan, dijidat, terus pipi nya. Di kedua otot kaki MD diperban semua nya perban yang baru, menandakan bahwa tim medis mengganti perban MD sudah mengganti perban MD beberapa kali untuk malam sampai pagi ini. Setelah cukup puas melihat-lihat semua nya Udin memperhatikan MD dari depan pintu, MD yang menyadari kehadiran Udin, MD pun sedikit mengangkat kepala nya lalu melihat kearah Udin dan memanggil Udin untuk mendekat kearah nya. Udin yang dipanggil pun langsung mengangguk, dan berjalan kearah MD sambil menyapa MD dengan menanyakan keadaan MD.


"Sekarang, bagaimana keadaan Mas?" Tanya Udin,


"Beginilah Mas, semua sekujur tubuh saya serasa mati rasa, untung nya tim medis dengan rutin memberikan saya bantuan dan penjagaan juga pengobatan, dan saat ini tubuh saya agak sedikit membaik, terkecuali muka saya." Jawab MD dengan suara nya yang serak, nampak sekali suara MD sudah agak habis karena keadaan nya setelah berjuang bersama Udin ditambang terus datang kevilla untuk berjuang menyelamatkan kawan-kawan nya.


"Syukurlah Mas, saya senang kalau keadaan Mas membaik, semoga cepat sembuh Mas!" Ucap udin mendoakan, sebenar nya Udin masih orihatin dengan keadaan MD tapi melihat secara langsung keadaan nya, Udin tidak percaya bahwa MD bisa bertahan sejauh ini, sekarang Udin melihat MD bukan lagi manusia tapi seorang terminator yang sangat kuat menurut Udin, bayangkan saja, saat ditambang MD saja muka MD sudah babak belur dan berdarah tapi tubuh nya masih bisa bergerak, ditambah lagi saat melawan para penjahat di villa membuat otot-otot kaki nya dan pergelangan nya, semua nya cedera, membuat Udin bingung kenapa tubuh MD baik-baik saja akan hal itu.


Sebelum lamunan nya bertambah panjang Udin lanhsung menghentikan lamunan nya. Udin merasa memang harus menanyakan nya sebelum lanjut membicarakan masalah kasus yang masih hangat ini.


"Luar biasa! Tubuh Mas MD sangat kuat, sedikitpun tak terluka, padahal senjata musuh dan orang-orang tambang itu sangat kuat?" Kata Udin, sambil memuji kekuatan tubuh MD.


"Tidak seperti itu Mas." Ucap MD, lalu menunjukkan kesebuah tangkai, yang masih tersangkut baju kaos loreng berkerlip-kerlip ditangkai ranjang tersebut, "Itulah, yang melindungi tubuh saya dari segala serangan musuh-musuh yang menyerang saya." Ucap MD dengan sedikit menjelaskan nya kepada Udin, dan MD juga menunjuk kearah samping ruangan yang ada sofa disana ada hoodi MD yang compang-camping dan berlobang-lobang karena serangan-serangan dari pelaku, MD menyuruh Udin untuk membandingkan kedua pakaian tersebut.


Udin berdiri lalu mengambil kaos dan juga jaket itu lalu membawa nya menghampiri MD yang masih berbaring diranjang, alangkah terkejut nya Udin setelah secara dekat memegang kaos MD tersebut.


"BUKAN, KAH!! INI!" Ucap Udin

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2