DETECTIVE AMATIR

DETECTIVE AMATIR
DALAM BAHAYA


__ADS_3

DALAM BAHAYA


Disela-sela, Kedua teman itu sibuk. Tiba-tiba, diarah pojok terdengar suara yang memelas, seakan-akan suara nya habis akibat berteriak. Tapi, bukan Suara Manusia. Bahkan tidak terdengar itu, suara manusia. Lebih terdengar, suara Hewan yang sedang kelelahan.


MD dan Iwan pun, langsung menghentikan kegiatan mereka. Mata mereka seakan diperintah, untuk melihat ke arah suara itu.


Iwan langsung mengarahkan, Senter Hape nya, kearah suara tersebut. Benar saja, ada seekor Anjing, yang sedang Tertulungkup. Wajah anjing tersebut, ber Simbuh darah. Dan mata nya hilang satu. Bahkan, saat di Senter pun. Terlihat Gerlap cahaya mata nya, cuma satu.


Saat, Iwan mendekati Anjing tersebut. Anjing itu berusaha dengan kekuatan nya, untuk menjauh. Tapi, dia tak bisa bergerak. Bahkan, untuk menggerakkan Kaki nya saja dia tak bisa.


Tiba-tiba MD, memegang tangan Iwan sebelah. Dan Iwan pun, menoleh. MD menggelengkan kepala nya. Lalu mengarahkan tunjuk nya, ke belakang Hewan tersebut.


Ada pintu dibelakang hewan itu. Yang terbuka sedikit didalam kegelapan. Padahal diluar sangat terang benderang. Akan tetapi didalam ruangan ini, seakan, tak ada cahaya yang masuk, sama sekali. Terkecuali, Senter Hape yang mereka pegang.


Iwan tetap mendekati Anjing itu. Alangkah terkejut nya Iwan, saat melihat anjing itu secara dekat. Dibawah perut anjing itu, terlihat isi Perut nya yang terbuka keluar, dibalik badan nya yang lemah.


Lalu Iwan, melihat kawan nya. Sudah membuka pintu dibelakang Hewan tersebut.


Iwan sadar, ternyata kawan nya tersebut, sudah tau. Bahwa Anjing tersebut sudah tak bisa ditolong lagi. Maka nya MD sama sekali, tak perduli terhadap hal tersebut. Akan tetapi hati siapa tak tersentuh, melihat Hewan yang sedang terluka. Menurut Iwan.


Tapi tak banyak pikir panjang. Dia pun berdiri kembali, seakan ada dorongan dipikiran nya. Bahwa, Misi yang mereka lakukan ini berbahaya. Berbelas kasih, hanya membuat pergerakan mereka akan melambat.


Iwan, langsung mendatangi dan mengekor MD, yang sudah lebih dulu didepan pintu itu.

__ADS_1


"Apakah Kita perlu menyalakan lampu rumah? ..." Belum sempat Iwan melanjutkan perkataan nya. MD mengisyaratkan kepada Iwan, untuk menahan napas nya. Dan mengarahkan Senter Hape, yang dia pegang kearah depan ruangan.


Sekali lagi dan lagi, dia terkejut. Seandai nya Iwan mempunyai penyakit jantung. Pasti dia sudah di Off name dirumah sakit hari ini, karena penyakit jantung. Berkali-kali terkejut, tak membuat jantung nya pecah, akan hal itu.


Ruangan yang tadi nya gelap, langsung bercahaya. Akibat cahaya yang di arahkan oleh MD, Dan disana sudah berJejer rapi, kurungan Anjing beserta Anjing didalam nya. Dan aneh nya adalah, didalam kurungan anjing itu. Ada kaleng, yang atas nya, sudah terbuka dan mengeluarkan asap tipis. itu adalah bius yang membuat semua anjing, didalam kurungan tersebut terlihat tertidur. Dan kehilangan kesadaran mereka. Iwan dan MD menahan napas mereka, dan menutup kembali pintu tersebut. Dan tak sengaja Kaki MD menyentuh anjing yang ada depan pintu tersebut. Tapi hewan tersebut sudah tak berdaya. Bahkan sudah lemas tak bernyawa, dan dibiarkan saja oleh MD.


Setelah pintu tersebut tertutup. Mereka masing-masing menghirup napas dalam-dalam. Seakan ingin menghabiskan semua udara yang ada didalam ruangan itu. Walaupun mereka tau, didalam ruangan dapur tersebut. Banyak sekali bulu hewan yang beterbangan. Karena pergeseran udara yang pengap.


Beberapa menit kemudian. Mereka sudah merasa, bahwa mereka yakin, tak banyak menghirup Gas tersebut.


"Kita harus melewati ruangan tersebut. Dan membuka ruangan terakhir, yaitu ruang depan." Kata MD, dengan berbisik.


Iwan mengangguk, mengiyakan apa yang diperintahkan kawan nya itu. MD, sekali lagi membuka pintu tersebut.


Untung nya adalah, kurungan Anjing itu berjejer rapi memanjang. Sampai pintu ruangan depan, dan menyisakan jalan setapak ditempat itu. membuat pergerakan kedua nya lebih mudah.


Dengan mempercepat langkah, kedua nya. MD memimpin, dan Iwan dibelakang sambil menutup semua lobang pernapasan yang mereka punya. Kedua nya, bergegas menghampiri pintu terkhir. Terlihat dengan Senter Hape MD, ada puluhan karung makanan hewan, menumpuk disamping pintu. MD tak menghiraukan nya, dia segera membuka pintu ruangan tersebut. Seolah dia sudah mencapai Finishing, di suatu pertandingan. Iwan yang berada dibelakang pun, merasakan hal yang sama, dia sangat berharap kepada kawan nya itu untuk cepat membuka pintu. Iwan berasa tenggelam didalam air yang dalam. Dan sebentar lagi, akan mengeluarkan diri nya kepermukaan. Bunyi pintu terbuka dengan cepat, bagaikan, sudah tak muat lagi menampung. Apa yang berada didalam nya.


MD dan Iwan terbungkuk-bungkuk, karena kesusahan ber Napas. Bahkan Iwan, cuma menutup pintu itu kembali dengan Kaki nya.


Sambil tersengal, MD berusaha mengatur pernapasan nya. "Makanan hewan itu, seperti makanan hewan ternak ayam kaleng!" Kata MD, "Apa bila Anjing sudah terlalu banyak meng Konsumsi nya. Maka dia akan malas berjalan, dan membengkakkan seluruh tubuh nya. membuat, bagian perut mereka menggelembung." MD melanjutkan, ucapan nya.


Iwan, hanya mendengarkan. Dan masih berkutat, dengan pernapasan nya. MD melanjutkan suara nya, "Gas itu, pelumpuh Saraf. Terbuat, dari 50 persen Alkohol. Dan, campuran nya terbuat dari obat semprotan rumput. Kalau saja, kita menghirup terlalu banyak. Nasib kita sudah pasti, sama dengan Anjing yang berada di ruangan dapur tadi." Kata MD, Iwan tak bisa lagi untuk terkejut. Tapi dia, hanya membesarkan Kelopak Mata nya. Seakan tidak percaya, akan efek Asap yang berada di ruangan, dibelakang nya itu.

__ADS_1


Setelah kedua nya mencoba menormalkan, pernapasan.


Diujung pintu keluar, terdengar suara bunyi mobil mengaum. Dari jarak kejauhan, dikarenakan jalan yang becek, dan berlumpur. Dan membuat Ban mobil tak bisa berjalan, dengan semestinya.


MD dan Iwan saling memandang, seakan tau. Kemungkinan apa, yang akan terjadi.


Di ruangan tersebut, sudah ada penerangan dari cahaya Matahari. Dari celah-celah, lubang pentilasi. Mereka mencari tempat untuk bersembunyi. Berbalik ketempat Beracun itu, ada lah hal Konyol, menurut Iwan. Dia tidak mungkin akan kembali kesitu.


Tapi, disinilah keahlian MD terpakai. Dia dengan mendiamkan diri nya sejenak, menggunakan Akal sehat nya. Lalu berkata kepada sahabat nya itu. "Kita, bersembunyi di kanan kiri pintu. Aku yakin, mereka akan kesini lagi, membawa hewan tangkapan mereka. Aku yakin, kita bisa melumpuhkan mereka berdua. Tapi usahakan, tidak ada suara yang berisik. Agar penghuni yang ada disini, tidak terusik!" Kata MD, menegaskan.


"Baiklah!" Iwan, mengiyakan. Sebenar nya Iwan pun tidak yakin, bisa melumpuhkan dua Pria yang lebih bertenaga, melebih dirinya. Akan tetapi, dia tahu bahwa mereka berdua dalam bahaya. Saat ini pilihan nya adalah melawan mereka, atau masuk kembali ke dalam. Dan keluar, dari jalan dapur. Menuju ilalang yang menyakitkan diri nya, tapi itu bisa dilakukan. Akan tetapi, MD memikirkan hal yang lain. Pasti ada sesuatu, jadi dia ikut saja dengan apa yang MD lakukan. Dia sangat percaya, kepada kawan nya tersebut.


Mobil itu perlahan, suara nya mulai terdengar mendekat. Terlihat sekali Iwan sangat fokos, mendengarkan. Semua pikiran aneh, berlalu lalang di Otak nya.


Sedangkan MD, semakin dia dalam keadaan genting. Semakin lagi dia santai, dan nyaman. Tak ada keraguan yang terpampang diwajah nya. Aura yakin, sangat jelas terlihat. Seolah, MD adalah seekor Harimau. Yang sedang menunggu kerumunan domba, di lapangan rumput.


Mobil pun sudah sampai dihalaman rumah. Kedengaran sekali, suara gesekan Ban yang terhenti didepan rumah. Dimana Iwan dan MD bersembunyi sekarang. Mobil tersebut memutar Ban nya, supaya Bak belakang, ada di depan rumah.


Lalu gagang pintu mulai berputar ...


Bersambung.


Banyak sekali perubahan nya, saat PEUBI dimainkan. Minta bantuan nya kawan-kawan ya, dukungan kalian sangat berHarga!

__ADS_1


__ADS_2