DETECTIVE AMATIR

DETECTIVE AMATIR
TAMBANG ILEGAL


__ADS_3

HT Udin kembali berbunyi, "Laporan kepada garuda zero! Laporan kepada garuda zero!" HT Udin bersuara di headset nya, "Laporan diterima, ganti." Kata Udin. "Garuda satu memberi laporan, target mengalami kericuhan dibawah, para keamanan menemukan kawan nya, dalam keadaan terikat, situasi saat ini tidak aman, buat garuda zero! Misi beralih ketingkat bahaya." Ucap tim garuda satu, mendengar hal itu Udin kaget tapi dia tetap memberikan balasan buat Tim-Tim nya, "garuda zero menerima laporan, SIAPKAN BANTUAN! Garuda zero masih melakukan pencarian!" Tegas Udin, MD yang melirik Udin menghentikan lari nya dan Udin juga berhenti, "Ada apa?" Tanya MD, Udin langsung menjawab, "Petugas yang kita ikat, sudah diketahui oleh teman-teman nya, nampak nya sekarang, kita akan dicari oleh semua petugas disini!" Ucap Udin dengan nada yang dia percepat.


MD langsung menepuk bahu Udin dan mulai berlari, tak ada kata stop buat MD dan Iwan tetap mengekor dibelakang nya. Dalam beberapa langkah sampailah mereka ke persimpangan lorong, menurut penuturan ibu-ibu yang MD temui di lorong sebelum nya tadi, jalan menuju kantor perusahaan ini adalah disebelah lorong yang mereka jalani saat ini, yang arti nya adalah kantor itu ada di lorong kanan diseberang mereka. Tanpa buang-buang waktu MD dan Udin langsung bergegas ke seberang lorong dan masuk ke lorong itu.


Lorong sebelah kanan ini sama persis dengan lorong sebelah kiri cuma perbedaan nya sekarang lampu nya terang beda dengan lorong sebelah kiri yang agak remang-remang, mereka terus berlari.


Beberapa langkah kemudian, sampai lah mereka di lorong yang kiri kanan nya, ada pintu-pintu dan setiap pintu ada label nya pintu pertama yang mereka jumpai adalah pintu laboratorium dan MD memelankan langkah nya, pintu kedua bertuliskan asisten, MD juga melalui nya belum sempat melangkah ke pintu selanjut nya bunyi sirene kebakaran berbunyi.


Alangkah kaget nya kedua nya, MDseakan tak perduli dan fokus dengan apa yang mereka cari, dia terus mengayunkan langkah nya Udin selalu menggiring dibelakang. MD pun menghentikan langkah nya di dua pintu yang bersebelahan, kanan nya ada gudang dan kiri nya bertuliskan kantor, dengan tergesa-gesa MD membuka pintu tersebut.


Didalam pintu itu, sama persis dengan lorong pertama cuma lorong tapi ber jejer meja-meja kerja lengkap dengan kompeter-kompeter dan orang-orang yang bekerja disana. Semua orang disitu langsung mengalihkan pandangan nya ke arah MD dan Iwan, "ADA APA INI!" Ucap salah satu pekerja nya, yang berada didekat mereka.


Udin dengan sigap mengeluarkan pistol nya dan memegang nya kearah bawah seperti memegang kapak yang masih menempel diatas kayu, dan MD mengeluarkan surat penggeledahan, "SEMUANYA TETAP DI POSISI MASING-MASING! JANGAN ADA YANG BERGERAK!" Kata Udin dengan keras supaya semua pekerja itu mendengar ucapan nya, dan MD melanjutkan ucapan Udin, "kami dari pihak kepolisian tidak akan menyakiti kalian! kami hanya ingin meminta berkas surat ijin pertambangan disini! Apabila kalian bisa membuktikan nya kalian akan tetap bekerja disini!" Ucap MD agak sedikit keras, semua orang didalam lorong, yang mereka sebut kantor itu pun langsung saling berpandangan satu sama lain, karena juga tak mengetahui bahwa perusahaan tambang ini memiliki ijin atau tidak, "KAMI TIDAK TAHU APA-APA?" Kata salah satu pekerja di sana, "Kami hanya bekerja disini." MD yang mendengar itu sempat heran, dengan ucapan salah satu pekerja tersebut. "Apakah disini ada yang mempunyai akses, ke bank berkas perusahaan ini?" Tegas MD, dengan suara yang agak dia berat-berat kan agar lebih tegas. Salah satu pekerja lalu mengangkat tangan nya, melihat itu MD dan Udin langsung menghampiri orang itu.

__ADS_1


Karena posisi meja mereka menyisir lorong sangat mudah bagi mereka berdua menghampiri orang itu. Pekerja nya sendiri ada 17 orang laki-laki, tidak ada satu pun perempuan. Sangat dingin didalam Goa itu padahal tidak ada fentilasi udara disitu, lorong itu pun buntu cuma berapa meter panjang nya.


"Tunjukan pak!" Suruh Udin yang mengambil alih tugas MD.


Pria itu lalu membuka kompeter nya lalu mengarah mouse nya ke file arsip perusahaan dan layar pun menunjukan beberapa dokumen dan salah satu yang bertuliskan, "Proyek batu bara." Lalu Udin menyuruh pria itu mengarahkan mouse nya ke file arsip bertuliskan, "Proyek batu bara." Tersebut, setelah membaca apa yang ada di dokumen itu Udin terkejut, "Bahaya ini! Ini sangat bahaya!" Ucap Udin, lalu memanggil MD yang masih mencari-cari sesuatu di kompeter milik pekerja yang lain, "Mas MD! KEMARI LAH!" Sedikit mengencangkan suara, mendengar hal itu MD langsung mendekati Udin yang tak jauh dari diri nya.


"Ada apa Mas?" Tanya MD, sambil menghampiri Udin, lalu Udin menyuruh MD melihat dokumen itu, setelah berapa detik MD melihat dan membaca dokumen tersebut, HT Udin kembali berbunyi. "LAPORAN KEPADA GARUDA ZERO, Para keamanan masuk kedalam goa!" Suara dari HT punya Udin, mendengar hal itu Udin langsung waspada dan berbicara kepada tim nya lagi melewat HT tersebut. "TERUS PANTAU! Kami sudah menemukan barang bukti!" Ucap Udin, kepada tim nya.


Mendengar keputusan dari MD, Udin langsung menekan headset nya dan langsung memberi perintah kepada semua tim nya, "TIM GARUDA!! BERAKSI, BUKTI DITEMUKAN! AMANKAN WILAYAH INI SEKARANG!!" Tegas Udin memberi perintah kepada semua tim nya, yang sudah standby di setiap lokasi tambang. Dan informasi yang Udin berikan langsung menyebar ke setiap regu tanpa jeda, beberapa detik telinga Udin langsung dipenuhi suara-suara dari tim nya. " GARUDA 1, SIAP! GARUDA 2, SIAP! GARUDA 3, SIAP!" Ucap semua tim nya, dan para TNI juga sudah siap membantu.


Tiba-tiba di luar lorong kantor bunyi gaduh terdengar, ada suara-suara mencari seseorang, terdengar banyak sekali orang nya, Udin dan MD saling menatap, Udin sangat siap apabila akan terjadi penyerangan, dan MD juga sudah siap, tapi MD, memikirkan nasib pekerja yang ada di dalam kantor ini, "Tidak bisa begini, kita yang keluar menemui mereka," Ucap MD sambil berjalan keluar, dan kembali menoleh, dan berucap, "Kalian tetap disini, tim kami akan akan menemui kalian, dan menyelamatkan kalian!" Ucap MD dengan sedikit mengencangkan suara nya. Udin juga langsung berjalan menggiring dibelakang MD, dan mengambil kunci lorong kantor, yang ada di belakang daun pintu kantor tersebut.


Saat pintu terbuka, dan MD juga Udin keluar dari lorong kantor dan mengunci kantor tersebut dari luar, ada puluhan keamanan yang sudah menjaga mereka, "TANGKAP MEREKA!!" Teriak salah satu petugas keamanan, dan MD dan Iwan pun terpaksa harus melawan. Aksi tangkap dan menahan pun terjadi, tiga petugas langsung berlari dengan membawa pemukul mereka, MD memasang kuda-kuda nya bersiap untuk melawan, sebenar nya MD tidak yakin melawan pria dewasa karena jelas dia pasti kalah, tapi karena tidak ada pilihan lain, dia membuang pikiran itu semua.

__ADS_1


Dua petugas lalu memukulkan tongkat kasti nya ke Arah MD, tapi dengan cepat MD langsung memiringkan tubuh nya kesamping, agar tak terkena pukulan tersebut, lalu dengan cepat menggunakan tendangan nya sekuat mungkin, menendang, kedua petugas itu secara bergantian, hasil nya dua petugas itu langsung kesakitan dan mundur beberapa langkah. MD langsung maju dan pertarungan berlanjut dengan cepat.


Di posisi Udin, satu petugas langsung meneyerang Udin dengan memukulkan tongkat kasti nya secara brutal, tetapi Udin selalu mundur agar tak terkena serangan petugas itu, di rasa nya ada momentum serangan, Udin langsung menendang tangan petugas tersebut, dan tongkat kasti itu langsung jatuh. Dengan cepat, Udin langsung berguling kearah tongkat kasti itu, dan mengambil nya. Sebelum sempat mengambil tongkat tersebut, dalam beberapa detik tangan petugas tersebut sudah menarik kerah baju Udin, Udin langsung berbalik dengan cepat dengan tongkat di tangan nya, mengayunkan tongkat tersebut dengan cepat, dan mengenai pelipis kening si petugas. Petugas itu langsung terpental, Melihat itu Udin langsung lari kearah petugas yang lain nya, dan menerjang kerumunan yang berkumpul ingin menyerang MD.


MD langsung menyerang dua orang petugas yang tadi menyerang nya, tapi musuh mempunyai tongkat yang pasti sakit kalau terkena pukulan benda itu, petugas yang menjadi lawan MD langsung mengayunkan tongkat itu secara berlawanan, dengan cepat MD langsung membungkuk kan tubuh nya lalu menyeruduk salah satu petugas ke dinding lorong. Petugas tersebut belakang nya langsung menabrak dinding dan mulut nya ternganga kesakitan dan jatuh ke lantai lorong, belum sempat MD membenarkan punggung nya, sebuah tongkat kasti dengan cepat dan keras langsung membentur punggungnya. MD langsung tersungkur, tapi sakit nya tak begitu berarti, MD heran dengan keadaan nya tersebut, tanpa pikir panjang dia membalikan tubuh nya, dan langsung menangkis tongkat kasti itu dengan kaki nya, repleksi yang dia gunakan karena melihat bayangan tangan petugas yang mengayunkan pemukul kearah dia yang masih tersungkur.


MD lalu mengendorkan kaki nya secara kejutan, membuat momentum,dan tangan petugas itu sedikit ada celah, dengan kaki yang tadi nya buat dia menangkis serangan, dia mundurkan sedikit, lalu langsung dia hujamkan, keperut petugas tersebut, alhasil petugas tersebut, langsung terpental.


Udin terus mengayunkan pemukul kasti tersebut membuat petugas keamanan sedikit mundur karena beberapa petugas langsung terkapar terkena pukulan Udin, tiga petugas langsung maju menyerang Udin. Akan tetapi, MD berlari sambil berteriak menerjang ketiga petugas itu, saat menerjang dia tidak menendang melainkan meloncat tinggi lalu dengkul nya dia hujamkan ke arah wajah si petugas, karena petugas itu tidak sadar akan serangan dadakan, mereka langsung terpental kesamping Udin, Udin tak membuang-buang kesempatan dia langsung mengambil semua pemukul tadi, dan diserahkan nya kepada MD, saat ini Udin tidak memakai senjata nya karena tidak ingin membuat petugas tambang terluka parah karena nya.


Bersambung.


Selamat membaca guys! Jangan lupa like dan subcribe

__ADS_1


__ADS_2