DETECTIVE AMATIR

DETECTIVE AMATIR
KEWASPADAAN


__ADS_3

Iwan dan MD, perlahan berjalan dengan waspada. Dan jantung mereka seirama. Menuju tempat dimana, mereka yakini adalah kejutan buat mereka. MD membentangkan tangan nya kearah iwan. Seolah, dia seperti tukang parkir, yang mengarahkan mobil, untuk keluar dari tempat parkir.


Menandakan bahwa Iwan dan dia, menuju ke arah dinding perumahan. Untuk bersembunyi. Iwan menggiring saja, apa yang dilakukan teman nya tersebut.


Setelah menempelkan belakang mereka ke dinding. MD berbisik, ke Iwan. "Nampaknya, di Tiga rumah ini. Salah satu nya, adalah gudang yang berisikan Hewan yang sudah di keramasi! Kalau melihat jalan Ban mobil tadi, nampak nya mobil tersebut. Lebih dulu, parkir ke arah rumah yang dipojok. Kita harus memeriksa," Bisik MD, "Karena pintu rumahnya semua tertutup. Kita tidak bisa jalan depan!" Kata MD, melanjutkan.


"Kenapa?" Sela Iwan,


"Kamu tau, ditempat seperti ini. Kita harus selalu waspada!" Balas MD, "Tidak mungkin pengendara mobil tadi, membereskan semuanya. Hanya selang waktu beberapa menit, setelah mengeluarkan karung-karung tersebut." Lagi MD, berucap.


Di toko awal tadi saja, mereka membutuh kan lebih dari setengah jam. Untuk memuat barang nya, ini begitu cepat beres! Untuk dua orang, membereskan karung-karung tersebut. Langsung kedalam rumah." MD, mulai ber hepotises.


"Maksud mu, disini masih ada orang." Kata Iwan, meyakinkan.


MD termangut-mangut, mengiyakan kata-katanya. "Kita, akan lewat belakang rumah ini. Walaupun aku tidak yakin, kita bisa meredam suara kaki kita. Yang bergesekan dengan Ilalang dan Limbah kering dapur.


"Baik lah!" Kata Iwan, lalu mereka meneruskan langkah mereka.


Sambil ber jingkrak, mereka masuk ke dalam Ilalang-Ilalang. Yang menjulang tinggi, dibelakang rumah. Beruntung nya adalah, atap rumah itu masih terlihat. Jadi mereka masih bisa memastikan, rumah yang mereka tuju.


MD dan Iwan bergantian berjalan. Melewati sebuah rumah, ke rumah lain. nya. Dengan menjalani, lebat nya ilalang. Dan meredam bunyi gesekan langkah mereka. Dengan limbah dapur kering, seperti; plastik, dan barang-barang yang lain.


Nasib malang menimpa Iwan. Dia menggunakan celana pendek, susah sekali bagi dia. Melangkah di ilalang yang sangat tebal tersebut. Tapi Iwan tak berputus asa. Dia tetap melangkah kan Kaki nya. Setapak demi setapak, secara perlahan. Agar tak membuat berisik yang memicu. Ada orang yang mendengar mereka nanti nya.

__ADS_1


Setelah menempuh beberapa langkah. Dan Menit yang berlalu. Akhir nya mereka pun sampai pada rumah nomor 3.


Dibelakang rumah tersebut. Banyak sekali plastik sampah yang berserakan. MD dan Iwan kewalahan meredam suara yang mereka jalani. Dikarenakan sampah yang banyak. Plastik hitam seperti, guling yang diikat atas nya. Iwan sangat ingin membuka nya. Tapi dia menahan keinginan nya tersebut. Karena dia masih didalam misi. Dan mengurungkan perasaan nya, untuk membuka plastik sampah-sampah tersebut.


Dengan beberapa kali usaha, akhir nya. Mereka berdua pun berhasil melewati plastik-plastik sampah tersebut.


MD mengatur Napas nya, dan menatap kawan nya. Yang kulit Betis nya penuh dengan sayatan. Seperti habis dicakar seekor Kucing.


"Maafkan aku, karena tidak memberi tahumu sebelumnya," Kata MD. Sambil menatap Betis kawan nya tersebut.


Iwan langsung melihat kearah kaki nya. Dia juga terkejut, melihat keadaan kaki nya. Tapi dia berusaha membuat MD, tidak merasa bersalah.


"Tidak apa apa sobat. Ini tidak seberapa, sekarang tetaplah Fokus dengan tujuan kita." Kata Iwan, memberi nasehat.


MD mendorong-dorong pelan dinding tersebut. Dan menemukan pintu pagar yang sama persis, dengan dinding pagar. Melihat teman nya menemukan yang sama dengan pemikiran nya. Iwan langsung mendatangi MD.


"Biar aku saja! Membuka nya," Bisik iwan. Iwan dengan sedikit tenaga nya Membengkokkan kunci panjang. Yang menahan antara dua batang sisi pagar. Dan dengan sedikit dorongan, pintu belakang dapur pun terbuka.


Melihat itu. MD langsung melihat lagi ke sekililing. Memastikan bahwa mereka baik-baik saja. dikarenakan, sedikit saja mereka melakukan kesalahan. Maka Strategi mereka akan berantakan dan akan merepotkan jadi nya. Kalau kegagalanlah yang akan terjadi.


Dengan cepat, mereka masuk kedalam ruangan dapur tersebut. dengan cepat juga Iwan menutup renggang pintu tersebut. karena Iwan berpikiran lain akan hal itu. Dapur itu sebenar nya tidak luas. Tapi karena pagar itu yang mengelilingi, maka dari luar terlihat agak lebih lebar. Keberuntungan berpihak kepada MD dan Iwan. Karena pintu dapur didalam nya terbuka. Tanpa membuang kesempatan, mereka berdua pun masuk kedalam. Didalam ruangan dapur sangat lah gelap.


Tidak ada bunyi apa pun disana. Seolah rumah itu kosong selama bertahun-tahun.

__ADS_1


Iwan membuka Hape nya, dan menyalakan Senter yang ada di Hape nya, Untuk penerangan. Setelah menyalakan itu. Banyak debu didalam ruangan tersebut. Debu nya, bukan lah debu pasir atau debu rumah. Melainkan bulu-bulu Hewan yang berterbangan mengrlilingi mereka.


Alangkah terkejut nya Iwan melihat hal seperti itu. Dia mengibas-ngibaskan tangan nya. Seolah menyuruh bulu-bulu itu pergi. Untuk melancarkan pernapasan nya. Karena begitu tebal nya bulu-bulu tersebut.


MD sendiri tak mempermasalahkan bulu-bulu tersebut. Dia mengarahkan senter Hape nya ke penjuru dapur. Saat dia mengarahkan ke paling sudut ruangan. Ada wadah besar, berupa persegi empat lebar dan tinggi, menyentuh langit-langit ruangan dapur tersebut. Mirip dengan Kulkas, tetapi Tiga kali lipat besar nya. Mungkin bisa membuat 5 Orang berdempetan, akan muat dalam sana.


Iwan dan MD menghampiri kotak besar tersebut. Dari luar saja sudah tercium daging segar, didalam sana. Injakan kaki Iwan merasa ada yang aneh, Dengan lantai nya. Ternyata di lantai nya ada banyak bekas seretan darah. Yang mengering menuju tempat tersebut.


Seakan tahu Iwan yang merasa risih. MD langsung memegang gagang pintu tempat itu, dan perlahan membuka nya. Terlihat Kaki Anjing yang tersusun rapi. Saling tindih beserta tubuh utuhnya tersusun rapi. Dan menjulang sampai langit. Iwan yang melihat itu membelalakkan mata nya tak habis pikir. Kenapa ditempat seperti komplek dan keadaan seperti ini. Ada sesuatu yang sangat mengerikan seperti ini.


Bahkan, Iwan tak menutup mulut nya sambil menganga. Dia terus menatap tumpukan hewan tersebut. MD menepuk bahu Iwan, sambil menganga iwan melihat MD. MD yang melihat Iwan seperti itu hanya menatap balik. Dan tidak menunjukkan reaksi apa pun terhadap Iwan.


Dia hanya menjulurkan tangan nya dan menggerakkan Jarinya. Seolah paham dengan hal tersebut. Iwan langsung merogoh kantong saku nya. Dan menutup mulut nya, dia tak memikirkan debu-debu yang mengganggu nya lagi. Dia fokus dengan apa yang sedang dilihat nya.


Setelah mendapatkan apa yang dia cari. iwan memberikan nya kepada MD. Yaitu sarung tangan, Iwan dan MD memasang sarung tangan yang sudah pasti selalu Iwan bawa, kalau ada misi seperti ini.


Mereka lalu mengangkat satu ekor Anjing. Dan Anjing tersebut sangat berat melebihi berat Anjing pada umum nya.  Lalu meletakkan nya kelantai. Iwan memegang Hape dikedua tangan nya. Lalu MD yang memeriksa hewan tersebut.


Seperti pernah belajar, MD memeriksa hewan tersebut seperti Dokter Hewan. Dia menyentuh-nyentuh bagian Perut nya. Terlihat kotak-kotak seperti ada barang didalam nya. MD yang sudah mengetahui itu, meraba Perut bagian bawah Anjing, dan terlihat belahan Perut nya membuka. MD memasukkan tangan nya kedalam Perut Anjing dan merogoh benda padat didalam nya. Ada jenis Set Pisau terbungkus didalam sana. Alangkah terkejut nya Iwan melihat keadaan seperti itu.


Bersambung.


Masih berusaha Teman-Teman. Jangan lupa, like dan subrcribe ya! Thankyou.

__ADS_1


__ADS_2