
Seorang lelaki dengan wajah lucunya, berjalan santai menyusuri koridor sekolah. Hampir semua murid mengenal lelaki itu. Jun Ki. Lelaki yang pintar, lucu dan mudah akrab dengan banyak orang. Ada sesuatu yang membuatnya tertarik. Banyak murid yang tengah berkumpul di depan kelas 11-3. Dengan sangat tertarik Jun Ki mendekati kerumunan itu dan bertanya apa yang sedang terjadi.
Jun Ki meminta para murid untuk memberinya jalan supaya ia bisa masuk, dan melarang satu pun murid membuka pintu setelah ia di dalam.
Lelaki itu melihat Jovian yang sedang berdebat dengan seorang gadis. Perdebat mereka terhenti saat Jovian melirik ke arah Jun Ki yang berdiri di depan pintu. Lelaki itu tersenyum menyambut tatapan Jovian.
"Kita bertemu kembali.. Ky."
Dengan cepat Jovian menghampiri Jun Ki, lalu mendorongnya ke arah pintu dan mencengkram kerah bajunya, yang sukses membuatnya sedikit terangkat.
"Kau..! Apakah kau yang melakukannya?!" Jun Ki menyeringai.
"Hei.. kau tak mau mereka melihatmu memukul tubuh lelaki lucu ini bukan?"
Jovian melihat murid-murid yang sedang memandanginya dari kaca yang berada di pintu.
"Keluarlah dari tubuh ini! Jangan libatkan manusia yang tidak mengerti apapun menjadi korban!"
"Apakah anak raja iblis pantas mengucapkan kalimat seperti itu?" Jun Ki melihat ke arah Sung Ha yang tampak memandanginya bingung.
"Dia adalah seorang malaikat. Iya kan?"
Jun Ki semakin memancing emosi Jovian.
"Jangan pernah menyentuhnya!"
Jovian menguatkan cengkramannya di kerah baju Jun Ki.
__ADS_1
"Ya! Jovian apakah sekarang kau mau memukulnya juga?!"
Sung Ha mulai tak tahan dengan sikap Jovian yang sudah kelewat batas.
"Diamlah! Kau tak tau apa-apa! Di dalam diri lelaki ini, adalah iblis yang kau lihat kemarin! Iblis yang telah melukai orang tuamu!"
Sung Ha diam terpaku menatap lelaki yang berada di depan Jovian. Apakah benar dia seorang iblis? Sayap Jovian keluar dengan leluasanya. Api biru menyelimuti seluruh sayap itu.
"Jika kau tak ingin keluar dari tubuh ini. Aku akan mengeluarkanmu secara paksa." ancam Jovian.
Jun Ki tertawa mendengar omong kosong Jovian.
"Kau pikir kau bisa melakukannya dengan mudah?"
Jun Ki mendorong Jovian, menjauhkan lelaki itu dari dirinya.
Secara bersama Jovian dan Jun Ki menoleh ke arah Sung Ha saat kedua lelaki itu merasakan aura yang sangat berbeda dari tubuh Sung Ha. Gadis itu merintik kesakitan menahan rasa sakit yang tiba-tiba menyerang kepalanya.
Jovian bergegas menghampiri Sung Ha yang terduduk menahan rasa sakitnya yang terus bertambah.
"Sung Ha! Kau bisa mendengarku?!"
Gadis itu terus memegang kepalanya dan menggerang kesakitan.
"Sung Ha!"
Tangan kiri Sung Ha mencengkram lengan Jovian menahan rasa sakit yang tak kunjung menurun. Ia berteriak kesakitan dan saat itu juga sayap berwarna putih keluar dari punggungnya. Tapi, ada yang berbeda dengan sayap Sung Ha, sayap itu memiliki warna hitam di sebelah kirinya, yang sukses membuat Jovian maupun Jun Ki dibuat tak percaya.
__ADS_1
Sung Ha tidak lagi mencengkram lengan Jovian karena rasa sakit itu telah menghilang.
"Kau setengah iblis?" ucap Jovian masih menatap tak percaya sayap yang dimiliki Sung Ha.
Pintu kelas terbuka dengan paksa. Guru Han memasuki kelas, yang memang adalah kelas tempat ia menjadi walinya.
"Apa yang terjadi di sini?! Jovian! Kau membuat keributan lagi?!"
Guru Han melihat Jun Ki yang berada di sampingnya.
"Kenapa kau bisa di sini?" tanyanya.
Karena setau guru Han Jun Ki berada di kelas yang berbeda. Tak menjawab guru itu lelaki itu memilih pergi karena dia baru saja melihat kejadian yang sangat mencengangkan. Bagaimana bisa ada malaikat setengah iblis. Lelaki itu menyimpulkan jika gadis itu lahir dari hubungan terlarang antara bangsa iblis dan bangsa malaikat.
Jovian membopong Sung Ha layaknya seorang putri.
"Kau mau ke mana?" tanya guru Han yang melihat Jovian berjalan ke arahnya untuk bisa keluar dari kelas..
"Dia sedang tidak enak badan. Aku akan membawanya ke ruang kesehatan. Biarkan dia beristirahat."
Jovian membopong Sung Ha melewati guru Han dan juga murid-murid yang masih berkumpul di luar kelas untuk membawanya ke ruang kesehatan.
"Apa yang kalian tunggu?! Cepat masuk dan siapkan pelajaran kalian!" bentak guru Han pada muridnya yang masih menatap punggung Jovian yang mulai menjauh.
Setelah memastika semua masuk ke dalam kelas guru Han segera keluar karena guru yang mengajar baru saja tiba.
__ADS_1