Devil Child

Devil Child
Chapter 29


__ADS_3

"Aku tau, ada lagi? Aku harus segera tidur, ini sudah malam."



Sung Ha bangkit dari sofa yang terletak di hadapan Jovian dan segelah masuk ke kamarnya. Ia mengerti apa yang barusaja dikatakan Jovian. Tapi ia tak mau melakukannya, bagaimanapun juga ia belum mau jika harus keluar dari sekolah. Sung Ha tau bahwa nyawanya sedang dalam bahaya tapi bukan berarti ia harus putus sekolah kan?



Jovian melihat ke arah pintu kamar yang barusaja tertutup dan pada akhirnya memutuskan untuk mencari udara segar diluar. Di dekat sebuah taman yang tak terdapat seorangpun, Jovian menghentikan langkahnya. Tubuhnya tak bergerak, tapi bola mata lelaki itu sibuk melihat ke kanan dan ke kiri. Ia merasakan ada sesuatu yang sedang mengikutinya. Jovian kembali melanjutkan langkahnya, dan tak lama kembali menghentikannya kembali.



"Apa yang kau mau? Keluarlah." ucapnya tanpa membalik pandangannya.



Seorang gadis berambut panjang dengan setelan seragam sekolah keluar dari balik pohon. Jovian menolehkan kepalanya ke belakang melihat siapa sosok itu, ia terkejut saat mendapati Sung Ha lah sosok yang tengah berdiri di belakangnya.



"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Jovian sembari membalik tubuhnya menghadap Sung Ha.



"Jovian.." ucapnya lirih. "Tolong aku.."



Gadis itu memegangi lengannya yang terdapat bercak darah. Tanpa pikir panjang Jovian berlari menghampiri Sung Ha, raut wajahnya tampak begitu khawatir.



"Kenapa kau terluka?"



Lelaki itu mengecek luka di lengan Sung Ha. Terdapat luka bakar di sana.



"Jovian.." panggil Sung Ha lirih.



Perlahan Sung Ha memeluk Jovian dalam dekapannya.



"Jovian.."



Tangan gadis itu melingkar di pinggang Jovian.



"Ada apa? Kenapa kau bisa di sini? Dan luka itu?"



Sung Ha mendongakkan kepalanya menatap wajah Jovian yang masih tampak khawatir. Mata Jovian melebar saat merasakan benda tajam menusuk pinggangnya. Cairan kental berwarna merah keluar begitu saja dari bekas tusukan itu.



"Apa yang kau.. Lakukan?"



Wajah Sung Ha yang awalnya sangat jelas di mata Jovian berubah menjadi samar dan pada akhirnya pandangan lelaki itu berubah menjadi hitam. Ia tergolek lemas di pelukan Sung Ha.



Sesosok lelaki yang tak lain adalah ayah Taeyun keluar dari tempat persembunyiannya dan berjalan ke arah Jovian.



"Kerja bagus,"



Wajah Sung Ha perlahan berbuah menjadi sebuah sosok Teros yang memiliki wujud manusia.



Lelaki tadi mengambil bilah pisau yang digunakan Teros untuk menusuk Jovian. Pisau itu sengaja ia siapkan untuk membuat iblis kehilangan kesadarannya untuk sesaat.



Lelaki itu mengambil tubuh Jovian dan mengalungkan lengan lelaki itu di lehernya.



"Terima kasih atas bantuanmu. Kau boleh berkeliaran sesukamu di sini."



Tanpa melawan Teros tadi pergi begitu saja meninggalkan Jovian bersama dengan ayah Taeyun.





***





Sung Ha mengerjapkan matanya beberapa kali. Dilihatnya jam yang terletak di atas meja di dekatnya, menunjukkan pukul satu dini hari. Ia berjalan ke arah dapur dan mengambil segelas air untuk membasahi tenggorokannya yang kering.



PRANG!



Gelas yang masih berisi air itu pecah seketika saat membentur permukaan lantai.



"Ahhh apa yang aku lakukan."



Sung Ha segera menggambil pecahan gelas dan mengumpulkannya di tangan.



"Aww.." rintihnya saat ibu jarinya tergores pecahan gelas dan mengeluarkan darah.


__ADS_1


Sung Ha segera membasuh tangannya dan memplester lukanya. Setelah itu ia melanjutkan membersihkan pecahan gelas yang masih tersisa. Sebelum kembali ke kamarnya, Sung Ha melirik ke arah pintu kamar Jovian. Karena penasaran Sung Ha mendekati pintu itu dan membukanya, memberi celah supaya ia bisa melihat ke adaan di dalam.



"Em? Ke mana dia?"



Sung Ha membuka pintu itu lebar saat tak mendapati sesosokpun di ranjang.



"Jovian?"



Sung Ha masuk ke dalam kamar itu dan memeriksa setiap sudut, namun percuma, tak ada siapapun di kamar itu.



"Apakah dia pergi lagi?"



Sung Ha kembali ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya di ranjang.Tapi kemana dia? Kenapa dia pergi begitu saja? Apakah dia marah? Sung Ha menarik selimut hingga menutupi wajahnya.



Beberapa kali ia mencoba memejamkan matanya namun tetap saja percuma, entah kenapa Sung Ha merasa sangat khawatir pada Jovian. Gadis itu bangkit dan mengambil jaketnya. Dengan ragu ia melangkah keluar dari rumah Jovian.



Keadaan pagi itu sangat hening, tak ada orang-orang yang beraktifitas karena jam masih menunjukkan pukul dua pagi. Angin yang berhembus membawa udara dingin, menyapu tubuh Sung Ha yang berjalan menyusuri trotoar. Ia tak tau ke mana ia akan pergi, tapi kaki itu terasa berjalan tanpa Sung Ha menyuruhnya. Langkah Sung Ha terhenti di sebuah taman, tak ada seorangpun disana.



"Arrgghhh!"



Sung Ha terlonjak terkejut saat mendengar suara erangan, suara yang persis seperti yang ia dengar dulu.



"Apakah Jovian bertarung lagi?"



Sung Ha segera berlari ke arah sumber suara itu.



Dor! Dor! Dor!



Telinga Sung Ha menangkap beberapa tembakan.



Dor! Dor!



"Menjauh dari Min Ri!"



Sung Ha berhenti berlari saat ia melihat sesosok gadis yang ia kenal, sedang terluka, bersandar di dinding. Di hadapan gadis itu berdiri sebuah makhluk yang pernah ia lihat sebelumnya, Teros.



Dor! Dor!




Di belakang makhluk itu terlihat sesosok lelaki dengan sayap putihnya tengah mengarahkan pistolnya ke arah Teros.



"Arrrggghh!!"



Teros itu berbalik dan menyerang lelaki pembawa pistol. Dengan cepat lelaki itu berhasil menghindarinya dan sekarang ia berada di dekat Min Ri dan membantu gadis itu berdiri.



Teros itu kembali berbalik menghadap ke arah Min Jin dan Min Ri. Tangan Teros itu bersiap meraih tubuh Min Jin dan juga Min Ri. Namun, tangan Teros itu terputus saat pedang Sung Ha berhasil membelahnya. Saat ini Sung Ha berdiri membelakangi Min Jin dan juga Min Ri, mengarahkan pedangnya pada Teros yang sewaktu-waktu bisa menyerang.



Min Jin dan Min Ri menatap sosok yang ada di depannya. Sayap putih yang indah menghiasi punggung gadis itu.



"Pergilah. Makhluk ini tak mempan ditembak."



Sung Ha masih pada posisi berjaga, ia menahan tangan Teros dengan pedangnya saat tangan itu hampir saja memukulnya.



"Cepat bawa Min Ri pergi dari sini!"



Min Jin tersadar akan lamunannya dan segera menbawa Min Ri menjauh dari Teros dan Sung Ha.



Min Jin masih saja mengobati Min Ri. Tak jarang sesekali ia melihat ke arah Sung Ha yang sedang bertarung. Beberapakali gadis itu terjatuh dan terbentur tapi ia tetap berusaha berdiri dan kembali menyerang.



Perlahan tapi pasti luka yang ada di tubuh Min Ri menghilang.



"Kau tunggulah di sini. Aku akan membantunya."



"Tapi-"



Min Jin segera terbang ke arah Teros dan Sung Ha bertarung. Ia berdiri di samping Sung Ha yang mulai kelelahan.



"Kenapa kau kemari?" tanya Sung Ha

__ADS_1



"Aku hanya tak ingin kalah dengan makhluk sepertimu."



Sung Ha tersenyum mendengarnya. Mereka terbang bersama ketika Teros itu menyerang ke arah mereka.



"Kau ada ide untuk mengalahkannya?" tanya Min Jin yang masih mengamati Teros dari udara.



"Yang aku tau, makhluk itu bisa dikalahkan dengan cara membakar habis jantungnya. Tapi hanya api biru yang bisa melakukannya."



Sung Ha dan Min Jin terbang menukik menuju tempat Teros berdiri. Mereka menyerang bergantian makhluk itu.



"Apakah tak ada cara lain?" tanya Min Jin di sela pertarungan.



"Aku tidak tau. Jika iblis memiliki api maka kau malaikat memiliki cahaya. Coba kau keluarkan kekuatanmu untuk menyerangnya."



"Apakah itu akan berhasil?"



"Kita tidak tau hasilnya sebelum mencoba."



"Baiklah aku akan mencobanya."



Min Jin menyingkir dari tubuh Teros. Ia memanggil Min Ri dan menyuruh gadis itu berdiri di sampingnya.



"Kau siap?" tanyanya pada Min Ri yang dijawab anggukan kepala.



"Sung Ha! Pergi dari sana!"



Kedua tangan Min Jin menggengam kedua tangan Min Ri. Mata mereka terpejam dan tak berapa lama kedua tubuh itu diselimuti oleh cahaya yang terang. Rambut mereka terurai tertiup angin yang muncul dari tangan mereka. Sung Ha segera menyingkir saat merasa Min Jin akan melancarkan serangan.



Mata mereka terbuka bersama dan tangan kanan Min Jin dan tangan kiri Min Ri mengarah ke Teros.



Sung Ha menutup matanya saat cayaha yang sangat terang muncul dari tangan mereka dan mengarah tepat ke Teros.



WUSS!



Dengan cepat kilat, cahaya itu mengarah ke Teros dan mengenai makhluk itu. Tubuh Teros yang berwarna hitam perlahan menghilang terkena cahaya itu.



Sung Ha membuka matanya saat cahaya itu mulai menghilang. Ia menghampiri Min Jin dan juga Min Ri yang terengah-engah. Apakah sebegitu banyak kekuatan yang mereka keluarkan?



"Apakah itu kekuatan malaikat? Itu sangat mengagumkan!"



"Itu kekuatan kami, hanya kami yang bisa melakukannya."



Min Jin tersenyum, ini pertamakalinya kekuatannya dipuji.



"Hanya kalian?"



"Ya." sambung Min Ri. "Hanya malaikat kembar seperti kami yang bisa melakukannya."



Min Jin dan Min Ri memperhatikan tangan Sung Ha yang memegang lengannya.



"Kau terluka?" tanya Min Ri.



"Tidak ini hanya luka kecil. Aku bisa mengobatinya nanti."



Min Ri mendenkati Sung Ha dan memeriksa luka itu. Ia mendekatkan telapak tangannya tepat di depan luka itu. Perlahan luka itu tertutup dan kembali seperti semula, tak berbekas.



"Terima kasih.."



"Tapi, kenapa kau keluar sepagi ini? Bahkan matahari pun belum muncul."



"Aku sedang mencari Jovian, sepertinya dia marah kepadaku. Tapi.."



Sung Ha memegang dadanya yang terasa aneh. Ia seperti memiliki firasa buruk akan hal ini.



"Tapi apa?" tanya Min Jin.



"Bukan apa-apa." Sung Ha menggeleng dan tersenyum.

__ADS_1




__ADS_2