Devil Child

Devil Child
Chapter 36


__ADS_3

Keesokan harinya di sekolah Min Ri tak lupa memberika rekaman itu pada Sung Ha ia juga tak lupa mengatakan untuk mendengarkannya sendiri.



Setelah tiba di rumah Sung Ha segera masuk ke kamarnya, ia tak peduli dengan Jovian yang masih berada di luar. Yang Sung Ha inginkan adalah segera mendengarkan rekaman itu. Ia tampak begitu senang karena ia bisa mendengar suara ibunya yang bahkan belum pernah ia dengar.



Sung Ha menghempaskan tubuhnya di ranjangnya. Gadis itu mengambil alat itu dari sakunya dan menekan sebuah tombol yang ada di alat perekam itu. Sebuah suara yang indah muncul dari alat itu.



"Sung Ha.. Ibu juga sangat merindukanmu. Sudah lama Ibu tidak bertemu denganmu. Ibu senang kau baik-baik saja. Apakah kau sedang dekat dengan pangeran iblis? Ibu berharap kau menjauhinya, kau tak boleh berhubungan dengan iblis. Ibu takut kekuatan iblismu kembali muncul." rekaman itu berhenti beberapa detik dan kembali memperdengarkan suara yang sama.



"Sung Ha.. Ibu mau bertanya padamu, kenapa kekuatan malaikat dan kekuatan iblismu bisa bangkit hampir bersamaan? Kau tau itu membuat ibu resah. Jangan pernah keluarkan kekuatan iblismu, jika tidak cepat atau lambat tubuhmu tak akan mampu menahan kedua kekuatan yang besar itu dan kau bisa lenyap. Untuk itu saat kau berusia 18 tahun, ibu ingin membuatmu menjadi malaikat seutuhnya dan tinggal di dunia malaikat. Jangan pernah keluarkan kekuatan iblismu lagi, Ibu tak ingin terjadi apa-apa padamu. Dan maaf dulu ibu meninggalkanmu di rumah itu karena ibu tak ingin kau diincar dan kekuatan yang kau miliki bangkit, itu semua demi kebaikanmu. Ibu mencintaimu Sung Ha.."



Air mata Sung Ha menetes. Apakah ini benar-benar suara ibunya? Suara itu begitu indah dan menenangkan. Sung Ha memeluk alat perekam itu. Suara yang tak pernah ia dengar akhirnya ia dengar.



"Aku juga mencintaimu.."



Dari luar tampak Jovian yang sedang bersandar di dinding di antara pintu kamarnya dan pintu kamar Sung Ha. Lelaki itu terdiam mendengarkan suara ibu Sung Ha. Bukan karena terharu, ia terdiam karena beberapa kalimat.



Dari mulai tubuh Sung Ha yang bisa lenyap kapan saja karena tak bisa menahan kekuatannya. Hingga ibu Sung Ha akan mengubah Sung Ha menjadi malaikat seutuhnya dan tinggal di dunia malaikat.



Di dalam lupuk hati Jovian yang paling dalam ia tak ingin berpisah dengan Sung Ha. Tapi ia juga tak mau jika tubuh Sung Ha lenyap karena tak bisa menahan kekuatannya.



Jovian masuk ke dalam kamarnya. Apakah ia harus berpisah dengan Sung Ha? Sedari awal ini memang salah. Mereka seharusnya tak sedekat ini, bukan karena mereka adalah keponahan. Tapi karena mereka adalah makhluk yang berbeda. Dan tak akan bisa bersama.



Jovian melepas seragamnya dan menggantinya dengan kemeja coklat bermotif kotak-kotak. Lelaki itu masih memikirkan. Karena dia kekuatan malaikat Sung Ha terbuka. Dan secara tak langsung dia jugalah yang telah membangkitkan kekuatan iblis yang ada di tubuh Sung Ha.



Lelaki itu keluar dari kamarnya dan dalam waktu yang bersamaan Sung Ha juga keluar dari kamarnya. Mereka diam sesaat hingga Jovian berjalan menuju pintu keluar.



"Kau mau pergi?"



Jovian membuka pintu itu.



"Iya."



"Ke mana?" tanya Sung Ha tapi Jovian lebih dulu keluar dan menutup pintu itu.



Sung Ha mengangkat bahunya. Ada yang lebih penting sekarang, yaitu pergi ke rumah Min Ri.





***





Jovian menatap nanar gelas yang ada di genggaman tangannya. Lelaki itu menggoyangkannya pelan, menimbulkan bunyi dari gesekan es batu dan gelas. Jovian meminumnya hingga air berwarna coklat kekuningan itu habis. Itu sudah kelas ke-4 nya untuk sore ini.



Sayap Jovian telah keluar sejak ia meminum gelas pertama. Lelaki itu mengambil botol yang ada di sampingnya dan kembali menuangkan minuman beralkohol itu.

__ADS_1



Itu pertamakalinya Jovian masuk ke tempat seperti itu dan meminum minuman yang berbau menyengat itu. Apakah dia benar-benar harus melepas Sung Ha demi kebaikan mereka berdua? Tapi Jovian mungkin tak bisa melakukannya. Ia sudah jatuh cinta pada Sung Ha.



Jovian kembali meneguk minuman itu. Ia menahan kepalanya saat merasakan pusing di kepalanya.





***





Sung Ha masuk ke dalam rumah Min Ri setelah pemilik rumah membukakan pintunya dan mempersilahannya masuk.



"Apakah kau sudah memutuskan untuk tinggal bersama kami?" tanya Min Ri setelah mendudukkan dirinya di sofa.



"Aku ke sini untuk bertanya sesuatu padamu." Sung Ha mengedarkan pandangannya mencari sosok lelaki yang biasanya ada di rumah itu. "Di mana Min Jin?"



"Ahh dia? Dia sedang di panggil ke perbatasan dunia malaikat dan dunia iblis. Sepertinya ada sesuatu di sana."



Sung Ha mengangguk, mengerti.



"Jadi apa yang mau kau tanyakan?" sambung Minri lagi.




"Apakah katika aku menjadi malaikat aku sudah tak memiliki kekuatan iblis lagi?"



"Itu sudah pasti. Memang kenapa? Kau tak suka menjadi malaikat seutuhnya?"



"Bukan begitu. Hanya saja jika aku tinggal di dunia malaikat apakah aku masih bisa bertemu dengan Jovian?"



Min Ri terdiam. Ia meragukan hal itu karena di dunia malaikat memiliki aturan tak boleh meninggalkan dunia kecuali dalam misi tertentu.



Dengan membaca ekspresi Min Ri, Sung Ha bisa menyimpulkannya tanpa harus Min Ri mengatakannya. Itu semua telah tergambar di wajah Min Ri.



"Apakah benar aku tubuhku akan lenyap jika tak bisa menahan kekuatan malaikat dan iblis yang ada di dalam tubuhku?"



Min Ri mengerutkan dahinya tak mengerti? "Apa maksudmu?"



Mendengar pertanyaan yang aneh dari Min Ri, Sung Ha menjadi sedikit bingung, apakah Min Ri tak tau hal itu?



"Apakah ibu ku tak mengatakan apapun padamu?" tanyanya pada MinRi.



"Ratu hanya mengatakan kepada kami untuk menjagamu dan mengawasimu supaya kekuatan iblismu tidak muncul selama dua bulan kedepan."



Sung Ha terdiam. Jika dua bulan lagi ia pergi ke dunia malaikat itu tandanya ia tak akan bertemu Jovian lagi. Tapi jika ia terus berada di sini maka cepat atau lambat Sung Ha akan lenyap.

__ADS_1



"Apakah tak ada jalan lain untukku? Aku mencintai Jovian. Dan aku ingin terus bersamanya."



"Kau tak bisa bersamanya. Kau dan dia berbeda. Apakah kau lupa jika Jovian adalah pangeran iblis? Dan kau, kau memiliki cahaya Ratu malaikat di dalam tubuhmu. Kau tak akan pernah bisa bersamanya, jadi jauhilah dia."



Sung Ha terdiam. Bukan ini yang ingin ia dengar.



"Min Ri.." panggil Sung Ha pelan.



"Ibumu telah melakukan semua ini untuk kebaikanmu. Jadi ikutilah dia. Jadila malaikat dan lupakan Jovian."



Sung Ha menggeleng pelan. "Aku tidak bisa melakukannya."



"Kau bisa Sung Ha. Dan kau harus melakukannya."





***





"Hai tuan, bangunlah. Kau tidak boleh tidur di sini."



Seorang lelaki tampak tengah mencoba membangunkan lelaki lain yang sedang tertidur di meja bartender. Bisa dilihat lelaki berbaju cokelat dengan motif kota-kotaknya itu telah menghabiskan tiga botol minuman beralkohol.



Lelaki yang sedari membangunkan itu menghela nafasnya. Lelaki itu adalah seorang bartender yang bekerja di bar itu. Ia tak ingin lelaki yang tidur di depannya saat ini mengganggu pemandangan penggunjung lainnya.



Bartender itu kembali berusaha membangunkan Jovian. Ia menepuk pelan pundak Jovian.



Brak!



Bartender itu terpental dan menghantam meja-meja yang ada di sana. Penggunjung yang mendengar ada keributan segera mengerumuninya dan membantu bartender itu berdiri.



Jovian berdiri, ia berjalan keluar dari bar itu karena merasa terganggu. Kepala lelaki itu terasa berat dan jalan pun seperti hampir terjatuh.



"Ya!"



Bartender tadi menarik Jovian dan memukul pipi kanan Jovian. Karena tak bisa menyeimbangkan tubunya, dengan mudah Jovian terjatuh menghantam kursi yang ada di dekatnya.



Jovian bangkit dan memukul wajah lelaki itu. Beberapa pengunjung yang memang mengenal bartender itu segera menolongnya. Dan beberapa yang lain mencoba memukul Jovian. Tapi percuma, Jovian selalu bisa menghindarinya dan membalas pukulan itu jauh lebih keras.



Setelah merasa bosan Jovian berjalan keluar dari bar. Beberapa kali ia hampir terjatuh karena efek alkohol.




__ADS_1


__ADS_2