Devil Child

Devil Child
Chapter 38


__ADS_3

Di dunia manusia. Jovian dan Sung Ha sedang berkeliling di toko buku untuk membeli komik maupun buku bacaan yang bisa membuat Sung Ha tak bosan. Walaupun ia sudah tak lama lagi di dunia ini, setidaknya buku-buku itu akan ia bawa dan menjadi penghilang kebosanan.



Jovian menghampiri Sung Ha yang masih sibuk memilih komik yang akan ia beli.



"Kau masih lama?" tanyanya.



Sung Ha menganggukan kepalanya. Ia telah selesai memilih 10 komik dan 3 novel.



"Aku akan menunggumu di luar."



Jovian pergi meninggalkan gadis itu untuk membayar buku-buku yang ia beli. Lima menit kemudian Sung Ha keluar dengan sebuah kantong tas di tangannya.



"Ayo."



Jovian melangkahkan kakinya bersamaan dengan Sung Ha. Mereka berjalan melewati beberapa pertokoan kecil.



"Kau suka membaca?" tanya Jovian sembari melangkakkan kakinya.



"Ne." Sung Ha menahan tawanya saat mengingat ketika Jovian membaca majalah dewasa saat itu.



"Ada apa? Kenapa kau tertawa? Apakah ada yang lucu?"



"Tidak.. Lalu bagaimana dengamu? Apakah kau juga suka membaca?"



"Tidak terlalu."



"Lalu bagaimana jika membaca majalah dewasa? Apakah kau menyukainya?" Jovian menghentikan langkahnya.



"Ya! Sudah kubilang itu bukan milikku!"



Sung Ha hanya tertawa dan tetap meneruskan jalannya. Suatu saat Sung Ha pasti akan merindukan ekspresi malu Jovian.



Jovian berjalan menyusul Sung Ha.



"Jovian.." panggil Sung Ha pelan.



"Hmm?"



"Tidak.." Sung Ha tak bisa mengatakannya. Ia tak memiliki keberanian untuk mengatakan yang sejujurnya tentang kondisinya saat ini.



"Jovian!" langkah Jovian dan Sung Ha terhenti takala melihat sesosok gadis tengah berlari menghampirinya.



"Min Ri? Apa yang terjadi padamu?" tanya Sung Ha yang melihat penampilan berantakan Min Ri.



Min Ri tak memedulikannya. Yang menjadi fokusnya saat ini hanyalah Jovian.



"Ada apa?" tanya Jovian akirnya.



"Aku mohon bantu aku. Min Jin pergi ke dunia iblis."



"Apa? Bisakah kau berbicara lebih jelas? Apa yang dilakukannya di sana?" tanya Jovian meminta penjelasan lebih.





***





Min Jin menatap tajam lelaki yang ada di hadapannya. Setelah melewati lubang itu Min Jin dapat melihat banyak prajurit yang berbaris di belakang seorang lelaki. Dan itu membuatnya yakin bahwa dia lah yang meembuat seluruh kekacauan ini.



"Apakah kau yang melakukannya?"



Sean tersenyum miring. Ia tak pernah menyangka salah satu prajurit malaikat, berani datang ke dunia iblis tanpa satu pun teman.



"Apakah Savaredia menyuruhmu untuk ke sini?" tanya Sean.



Min Jin mengeluarkan pedangnya dan dengan cepat ia menyerang Sean, tapi serangan itu dengan mudah di tangkis oleh salah satu iblis yang berdiri berdiri di kiri Sean.



"Kris, aku belum menyuruhmu untuk menangkisnya."



"Aku hanya bosan berdiam diri tak melakukan sesuatu."



Iblis bernama Kris itu mendorong pedang Min Jin menjauh dari tubuh Sean.



"Baiklah, aku serahkan dia padamu." perintah Sean, akhirnya.



Kris menyeringai. Ia sudah tak bisa menunggu lebih lama lagi. Sedangkan Min Jin, ia mengambil kuda-kuda siap menyerang.



"Aku akan membereskanmu dan segera membunuhnya!" ucap Min Jin.



"Kau.. Jangan membuatku tertawa!"



Kris mengeluarkan sayapnya. Sayap itu memiliki api dengan perpaduan warna yang sangat jelas. Dari mulai hijau bercampur dengan merah dan hitam. Dan di kedua ujung sayap itu terdapat perpaduan waran biru.



Min Jin mulai menyerang. Berulang kali ia menghunuskan pedangnya ke arah Kris namun iblis bernama Kris itu selalu bisa menghindarinya.



Min Jin terkejut saat Kris tiba-tiba menghilang dari pandangannya. Apa yang terjadi? Ke mana dia?



Brak!



Tubuh Min Jin tersungkur tepat di hadapan Sean saat ia merasakan ada yang memukul punggungnya. Sean berjongkok menatap Min Jin dengan remeh.



"Dia adalah percobaan pertamaku, jadi kau takkan bisa mengalahkannya."



Kris berjalan menghampiri Min Jin dan mencengkram baju lelaki itu dan dengan mudah tubuh Min Jin terangkat.



Pukulan demi pukulan ia dapatkan. Cairan kental berwarna merah keluar dari mulut dan hidung Min Jin.



"Membosankan." ucap Kris dan melemparkan tubuh Min Jin memasuki lubang berwarna biru keunguan.



Dari kejauhan Ky hanya bisa terdiam melihat apa yang ada di hadapannya saat ini. Kenapa banyak prajurit iblis di sini? Pikir Ky.



Mata lelaki itu berkilau biru melihat sosok yang tengah berdiri di depan seluruh prajurit. Ia tau siapa sosok itu, yang tidak ia tau adalah untuk apa dia di sana.



Min Ri menangis melihat Min Jin terkena pukulan. Ia telah bersiap terbang ke arah lubang setelah melihat Min Jin dilemparkan ke lubang itu, namun Sung Ha menahannya. Bagaimanapun juga di depan mereka telah berbaris prajurit iblis yang suatu saat jika mereka ketahuan bisa membahayakan mereka.



Ky mengeluarkan sayapnya dan dengan cepat ia segera terbang menuju iblis yang tak asing baginya itu.



"Ya! Jovian!" Sung Ha dan Min Ri pada akhirnya mengikuti lelaki itu dari belakang.



Merasakan ada sesuatu yang datang Sean membalikkan badannya dan melihat ke atas. Ia terkejut takala saudaranya lah yang ia lihat.



"Sepertinya permainan ini hampir selesai." ucapnya dan tersenyum.



Ky turun tepat tiga meter di hadapan Sean di ikuti Sung Ha dan Min Ri yang turun di belakang Ky. Mata lelaki itu tajam menatap Sean.



Setelah turun Min Ri segera masuk ke lubang untuk menemui Min Jin yang telah terluka.



"Apa yang kau lakukan?" tanya Ky dingin. Ia berharap bukan Sean-lah penyebab semua ini.



Tak menghiraukan Ky, Sean lebih tertarik pada sosok gadis yang berdiri di belakang Ky dengan sayap putihnya.



"Lama tak bertemu, Sung Ha."


__ADS_1


Sean tersenyum pada Sung Ha. Ia tampak senang melihat sayap yang ada di punggung gadis itu. Jadi dia adalah malaikat. Batin Sean.



"Hentikan ini semua." ucap Ky masih menunjukkan tatapan dinginnya.



Sean akhirnya membalas tatapan itu walaupun dengan sedikit engan. "Kenapa aku harus menghentikannya?"



Manik mata Ky kembali terdapat kilatan biru. Api biru yang ada pada sayap lelaki itu mulai menyebar menyelimuti sayap hitam miliknya.



"Apa maksudmu melakukan semua ini?!" tanyanya dengan suara yang cukup tinggi.



"Aku adalah raja di sini. Jadi aku bebas melakukan apapun yang aku suka!"



Api yang ada di sayap Ky semakin membesar, membuat Sung Ha memundurkan langkahnya. Ini kedua kalinya Sung Ha melihat sayap Jovian seperti itu. Tapi kali ini ia merasa ada yang berbeda dengan api biru yang menyelimuti sayap hitam itu. Ia merasa sedikit takut.



"Bukankah kau berjanji kepadaku untuk membuat dunia iblis menjadi lebih baik?!"



"Janji?" Sean tersenyum kecut. "Bukankah kau sendiri yang menyuruhku untuk tidak mempercayai iblis lain? Kenapa aku harus mempercayaimu?"



"Tutup lubang itu SEKARANG!" teriak Ky.



Sung Ha kembali memundurkan tubunhnya beberapa langkah saat api biru milik Ky membentuk sayap yang lebih lebar.



Perlahan tepat di tanah tempat Ky memijak mulai terbentuk busaran angin kecil yang melingkari tubuhnya.



"Apakah kau berani memerintah Rajamu?!" Sean tersenyum kecut. "Sepuluh tahun yang lalu, setelah kau pergi. Aku mulai menyadari, untuk apa iblis memiliki kebaikan di dalam hatinya? Itu adalah hal tergila yang pernah aku dengar. Dan, iblis seharusnya menjadi penguasa di alam semesta!"



Warna bintik mata Ky telah berubah biru. Perlahan ia berjalan mendekati Sean. Kris yang melihatnya segera menyerang Ky dari samping namun tanpa Ky melihatnya kobaran api biru milik Ky dengan cepat menyerang lelaki itu.



Bertubi-tubi api itu bermuncul dari sisi kanan tubuh Ky dan menghantam mengenai Kris yang telah menggerang karena tubuhnya terasa terbakar. Dan tubuh lelaki itu dengan mudahnya lenyap. Bagi Ky, iblis itu tak sebanding dengannya.



Ky masih terus menatap Sean dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Marah? Ya, Ky saat ini sedang marah. Kecewa? Ya, dia juga kecewa dengan lelaki di hadapannya itu.



"Hansu, kau mau bersenang-senang?" tanya Sean pada lelaki yang sedari tadi berdiri di kirinya. "Kau boleh bersenang-senang dengannya." ucapnya yang tak langsung ada lah perintah.



"Ya."



Hansu hanya menjawabnya singkat. Ia mengeluarkan sayapnya yang memiliki api berwarna biru.



Hansu memang bukan keturunan iblis kerajaan. Ia adalah salah dari dua iblis bercobaan Sean. Dan Hansu dapat menyerap dengan sempurna kekuatan api biru milik Ky yang memang Sean kumpulkan hanya untuk menyempurnakan percobaannya.



Hansu berjalan ke depan Sean, di hadapannya sekarang adalah salah satu pangeran iblis bernama Ky.



Ky menghentikan langkahnya. Bukan karena takut. Tapi karena ia merasakan api yang ada pada iblis di hadapannya itu adalah bagian dari dirinya.



"Siapa kau?" tanya Ky pada iblis yang berdiri di hadapannya.



Sean berjalan ke sisi kanan Hansu. Ia menyentuh pundak kanan Hansu.



"Dia memiliki api yang indah bukan?"



Ky terdiam. Dia kembali mengulang kejadian-kejadian yang ia alami dari mulai kekuatannya di hisap oleh ayah Taeyun hingga ia kembali mengingat apa yang pernah Taeyun katakan padanya waktu itu. Ya, kata-kata Taeyun yang mengatakan bahwa Sean telah menghianatinya.



Ternyata apa yang Taeyun katakan waktu itu adalah benar. Sean benar-benar menghianatinya dan yang telah mengambil kekuatannya adalah Sean. Ky mulai menyesali kenapa dirinya melenyapkan Taeyun waktu itu.



"Apakah itu juga perbuatanmu?" sorot mata Ky beralih menatap Sean.



Seperti mengerti apa yang dimaksud Ky, Sean hanya tersenyum yang menurut Ky itu adalah jawaban 'iya'.



Api biru Ky menyambar cepat ke arah Sean tapi sebelum mengenai lelaki itu api itu terhalang oleh dinding api yang dibuat oleh Hansu.



"Lawanmu adalah aku." ucap Hansu dan menyerang Ky.



Kedua lelaki itu terbang dan saling menyerang di udara. Hanya kilatan biru yang terlihat, kecepatan mereka berdua saling mengimbangi satu dengan yang lain.




Sung Ha terus saja menatap Ky dengan penuh kekhawatiran. Ia takut akan terjadi sesuatu pada lelaki itu.



"Sung Ha.."



Sung Ha menolehkan pandangannya ke arah lelaki yang barusaja memanggil namanya itu, Sean.



Dari pembicaraan yang telah dilakukan Ky dan Sean, Sung Ha bisa menyimpulkan bahwa kekacauan ini disebabkan oleh Sean. Ia tak pernah menyangka Sean bisa melakukan ini semua. Ditambah menghianati Ky yang selalu percaya padanya.



"Kau punya sayap yang indah." puji Sean.



"Sean. Kenapa kau tega melakukan ini pada saudaramu sendiri?"



"Saudara?" Sean tersenyum kecut. "Dia bukan saudaraku. Kami hanya memiliki ayah yang sama. Dan bukan berarti kami adalah saudara."



"Apa maksudmu?! Apakah kau tidak tau dia begitu mempercayaimu?!"



Sung Ha kembali mengingat kata-kata Ky saat lelaki itu memutuskan untuk menyerahkan gelar Raja pada Sean dan memilik kembali ke dunia manusia.



"Aku tau. Aku tau dia sangat bodoh hingga dia terlalu mempercayaiku!"



Plak!



Sebuah tamparan tepat mengenai kiki kiri Sean. Lelaki itu tersenyum kecut. "Kau berani menamparku?"



"Kau yang bodoh!"



Sung Ha menatap Sean tajam. Ia tak suka dengan kelakuan lelaki di hadapannya itu. Ia tampak sangat berbeda dengan saat pertamakali Sung Ha bertemu dengannya.



"Sean.. Tutup lubang itu sekarang!" perintah Sung Ha dengan sedikit meninggikan nada bicaranya.



"Kau sama saja dengan Ky." ucap Sean. "Tapi.. Siapa kau sebenarnya? Aku yakin kau bukanlah malaikat biasa, karena kau memiliki aura yang berbeda. Siapa kau?"



"Siapa aku, itu tak penting buatmu. Yang terpenting adalah segera tutup lubang itu!"



Brak!



Tubuh Hansu jatuh membentur tanah saat seranga Ky berhasil mengenainya. Masih dari atas, Ky melihat para prajurit yang masih berbaris menunggu giliran mereka masuk ke dunia malaikat.



Ky mengarahkan tangannya ke arah para prajurit itu dan kobaran api besar menyembur melahap setiap prajurit yang ada di bawahnya. Ia mengarahkan tangannya menyusuri barisan prajurit iblis.



Tiga perempat dari prajurit itu telah lenyap oleh api biru Ky. Nafas lelaki itu mulai terengah-engah karena cukup banyak kekuatan yang ia keluarkan.



Perlahan Luhan bangit dan menatap tajam Ky. Dengan cepat lelaki itu kembali terbang ke arah Ky dan kembali menyerang lelaki itu.



Menyadari kedatangan Hansu, dengan cepat Ky menangkis setiap serangan yang diluncurkan lelaki itu.



"Kau tak akan pernah bisa mengalahkanku selama kau menggunakan apiku." ucap Ky disela-sela pertarungan.



"Jangan membodohiku!"



Hansu kembali menyerang, walaupun lelaki itu sudah kelelahan tapi dia akan mempertaruhkan nyawanya untuk melayani Sean. Jika bukan karena Sean, mungkin saat ini Hansu sudah lenyap sejak lima tahun yang lalu.



Sean mengulurkan tangannya pada Sung Ha.



"Ikutlah bersamaku menguasai dunia ini."



Sung Ha mengeluarkan pedangnya.



"Itu tak akan pernah terjadi!"

__ADS_1



Sean tersenyum melihat Sung Ha yang mengeluarkan pedangnya.



"Apakah kau akan menebasku?"



Sung Ha mengayunkan pedangnya tepat ke arah leher Sean. Namun tiba-tiba pedang itu berhenti saat jarak pedang itu hanya dua cm dari leher Suhun. Pedang itu terpental saat sebuah angin muncul dari arah Sean



Sung Ha hanya diam tak percaya, bagaimana bisa pedang yang ada di tangannya terhenti dan terlempar begitu saja.



"Apakah kau terkejut?"



Tangan kiri Sean meraih tangan Sung Ha yang masih mengarah ke arahnya. Lelaki itu menarik Sung Ha lebih mendekat.



"Kau tak akan pernah bisa menebasku." bisiknya di telinga Sung Ha.



Dengan cepat Ky turun ke arah Sung Ha saat melihat Sean memeluknya, setidaknya itulah yang ia lihat dari atas.



"Dia datang." bisiknya lagi pada Sung Ha dan dengan cepat Sean telah berpindah tempat, dua meter dari Sung Ha berdiri.



Ky mendarat tepat di depan Sung Ha yang masih berdiri mematung.



"Pergi lah." ucapnya pada Sung Ha. "Di sini berbahaya." lanjutnya.



Sung Ha mengangkat kepalanya, menatap wajah Ky.



"Jovian, kau terluka."



Sung Ha sudah akan menyentuh pipi Ky yang terdapat luka yang di sebabkan pertarungannya dengan Hansu, tapi lelaki itu menghentikan tangan Sung Ha dan tetap menyuruh gadis itu untuk segera pergi.



"Biar aku mengobatimu."



"SUDAH KUBILANG PERGI! APAKAH KAU TAK MENDENGARKANKU?!"



Sung Ha diam membeku saat lelaki di hadapannya itu membentaknya. Bukannya Ky marah atau tak suka karena Sean memeluk Sung Ha tadi, tapi karena ia tak mau Sung Ha terlibat dengan kekacauan ini. Ia tak ingin jika hal yang buruk terjadi pada Sung Ha.



"Aku bisa menjaga diriku. Apakah kau lupa aku juga punya kekuatan?"



"Pergilah ke dunia malaikat sekarang! Dan jangan pernah kemari!"



Ky membalikan tubuhnya menghadap Sean. Kekuatan Ky sudah cukup terkuras saat melawan Hansu tapi pada akhirnya Ky lah yang memenangkan pertarungan itu.



Dengan ragu Sung Ha melangkahkan kakinya menjauh dari Ky. Tapi gadis itu menghentikan langkahnya tepat di depan lubang biru keunguan. Ia ragu untuk memasukinya. Jika ia pergi ke dunia malaikat, ia bisa bertemu ibunya, tapi ia tak lagi bisa melihat Ky. Sung Ha berbalik, menatap punggung Ky yang terdapat api berbentuk sayap.



"Kenapa kau membentaknya seperti itu? Tidakkah kau kasihan padanya?"



"Itu bukan urusanmu." ucap Ky dingin.



Sean tersenyum meremeh dan sayap hitam yang di selimuti api biru muncul di pundaknya.



Sean mengarahkan jari telunjuknya pada Ky dan dengan cepat api biru dengan angin yang mengiringinya menyambar ke arah Ky ahh bukan, api itu bukan ke arah Ky, melainkan ke arah Sung Ha yang berdiri di dekat lubang.



Ky mengerutkan keningnya saat api itu tak mengarah padanya. Ia dapat melihat senyum licik yang di keluarkan Sean. Dengan cepat ia berbalik dan mendapati Sung Ha yang masih berdiri di dekat lubang.



Wuss!



Api Sean barusaja melewati Ky.



Mata Sung Ha terbelak melihat api biru yang datang ke arahnya. Ia terdiam, kaki gadis itu terasa membeku dan tak bisa digerakkan. Ia hanya bisa diam menatap api yang semakin mendekat itu.



Wuusss!



Dengan cepat tubuh Ky berpindah ke depan Sung Ha. Ia memejamkan matanya menahan rasa sakit di punggungnya, saat api milik Sean itu mengenai punggungnya.



Melihatnya Sean tersenyum menang. Lelaki itu masih mengarahkan telunjuknya ke arah di mana Ky melindungi Sung Ha dari apinya. Dan api itu masih terus menyambar.



"Jovian.." suara Sung Ha terdengar gemetar.



Jovian terbatuk, darah mulai keluar dari mulutnya, lelaki itu berusaha membuka matanya untuk melihat wajah Sung Ha.



"Kau tidak apa-apa?" tanyanya lirih dan tersenyum.



Perlahan api itu mulai menghilang diikuti tubuh Ky yang terjatuh di ke depan, ke dalam peluka Sung Ha.



Air mata Sung Ha menetes saat tubuh lelaki itu jatuh ke dalam pelukannya. Sayap biru Ky perlahan menghilang. Lelaki itu masih hidup, Sung Ha masih bisa merasakan nafas Ky yang menyapu lehernya. Tapi Ky tak bisa menggerakkan tubuhnya, rasa sakit di punggungnya memaksanya untuk menutup mata dan berdiam diri.



"Jovian!"



Air mata Sung Ha semakin deras. Gadis itu segera mendekatkan kedua telapak tangannya ke punggung Ky dan mengobati lelaki itu.



Dari kejauhan Sean hanya menatap kedua sosok itu datar. Ia merasa bosan, benar-benar bosan. Apakah karena serangannya yang menurut Sean kecil itu Ky sudah tak bisa bertarung? Betapa lemahnya dia.



Sean beralih melihat sisa prajuritnya yang masih ada di sana.



"Apakah hanya ini yang tersisa?" tanyanya pada ayah Taeyun yang berdiri tak jauh darinya.



"Iya. Yang lain telah masuk ke dunia malaikat dan sisanya telah dimusnahkan Ky."



"Pimpin mereka semua masuk ke dunia malaikat." perintah Sean yang dengan segera dilaksanakan oleh ayah Taeyun.



Prajurit iblis dengan dipimpin oleh ayah Taeyun mulai memasuki lubang yang ada di dinding itu.



"Jovian.. Bertahanlah.."



Sung Ha masih terus berusaha menyembuhkan Ky, entah kenapa ia merasa ini lebih lama dari biasanya. Cincin yang sedari tadi melekat di jari Sung Ha mulai bersinar seiring ia merasakan sesak di dadanya. Ia tak ingin kehilangan Ky. Bertahanlah!



"Apa gunanya kau menyembuhkannya dengan kekuatanmu?"



Sean melangkah mendekati Sung Ha dan Ky.



"Dia hanyalah iblis yang telah lama tak dianggap keberadaannya. Untuk mempermudah rencanaku, aku sengaja mempertemukannya dengan Raja yang dulu dan membiarkan mereka bertarung. Dan setelah salah satu diantara mereka menang, aku tak perlu membuang-buang kekuatkanku, aku tinggal menghabisi salah satu iblis yang memenangkan pertarungan itu. Bukanlah itu menyenangkan?" oceh Sean



Sean menengadahkan tangan kanannya yang perlahan terlihat api biru yang membentuk sebuah bola di atas telapak tangan itu. Lelaki itu melemparkan bola api itu ke arah punggung Ky yang masih terluka.



Sung Ha menahan perih di tangannya saat sebuah bola api mengenai tangannya yang sedang mengobati punggung Ky. Cincin itu kembali bersinar, bahkan semakin terang.



Di atas telapak tangan Sean kembali membentuk sebuah bola api. Dan lagi-lagi lelaki itu melemparkannya ke punggung Ky.



Entah apa yang terjadi, cincin yang awalnya melekat di jari Sung Ha tiba-tiba terjatuh ke tanah. Gadis itu menghentikan kegiatannya mengobati Ky takala merasakan kepalanya yang berdenyut.



Tubuh Ky terjatuh saat tiba-tiba Sung Ha mencengkram kepalanya yang semakin berdenyut. Jantungnya terpacu dengan cepat bersamaan dengan debu hitam yang mulai mengelilinginya.



Ky menguatkan dirinya untuk bisa membuka matanya, tangannya memegang kaki Sung Ha, menyuruh gadis itu untuk tenang.



"Sung Ha.." ucapnya dengan susah payah. "Tenanglah.." sambungnya.



Sean menghentikan langkahnya melihat apa yang sedang terjadi. Ia bisa merasakannya, merasakan aura di sekeliling Sung Ha yang menurutnya sangat menarik.



"Sung Ha.. Kau tak boleh melakukannya.." ucap Ky lirih yang mungkin Sung Ha tak mendengarnya, atau mungkin dia mendengarnya tapi ia seperti tak bisa mengendalikan dirinya saat ini.



Nafas Sung Ha memburu diikuti debu hitam yang semakin pekat mengelilinginya. Perlahan tangan gadis itu turun, ia sudah tak merasakan pusing di kepalanya. Debu hitam yang awalnya mengelilingi Sung Ha dengan cepat menyebar saat sayap iblis Sung Ha muncul menggantikan sayap putihnya.



Sean yang melihatnya tertawa kecil, ia tak percaya dengan apa yang ada di hadapannya. Iblis yang memiliki api biru keunguan.



__ADS_1



__ADS_2