Devil Child

Devil Child
Chapter 21


__ADS_3

Jovian segera keluar kelas untuk mencari letak keberadaan Sung Ha. Ia dapat merasakan aura malaikat Sung Ha keluar. Apakah dia ingin mati di tangan iblis? Kenapa ia tak menuruti perkataan Jovian untuk tidak mengeluarkan sayapnya?



Aura itu menuntun Jovian untuk membuka sebuah pintu yang memisahkan antara atap dan ruang sekolah. Dilihatnya seorang gadis dengan sayap putih yang menghiasi punggungnya. Dengan cepat lelaki itu menghampirinya.



"Ya! Sudah berapa kali aku bilang. Jangan keluarkan sayapmu! Kau ingin mati?!"



Sung Ha dengan tiba-tiba memeluk Jovian yang membuat lelaki itu terdiam. Suara isakan tangis terdengar di telinga Jovian. Jovian menatap ujung kepala Sung Ha yang ada di bawah dagunya.



"Aku ingin hidup sebagai manusia biasa.."



Jovian ingin membelai rambut Sung Ha untuk menenangkan gadis itu. Namun ia berkali-kali mengurungkan niatnya karena takut membuat gadis itu semakin menangis terseduh-seduh.



"Aku tak ingin memiliki sayap.. Aku tak ingin hidup sebagai malaikat maupun sebagai iblis. Aku hanya ingin hidup seperti kebanyakan manusia.."



Itu sudah menjadi takdirmu sejak lahir.. Dan takdir itu tak akan pernah berubah..



Batin Jovian dalam hati.





***





Beberapa murid telah berhamburan keluar kelas karena baru saja bel pulang berbunyi.



"Sung Ha aku duluan.. Aku masih ada les.." Hana melambaikan tangannya dan pergi begitu saja meninggalkan Sung Ha.



Sung Ha selesai membereskan bukunya dan bersiap untuk pulang. Namun sebelum itu, matanya tertuju kesebuah bangku di belakang ujung kiri kelas. Bangku itu telah kosong bertepatan dengan bel pulang tadi.



Ia menghela nafasnya dan segera pulang. Sung Ha tersentak saat mendapati Taeyun yang tengah berdiri diambang pintu kelasnya. Dengan sedikit menundukkan kepalanya. Walaupun ragu, Sung Ha memberanikan diri untuk melewati lelaki itu.



"Kau pikir kau bisa lari dariku?" ucap Taeyun yang membuat Sung Ha berhenti untuk melangkah.



"Ikut aku.." Taeyun menggandeng Sung Ha untuk pergi ke suatu tempat.



"Ya! Aku tak mau ke dunia iblis! Bukankah aku sudah mengatakannya padamu!"



Sung Ha terus memberontak tak ingin Taeyun membawanya. Dan tanpa mereka sadari sepasang mata tengah mengintai mereka dari kejauhan.



Taeyun sengaja keluar dari tubuh Jun Ki lebih awal karena Jun Ki ingin segera ke rumah sakit, karena hari ini pacarnya itu telah keluar dari rumah sakit. Sedangkan dirinya masih memiliki urusan dengan Sung Ha.



"Ya! Kau mau membawaku ke mana?!" tanya Sung Ha yang sama sekali tidak mendapatkan balasan dari Taeyun.



"Apakah Ky sudah pulang?"



Sung Ha melirik Taeyun. Apakah dia bertanya pada Sung Ha?



"Ky?" ulang Sung Ha.



Ia merasa pernah mendengar nama itu tapi di mana? Ia teringat akan suatu hal. Bahwa Ky adalah nama asli Jovian.


__ADS_1


"Ahh, Jovian? Dia sudah pulang dari tadi."



"Apakah kau yakin dia benar-benar sudah pulang?"



"Aku tidak tau." jawabnya apa adanya.



Taeyun membawa Sung Ha kembali ke atap sekolah dan melepaskan geggamannya.



"Sebenarnya apa maumu?"



"Jadilah pendamping hidupku.."



"Pendamping hidup?" ulang Sung Ha, memastikan apakah ia salah dengar atau tidak.



Taehyung menggenggam kedua tangan Sung Ha.



"Aku ingin hidup denganmu di dunia iblis.. Kita akan menguasai dunia iblis bersama.."



Plak!



Sebuah tamparan tepat mengenai pipi kanan Taeyun yang sukses membuat lelaki itu menyeringai tak percaya. Apakah ini nyata? Ini pertamakalinya Taeyun ditampar oleh gadis.



"Apakah kau pikir kau bisa memanfaatkanku ha?!"



Sung Ha segera pergi meninggalkan Taeyun, namun lengan gadis itu tertahan oleh tangan Taeyun.



"Kau... Berani-beraninya kau menamparku!!" Taeyun semakin mengeratkan cengkramannya itu yang membuat Sung Ha merintih kesakitan.




"Kau... Akan kubuat kau menyesal karena telah menamparku."



Kilatan hijau tampak terlihat dari mata tajam Taeyun.



Nafas Sung Ha terasa sesak karena cengkraman itu. Ia memegang lengan Taeyun yang lelaki itu gunakan untuk mencengkram lehernya.



"Aku tidak bisa bernafas.." rintih Sung Ha dengan susah payah.



Taeyun menulis sesuatu di lantai dengan menggunakan ujung kakinya. Tak lama tubuh lelaki itu dan juga Sung Ha mulai tertelan oleh lantai.



"Taeyun.."



Sung Ha masih memohon agar lelaki itu melepaskannya. Tapi ia sama sekali tak digubris dan tubuh mereka semakin cepat terhisap. Dengan cepat tubuh Sung Ha tertarik keluar dari hisapan itu saat sebuah tangan menarik tubuhnya.



"KAU GILA?!" bentak lelaki itu pada Taeyun.



Sung Ha hanya duduk tersungkur di samping Jovian, lelaki yang baru saja datang itu, dengan masih terbatuk. Taeyun menunjukkan wajah tak sukanya dan kembali keluar dari hisapan itu. Ia menyeringai melihat kedatangan lelaki yang ia tidak sukai.



"Hah! Mau apa kau kemari? Aku tak punya urusan denganmu."



Jovian mencengkram kerah baju Taeyun.



"Kau ingin mati?!"

__ADS_1



Kedua pasang mata tajam itu saling bertemu satu sama lain menunjukkan ketidak sukaan mereka. Taeyun mendorong Jovian untuk menjauhkan lelaki itu darinya. Taeyun tersenyum meremeh. Ia sangat jijik dengan lelaki di hadapannya itu. Apakah pangeran yang telah diusir dari dunianya masih pantas disebut pangeran? Jangan bercanda! Dia bahkan sudah tidak dianggap sebagai bagian dari iblis lagi.



"Ky.. Ahh ani maksutku Jovian.. Apakah kau tidak menyadari siapa Sung Ha? Apakah kau ingin melakukan lebih banyak kesalahan karena telah menyembunyikan seorang malaikat.. Lebih tepatnya seorang malaikat sekaligus iblis.." ucap Taeyun dengan menekankan kata 'iblis'.



"Kembalilah ke dunia iblis dan jangan pernah muncul di hadapanku maupun Sung Ha lagi."



"Kau pikir kau siapa berani menyuruhku? Ahh apakah kau masih menganggap dirimu sebagai pangeran iblis?"



Taeyun semakin memanas-manasi Jovian dengan kata-katanya. Lelaki itu tertawa.



"Jangan bercanda! Kau bahkan sudah dilupakan di dunia iblis."



Tawa lelaki itu berhenti dan berubah menjadi wajah serius.



"Dan sekarang, saatnya api hijaulah yang menguasai kerajaan."



Jovian hanya membalas dengan wajah datarnya. Ia sudah tau sejak lama bahwa Taeyun dan iblis api hijau lainnya ingin menggulingkan tahta ayahnya. Namun rahasia besar itu ia simpan sendirian karena tak ada yang bisa ia percayai kecuali adiknya, Sean.



Taeyun menatap Sung Ha yang masih duduk tersungkur. Lelaki itu memberikan senyumannya.



"Tunggulah aku, aku akan segera menjemputmu My Devil Child.." ucapnya dan menghilang entah ke mana.



Jovian menghelan nafasnya tak percaya. My Devil Child? Apa dia pikir Sung Ha adalah miliknya? Dan juga, Sung Ha bukanlah iblis. Dia hanya setengah iblis! Jovian segera membantu Sung Ha berdiri dan membawanya ke rumahnya untuk sementara waktu ini.





***





Setelah merasa baikan Jovian menyuruh Sung Ha untuk melepaskan cincin yang ia kenakan yang alhasil membuat tubuh gadis itu diselimuti aura hitam tipis. Aura itu perlahan tapi pasti semakin meluas menggelilingi tubuh Sung Ha.



"Apa yang terjadi?" tanya Sung Ha yang merasa ada yang aneh pada tubuhnya.



Tapi Jovian tak menjawabnya dan masih terus memandangi Sung Ha tepatnya memandangi aura aneh di sekitar tubuh gadis itu. Setelah beberapa jam menanti tak ada perubahan apapun yang terjadi pada diri Sung Ha. Karena lelah, gadis itu memutuskan untuk tidur lebih awal.



Jovian mengizinkan Sung Ha untuk tidur di kamarnya sedangkan dirinya tidur di atas sofa. Terlintas dipikiran Jovian akan ucapan Taeyun tadi. Lalu ia juga teringat akan saudaranya yang mengirimkan iblis untuk menyampaikan pesan padanya. Apakah dunia iblis benar-benar sedang kacau?





-Dia Kembali-





Bulan telah berganti matahari yang cerah. Jovian perlahan membuka matanya. Dan segera bangkit dari sofa yang ia tempati. Dilihatnya ke arah dapur terdapat seorang gadis dengan seragam sekolahnya, tengah memasak sesuatu. Menyadari bahwa ada yang melihatnya, gadis itu melihat ke arah Jovian.



"Kau sudah bangun? Aku sedang menyiapkan sarapan. Mandilah, aku akan menatanya di meja." ucap Sung Ha sembari mengaduk sup yang ia masak.



Sung Ha segera menata makanan demi makanan yang ia buat dan memakannya lebih awal. Ia ingin menggambil beberapa buku pelajaran yang masih tertinggal di rumahnya. Karena kemarin ia tak sempat pulang ke rumah.



Setelah selesai, Sung Ha menulis secarik surat untuk Jovian yang ia letakan di dekat piring milik lelaki itu. Dan segera pergi.

__ADS_1




__ADS_2