Devil Child

Devil Child
Chapter 14


__ADS_3

Jovian membuka matanya. Setelah Sung Ha pergi ia memilih untuk tidur sebentar di sofa panjang miliknya. Entah kenapa lelaki itu memiliki suatu firasat buruk yang membuatnya sedikit terasa pusing. Ini kejadian yang sangat langka bagi Jovian. Setelah membuka matanya beberapa menit. Lelaki itu kembali menutup matanya perlahan dan mencoba untuk tidur kembali.





***





Sung Ha masuk ke dalam kamar orang tuanya dan segera mengambil buku yang dimaksud ibunya itu. Saat gadis itu membuka laci yang dimaksud ia melihat sebuah buku berwarna merah dan sebuah cincin. Setau Sung Ha cincin itu bukan cincin pernikahan orang tuanya. Dan cincin ini terlihat sangat cantik. Ia mengambil buku dan cincin itu dan membawanya ke rumah sakit.



Setelah hampir sampai di kamar orang tuanya dada Sung Ha terasa sakit. Ia menepuk pelan dadanya dan mengatur nafasnya. Mata gadis itu terbelak. Buku dan cincin yang ia pegang terjatuh begitu saja, setelah membuka pintu kamar tempat orang tuanya dirawat. Tanpa sadar air mata Sung Ha menetes melihat dua sosok yang berbaring di lantai dengan berlumuran cairan kental berwarna merah, darah.



"Ayah.. Ibu.." gumamnya pelan.



Sung Ha menatap tajam lelaki yang sedang mengarahkan pisau tepat ke leher ibunya. Ayah Sung Ha telah terkapar di lantai. Terdapat bekas sayatan benda tajan di beberapa bagian tubuhnya. Kaki Sung Ha terasa sangat lemas dan ia pun jatuh dan terduduk lemas di lantai.



"Ayah.. Ibu.."



"Sung Ha.. Larilah.." Sung Ha bisa mendengar suara ibunya, namun saat ini ia tak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya terpaku dengan tatapan kosong ke arah darah yang bercecer di lantai.


__ADS_1


"SUNG HA LARI!!"



Crat!



Ibu Sung Ha terdiam seketika. Lebih tepatnya lelaki yang awalnya hanya menodongnya pisau, telah menyayat lehernya yang membuat darah segar keluar dari luka yang terbuka. Lelaki tadi membersihkan darah yang terciprat di tangan dan juga wajahnya.



"Aku tak suka darah manusia. Menjijikkan." lelaki itu berjalan mendekati Sung Ha.



"Selamat malam nona.." sapanya dan tersenyum pada Sung Ha.



Tapi gadis itu hanya terpaku dan menatap kosong jasad orang tuanya yang tergeletak di lantai. Lelaki itu menyadari bahwa dirinya diacuhkan dan ia tak suka itu. Ia kembali ke salah satu jasad dan menginjak punggung jasad itu.




Sung Ha menatap lelaki itu tajam. Tapi tatapan itu dibalas dengan senyuman kebahagiaan.



"SIAPA KAU?!! KENAPA KAU MELAKUKANNYA?!!" tanya Sung Ha dengan nafas memburunya. Lelaki itu tersenyum.



"Kurasa lelaki bernama Jovian itu telah memberi taumu."



"Apakah kau Taeyun?!"

__ADS_1



"Ya begitulah." ucapnya dengan masih menunjukkan senyumnya.



Sung Ha memegangi kepalanya yang tiba-tiba terasa sangat sakit.



"Ya teruslah begitu.. Bencilah aku dan semakin membenciku. Akulah yang telah membunuh orang tuamu."



Sung Ha merintih kesakitan. Ia tak bisa menahan rasa sakit di kepalanya dan juga hatinya terasa sangat sakit. Debu hitam mulai mengelilingi tubuh Sung Ha yang masih terduduk di lantai.





***





Jovian dengan cepat membuka matanya saat merasakan aura yang sangat mengerikan. Aura ini seperti aura yang keluar dari tubuh Sung Ha saat menjadi setengah iblis, namun kali ini aura itu sangat kuat terasa. Apakah dia melakukan sesuatu?



"Sung Ha? Apa yang kau lakukan?" Jovian segera bangkit dan pergi menuju ke tempat aura itu berasal.



__ADS_1




__ADS_2