
Sung Ha dengan cepat menoleh ke kiri saat mendengar suara yang cukup keras. Apakah ada roket yang jatuh ke tempat itu? Setelah itu beberapa suara benturan keras kembali terdengar.
"Apa yang sedang terjadi?" gumamnya.
Tak lama suara pintu terbuka terdengar. Taeyun masuk ke dalam ruangan itu dan membuka pintu jeruji besi yang sedari awal menghalangi Sung Ha untuk bisa pergi.
Tanpa sepatah katapun ia menarik tangan Sung Ha, yang memaksa gadis itu untuk berdiri dan dengan segera membawanya meninggalkan ruangan yang ia tempati.
"Ya! Kau mau membawaku kemana?!"
Sung Ha menarik tangannya berlawanan arah dengan tarikan Taeyun. Tak ingin dengan mudah dibawa. Namun lelaki itu tetap saja menariknya yang malah membuat pergelangan tangannya sakit.
"Ya!"
"Diamlah."
Brakk!!
Suara benturan terdengar begitu keras. Mata Sung Ha melebar mendapati sebuah tubuh yang ia kenal terlembar tepat di depannya.
Lelaki yang baru saja terlempar itu bangkit dan menoleh ke kiri, ke arah Sung Ha berdiri.
"Sung Ha.." gumamnya saat melihat gadis yang sedang Taeyun tarik tangannya.
Mendapati Ky di hadapannya Taeyun pun memilih berputar balik mencari jalan lain. Namun, tak ingin membiarkannya begitu saja, Ky segera mengejarnya dan merebut Sung Ha dari tangan Taeyun. Ky segera membawanya pergi. Begitupun dengan Taeyun ia juga tak ingin gadis itu dibawa begitu saja oleh Ky.
Langkah mereka bertiga terhenti saat dinding di sebelah kanan mereka membentuk sebuah lubang dan menampakkan sesosok lelaki yang meghadang mereka untuk pergi lebih jauh lagi.
"Bukankah kau ingin membunuhku? Kenapa kau kabur?" ucap lelaki itu dengan nada sedikit meledek.
Sung Ha memegang ujung jaket yang Ky kenakan dan bersembunyi di belakangnya. Entah kenapa ia tak suka dengan lelaki yang baru saja menghadangnya itu. Walaupun hanya melihatnya, tubuh Sung Ha terasa gemetar dan ketakutan.
"Masih ada yang harus aku lakukan. Tapi tenang saja. Aku akan membunuhmu secepat mungkin."
Membunuh? Sung Ha mencuri-curi pandangan melihat ulang lelaki tadi. Apakah dia Ayah Ky? Pikirnya karena api biru keunguan yang dimiliki lelaki itu.
Ky menarik tangan Sung Ha dan berjalan melewati ayahnya. Namun langkah mereka kembali tehenti oleh sosok yang sama. Lelaki itu menatap gadis yang berada di dekat Ky.
"Siapa dia?" tanyanya.
"Kau tak perlu tau siapa dia."
Ky kembali melanjutkan langkahnya. Ayah Ky dengan tak sengaja melihat cincin yang melekat manis di jari kiri Sung Ha.
"Tunggu." tahan sang ayah. Namun Ky tak mempedulikannya dan tetap pergi, hingga sebuah api biru keunguan menghalangi langkahnya. Ia berbalik menatap sang ayah yang juga sedang menantapnya.
"Gadis itu."
Sung Ha kembali bersembunyi di belakang Ky karena rasa takut itu kembali muncul.
"Armour.." ucapnya dengan masih menatap Sung Ha tajam.
Sung Ha semakin menyembunyikan tubuhnya tak ingin melihat tatapan yang menurutnya menakutkan itu. Tapi beberda dengan Ky. Lelaki itu mencerna perkataan ayahnya itu. Armour? Sepertinya dia pernah mendengarnya.
"Jovian.. Aku ingin pulang. Aku tak suka di sini.." ucap Sung Ha pelan.
"Aku pasti akan mengantarmu pulang, aku berjanji." ia mempererat genggaman tangannya.
Wusss!!
Angin seperti berhembus dengan kencangnya dan menghilangkan sosok Raja yang awalnya berada di hadapan Ky. Lelaki itu mengedarkan pandangannya, khawatir. Bukan karena ayahnya, tapi karena Sung Ha yang juga ikut menghilang.
"SIAL!" umpatnya karena ia lengah menjaga Sung Ha.
Dengan cepat ia berlari melewati Taeyun yang tengah berdiri menatapnya. Taeyun memang lebih memilih menjauh atapun tidak ikut campur dalam pertempuran melawan Raja. Karena dia tau. Kekuatan iblis api hijau tidak akan mampu melawan sang Raja.
***
Sung Ha terkejut saat mendapati dirinya telah berada disuatu ruangan yang ia tak tau ruangan apa itu. Ia tidak sendiri. Di hadapannya telah berdiri sesosok lelaki yang menatapnya.
"Kenapa kau masih hidup?" tanyanya.
Sung Ha mengerutkan dahinya bingung.
"Anak itu.." umpat lelaki itu. "Kau adalah anak terlarang dari Savaredia dan anak ku, Armour. Seharusnya Armour telah membunuhmu. Tapi kenapa kau masih hidup?" jelasnya.
Anak terlarang? Dan.. Anak dari anak Raja iblis? Pangeran iblis?
"Lepaskan cincinmu." perintahnya.
"Apa?" ucap Sung Ha bingung.
"Apakah kau tak mendengarku?"
Lelaki itu menatap Sung Ha dengan tajam yang membuat tubuh Sung Ha gemetar ketakutan. Dengan ragu Sung Ha melepaskan cincin yang ia kenakan. Setelah beberapa saat Raja itu menyeringai melihat aura yang mengelilingi tubuh Sung Ha.
"Apakah Ky memanfaatkanmu untuk membalaskan dendamnya padaku?"
Sung Ha kembali mengerutkan dahinya tak mengerti.
"Seharusnya kau memang tak pernah hidup di dunia ini." Raja itu tersenyum kecut. "Tak kusangka anakku berkorban hanya demi makhluk menjijikkan sepertimu. Karena kau, aku harus menghapus semua ingatan para iblis tentang Armour. Dan itu sangat membuang-buang kekuatanku."
Raja itu berjalan mendekati Sung Ha.
"Dan kau harus membayarnya dengan kekuatanmu." Sung Ha memundurkan langkahnya karena ketakutan. Namun terlambat, tangan kanan Raja itu telah berada di leher Sung Ha dan mengangkatnya dengan mudah. Cincin yang sedari tadi Sung Ha genggam terjatuh begitu saja ke lantai. Ia mencengkram tangan raja itu berharap ia melepaskannya.
__ADS_1
"Lepaskan aku.."
Sung Ha semakin menyipitkan matanya. Ia merasa tubuhnya semakin melemas dan tenaganya mulai menghilang.
"Jovian.." ucapnya lirih hingga pada akhirnya pandangannya menjadi gelap.
Tubuh Sung Ha terjatuh begitu saja saat Raja itu melepaskan cengkraman di leher Sung Ha. Raja itu merasakan kekuatan yang hebat mengalir dalam tubuhnya. Ia pun tertawa puas karenanya.
***
BRAK!
Dengan mudahnya Ky membuat sebuah lubang di setiap dinding di hadapannya. Amarah yang sangat besar telah mengalir dalam tubuhnya. Tubuhnya yang diselimuti oleh api biru itu terus saja mencari sesosok gadis yang tadi menghilang bersama ayahnya. Ia berhenti dan berbalik, melihat ke belakang. Ia merasakan aura Sung Ha mendekat ke arahnya. Ia pun tersenyum mendengar suara langkah kaki yang semakin mendekat.
"Sung Ha.." panggilnya.
Namun senyumnya itu seketika hilang saat mendapati ayahnya lah yang datang menghampirinya.
"Kau mencari ini?" mata Ky terbelak saat Raja itu memperlihatkan sebuah gambar gadis yang terikat dengan rantai dan dengan mata yang terpejam.
"Kenapa wajahmu seperti itu?"
Tak lama gambar itu menghilang dengan sendirinya.
"Aku baru saja mendapat tangkapan yang besar."
"KAU!"
Dengan cepat kilat Ky menyerang lelaki itu.
"APA YANG TELAH KAU LAKUKAN PADANYA!"
Api biru yang menyelimuti tubuh Ky kembali membesar semakin menyelimuti tubuhnya. Serangan demi serangan yang Ky lontarkan, namun dengan mudahnya dihindar dan ditangkis oleh sang ayah.
"Aku tidak menyakitinya. Aku hanya mencoba kekuatan yang ia miliki."
Raja itu menyerang Ky dengan satu serangan yang membuat lelaki itu terpental keluar.
"Jika kubiarkan gadis itu berkeliaran itu akan berbahaya. Tak kusangka Armour menyegel kekuatan yang ia miliki pada anaknya."
Raja itu tampak cukup terkejut dan senang karena kekuatan yang sekarang ia miliki jauh meningkat dari sebelumnya.
Melihat anaknya yang sudah menyeimbangkan tubuhnya di udara ia pun segera menghampirinya untuk bersenang-senang. Sudah sepuluh tahun ia tak bersenang-senang dengan anaknya itu. Dengan cepat ia menghantam tubuh Ky. Ky menahan serangan itu dengan kedua lengan bawahnya. Namun percuma, ia tetap terdorong ke belakang dan terhempas.
"APAKAH HANYA SEBATAS ITU KEKUATANMU?!"
Ky kembali menyeimbanngkan tubuhnya. Ia menyapu bibir bawahnya yang tidak terdapat bercak darah dengan ibu jarinya. Ia menyeringai mendengar ucapan Ayahnya itu.
"Bukankah tadi itu hanya sekedar pemanasan?"
***
Para iblis penjaga sibuk berlalu lalang mengantarkan iblis-iblis kalangan bawah untuk mengungsi. Pertempuran yang mungkin akan berlangsung lama karena tak akan ada yang mau mengalah itu menyebabkan keruskan di istana maupun di luar istana.
Namun berbeda dengan sosok lelaki yang tengah berdiri menatap dua sosok yang sedang bertarung di udara. Lelaki itu mengangkat sebelah sudut bibirnya membentuk sebuah seringaian.
"Pangeran Sean.." panggil iblis pengawal.
"Baiklah. Aku mengerti."
Lelaki bernama Sean itu berbalik dan berjalan meninggalkan area yang sudah cukup lenggang karena para iblis penjaga hampir menyelesaikan tugasnya untuk mengefakuasi para iblis.
Sean masuk kesebuah ruangan yang hanya terdapat dua buah obor yang menyala dengan api hijaunya. Kedatangannya disambut oleh sesosok lelaki yang memang sedari tadi telah berada diruangan itu.
"Semuanya berjalan sesuai rencana." ucapnya.
Sean duduk di sofa yang ada disana.
"Aku tau. Tapi ini semua berkat anakmu yang membawa gadis itu kemari."
"Dia memang cerobah tapi dia juga anak yang bisa diandalkan."
***
Pertarungan antara ayah dan anak telah lama berlangsung namun belum juga menghasilkan kemenangan maupun kekalahan dari sebelah pihak. Rumah-rumah yang berada di sekitar mereka telah tak berwujud lagi. Hantaman dan ledakan karena kekuatan kedua belah pihak menyebabkan kehancuran dimana-mana. Namun itu tak membuat mereka berhenti.
Tanpa Ky sadari sebuah bola api telah mengarah padanya dan tepat mengenai dadanya. Seketika lelaki itu kehilangan keseimbangannya di udara dan terjatuh menghantam permukaan.
Ky tepat terjatuh dengan posisi terlentang. Dengan luka di dadanya dan dengan nafas terengahnya Ky hanya terdiam melihat Ayahnya yang melayang cukup jauh di atasnya.
"Sampai kapan pun kau tetaplah Anakku dan kau tak akan bisa menandingiku."
Raja itu mengarahkan telapak tangannya tepat ke tubuh anaknya yang terlentang di tanah.
"DAN SEBAIKNYA KAU LENYAP DARI HADAPANKU SELAMANYA!"
Kobaran api yang sangat besar keluar dari telapak tangan lelaki itu dan tepat mengarah ke arah Ky.
"Maaf Sung Ha.. Aku tidak bisa menepati janjiku untuk membawamu pulang.."
Ky tersenyum dan perlahan menutup matanya. Ia telah pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya. Dan mungkin ini adalah akhir dari segalanya..
BOOM!
Ledakan besar terdengar di hampir seluruh dunia iblis. Menimbulkan asap yang cukup tebal dan suara gemuruh.
Perlahan mata Ky terbuka. Dilihatnya sesosok gadis dengan dua buah sayap putih berdiri di dekat kakinya. Apakah itu Sung Ha? Ky tak bisa melihat wajahnya karena gadis itu membelakanginya. Namun dari perawakannya, gadis itu mirip dengan Sung Ha.
__ADS_1
"Apakah kau sudah ingin mati?" tanya gadis itu.
Ky mengenal suara itu. Tak salah lagi jika dia adalah Sung Ha. Ky tersenyum tipis.
"Kenapa kau bisa di sini?" tanya Ky.
Sung Ha berbalik dan menatap ke arah Ky. Entah kenapa ini begitu memalukan. Ia mengulurkan tangannya dan membantu Ky untuk berdiri.
"Kau lupa aku memiliki kekuatan yang bahkan kau sendiri tidak mengetahuinya?"
Dia benar. Ky bahakan lupa jika Sung Ha adalah malaikat. Sung Ha mengalihkan pandangannya ke atas. Ke arah raja yang masih berada di atas sana.
"Aku akan menyelesaikannya."
Gadis itu terbang menyusul Ayah Ky.
"Ya! Kau! Jangan melawannya! Dia adalah lawanku!"
Ky mencoba menyusul Sung Ha namun dadanya terasa sakit karena luka yang dikarenakan serangan ayahnya tadi.
"Sung Ha.. Kau tak akan bisa mengalahkannya.." gumamnya saat melihat Sung Ha yang mulai menyerang.
Ky ingin menghentikan Sung Ha sebelum semuanya terlambat, namun luka bakar di dadanya yang cukup parah membuatnya sulit untuk bergerak.
Mata Ky terbelak saat melihat ayahnya terkena serangan yang Sung Ha luncurkan dan jatuh. Sebelum sempat menghantam permukaan, Sung Ha kembali menyerangnya dan membuat lelaki itu semakin keras menghantam permukaan hingga sebuah lubang besar terbentuk bersamaan dengan jatuhnya sang raja.
Sung Ha segera turun dan menghampiri Ky. Ia melihat luka bakar di dada lelaki itu dan tanpa Jovian menyuruhnya ia mendekatkan kedua telapak tangannya, membuat luka itu terbalut oleh cahaya. Jovian hanya menatap wajah Sung Ha yang dengah serius mengobati lukanya.
"Kau ceroboh."
Masih fokus pada luka di dada Ky, Sung Ha hanya membalas dengan senyuman. Dengan cepat pandangan Ky teralihkan oleh kobaran api yang mengarah ke punggung Sung Ha. Dengan wajah panik lelaki itu segera menukar posisinya yang sukses membuat Sung Ha terkejut.
Mata Sung Ha membulat lebar saat melihat kobaran api mengenai punggung Ky. Sung Ha menahan tubuh lelaki itu agar tidak tumbang. Ky terbatuk dan darah keluar dari mulutnya.
"Ya! Apa yang kau lakukan!"
Cairan bening keluar dari kedua mata indah Sung Ha.
"Maaf.. Kurasa aku tak bisa mengantarmu pulang.." ucapnya lirih. Punggung Jovian terasa sangat sakit karena serangan tadi. Luka bakar itu membuat cairan kental berwarna kemerahan dari punggung Ky.
"Tidak. Kau harus mengantarku pulang!"
Dengan masih menangis. Sung Ha mulai mengobati punggung Jovian.
"Pergilah ke istana dan carilah tangga yang menuju dasar istana. Di sana ada sebuah pintu yang menghubungkan dunia iblis dan dunia malaikat. Tapi jika kau ingin kembali ke dunia man−"
"Diamlah! Aku sedang mengobatimu!" potong Sung Ha. "Aku tak akan membiarkanmu mati di sini!"
Suara tepuk tangan terdengar dari arah belakang Ky.
"Pertunjukkan yang bagus." ucap lelaki yang bertepuk tangan tadi. Ky sudah menduga bahwa ayahnya itu tak akan mati semudah itu.
Ky membisikan sesuatu di telingga Sung Ha.
"Sebaiknya kita bersembunyi. Kita tak mungkin melawannya dengan keadaan seperti ini."
Namun Sung Ha tak bergeming, ia masih tetap mengobati luka itu.
"Sung Ha!" panggil Ky dengan nada yang cukup tinggi.
"Kau diamlah! Aku akan menyelamatkanmu terlebih dulu!"
Sudah setengah dari luka di punggung Ky telah menghilang. Namun Sung Ha tetap saja ingin menyembuhkannya dengan sempurna hingga tak ada lagi bekas luka di punggung itu.
"Sung Ha. Dengarkan aku. Kita harus pergi sekarang."
"Kurasa pertunjukan ini harus segera di tutup." lelaki itu memusatkan kekuatannya di tangan kanannya. "Terima kasih telah menghiburku, Ky. Tapi selamat tinggal."
Ia melemparkan kekuatannya yang telah memusat di tangan kanannya itu ke arah Jovian dan juga Sung Ha.
"Selesai." ucap Sung Ha setelah selesai mengobati punggung Ky. Dengan cepat Ky mengeluarkan sayapnya dan membopong Sung Ha terbang setinggi mungkin, menghindari serangan itu.
BRUUSS!
Dengan sekerjap mata serangan itu menyapu apapun yang ada di depannya. Tak terkecuali reruntuhan rumah yang terlihat tersapu bersih higga menjadi puing-puing yang lebih kecil.
Sung Ha masih mengalungkan tangannya di leher Ky karena terkejut saat tiba-tiba lelaki itu membopongnya. Cukup lama mata mereka saling bertemu satu sama lain. Hingga mereka menyadarinya wajah mereka mulai tersipu dan pada akhirnya Ky membiarkan Sung Ha untuk terbang sendiri.
"Terima kasih." ucap Sung Ha.
"KALIAN TELAH MEMBUATKU MUAK!"
Ayah Ky dengan cepat menghampiri Ky dan menyerangnya bertubi-tubi. Namun serangan itu berhasil dihindari. Karena kekuatan penyembuh Sung Ha, Ky merasa kekuatannya telah kembali terisi punuh. Dan ia bisa bertarung secara penuh lagi sekarang.
Ky menyatukan kedua telapak tangannya. Dan ia membaca sebuah mantra yang belum lama ini ia temukan. Lelaki itu menahan serangan ayahnya dengan menyentuh lengan bawah Ayahnya dan ia kembali membacakan sebuah mantra. Yang dengan sekejap terdapat sebuah kubus besar berwarna hitam tanpa alas di atas tubuh sang raja.
"Maaf.. Akan ku perbaiki seluruh sistem di dunia iblis yang telah rusak ini."
Ky sedikit mejauh dan kembali menyatukan kedua telapak tangannya. Yang membuat kubus tadi mengurung seluruh tubuh sang raja.
"Aku tak akan membunuhmu.. Ayah."
Kubus yang awalnya besar itu menyusut menjadi kecil saat tubuh sang Raja telah terkunci di dalamnya.
Teknik yang baru saja gunakan Ky adalah teknik untuk membelenggu dan mengurung roh sekaligus jiwa. Yang Ky tau, teknik itu hanya bisa digunakan tiga kali. Karena jika lebih dari itu, sang penggunanya akan seketika lenyap karena tak bisa menahan roh dan jiwa yang ia belenggu.
Ky menghampiri Sung Ha yang bingung akan apa yang terjadi. Dan mengajaknya turun untuk menjelaskan apa yang baru saja lelaki itu lakukan.
__ADS_1