Devil Child

Devil Child
Chapter 39


__ADS_3

Di dunia malaikat, para prajurit malaikat dibantu Savaredia, Ratu mereka, masih bergulat dengan iblis-iblis yang keluar dari lubang sacara bergelombol.



Telihat Min Ri dan kembarannya, Min Jin yang ikut di dalamnya. Setelah dari dunia iblis, Min Ri segera menolong Min Jin dan mengobatinya. Pada awalnya mereka sempat berencana kembali ke dunia iblis sendirian tapi melihat prajurit iblis sebanyak itu sangat mustahil untuk bisa mengalahkannya. Mereka memutuskan untuk menemui ratu mereka dan membuat rencana penyerangan. Tapi sebelum sempat memasuki dunia iblis, para prajurit iblis itu tiba-tiba muncul dengan bergerombol dan itu membuat mereka tertahan. Karena tak mau jika hanya berdiam diri, Savarediapun ikut dalam pertempuran itu.





***





Sung Ha melangkahkan kakinya mendekati Sean. Wajah gadis itu datar dan tatapannya kosong. Mata Sean berbinar menatap Sung Ha. Cantik, itulah yang ia lihat dari Sung Ha, sayapnya yang indah dan aura yang pertama kali Sean rasakan.



Api biru keunguan dengan cepat merambat di sekeliling Sung Ha.



"Tak kan kumaafkan kau karena telah melukai Jovian."



Api itu dengan cepat menyambar ke arah Sean tapi bukannya menghindari, lelaki itu menahannya dengan perisai api yang ia buat.



"Kau memiliki api yang indah." puji Sean. "Tapi sayangnya, apimu tak seindah milikku!"



Sean terbang ke atas dan mengarahkan tangannya ke arah Sung Ha yang masih berdiri menatap tampat yang beberapa detik yang lalu menjadi pijakan Sean.



Gelombang api yang cukup besar muncul dari tangan Sean dan tepat mengarah ke Sung Ha. Perlahan Sung Ha menoleh ke atas, wajahnya tak tersirat rasa takut ataupun rasa kagum dengan api yang mengarah ke arahnya.



BOOM!



Dengan dahsyat api itu menghantam Sung Ha dan sekitarnya. Beberapa detik kemudian api itu mulai menghilang. Sean mengedarkan pandangannya saat tak mendapati Sung Ha di tempatnya tadi. Kemana dia? Sean sangat yakin jika ia mengenai Sung Ha.



"Kau mencariku?"



Sean mendongakkan kepalanya saat mendengar suara Sung Ha dari atas.



Brak!



Tubuh Sean jatuh menghantam tanah sesaat setelah Sung Ha menendangnya. Sung Ha membuat sebuah lingkaran api di sekeliling Sean dan turun menghampiri lelaki itu.



Sean bangkit, lelaki itu mulai tak suka dengan apa yang dilakukan Sung Ha padanya.



"Dari awal aku tau kau bukanlah manusia. Makluk sepertimu, seharusnya tak boleh ada di dunia ini!"



Api yang ada di sayap Sung Ha membesar, begitu pula dengan api yang mengelilingi dirinya dan Sean. Sean hanya tersenyum remeh melihatnya.



"Apakah kau marah? Aku yakin Ky juga berpikir seperti itu! Makhluk-"



Ucapan Sean terhenti saat api yang mengelilinginya tiba-tiba menyerang ke arahnya. Sontak membuat lelaki itu sedikit terkejut dan segera melindungi dirinya dengan perisai api yang ia buat.



Pyar! Wuss!



Perisai api itu pecah hingga membuat api milik Sung Ha hampir saja mengenai Sean jika lelaki itu tak segera terbang ke atas, menghindarinya.



Wuss!



Api milik Sung Ha berkobar ke atas, tepat mengarah ke Sean. Dengan cepat lelaki itu kembali menghindarinya, tapi api itu tetap mengejarnya.



Sean terbang menukik, tepat ke arah Sung Ha, lelaki itu berpikir jika ia terbang ke arah Sung Ha maka api itu akan mengenai Sung Ha.



Sung Ha mendongakkan kepalanya ke atas dan mendapati Sean terbang ke arahnya. Gadis itu mengangkat tangannya dan mengarahkan telapak tangannya ke arah Sean.



Wuss!



Api biru keunguan muncul dari telapak tangan itu dan tepat mengarah ke Sean. Lelaki itu membelakkan matanya, terlambat, ia tak bisa menghindar.



Buk!



Tubuh Sean terjatuh ke tanah.



"Sialan kau!"



Sean bangkit dengan memegangi dadanya yang terdapat luka dikarenakan serangan Sung Ha. Lelaki itu tersadar, ia teringat akan suatu hal. Mata lelaki itu sibuk mencari sosok yang ia rasa berada di dekat lubang yang ia buat, dan benar saja sosok lelaki itu sedang tergeletah di tanah.



Sean tersenyum penuh makna.



Di sekeliling Sung Ha telah terdapat banyak kobaran api yang entah sejak kapan itu bertambah semakin banyak. Gadis itu kembali mengarahkan apinya ke Sean dan lagi-lagi lelaki itu terbang menghindarinya.



Api Sung Ha terhenti saat Sean berdiri dengan menopang tubuh Ky, dan menggunakan tubuh itu untuk perisainya. Sung Ha menggerang saat mendapati rasa sakit kembali menyerang kepalanya.



"Aarrgghh!"



Sung Ha merasakan sakit di seluruh tubuhnya. Benar-benar sakit. Tubuhnya terasa tercabik-cabik.



"Sung Ha.." lirih Ky, tapi Sean masih bisa mendengarnya.


__ADS_1


"Ada apa dengannya? Apakah dia akan berubah kewujudnya yang lain?"



"Kau tak tau apa-apa tentang Sung Ha!" ucap Ky dengan susah payah.



Sean semakin menarik baju Ky dengan kuat membuat luka di punggung lelaki itu semakin terasa perih.



"Kenapa kau menyembunyikan makhluk sepertinya di rumahmu?" bisik Sean.



"SUNG HA!"



Sean dengan cepat menoleh ke atas dan mendapati sesosok gadis yang ia tau bernama Savaredia, bukan hanya gadis itu tapi di belakangnya berdatangan malaikat-malaikat lain.



"SUNG HA! HENTIKAN! AKU MOHON!"



Dari raut wajah Savaredia, jelas terlihat bahwa gadis itu sangat menghawatirkan keadaan Sung Ha saat ini.



Sean melempar Ky ke tanah. Sepertinya ada tamu yang harus dijamu terlebih dahulu. Dengan menahan luka yang menurutnya tak terlalu parah Sean terbang ke hadapan Savaredia.



"Lama tak bertemu yang mulai ratu, Savaredia."



"Apa yang kau lakukan! Hentikan ini sekarang!"



Setelah bersusah payah mengalahkan gerombolan prajurit iblis yang dikirim Sean ke dunia malaikat, Savaredia segera pergi ke dunia iblis karena Min Ri memberitahunya bahwa Sung Ha ada di sana.



"Sung Ha.." lirih Min Ri saat melihat Sung Ha yang merasa sangat tersiksa.



Gadis itu mengedarkan padangannya, mencari Ky, tak ada, ia tak melihat Ky. Gadis itu menurunkan pandangannya, ke bawah. Ia terbelak melihat tubuh Ky yang terdapat luka yang parah. Dengan cepat gadis itu turun, menghampiri Ky.



"Apa yang terjadi?" tanyanya pada Ky.



Ky memegang lengan Min Ri. "Tolong sembuhkan aku, aku mohon."



Tanpa ragu gadis itu segera mendekatkan kedua telapak tangannya ke luka yang ada di punggu Ky.



Min Jin yang melihat Min Ri sekilas dan membiarkannya, sekarang yang menjadi perhatiannya adalah Sung Ha. Gadis itu masih menggerang kesakitan.



"Min Jin! Bawa Sung Ha ke dunia malaikat sekarang!" perintah Savaredia.



Belum sempat Min Jin mendekatinya Sean menghalangi lelaki itu untuk mendekati Sung Ha.



"Apakah kau mengenalnya?" tanya Sean pada Savaredia.




Min Jin kembali mencoba menerobos api itu tapi lagi-lagi ia terhalang oleh hal yang sama.



"Apa maumu sebenarnya?" tanya Savaredia.



"Menurutmu?"



Sean mengarahkan telapak tangannya ke arah Savaredia.



"Aku sedang tak ingin melawanmu."



"Kalau begitu aku akan memaksamu."



Api biru muncul dari telapak tangan Sehun dan tepat tertuju pada Savaredia.



Savaredia memejamkan matanya, ia menarik nafasnya dan mengeluarkannya. Tubuh gadis itu bercahaya, ia membuka matanya dan mengarahkan telapak tangan kanannya ke arah api itu.



Sebuah cahaya muncul dari telapak tangan itu dan membelah api yang mengarah padanya. Cahaya itu tetap lurus hingga menemukan sosok lelaki pemilik api tadi. Lelaki itu menggeser tubuhnya, menghindari cahaya yang mengarah tepat ke tubuhnya.



"Sepertinya akan sangat menarik." ucapnya dan tersenyum.



Ky segera menghampiri Sung Ha setelah luka di tubuhnya menghilang. Belum sempat lelaki itu menghampirinya, ia terhadang oleh api yang ada di sekeliling Sung Ha. Api yang menghalanginya untuk bisa melihat sosok itu dengan jelas.



"SUNG HA! INI AKU! KENDALIKAN DIRIMU!" teriak Ky.



Jauh di dalam diri Sung Ha saat ini, ia seperti sedang bertarung dengan dirinya yang lain. Kedua kekuatan yang ia miliki mulai melawan tubuhnya dan itu membuatnya merasa kesakitan.



Dengan apinya Ky membuka jalan untuknya supaya bisa mendekati Sung Ha. Ia segera menarik tangan Sung Ha dan membawanya ke dalam pelukannya.



"Tenangkan dirimu. Aku mohon.."



Api yang ada di sekeliling Sung Ha dengan cepat menyambar ke arah Ky, tapi lelaki itu dengan cepat melindungi dirinya dengan perisai api yang ia buat dengan apinya.



"Hahh." nafas Sung Ha terengah-engah. "Sakit.." lirihnya pelan tapi Ky bisa mendengar itu.



Ky memegang kedua pipi Sung Ha dengan telapak tangannya dan mengarahkan wajah gadis itu menghadap padanya. Ky terkejut saat mendapati sebelah mata Sung Ha adalah mata yang sama saat Sung Ha menjadi iblis, tapi mata kanan gadis itu tampak normal seperti biasa.



"Jovi.. an.. Aku.. Tak bisa manahannya.."



Ini pertamakalinya Sung Ha merasakan rasa sakit seperti ini. Tubuhnya terasa tercabik-cabik dan ia merasa sangat kelelahan.

__ADS_1



Ky menatap manik mata Sung Ha dalam.



"Kau harus bertahan. Kau harus bisa mengendalikan kekuatanmu!"



Air mata menetes dari mata kanan Sung Ha. Gadis itu benar-benar tak sanggup menahannya lagi. Ia bergitu tersiksa dengan rasa sakit yang ia alami.



Dengan susah payah tangan gadis itu menyentuh wajah Ky.



"Maaf.." ucapnya lirih dan diikuti tubuh gadis itu yang mulai menghilang, berubah menjadi debu dan bulu putih.



Dengan cepat Ky mencium Sung Ha dan meyakinkan bahwa ini tidak benar. Ia masih bisa merasakan lembutnya bibir Sung Ha yang menyapu bibirnya. Air mata lelaki itu menetes. Ia tak ingin melepaskan Sung Ha.



Tubuh Sung Ha perlahan tapi pasti mulai berubah dan benar-benar menghilang. Ky tak lagi bisa merasakan sentuhan bibir Sung Ha, ia tak berani membuka matanya, ia takut jika ia membuka matanya ia tak dapat menemukan Sung Ha.



Lelaki itu menangis, pada akhirnya ia membuka matannya dan tak menemukan sosok yang ia cintai itu. Yang Ky lihat saat ini hanyalah debu dan bulu-bulu kecil bak bulu angsa yang berterbangan.



Ky menengadahkan tangannya, sebuah bulu putih jatuh tepat di telapak tangannya. Ia menggenggamnya dengan erat.



"SUNG HA!!"



Lelaki itu berteriak sekeras yang ia bisa. Dadanya terasa sakit, kenapa ia harus kehilangan sesuatu yang ia cintai? Kenapa?!



Mata Ky bersinar biru. Ia marah, pada dirinya sendiri karena tak bisa melindungi Sung Ha. Dan ia marah pada saudaranya yang telah membuat Sung Ha berubah menjadi iblis.



Api biru yang berbentuk sayap itu muncul menghiasi punggung Ky. Lelaki itu menatap tajam pada sosok yang tengah bertarung dengan ratu malaikat.



Dalam sekejap mata Ky telah berpindah tempat ke depan Sean dan menghantamkan lelaki itu ke tanah. Tak hanya itu, ia menahan tubuh Sean dengan tubuhnya agar tak bisa bangkit.



"Kau." ucap Ky dengan penuh penekanan. "MATI KAU!"



Sean menutup matanya. Apa ini? Kenapa ia merasa takut pada Ky? Ini pertama kalinya Sean merasakan perasaan seperti ini.



Gejolak api biru dengan cepat menyambar tubuh Sean dan Ky. Api itu semakin besar menyambar mereka berdua. Bagi Ky itu bukanlah masalah karena apinya tak akan bisa melenyapkannya. Tapi bedahalnya dengan Sean, lelaki itu merasa tubuhnya akan lenyap jika Ky tak segera menghentikan serangan beruntun itu.



Savaredia dan yang lain hanya bisa terdiam melihat kedua iblis yang terbakar api di hadapan mereka. Mengerikan, itulah yang ada di pikiran mereka. Melihat Ky yang begitu marah dan begitu gusar.



Teringat akan suatu hal, Savaredia mencari sosok gadis yang tak lain adalah anaknya, tak ada, gadis itu sudah tak ada di tempatnya tadi. Ia kembali mengedarkan pandangannya.



"Ke mana Sung Ha?" tanyanya pada Min Jin yang terbang tak jauh darinya. Savaredia terlalu sibuk bertarung dengan Sean hingga melupakan Sung Ha.



Min Jin terdiam, ia melihat saat-saat ketika Sung Ha lenyap. Dan itulah yang menyebabkan Ky marah, dan menghajar Sean habis-habisan.



"Dia.." Min Jin tampak sedikit ragu mengatakannya, tapi dia harus mengatakannya. "Sung Ha telah lenyap.."



"Apa?" Savaredia memegangi dadanya. Benarkah Sung Ha telah lenyap? Dia bahkan bahkan tak pernah bercengkrama langsung dengan ibunya, bagaimana dia bisa lenyap secepat itu? Ada penyesalan yang ada di dalam hati Savaredia.



Perlahan api Ky mulai kembali normal setelah tak ada lagi sosok Sean di hadapannya. Nafas lelaki itu terengah-engah air mata Ky kembali mengalir membasahi pipinya.



"Aaaaaaaa!!" ia berteriak sekuat tenaga, menghilangkan penderitaan yang ia rasakan.



Kenapa ini semua tampak begitu kejam untuk Ky? Kenapa ini harus terjadi kepada Ky?! Apakah ini adalah takdirnya?





***





Tiga tahun telah berlalu semenjak kejadian penyerangan ke dunia malaikat. Saat ini dunia iblis tengah di pimpin oleh raja bernama Ky. Dalam tiga tahun ini ia telah menemukan beberapa iblis yang benar-benar bisa ia percayai. Mereka juga adalah teman Ky saat masih kecil, mereka tinggal jauh dari kerajaan, oleh karena itu tak ada yang mengetahui bahwa Ky memiliki teman lain selain Sean dan Taeyun.



Sedikit banyak perubahan yang terjadi di dunia iblis. Ky telah berjuang keras untuk menciptakan dunia iblis yang memang telah ia impikan sejak dulu.



Di hadapannya sekarang sebuah gerbang yang memisahkan dunia iblis dan dunia manusia. Lelaki itu hanya terdiam melihati gerbang itu, sudah lama ia tak melewatinya. Dengan ragu lelaki itu membukanya, ia berinisiatif untuk melihat dunia di mana ia tumbuh.




Tin! Tin!



Suara kelakson mobil terdengar begitu riuh. Mobil-mobil berbaris menunggu lampu lalu lintas yang ada di depan mereka berubah warna menjadi hijau. Mobil-mobil itu mulai berjalan seiring berubahnya warna lampu lalu lintas.



Sesosok lelaki melangkah menyusuri trotoar yang sudah lama tak dipijaknya. Lelaki itu mendongakkan kepalanya, menatap langit biru yang cerah. Wajah lelaki itu disambut oleh mentari yang hangat. Lelaki itu merindukan suasana di kota itu, bahkan ia sangat merindukannya.



Lelaki itu kembali melangkahkan kakinya, menyusuri setiap sudut kota yang ia rindukan. Cukup jauh ia berjalan, langkah lelaki itu terhenti di depan sebuah toko yang menjual berbagai jenis buah. Sorot matanya tak henti-hentinya menatap seorang gadis dengan rambutnya yang terikat ke belakang. Lelaki itu terdiam beberapa saat.



Tampak gadis itu tengah sibuk menurunkan buah-buahan dari mobil pik up yang ada di sebelahnya.



"Sung Ha.." gumam lelaki itu setelah melihat senyum yang terpancar dari wajah gadis itu.





-The End-


__ADS_1


__ADS_2